Share

PERINGATAN GYANA

Author: Anonara
last update publish date: 2026-10-16 23:59:58

“Itu yang di tivi. Bodoh banget suaminya!” Gyana mengunyah cemilan dengan cepat. Sedikit pun ia tetap bertahan untuk tidak menoleh pada Sean yang baru muncul.

Sean merespon kekesalan Gyana dengan senyum yang sangat tipis. Sedikit pun tidak ada prasangka dalam hatinya bahwa Gyana baru saja menyindir dirinya sendiri.

“Memangnya kenapa suaminya?” Sean duduk di samping Gyana.

Gyana kembali memasukkan cemilan ke mulut seraya melirik malas Sean dari ekor matanya.

“Masa iya dia nggak tahu makanan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   PERINGATAN GYANA

    “Itu yang di tivi. Bodoh banget suaminya!” Gyana mengunyah cemilan dengan cepat. Sedikit pun ia tetap bertahan untuk tidak menoleh pada Sean yang baru muncul. Sean merespon kekesalan Gyana dengan senyum yang sangat tipis. Sedikit pun tidak ada prasangka dalam hatinya bahwa Gyana baru saja menyindir dirinya sendiri. “Memangnya kenapa suaminya?” Sean duduk di samping Gyana. Gyana kembali memasukkan cemilan ke mulut seraya melirik malas Sean dari ekor matanya. “Masa iya dia nggak tahu makanan favorit istrinya sendiri. Bukannya nanya sama istrinya, eh malah nanya sama selingkuhannya. Kan bodoh namanya!” sungut Gyana dengan fokus menatap layar televisi. Kening Sean berkedut samar. Kemudian menatap layar televisi bergantian dengan sosok yang duduk di sampingnya. Perkataan Gyana sempat mengusik hatinya. Bukankah itu seperti mencibir dirinya sendiri? Sementara di layar televisi tersebut malah menampilkan drama keluarga yang sama sekali tidak sama dengan penuturan Gyana. Sean hendak mem

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   SALAH UKURAN

    "Lain kali nggak perlu repot belikan aku hadiah. Lagian bulan ini aku nggak ada perayaan apa-apa.” Gyana berlalu begitu saja setelah mengatakan hal itu. Wanita dengan setelan piyama satin berlengan panjang itu bahkan tidak menoleh sedikit pun pada Sean. Ia sudah terlalu malas sekedar basa basi dengan pria yang masih terpaksa ia pertahankan sebagai suami itu. Sean baru saja kembali dari kantor. Kali ini ia benar-benar menghabiskan banyak waktunya di perusahaan. Permasalahan di perusahaan membuatnya tertahan lebih lama di sana. Dan, bayangan Gyana akan menyambutnya dengan senyum manis seperti dulu pun langsung lenyap. Alih-alih senyuman, Sean justru Gyana suguhkan dengan wajah datar dengan sorot dinginnya. “Hadiah itu tanpa maksud apa-apa, Gya.” “Gaunnya lebih baik kamu berikan ke Tania saja. Potongan gaun itu lebih disukai Tania. Ukurannya juga bukan ukuranku.” Tidak ada nada tersinggung apalagi kecewa yang keluar dari mulut Gyana. Wanita itu justru terkesan tidak peduli dengan

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   RENCANA YANG BERUBAH

    “Anak itu… !” Raut Xavier langsung berubah. Kemarahannya sudah menuju kepala dan tinggal menghitung waktu untuk meledak. Sorot matanya sekejap berubah tajam. “Apa yang dilakukannya kali ini?” Tania menahan senyum di wajahnya agar tidak langsung terbit. Muslihatnya berhasil. Dan hanya demi melihat Gyana semakin dibenci oleh kakaknya sangat bisa memuaskan hati Tania. “Gya memprovokasi Kak Sean untuk mengabaikanku. Dan tadi, Kak Sean bahkan membatalkan janji untuk makan bersama Ayah hanya demi Gya.” Tania meraih tangan Xavier lalu menggenggamnya. “Bagaimana kalau Kak Sean sampai membenci dan tidak mau bertemu aku lagi, Kak? Aku sudah merelakan Kak Sean menikah dengan Gya tapi aku tidak akan kuat jika Kak Sean benar-benar menjauhiku.” Emosi yang berkumpul di kepala Xavier membuat pria itu tidak bisa berpikir tenang dan logis. Rasa sayang kepada Tania membuat hatinya buta. Xavier mengusap lembut puncak kepala Tania. Kemudian mengulas senyum hangat penuh kelembutan. “Jangan cemas,

