Share

Bab 228 Tertangkap Basah

Penulis: Madamme Yellow
last update Tanggal publikasi: 2026-08-11 11:59:56

“Sudah selesai mengantar Renata?” tanya Karin sambil melilitkan tangannya ke leher Arlan.

“Sudah, aku langsung pulang, dia memintaku untuk mampir. Menikmati susu gantung hangat,” bisik nakal Arlan, Arlan ingin melihat reaksi Karin saat ia mengatakan itu dan Karin langsung marah.

“Aku benci kamu, dok!”

Karin menjauhkan pelukan Arlan dan memukul dada Arlan dengan kuat.

“Kenapa?” tanya Arlan memeluk Karin dari belakang. Seperti ini saja, hubungan mereka tidak perlu diketahui banyak orang tapi m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 230 Seperti Ayam Sakit

    “Sil, temani aku ke rumah sakit,” ucap Karin. Karin menghubungi Silvi, hanya Silvi tempat ia cerita sekarang dan Karin butuh sekali Silvi dengannya. “Kenapa Rin?”“Kakek masuk rumah sakit, jantungnya kumat.” Silvi tidak banyak bertanya lagi, ia mengerti kalau Karin sedang sedih saat ini. “Kirim lokasi kamu sekarang, Rin. Aku ke sana!” “Hemmm,” jawab Karin murung. Karin mengirimkan lokasinya, ia sebentar lagi sampai tapi tidak kuat, tubuhnya lemas. Ia tidak sanggup melihat dr. Arlan dan dr. Renata menikah. Jujur, Karin ingin mati saja. Air matanya terus menetes. Padahal ia yang selingkuh selama ini tapi yang menikah malah Arlan. Mungkin ini hukuman untuknya karena tidak pernah memikirkan perasaan Arlan, sekarang Arlan pergi, mereka mungkin tidak akan pernah lagi bersama. Selama bersama dengan Arlan, mereka tertawa, mereka bercanda, mereka pasangan yang lucu tapi tidak pernah sekalipun Karin memikirkan hari ini akan tiba. Ya, ia pernah berpikir tapi saat itu tidak tahu bagaimana

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 229 Mau Mati Saja

    Kejadiannya begitu cepat, Karin saja tidak tahu kalau Kakeknya dibawa ke rumah sakit terdekat. Arlan panik malam itu, ia menghubungi semua keluarga karena kondisi Kakek Billy kritis, darah tingginya kambuh karena tahu yang Arlan lakukan dengan Karin. “Kakek Billy tadi bangun sebentar, ia minta dipanggilkan pengacara dan notaris,” ucap dr. Erland. Dokter pribadi Kediaman Kakek Billy. Semua keluarga sudah berkumpul karena takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. “Arlan sini!” Kakek Billy berbisik lembut tapi Arlan mendengarnya. Semua ini karenanya, tapi Arlan akan melakukan apapun karena memang ini kesalahannya. “Menikahlah sekarang, di depanku!” Jantung Arlan berdegup kencang. Apa Papanya meminta Arlan untuk menikah dengan Karin? “Te-terserah kamu. Renata atau Winda,” lanjut Kakek Billy dengan kondisinya yang begitu lemah, itu saja hanya di dengar oleh Arlan dan Rion saja. Arlan tersenyum getir, matanya merah karena menahan tangis. Tentu saja tidak mungkin ia direstui dengan

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 228 Tertangkap Basah

    “Sudah selesai mengantar Renata?” tanya Karin sambil melilitkan tangannya ke leher Arlan. “Sudah, aku langsung pulang, dia memintaku untuk mampir. Menikmati susu gantung hangat,” bisik nakal Arlan, Arlan ingin melihat reaksi Karin saat ia mengatakan itu dan Karin langsung marah. “Aku benci kamu, dok!” Karin menjauhkan pelukan Arlan dan memukul dada Arlan dengan kuat.“Kenapa?” tanya Arlan memeluk Karin dari belakang. Seperti ini saja, hubungan mereka tidak perlu diketahui banyak orang tapi mereka berdua menikmatinya. “Kamu serius ingin bertunangan dengan dr. Renata?” tanya Karin dengan wajah sedihnya. Karin tidak sanggup melihatnya. “Mungkin, aku suka minum susu gantung,” jawab Arlan sambil tertawa.“Gak lucu ihhh,” jawab Karin malas. Ia sedang serius tapi Arlan selalu mengajaknya bercanda. “Kamu gak ada, Sayang. Makanya aku cari orang yang memilikinya. Sekarang lagi trend,” bisik Arlan sambil menggelitik pinggang Karin. “Apaan sih? Dasar gila,” jawab Karin dengan senyumnya. Ka

