Short
Si Brondong Yang Lebih Muda 10 Tahun

Si Brondong Yang Lebih Muda 10 Tahun

Par:  UnguComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
11Chapitres
4Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

“Kak, lagi nggak enak badan, ya? Kakak lagi nggak ada di rumah, sini biar kubantu saja.” Suamiku lagi dinas keluar kota dan aku yang lagi menginginkan hanya bisa melampiaskannya dengan mainan. Sialnya, kejadian itu malah ketahuan sama tetangga brondongku. Tatapan matanya membuat kakiku lemas. Tubuhku yang sudah lama tak disentuh pun langsung bereaksi. Aku sama sekali tak menyangka, tak lama setelah itu, dia nekat memainkanku tepat di depan suamiku sendiri, hingga diriku hilang kendali….

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

“Kakak ipar, kamu kenapa? Nggak enak badan?”

Suamiku lagi dinas keluar kota dan aku merasa kesepian, jadi berniat meredakannya dengan alat bantu.

Namun, di saat yang sama, tetangga brondongku malah datang mengantarkan paket.

Waktu persilakan dia masuk ke rumah, kakiku rasanya sampai melemas.

“Kakak ipar, karena kakak lagi nggak ada, sini biar kubantu.”

Melihat wajahku yang memerah, dia seolah paham apa yang terjadi dan memperlihatkan senyuman antusias.

….

“Sayang, kapan pulang?”

“Sayang… aku masih ada urusan di sini, mungkin baru pulang beberapa hari lagi. Kamu jaga diri baik-baik di rumah, ya.”

Usia 30 tahun adalah masa-masa gairah lagi tinggi-tingginya, tapi suamiku yang jarang di rumah membuatku tersiksa oleh rasa sepi dan hampa.

Malam harinya, karena sudah tak sanggup menahan rasa haus akan kasih sayang, aku terpaksa membuka lemari tempat menyembunyikan suami plastikku untuk menahan gejolak yang semakin menjadi-jadi.

Namaku Rara, seorang ibu rumah tangga biasa. Dulu waktu awal menikah, suamiku memperlakukanku bagaikan permata di atas ranjang. Berbagai gaya dan tempat tak pernah dia lewatkan.

Namun, beberapa tahun ini, seiring lunturnya gairah dan bertambahnya usia, stamina suamiku tak lagi seperti dulu. Dia sering memilih dinas keluar kota untuk menghindar, sementara aku yang sudah terbiasa dengan hal seperti itu malah semakin sulit menahannya.

“Permisi, ada orang di rumah?”

Tepat saat tubuhku bergoyang menikmati sensasinya, tiba-tiba suara bel pintu berbunyi, disusul suara pria yang terdengar begitu berat dan memikat.

“Si… siapa?”

“Kak Rara, ini aku, Michael. Paketmu sudah sampai, jadi sekalian kuambilkan.”

Ternyata Michael, tetangga dari lantai bawah. Aku baru ingat microwave yang kubeli memang sampai hari ini. Tadi pagi aku sempat minta tolong padanya, tak menyangka dia bakal sepeduli ini.

“Tunggu sebentar….”

Aku tak membiarkannya menunggu lama. Dalam kepanikan, aku mencoba melepas mainan itu, tapi alat itu malah semakin sulit dikeluarkan. Sensasi geli yang menjalar membuat seluruh tubuhku lemas tak bertenaga.

“Hm~”

Desahan reflek keluar dari mulutku. Karena pasrah tak bisa melepaskannya, aku pun berpikir ini hanya bakal memakan waktu beberapa menit. Aku pun buru-buru memakai baju tidur dan berlari membukakan pintu.

Di depan pintu berdiri seorang pemuda tampan. Tubuhnya tinggi tegap, hidungnya mancung dan kontur wajahnya sangat tegas.

Dia sedang memeluk sebuah dus karton sambil melemparkan senyuman polos padaku.

“Maaf sudah merepotkanmu, ayo masuk saja.”

Aku bergegas mempersilakan Michael masuk. Dia membukakan kemasan paket dengan sangat perhatian dan memindahkan microwave itu ke dapur.

Melihat keningnya sampai berkeringat sangking lelahnya, aku pun membawakan segelas teh untuknya.

“Capek, ya? Istirahat dulu sambil minum tehnya.”

Michael duduk di sofa. Wajah tampannya memperlihatkan sedikit senyuman canggung.

Meski sudah bertetangga empat tahun, ini pertama kalinya dia masuk ke rumahku.

Aku teringat saat pertama kali bertemu, Michael masih seorang mahasiswa. Empat tahun berlalu, pemuda ceria itu kini mulai memancarkan aura pria dewasa.

Tepat saat aku hendak menyodorkan teh, alat kecil yang tak bisa diam itu mendadak berubah menjadi mode paling kencang.

Getaran hebat itu membuatku tak bisa mengendalikan diri dan menjerit pelan, “Ah….”

Kakiku langsung lemas, sampai satu tanganku harus buru-buru berpegangan pada meja.

Teh pun tumpah cukup banyak dan membasahi celana Michael.

Tanpa memedulikan celananya yang basah, Michael reflek memegangiku dan bertanya cemas, “Kak Rara, kamu kenapa?”

“Nggak, nggak apa-apa… hanya digigit nyamuk barusan.”

Getaran yang terus berlangsung semakin menyiksa sarafku yang tegang. Tubuhku gemetaran, tanganku meremas erat pergelangan tangan Michael dan tubuhku bersandar sepenuhnya padanya. Sensasi kelembutan di dadaku menempel ketat pada dada bidangnya. Aura maskulin prianya yang menyebar membuat pikiranku semakin kacau tak karuan.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
11
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status