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   GADIS PENUH MUSLIHAT

    "Jangan-jangan ini untuk Nyonya Gyana ya, Tuan?” seru Mike tanpa sadar kalau suaranya itu cukup tinggi. Sean memalingkan wajah ke arah jendela. Malas menanggapi lebih lanjut kebodohan Mike yang sebenarnya membuat hatinya tersentil suatu fakta. Bohong jika Sean tidak merasakan apapun saat Mike mengira hadiah yang akan disiapkan untuk Tania bukan Gyana. Apakah selama ini perhatiannya pada Tania begitu kentara? Apakah selama menikah Sean memang tidak pernah memberi perhatian kepada Gyana? “Memangnya Tuan tahu apa saja yang Nyonya Gyana sukai? Warna atau bunga favoritnya kurang lebih?” Jiwa ingin tahu Mike sangat tinggi. Melalui kaca kecil di depannya, Mike bisa melihat wajah datar sang atasan yang saat ini tidak kunjung merespon pertanyaannya. Tatapan Sean hanya terarah lurus pada pemandangan di luar. “Bagaimana kalau Tuan mengecek media sosial Nyonya dulu? Saya dengar, popularitas Nyonya sedang naik sekarang. Barangkali ada petunjuk di sana,” ucap Mike memberi saran. Sean terdiam

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   HADIAH UNTUK SIAPA?

    “Kelamaan.” Gyana lalu memeluk Nael. Gerakan wanita itu sangat cepat dan dalam hitungan detik mampu membuat Nael mematung di tempat. Wangi segar rambut Gyana yang bercampur air hujan pun tercium jelas di hidungnya. Tubuh mungil itu kini berada dalam dekapannya. Dan tepukan pelan tangan kecil Gyana di punggung Nael tiba-tiba saja membuat jantung Nael berpacu liar. ‘Mi, sepertinya Nael sudah benar-benar terjebak dalam perasaan kepada Gyana.’ batin Nael. Pelukan singkat itu murni hanya untuk menghibur Nael. Gyana mundur selangkah, lalu melipat tangannya. “Aku nggak pandai menghibur orang. Tapi semoga pelukan tadi bisa membuat kamu merasa lebih baik.” Nael mengangguk kecil lalu mengulas senyum tipis. “Terima kasih.” “Iya. Makasih juga udah ngehibur aku di sini.” Gyana pun membalas senyuman itu dengan tulus. Tanpa Gyana sadari, meski dianggap Gyana hanya seperti perhatian kecil, tetapi bagi Nael itu sangat berarti. Hatinya terasa lebih tenang dan lapang. Pelukan Gyana menciptakan r

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   BASAH-BASAHAN DI HALTE

    "Kamu bisa pergi, Nael. Aku nggak apa-apa di sini.” Nael menyampirkan jasnya ke bahu Gyana. “Aku akan nemenin kamu di sini. Lagipula hujan-hujan begini sama kamu kayaknya nggak buruk juga.” Gyana melirik Nael dari ekor matanya. Celotehan Nael tidak urung membuat Gyana tertawa. Terlihat aneh memang, beberapa detik yang lalu matanya masih memerah karena menangis dan sekarang bibirnya malah mengukir tawa renyah. “Nah gitu dong!” Nael turut mengulas senyum hangat. Tangan pria itu merapikan jas yang terpasang di bahu Gyana. “Kamu malah cantik kalau lagi senyum begini.” Gyana menghela napas, meredakan sesak di dadanya. Kehadiran Nael yang mendadak duduk di sampingnya sejak beberapa menit yang lalu membuat Gyana terhibur. Bahkan tadi Gyana sampai kelepasan menghamburkan tubuhnya ke dada Nael. Pikirannya sangat kacau pasca keluar dari ruangan ayahnya. Keadaan hatinya semakin memburuk saat melihat Sean datang bersama Tania.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status