/ Romansa / Suami Perkasa / Kapan Nikah

공유

Kapan Nikah

last update 게시일: 2025-07-18 02:17:37

---

Langit sore menggelap perlahan saat mobil hitam mewah berhenti di depan rumah modern dua lantai itu. Mesin dimatikan. Tapi Dimitri masih duduk di kursi kemudi, kedua tangannya mencengkeram setir dengan kaku.

Wajahnya tegang. Ada bayang-bayang penyesalan di matanya. Ia menghela napas panjang, lalu keluar dari mobil dan melangkah cepat ke pintu depan.

Pintu tidak dikunci.

Begitu masuk, suara tangis bayi langsung menyambutnya.

Luna sedang duduk di sofa dengan mata bengkak, satu bay
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Suami Perkasa   Over

    Mariana tidak pernah menyangka bahwa titik retaknya justru datang dari dirinya sendiri.Hari-hari setelah kejadian itu terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa ujung. Rumah yang biasanya ramai oleh tangisan Lucy kini terasa… hati-hati. Semua orang seperti menahan napas.Edgar sudah pulang dari rumah sakit dua hari kemudian. Lukanya tidak parah—hanya jahitan kecil di kepala dan pusing yang sesekali datang. Tapi suasana di antara mereka… jauh lebih rumit dari sekadar luka fisik.Mariana jadi lebih diam.Bukan karena marah lagi—justru sebaliknya.Ia terlalu banyak berpikir.---Suatu malam, saat Lucy akhirnya tertidur, Mariana duduk di tepi tempat tidur. Edgar ada di sebelahnya, sedang membaca sesuatu di ponselnya.Sudah hampir sepuluh menit mereka tidak bicara.Akhirnya—“Gar…”Edgar menoleh. “Hm?”Mariana menarik napas panjang. “Maaf.”Sederhana. Tapi berat.Edgar tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Mariana beberapa detik, lalu menghela napas kecil.“Harusnya aku yang nany

  • Suami Perkasa   Aku Salah Apa

    Tapi kemarahan Mariana tak hanya sampai disitu, Tangannya langsung meraih vas bunga di meja samping dan melemparkannya. BRAK. Vas itu menghantam kepala Edgar. Pria itu tersentak, tubuhnya oleng sambil memegang pelipisnya. Tangisan Lucy masih memenuhi ruangan saat semuanya mulai terasa kacau. Edgar yang tadi masih berdiri, tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Tubuhnya goyah, tangannya sempat mencari pegangan—tapi tidak menemukan apa-apa. “Gar—” suara Mariana nyaris keluar, refleks. Terlambat. Tubuh Edgar jatuh ke lantai dengan bunyi berat yang membuat Nadia kembali menjerit. “Ya Allah, Pak Edgar—!” Kepalanya terbentur sisi karpet, matanya tertutup, napasnya ada… tapi tidak sadar. Dunia Mariana yang tadi panas tiba-tiba seperti disiram dingin. Sunyi sekejap. Hanya tersisa tangisan Lucy yang makin histeris. “Bangun…” suaranya berubah. “Edgar… bangun.” Tidak ada respon. Tangannya gemetar saat berlutut di samping tubuh itu. —amarahnya retak. “Gar… jangan be

  • Suami Perkasa   Ciuman diruang Tamu

    Sore itu Mariana pulang lebih cepat dari biasanya. Tidak ada alasan jelas—hanya perasaan tidak enak yang sejak siang terus mengganggu. Ia mematikan mesin mobil dengan gerakan cepat, lalu turun tanpa benar-benar berpikir. Rumah itu tampak seperti biasa. Tenang. Rapi. Lampu teras menyala. Tapi begitu pintu dibuka, ada yang terasa tidak beres. Terlalu sunyi. Tidak ada suara Lucy. Tidak ada langkah kaki Nadia. Tidak ada televisi. “Edgar?” panggilnya. Tidak ada jawaban. Mariana melangkah masuk perlahan. Tas masih di bahunya, sepatu belum dilepas. Ia berhenti sejenak saat mendengar suara dari arah ruang tengah. Tawa. Pelan. Cekikikan ringan, seperti dua orang yang sedang berbagi sesuatu yang hanya mereka pahami. Jantung Mariana berdetak lebih cepat. Ia berjalan mendekat. Begitu berbelok, pemandangan di depannya langsung menahan napasnya. Lucy ada di stroller. Terbangun. Tangannya bergerak kecil, matanya berkedip pelan, seperti mencari seseorang yang seharusnya ada di dekatnya.

