Share

Mimi Sakit

last update publish date: 2026-02-09 13:33:54

Beberapa minggu berlalu.

Sampai suatu sore, ponsel Edgar berdering tanpa henti.

Dinda.

Ia menatap layar lama sekali sebelum akhirnya mengangkat.

“Kenapa lagi?” suaranya datar.

Di seberang, bukan tawa. Bukan sindiran.

tapi tangisan

“Edgar… Mimi panas tinggi… 40 derajat. Dokter bilang trombositnya turun. Mereka curiga DBD.”

Edgar langsung berdiri.

“Apa?”

“Kamu bisa datang sekarang? Mimi manggil kamu terus…”

Edgar terdiam. Refleksnya ingin langsung pergi. Tapi pikirannya me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Perkasa   Aku Takut

    Malam itu berlalu… tapi meninggalkan sesuatu yang tidak ikut pergi. --- Rumah sakit.Bau antiseptik memenuhi ruangan. Mariana terbaring di atas ranjang, wajahnya pucat, napasnya tidak stabil. Tangannya menggenggam selimut erat—seolah itu satu-satunya yang bisa membuatnya merasa aman. Ia sempat pingsan setelah kejadian itu. Saat sadar, yang pertama ia rasakan bukan sakit. Tapi… kosong.Dan kotor. Air matanya mengalir tanpa suara. “Jangan…” bisiknya lirih, hampir tidak terdengar. “Jangan sentuh aku…” Edgar yang duduk di sampingnya langsung menegang. “Mariana…” suaranya pelan, hati-hati. “Ini aku.” Mariana tidak langsung menoleh. Butuh beberapa detik sebelum akhirnya ia melihat ke arah Edgar—matanya merah, penuh ketakutan yang belum hilang. “Aku…” suaranya pecah. “Aku kotor…” Edgar menggeleng cepat. “Nggak,” katanya tegas, tapi lembut. “Kamu nggak kotor.” Air mata Mariana semakin deras. “Mereka—” ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Edgar menggeng

  • Suami Perkasa   Giliran kamu

    kabar dari kantor datang. Edgar harus pergi ke luar kota selama tigahari untuk menghadiri pertemuan penting dengan klien. Keberangkatan itu sebenarnya sudah beberapa kali ditunda, dan kali ini atasannya mengatakan tidak ada lagi alasan untuk membatalkannya. Mendengar kabar itu, wajah Mariana langsung berubah. "Kamu harus pergi?" tanyanya pelan. Edgar mengangguk. "Iya. Cuma dua hari ayang." "Jangan pergi." Jawaban itu keluar begitu cepat hingga Edgar terdiam. "Aku nggak mau kamu pergi." Edgar meraih kedua tangan istrinya. "Mari... ini kerjaan. Penting." "Tapi aku takut sendirian dirumah" "Kamu sama Nadia di rumah. Lucy juga ada." Mariana menggeleng pelan. "Aku tetap nggak tenang." Edgar menarik napas panjang. "Aku benar-benar nggak bisa nolak kali ini." "Kamu bisa bilang sakit." "Nggak bisa." "Kamu bisa cari alasan lain." Edgar tersenyum tipis, meski wajahnya tampak lelah. "Kalau semua urusan bisa ditunda, aku juga lebih milih tetap di rumah sama kalian." Mariana men

  • Suami Perkasa   Pagi Yang Tak Terlupakan

    Edgar tidak langsung tidur malam itu, hatinya terlalu hancur. Lampu kamar sudah redup, suasana tenang, tapi matanya tetap terbuka. Ia menatap langit-langit tanpa benar-benar melihat apa-apa. Pikirannya perlahan ditarik kembali… ke satu pagi yang tidak pernah benar-benar pergi dari hidupnya. Pagi itu seharusnya biasa. Mariana baru pulang dari dinas. Wajahnya lelah, tubuhnya jelas belum pulih dari perjalanan. Tapi begitu sampai rumah, yang pertama ia cari tetap Lucy. Edgar masih ingat bagaimana Mariana langsung duduk di tempat tidur, memeluk bayi kecil itu dengan hati-hati, seolah rindu yang ia tahan selama ini tidak bisa ditunda lagi. “Udah kangen banget…” gumam Mariana pelan waktu itu, sambil menyusui Lucy. Edgar sempat memperhatikan mereka beberapa detik. Ada rasa hangat… tapi entah kenapa hari itu Edgar merasa tak tenang. “Kamu istirahat dulu, Mar. Kamu masih capek,” katanya. Mariana menggeleng pelan. “Nanti… habis ini.” Lucy menyusu dengan tenang. Perlahan. Hangat

