共有

Bab 54 Kissmark

作者: Secret juju
last update 公開日: 2026-01-10 11:06:16

Stella yang sedang duduk menunggu scene bagiannya, dikipasi perlahan oleh asistennya, menatap ke arah set dengan sorot mata yang tak biasa. Tatapannya tajam, tertahan, terlalu fokus untuk sekadar penonton yang kebetulan melihat adegan rekan kerja.

Pegangannya pada skrip mengencang.

Greyson Hale selalu total. Itu bukan hal baru. Stella sudah berkali-kali beradegan dengan Greyson—berbagi dialog emosional, adegan dekat, bahkan ciuman yang membuat penonton berdebar. Namun selalu ada garis tak kasat
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 104 Yang Datang Bersamamu

    Greyson menoleh ke Winter. Ada jeda singkat. Tarikan napas yang tidak terlalu dalam, tapi cukup memberi tahu Winter bahwa kalimat berikutnya bukan kalimat ringan.“Istriku,” kata Greyson.Sandra membeku satu detik, lalu wajahnya berubah cerah. Senyumnya melebar, tulus, tanpa beban. “Istrimu?” ulangnya. “Oh… pantas saja.”Ia mendekat ke Winter, menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, seperti seorang ibu yang menilai menantunya untuk pertama kali. Tidak menghakimi, hanya ingin mengenal.“Kau cantik,” ucap Sandra. “Kenapa Gaffin tidak mengenalkanmu lebih awal?”Greyson menunduk sedikit. Tidak menjawab.Winter tersenyum kecil, canggung. Ia tidak tahu harus merespons dengan cara apa yang benar.“Saya… Winter,” katanya akhirnya. Nada suaranya pelan. “Senang bertemu dengan Mama.”Sandra tampak senang mendengarnya. Ia mengangguk-angguk kecil, lalu mengulurkan boneka capybara yang sedari tadi dipeluknya.“Pegang ini sebentar,” katanya. “Tanganku pegal.”Winter ragu sejenak sebelum menerima

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 103 Yang Perlahan Terungkap

    Hari itu apartemen Greyson terasa lebih terang dari biasanya, meski suasananya justru hening. Winter berdiri di dekat meja makan, menata beberapa wadah makanan yang baru saja datang. Bukan masakannya karena ia tahu batas kemampuannya, tapi ia memastikan semuanya makanan sehat, sesuai anjuran dokter.Greyson duduk di kursinya, tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih. Ia memperhatikan Winter sekilas. Perempuan itu bergerak tenang, efisien, tanpa banyak bicara. Kepedulian yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Bukan karena perasaan, melainkan karena rasa kemanusiaan. Greyson tahu itu, yang membuatnya tidak ingin berharap terlalu jauh.Greyson mengambil sendok, menyuap sup pelan. Winter akhirnya duduk di kursi seberang.Beberapa suapan berlalu dalam diam. Greyson meletakkan sendoknya. Gerakan kecil itu cukup membuat Winter berhenti makan dan menoleh. “Apa makanannya tidak enak?” tanyanya spontan. “Tidak sesuai seleramu?”Greyson tidak langsung menjawab. Ia menegakkan tubuhnya sedikit, men

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 102 Dugaan yang Salah

    Greyson tidak langsung menjawab. Untuk sepersekian detik raut wajahnya berubah. Bukan panik, bukan takut. Lebih seperti seseorang yang tersentuh tepat di titik yang jarang disentuh orang lain.Stella melihatnya. Dan ia yakin itu pukulan telak.Ruangan terasa menyempit.Greyson menarik napas pelan. “Kau tahu,” katanya akhirnya, tenang tapi padat, “banyak orang di industri ini menyamakan privasi dengan kebohongan.”Ia menatap Stella lurus-lurus. Tatapan yang tidak meminta pengertian, tidak juga pembelaan.“Aku tidak takut jika publik tahu,” lanjutnya. “Tapi tentu saja kau cukup cerdas untuk memahami perbedaannya.”Greyson mengangkat ponsel rusak itu sedikit lebih tinggi, lalu menurunkannya kembali ke samping tubuhnya. Gestur kecil, tapi penuh kendali. “Menyembunyikan,” katanya, “dan melindungi itu dua hal yang berbeda.”Stella tidak tersenyum kali ini.“Aku ada di industri ini bukan untuk menjual luka keluargaku,” ucap Greyson. Suaranya tetap datar, namun ada sesuatu yang mengeras di sa

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 101 Kendali yang berpindah Tangan

