Share

Bab 15. Dijemput

Author: Agniya14
last update publish date: 2026-02-17 23:15:24

Sore itu, lobi utama RS Syahreza Medical Center mulai tampak sibuk oleh pergantian sif karyawan. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, sosok Abimanyu berdiri dengan tenang.

Ia mengenakan kemeja kasual biru muda yang lengannya digulung rapi, memberikan kesan hangat dan jauh dari kesan formal rumah sakit. Di tangannya, ia membawa sebuah tas kertas berisi beberapa kotak susu stroberi dan cokelat, serta sebuah buku mewarnai terbaru.

​"Dokter Abi?" Suara lembut Raisa memecah lamunannya.

​Abimanyu menoleh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Happy Adriana
biasa tegas karena harus jadi pimpinan di RS. milik keluargamu...nggak berarti harus tegas menghadapi anak2 mu Kavindra...
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
gatau malu Vindra . emg dia ga mikirin perasaan anknya, knp dia sbg papa ga prnh ada selama ini mndampingi mrk . apa Vindra sanggup jujur kalo dia yg udh buang mama si kembar demi ambisinya, bhkn trkesan tak ada cinta mknya mudah sekali melepas istri . trs skrg dgn gatau malunya mau ngakuin ank²mu .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab26. Menjemput

    Gerimis tipis mengguyur Jakarta saat sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan sebuah rumah petak di gang sempit daerah pinggiran. Nadira turun dengan anggun, meski wajahnya menunjukkan ekspresi jijik saat sepatunya yang seharga belasan juta harus menginjak aspal yang becek.​Di depan pintu kayu yang catnya sudah mengelupas, ia berhenti. Di dalam, ia melihat Kavindra, pria yang dulu selalu tampil klimis dengan jas Armani kini hanya mengenakan kaos oblong putih tipis dan celana kain biasa, sedang duduk di meja kayu kecil sambil memeriksa tumpukan rekam medis pasien kliniknya.​Nadira mengetuk pintu dengan keras. ​Kavindra menoleh, matanya sedikit membelalak melihat siapa yang datang. Ia berdiri dan membuka pintu. "Nadira? Sedang apa kamu di sini?"​Nadira tidak menjawab, ia langsung menerobos masuk dan menutup hidungnya. "Astaga, Vindra! Tempat apa ini? Bau apak, sempit, dan ... apa itu? Kipas angin karatan?"​"Ini tempat tinggalku sekarang. Kalau kamu tidak suka, silakan keluar," ja

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 25. Perubahan

    Enam bulan telah berlalu sejak badai di RS Syahreza mereda. Kavindra benar-benar menepati janjinya. Ia menanggalkan jabatan Direktur Utama, keluar dari rumah mewah Syahreza, dan memutuskan hubungan finansial sepenuhnya dari Sofia. Kini, ia bukan lagi pangeran mahkota medis Jakarta. Ia hanyalah dr. Kavindra, seorang dokter umum yang membuka praktik di sebuah klinik kecil di pinggiran kota, jauh dari gemerlap kekuasaan.​Sore itu, udara Jakarta terasa gerah. Kavindra baru saja selesai melayani pasien terakhir ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Raisa.​Raisa: Arkan ada latihan basket di lapangan komplek jam 4 sore. Aku ada operasi darurat, Abimanyu sedang di luar kota untuk simposium. Kalau kamu mau mencoba bicara dengannya, ini waktunya. Tapi ingat janji kita, jangan memaksa.​Tangan Kavindra gemetar. Ini adalah kesempatan yang ia tunggu-tunggu. Selama enam bulan, ia hanya berani mengirimkan buku atau mainan lewat kurir tanpa nama, atau mengintip dari kejauhan saat Abi menjem

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 24. Melanggar

    Pintu ruang sidang Komite Etik RS Syahreza tertutup rapat, menciptakan suasana yang mencekam. Di dalam, Raisa duduk sendirian di kursi pesakitan, dikelilingi oleh lima dokter senior yang menatapnya dengan tatapan menghakimi. Di sudut ruangan, Sofia Syahreza duduk dengan anggun, menyilangkan kaki, dan menatap kuku-kukunya seolah nyawa karier Raisa hanyalah hiburan pagi yang membosankan.​"Dokter Raisa Andriana." Suara Ketua Komite Etik, dr. Gunawan, menggema. "Ada laporan serius mengenai pelanggaran prosedur medis yang Anda lakukan pada pasien anak di bangsal Melati tiga hari lalu. Pasien mengalami reaksi alergi berat setelah Anda memberikan injeksi antibiotik. Laporan menyebutkan Anda tidak melakukan skin test terlebih dahulu."​Raisa mengepalkan tangannya di bawah meja. "Itu tidak benar, Dok. Saya melakukan skin test. Hasilnya negatif, dan perawat saksinya ada. Saya mencatat semuanya di rekam medis digital."​"Sayangnya," sela Sofia dengan suara lembut yang berbisa, "rekam medis digi