  • Suami Perkasa   Harga Diri

    Namun ibu Edgar belum selesai.Saat Edgar hendak melangkah keluar dari ruangan itu, suara ibunya kembali terdengar dari belakang."Kau pikir setelah semua ini Ibu akan diam saja?"Langkah Edgar terhenti.Ia memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya berbalik.Wajah ibunya sudah berubah. Tidak ada lagi ketenangan yang sejak tadi dipaksakan. Yang tersisa hanya kemarahan dan kekecewaan yang telah menumpuk terlalu lama.Wanita itu berdiri dari kursinya."Aku sudah mencari tahu semuanya."Tatapan Edgar langsung mengeras."Ibu tidak tahu apa pun.""Oh, Ibu tahu lebih banyak daripada yang kau kira."Suara wanita itu terdengar tajam."Ibu tahu tentang Max."Nama itu membuat ruangan mendadak terasa lebih dingin."Aku juga tahu kalau Mariana pernah tinggal serumah dengan laki-laki itu,kumpul kebo bertahun tahun.""Ibu.""Dan ibu juga tahu tentang Edward."Napas Edgar mulai terasa berat."Kau pikir semua orang buta?""Kau pikir tidak ada yang melihat bagaimana mereka begitu dekat?""Ibu sedang m

  • Suami Perkasa   Dulu Mariana Masi Virgin?

    Beberapa hari setelah kunjungan itu, kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Setidaknya bagi Mariana. Ia sama sekali tidak tahu bahwa di tempat lain, seseorang sedang memikirkan hal yang sama berulang kali. Lucy. Wajah Lucy. Setiap kali ibu Edgar mengingat anak itu, pikirannya selalu kembali pada satu kesimpulan yang membuatnya gelisah. Tidak mirip. Sama sekali tidak mirip Edgar. Bukan hanya matanya. Bukan hanya bentuk hidungnya. Bahkan senyum kecil yang sering muncul di wajah Lucy terasa asing di matanya. Awalnya ia berusaha mengabaikan pikiran itu. Anak-anak memang sering berubah seiring bertambah usia. Banyak bayi yang baru terlihat mirip orang tuanya setelah besar. Tapi semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin besar rasa curiga yang tumbuh di dalam hati. Sampai akhirnya rasa curiga itu berubah menjadi obsesi. Diam-diam ia mulai memperhatikan setiap foto Lucy yang diunggah Mariana. Membandingkannya dengan foto masa kecil Edgar. Mencari-cari kemiripan yang tak p

  • Suami Perkasa   Cucu Kesayangan

    Beberapa bulan kemudian setelah semuanya kembali tampak tenang, Mariana ikut Edgar berkunjung ke rumah orang tuanya. Kali ini mereka tidak datang berdua. Lucy, putri Mariana yang baru berusia satu tahun lebih, ikut bersama mereka. Karena perjalanan cukup jauh dan Mariana tahu ia akan sulit mengurus Lucy sendirian, ia juga mengajak Nadia, babysitter yang sudah membantu merawat putrinya dari lucy lahir Sepanjang perjalanan, Lucy duduk di kursi mobil khusus anak sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya. Sesekali gadis kecil itu tertawa sendiri, mengoceh dengan bahasa bayi yang belum jelas, membuat Nadia tersenyum geli. Mariana beberapa kali menoleh ke belakang. Melihat putrinya selalu berhasil membuat hatinya lebih tenang. Edgar menyetir seperti biasa. Tenang. Diam. Sesekali menjawab pertanyaan Mariana seperlunya. Ketika mobil akhirnya memasuki halaman rumah orang tua Edgar, Mariana mengembuskan napas panjang. Rumah itu masih sama seperti yang selalu ia kenal. Pagar putih. T

  • Suami Perkasa   Aku Masih Sendiri

    Dimitri selalu merasa aneh. Awalnya, ia hanya ingin membeli bunga sebagai alasan untuk bertemu Luna. Tapi entah bagaimana, perasaannya yang dulu terkubur kembali muncul ke permukaan. Luna masih seperti dulu—lembut, perhatian, dan penuh senyum hangat. Setiap kali ia datang ke toko bunga, Luna meny

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Suami Perkasa   Kubur Dia

    “Sebenarnya kami nggak datang untuk dengar alasan klasik pelakor!” Suara Natasya melengking tajam, penuh kejijikan dan kemenangan. Ia menunjuk wajah Luna yang pucat, matanya berkaca-kaca tapi tetap mencoba mempertahankan ketenangan. “Siapa kami, tolong jangan seperti ini...” suara Luna berget

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Suami Perkasa   Aku Istri Sah

    Toko bunga itu tampak tenang di tengah udara lembab sore hari. Aroma tanah basah masih mengambang, meninggalkan jejak kenangan hujan yang baru saja reda. Di balik kaca yang mulai berembun, Luna sedang menyusun rangkaian mawar putih, jemarinya cekatan merangkai satu per satu kelopak dalam harmoni

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Suami Perkasa   Cinta Yang Tak Bisa Disembunyikan

    Di ruang duduk yang luas dan hening, Sukma menatap kopi yang sudah dingin di tangannya. Rasa yang tak sempat ia cicipi—seperti pernikahannya yang kini terasa pahit. Zack berdiri kaku di ambang pintu. Sudah sepuluh menit ia diminta masuk, tapi belum juga bicara. Bagi mantan pasukan elite yang kini

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status