  • Suami Perkasa   Yakin Nggak Dipikirin

    Keesokan harinya, Mariana akhirnya mengambil jeda. Bukan karena pekerjaannya selesai—justru sebaliknya. Tapi ada sesuatu di kepalanya yang terasa penuh, seperti perlu diberi ruang sebelum benar-benar meluap. Ia mengirim pesan singkat ke kantor, menunda beberapa meeting, lalu menerima ajakan Rani yang sejak pagi sudah cerewet di chat. Mall tidak terlalu ramai siang itu. Rani sudah duduk di kafe, es kopi di depannya hampir habis setengah. Begitu melihat Mariana datang, wajahnya langsung berubah hidup. “NAH INI DIA CEO SOK SIBUK,” serunya lebay, tangan diangkat tinggi. Mariana hanya menggeleng, menarik kursi di depannya. “Gue lagi butuh break.” katanya singkat. “Wah cocok banget sama gue,” Rani nyengir. “Gue ini paket lengkap. Lucu, cantik,gokil.” Mariana mendengus. “Yang terakhir itu yang paling dominan.” Pelayan datang, Mariana memesan minuman cepat, lalu bersandar. Untuk beberapa detik, ia hanya menikmati suasana. Tidak ada bunyi notifikasi, tidak ada suara orang memanggil n

  • Suami Perkasa   Cemburu

    Pagi di kantor Mariana tidak pernah benar-benar pelan.Telepon berdering. Email masuk tanpa jeda. Orang keluar-masuk ruangannya dengan wajah tegang seolah semua hal di dunia harus selesai hari itu juga.“Mariana, meeting jam dua dimajuin jadi setengah satu ya.”“Mariana—”“Iya, iya, kirim aja ke aku,” potongnya cepat, matanya bahkan tidak benar-benar terangkat dari layar laptop.Rina masuk, duduk tanpa diundang, seperti biasa.Tangannya mengambil salah satu kertas di meja, tapi matanya justru menatap Mariana dengan ekspresi yang terlalu santai untuk sesuatu yang akan ia katakan.“Gue tuh kepikiran sesuatu dari kemarin pas habis nenggok Lucy.”Mariana masih mengetik.“Biasanya kalau lu kepikiran, itu bukan hal penting.”“Enggak, ini penting.”Nada Rina tetap ringan.“Apa lu nggak… cemburu?”Jemari Mariana berhenti.Hanya satu detik.Lalu lanjut lagi, seolah tidak terjadi apa-apa.“Cemburu sama siapa?”“Ya itu,” Rina mengangkat bahu. “Suami lu di rumah terus sama babysitter.”Mariana me

  • Suami Perkasa   Baby

    Pagi harinya, rumah baru mereka di kawasan elit terlihat seperti Katalog properti Tangisan Lucy yang menggema dari kamar. “MARIIIII!” “YA?!” “DIA NANGIS LAGI!” Mariana muncul dari ruang kerja dengan ekspresi lelah. “Ya angkat dong, Edgar!” “Aku takut salah!” “Dia bukan bom, dia bayi!” --- Edgar akhirnya menggendong Lucy dengan kaku. Seperti sedang memegang barang pecah belah harga miliaran. Lucy berhenti menangis. Edgar membeku. “Dia… diam… sayang” Mariana melirik. “Ya bagus.” Beberapa detik hening. Lalu Edgar berbisik pelan, “…kayaknya dia suka aku.” Mariana tersenyum tipis. “Dia cuma lagi mikir ini orang siapa kok aneh.” --- Siang itu, Mariana kembali duduk di ruang kerjanya. Laptop terbuka. Meeting berjalan. Nada suaranya kembali berubah. Tegas. Dingin. Profesional. Seolah tadi pagi bukan dia yang dilempari tangisan bayi. --- Di ruang tamu, Edgar duduk di sofa. Lucy tertidur di dadanya.Sejak semalam— Rumah itu bena

  • Suami Perkasa   Palsu

    ---Pagi itu kantor lantai tiga belas sudah berdenyut sejak jam delapan lewat sepuluh. Pintu lift terbuka, tertutup, terbuka lagi. Sepatu hak beradu dengan lantai marmer. Aroma kopi dan parfum mahal bercampur, membentuk atmosfer profesional yang rapuh—rapuh karena gosip selalu lebih cepat dari emai

    last update최신 업데이트 : 2026-04-04
  • Suami Perkasa   Keputusan Edgar

    ---Edgar menutup map biru itu perlahan, seolah takut suara kertas bisa memanggil keputusan yang belum siap ia buat.Nama Dinda Larasati tercetak rapi di halaman pertama: usia, riwayat kerja, status—janda, satu anak perempuan. Semua data itu dulu terasa administratif. Sekarang terasa seperti beban

    last update최신 업데이트 : 2026-04-04
  • Suami Perkasa   Senyum Edgar

    Begitu Mariana menyerahkan secarik kertas berisi alamat rumahnya, Edgar langsung tersenyum. Tangannya gemetar, tapi hatinya berteriak: Yes! Dikasih alamat rumah! Ini kode keras banget! Ia sama sekali tidak sadar kalau Mariana cuma berkata datar, > “Datang aja kalau mau ngomong lebih jelas.” Na

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Suami Perkasa   Jaga Adikku

    Pagi itu, langit agak mendung — pertanda baik kalau kamu mau tidur lagi, tapi pertanda buruk kalau kamu berniat datang ke rumah orang yang gak suka kamu. Edgar berdiri di depan mansion Mariana dengan napas setengah gugup, setengah yakin hidupnya bakal tamat hari ini. Kemarin, Mariana bilang, >

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status