    Diamnya Greyson justru membuat senyum Stella mengembang perlahan. Ia berhasil. Reaksi itu terlalu jelas untuk disangkal. Stella kini semakin yakin Greyson dan Winter bukan sekadar saling mengenal. Ada kedekatan yang lebih dalam, lebih personal.“Masuklah,” ucap Greyson akhirnya. Nada suaranya datar, tapi keputusan itu terasa berat.Stella melangkah masuk ketika Greyson menggeser tubuhnya ke samping. Begitu pintu tertutup, Stella sempat menoleh, mengamati punggung Greyson yang bergerak tertatih menuju ruang tengah, satu kruk menopang langkahnya. Dugaan di kepalanya semakin menguat.“Apa yang ingin kau bicarakan tentang Winter?” tanya Greyson.“Hm.” Stella bergumam pelan, lalu melangkah santai ke sofa dan duduk seolah ini apartemennya sendiri. “Apa yang ingin kau tahu?” katanya ringan. “Keluarganya? Kekasihnya?” Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum tipis. “Atau skandal-skandalnya?”Greyson menatapnya tajam. Ada sesuatu yang terasa keliru sejak awal. “Keluar,” ucapnya dingin. “Jika kau ti

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 100 Tamu tak di Undang

    “Tubuhmu panas. Apa kau demam?” ucap Winter.Ucapannya nyaris refleks, diikuti gerakan yang tak disengaja. Jemarinya menyentuh kulit Greyson, lalu punggung tangannya menempel di kening pria itu, mengukur suhu dengan kebiasaan sederhana yang lahir dari kepedulian.Greyson menegang seketika.“Aku baik-baik saja,” katanya cepat. Tangannya terangkat, menjauhkan tangan Winter dari keningnya, mungkin sedikit lebih keras dari yang ia maksudkan.Winter terdiam sesaat, tapi kerut di dahinya tak menghilang. “Aku yakin tubuhmu panas…” gumamnya. Kekhawatiran itu nyata. Pikirannya langsung melompat ke kemungkinan terburuk, luka bekas operasi, air yang mungkin tak sengaja mengenai perban, infeksi yang terlambat disadari.Ia menatap Greyson lebih lama, seolah mencoba membaca sesuatu di balik sikap defensifnya. “Jangan bohong. Kau sering begitu kalau tak mau merepotkan orang lain.”Greyson menarik napas dalam-dalam. Ini justru alasan kenapa ia harus menghentikan semua ini sekarang.“Aku tidak demam,”

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 99 Panas

    Napas mereka sama-sama memburu, antara ketegangan yang tiba-tiba dan kelegaan yang menyusul.Greyson menoleh ke arah Winter. Wajah mereka kini begitu dekat, jarak di antara bibir mereka nyaris tak ada. Greyson seharusnya segera melepaskan. Tapi untuk sepersekian detik yang terlalu lama, Greyson hanya diam.Winter akhirnya bergerak lebih dulu. Ia menarik tubuhnya pelan, berhati-hati agar tidak membuat Greyson kehilangan keseimbangan. Telapak tangannya masih menyentuh bahu Greyson saat ia berdiri kembali, wajahnya sedikit memerah, entah karena uap air panas, entah karena sesuatu yang lain.“Maaf,” katanya. “Lantainya licin.”Greyson mengangguk. “Aku tidak apa-apa.” Dengan suara rendah dan sedikit serak, Greyson berucap, “Kau harus hati-hati.”Winter mengangguk singkat, terlalu sibuk menata napasnya sendiri untuk menjawab dengan lebih dari itu.Kenapa rasanya jadi secanggung ini?Padahal ini bukan pertama kalinya mereka bersentuhan. Mereka pernah lebih dekat dari sekadar pegangan di ping

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 31 Detak yang Nyata

    Mata Maia berbinar, nyaris tanpa ia sembunyikan. Senyum tipis mengembang di bibirnya. Tidak ada kemarahan, tidak ada keberatan. Hanya perhitungan yang selesai dalam hitungan detik.“Baik,” ucapnya singkat. “Kalau begitu, kita sepakat.”Greyson bangkit dari kursinya, menutup pertemuan itu tanpa terg

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 30 Kesepakatan

    Terlintas sesuatu di benak Maia. Ia kembali menatap pria di hadapannya, kali ini lebih lama, ia yakin pernah melihatnya. Bukan sekali dua kali. Di layar televisi, di papan reklame besar di tepi jalan, di sampul majalah yang terpajang di minimarket.Maia menelan ludah.Mirip. Sangat mirip. Hanya saj

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 29 Percakapan di Meja Makan

    Ponsel Winter bergetar di tangannya. Nama Maia muncul di layar. Ia menahan napas sejenak sebelum menjawab.“Ya, Bu.”Suara Maia langsung memenuhi telinganya, tajam dan tanpa basa-basi. “Adrian menghubungiku. Katanya kau tidak membalas pesannya beberapa hari ini dan menolak saat dia mengajak bertemu

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 28 Mengenal Lebih Dekat

    Winter terbangun lebih siang dari biasanya. Jadwal syuting sudah mulai berjalan, tetapi hari ini ia tidak memiliki adegan. Perannya tidak banyak—hanya pemeran pendukung female lead—jadi ia tidak perlu terburu-buru.Ia keluar dari kamar dengan rambut masih berantakan, meregangkan tubuh sambil berjal

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status