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 23. Panas

    Kavindra merasa dunianya runtuh tepat di depan matanya sendiri. Dari balik pilar beton di lorong, ia menyaksikan pemandangan yang lebih menyakitkan daripada melihat laporan kerugian perusahaan. Ia melihat Raisa tersenyum dengan rona merah di pipi. Dan senyum itu bukan untuknya. Senyum itu milik Abimanyu.​Begitu Raisa menghilang di balik belokan menuju poliklinik, Abimanyu berbalik. Pria itu berjalan santai menuju area parkir, masih dengan sisa senyum di bibirnya. ​Kavindra tidak bisa menahan diri lagi. Amarah yang membuncah, rasa cemburu yang membakar, dan ego sebagai seorang Syahreza meledak seketika. Ia keluar dan mencegat langkah Abimanyu tepat di area parkir VIP yang sepi.​"Berhenti di sana, Dokter Abimanyu." Suvara Kavindra berat dan penuh ancaman.​Abimanyu menghentikan langkahnya. Ia tidak tampak terkejut. Sebaliknya, ia menarik napas panjang dan berbalik dengan tenang, menatap lurus ke mata Kavindra yang merah karena emosi.​"Pak Direktur. Ada yang bisa saya bantu sepagi i

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 22. Mau Om Abimanyu

    Pagi itu, sinar matahari baru saja menyelinap masuk melalui jendela ruang makan apartemen Raisa. Aroma nasi goreng mentega sisa semalam masih tercium tipis, suasana di meja makan terasa lebih tenang dari biasanya. Raisa sedang sibuk memasukkan kotak bekal ke dalam tas sekolah Arkan dan Aira, sementara tangan kirinya sesekali membetulkan letak stetoskop di dalam tas kerjanya.​Arkan duduk terdiam, jemari kecilnya memainkan ujung sendok. Ia sudah rapi dengan baju biru. Aira di sebelahnya masih sibuk menghabiskan susu cokelatnya sampai menyisakan kumis putih di atas bibir.​"Ma," panggil Arkan pelan. Suaranya yang biasanya tegas kini terdengar sangat serius, khas Arkan jika sedang memikirkan sesuatu yang berat.​Raisa menoleh, tersenyum lembut. "Iya, Sayang? Ada yang ketinggalan? Buku gambarnya sudah Mama masukkan, kok."​Arkan menggeleng. Ia menatap lurus ke arah kursi kosong di hadapannya, kursi yang kemarin seharian diduduki oleh Abimanyu. "Ma, boleh Arkan tanya sesuatu?"​"Boleh, Sa

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 21. Koki Dadakan

    Hari Minggu itu, suasana di apartemen Raisa terasa jauh lebih hidup. Sejak pukul sembilan pagi, bel pintu sudah berbunyi, di sana sosok Abimanyu yang berdiri tegap dengan senyum lebar. Di kedua tangannya, ia menjinjing kantong-kantong besar berisi bahan makanan segar.​"Selamat pagi, Dokter Raisa!" sapa Abi ceria.​"Om Abi!" Arkan dan Aira berlari dari ruang tengah, menyambut pria itu seolah-olah dia adalah pahlawan yang membawa harta karun.​"Wah, Jagoan dan Tuan Putri sudah siap membantu Om jadi koki?" tanya Abi sambil meletakkan kantong-kantong belanjaan di atas meja dapur.​Raisa hanya bisa menggeleng sambil tersenyum. "Abi, kamu bawa belanjaan sebanyak ini seperti mau buka restoran di rumahku."​"Hari ini temanya adalah 'Hari Manjakan Raisa'," bisik Abi saat melewati Raisa menuju dapur. "Kamu duduk saja, biar aku yang ambil alih dapur."​Aroma mentega, bawang putih, dan bumbu bistik mulai memenuhi ruangan. Abimanyu tampak sangat luwes di dapur, dibantu oleh "asisten" kecilnya. Ar

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 11. Penolakan

    Lantai bawah RS Syahreza Medical Center pagi itu masih terasa sejuk. Kavindra yang biasanya ditakuti oleh ratusan karyawan itu kini berdiri mematung dengan dua kotak besar di tangannya. Satu kotak berisi mille-feuille cokelat premium dengan hiasan buah beri segar, dan satu lagi adalah kotak mainan

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 10. Ciri-ciri Suamiku

    Raisa membuang muka, mencoba mencari celah untuk melarikan diri dari tatapan itu. "Kalau begitu, biarkan aku memperjelasnya supaya kamu bisa tidur nyenyak malam ini. Suamiku, Papa Arkan dan Aira, sangat jauh berbeda darimu."​Kavindra menaikkan sebelah alisnya. "Oh ya? Coba sebutkan. Seperti apa la

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 9. Donat dan Mainan

    Kavindra melangkah dengan terburu-buru. Di tangannya, terdapat sebuah kantong kertas premium dari toko roti ternama dan dua paket happy meal dengan mainan edisi terbatas yang sedang tren.​Sebagai Direktur Utama, ia seharusnya menuju ruang rapat untuk membahas ekspansi laboratorium. Namun, langkah

  • Sisa Cinta Mantan Suamiku    Bab 19. Tidak Mengakui

    Ruang kerja Sofia Syahreza adalah simbol kemegahan yang dingin. Dindingnya dihiasi lukisan abstrak mahal. . Sofia duduk di kursi kebesarannya, menyesap teh kamomil dengan keanggunan seorang ratu yang tak tersentuh.​Pintu ganda ruangan itu terbuka kasar. Kavindra melangkah masuk dengan napas membur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status