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 227 Menyusup Kamar Karin

    Setelah Arlan mengantar Renata, Karin tidur dikamarnya sendiri. Ia takut Kakek Billy masuk lagi ke kamar Arlan dan melihat ia ada di sana. “Sudah sampai rumah?” tanya Karin saat Dimas menghubunginya. Sepertinya Dimas ingin mencari tahu, ada Arlan atau tidak di rumah Kakek Billy. “Baru sampai dan langsung kangen kamu lagi,” jawab Dimas. Karin hanya tersenyum lembut. Seharusnya dulu, Karin tidak perlu menerima Dimas menjadi kekasihnya, sekarang ia benar-benar sulit lepas dari Dimas. “Hemm, dokter mau mengajukan diri jadi Direktur Rumah Sakit?” tanya Karin ragu-ragu. Mereka belum membicarakan ini berdua saja, Karin hanya samar-samar mendapatkan berita tentang masalah ini. “Ya.” Dimas menunggu pertanyaan Karin selanjutnya. Ia tidak akan mundur sedikitpun, ia ingin menghancurkan Arlan. “Kenapa dr. Arlan tidak bisa ikut bersaing?” Dimas tahu kalau Karin pasti akan menanyakan ini. “Tanyakan saja dengannya. Kenapa dia mengundurkan diri,” jawab Dimas dengan seringainya.

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 226 Tubuhku Milikmu

    “Jangan pernah memberitahu Dimas kalau ada aku malam ini, mengerti?” Karin mengangguk, ia juga tidak seaneh itu. Hubungan ini cukup mereka berdua saja yang tahu. “Kenapa kembali Sayang? Kamu masih kangen aku?” tanya Karin sambil memeluk tubuh kekar Arlan.Kenapa gengsi? Biasanya juga blak-blakan dengannya. Arlan memandang wajah Karin dan menjawab dengan melumat bibir Karin. Sepertinya Karin mengerti jawabannya. Ia tidak akan memaksa kalau memang Arlan mencintai Renata, Karin akan mengalah. Tapi, ia tidak akan pernah mau meninggalkan Arlan. Karin akan terus menjadi bayang-bayang dalam keluarga itu. Salah Arlan sendiri. Ia yang membawa Karin dalam hidupnya dan sekarang, mereka sudah tidak bisa berhenti. “Sudah malam. Apa harus mengantar dokter genit itu?” tanya Karin dengan bibirnya yang mengerucut. Kenapa Renata harus kembali ke Jakarta? Seharusnya wanita tidak pernah pulang sehingga Arlan tetap menjadi miliknya.“Ya, aku yang membawanya, kau ingin menungguku di sini?” bisik Arla

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 225 Semua Pria Dewasa Melakukannya

    “Mau kemana Arrr?” tanya Renata mengejar Arlan sampai ke kamarnya. “Aku ingin tidur sebentar, supir yang akan mengantarmu Renata, aku sungguh mengantuk sekali, aku tidak bisa membawa mobil dalam keadaan ngantuk seperti ini,” jawab Arlan bohong. Ia ingin masuk ke kamarnya karena Karin masih di dalam, dengan perilaku Arlan yang hyper, mana mungkin ia cukup hanya satu atau dua kali mencapai klimaks. Tubuhnya begitu cocok dengan Karin. “Arrrr, Kakek masih ingin bertanya tentang keseriusan kamu menikahi aku, Arrrr. Apa itu bohong?” tanya Renata dengan wajahnya memelas. Tangannya mulai sibuk menyentuh dada bidang Arlan. “Kita bahas besok saja Renata.” “Aku temani kamu tidur,” jawab Renata yang memaksa ingin masuk tapi Arlan menahannya. “Please! Kamu tau begitu sulit untuk kita istirahat Renata, kamu tau itu karena kamu juga seorang dokter, malam ini tidak ada panggilan dari rumah sakit.” “Oke, aku gak akan ganggu kamu lagi tapi cium aku dulu!” Arlan memutar bola matanya malas tapi te

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 3 Pelajaran Menyentuh

    Suara dr. Arlan dari dalam ruangan terdengar datar. Tangan Karin terhenti di kenop pintu. Ia menunduk menatap penampilannya. Rok yang ia kenakan menggantung di atas lutut, mengekspos paha dan kaki jenjangnya dengan jelas. Masuk ke ruangan tertutup berdua saja dengan konsulen menggunakan pakaian se

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 2 Panggilan Pertama

    Tiba-tiba, dr. Arlan Pradipta datang. Rahangnya mengeras. Sorot matanya menyapu ruangan tanpa ekspresi empati sedikit pun. “Apa ini? Kenapa kau diam saja,” ucap Arlan sambil menatap tajam Karin. Koas ini mematung dengan tangannya yang gemetaran. “Lakukan! Periksa apa yang terjadi pada pasien,”

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status