Share

Bab 2678

Setelah mendengar ucapan Cameron, Arum terlihat lebih tenang. Dia bertanya, "Apa idemu?"

"Jangan salahkan aku karena tidak memperingati dirimu. Kamu sudah jatuh berulang kali. Terakhir kalinya kita kehilangan muka," Arum berkeluh kesah.

Cameron mendengus, "Tenang. Bagaimana mungkin aku membiarkan Michael pergi begitu saja?"

Cameron tersenyum. Dia menepuk pundak Arum dan berkata, "Aku tahu kamu jengkel. Michael memenangkan pertempuran ini. Yang harus kita lakukan adalah berkata iya dan tidak."

Perasaan Arum tersentuh. Apa yang dibilang Cameron itu masuk akal. Jangan biarkan Michael menikmati kemenangan tersebut.

"Kamu tunggu saja nanti malam," Cameron tersenyum.

Di lain pihak, setelah Michael meninggalkan pertempuran, dia segera kembali ke Perguruan Harapan. Michael tahu bagaimana keadaan Bella dan anaknya karena ada Pam yang mendampingi mereka. Sebagai ayah dan suami, Michael tidak sabar ingin melihat kondisi Bella dan Hanna. Apakah mereka terluka atau tidak?

Begitu dia mel
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status