Share

68. Berlayar

Author: kamiya san
last update Last Updated: 2025-12-15 13:54:31

Hampir satu jam kemudian.

Alingga mengikuti dengan setengah berlari sebab langkah Zoe yang panjang. Lelaki itu berjalan cepat dengan membawakan ransel besar milik Alingga di punggungnya. Sedang harta benda milik sendiri semua diselip-selipkan saja di saku kemeja dan saku celana nya. Dia tidak membawa barang yang berarti kecuali dompet dan ponsel. Sedang tas kerjanya dibawa Chandra di mobil.

“Akhirnya Anda datang juga, Pak Zoe!” songsong Candra dengan seruan lega. Dia berdiri di anjungan kapal demi menunggu kedatangan Zoe yang wajib dipandu hingga titik akhir.

“Kenapa sesak sekali, Chandra?” tanya Zoe sambil menahan langkah, matanya menyapu geladak kapal yang penuh sesak oleh manusia. Tubuh-tubuh berdesakan, suara gaduh bercampur bau laut dan keringat, membuat napas terasa semakin pendek.

“Iya, Pak. Kelas ekonomi memang sering begini di momen tertentu,” jawab Chandra pelan sambil terus menggiring Zoe agar mudah berjalan maju. “Tadi ada pembatalan beberapa kapal karena cuaca.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   96. Tinggalkan Hanan

    Bukan sekadar hanya bergeser, kini jantung seperti akan putus nadi-nadinya. Entah, kali ini bukan merasa sangat takut, perasaan cemas itu samar saja dirasanya. Hanya dada yang berdebar keras sebab gejolak resah dan samar rasa senang. Kali ini tidak lagi ragu, diburunya pintu itu. Seolah takut jika orang di luar jadi tidak sabar dan memutuskan pergi saja. Alingga tidak ingin menyesal dengan kelambanannya. Meski memalukan, tidak ingin menyiksa diri dengn menolaknya datang malam ini. Ceklerk Merasa lega dengan dada berdebar. Orang yang berada di depan kamar adalah yang disangkanya. Bahkan… lebih tepat lagi diharapnya! Mereka saling menatap dengan diam. Keduanya sama-sama merasa susah berbicara. Saat si lelaki melangkah maju dan berniat menerobos masuk, tetapi gadis itu menahan kuat daun pintu meski hatinya ragu-ragu. Hanya ingin tahu sejauh mana usahanya. Mereka kembali saling pandang sejenak. Wajah pun sama-sama masih basahbasah oleh air. Keduanya memang pergi dan selesai d

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   95. Kecewa

    Tangan lebar dengan lima jari panjang itu menangkup di pipi dan rahang halus Alingga. Memegang lembut dan tidak kuat atau memaksa. Namun, tidak ada usaha dari pemilik wajah itu untuk menjauh dan menghindar. Zoe menelan ludah akibat salah menerka. Alingga tidak segalak biasanya. Mata bening indah itu sedang menatap sayu, membuat dada lelakinya bergejolak dan sedikit terluka. Merasa gagal sebagai suami terhadap istri. Dirinya pria kurang upaya yang gagal mempertahankan wanitanya. Tidak berdaya .... “Pergi ke kamar.” Zoe tiba-tiba berkata tegas. Tetapi matanya redup bahkan membias. Ada air menggenang di pelupuk mata. Tangan kekarnya perlahan turun dan menjauh dari wajah cantik itu. Ekspresi Alingga tampak terkejut. Namun, dengan cepat berbalik dan meninggalkan Zoe sendiri di depan pintu ruang makan. Tak lama, terdengar langkah cepat kaki yang sedang meniti naik anak tangga. Zoe ikut berjalan menyusul dengan langkah cepat. Ia sempat menyeru singkat pada asisten rumah yang masi

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   94. Belum Terlambat

    "Kenapa kamu tidak merasa senang saja agar perasaan kita sama, Alin?" tanya Zoe dengan santai. Namun, suara khasnya terasa menggema di ruang makan keluarga. Namun, Alingga sungguh kaget sekaligus bingung dengan kalimat 'perasaan yang sama'. Apa maksud pertanyaan Zoerendra? Apakah itu semacam ungkapan perasaan? Jadi, apa perasaan Zoe sebenarnya? Pura-pura tidak mendengar ucapan Zoe, Alingga meneruskan makannya. Meski rasa beef steak itu jadi hambar saja di mulutnya. Namun, perih yang sangat terasa dari area perut, adalah pelancar perjalanan beef steak di mulut hingga terperosok jatuh ke dalam lambung. “Alin, kenapa saat datang dulu kamu tidak langsung saja berkerudung? Kenapa baru sekarang, tiba-tiba saja … apa sengaja ingin membuka identitasmu?” tanya Zoe kembali mengungkit. Memang ingin tahu alasan Alingga memakai kerudung di acara tunangan nya dengan Sandra. Gadis itu menggigit bibir. “Acara tunanganmu itu lebih mirip seperti kondangan. Ramai dan mewah. Di kampungku, suda

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   93. Belum Terlambat

    “Sudah, tidak usah bimbang. Malam ini, pulang ke rumah opamu saja ya, Alin.” Oma Sari juga ikut menimpali. Berbicara pada Alingga dengan lembut tetapi tegas. Tanpa menunggu jawaban atau anggukan bahkan gelengan, kini bergeser lebih dekat pada Hanan. “Mas Hanan pulang duluan tidak apa-apa. Jangan khawatir, nanti biar aku telpon ibunya. Fahri pun meminta agar kami membawa anak sambungnya ini pulang ke rumah keluarga. Tidak apa ya, Mas Hanan …,” ucap Oma Sari dengan lembut tetapi cenderung pemaksaan. Rahang Hanan tampak mengeras sesaat. Memberi sedikit senyum sebelum menatap Alingga. “Bagaimana, Alingga? Pulang sekarang, atau menginap di rumah mereka semalam?” tanyanya coba terus bersabar. Melihat gadis itu diam, Hanan mengerti jika dirinya harus mengalah. Bagaimanapun, mereka memang adalah keluarga Alingga saat ini. “Baiklah, jika ingin menginap di rumah mereka, aku pun tidak akan menyeberang malam ini. Menginaplah, tetapi besok kita pulang bersama pagi-pagi.” Hanan memutuska

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   92. Menginap

    “Bagaimana, Jul?” Pak Zulias menegur, terlihat tidak sabar lagi. Anak lelaki tidak juga menjawab pertanyaannya. “Masih sama dengan jawabanku semula, Pa. Aku akan menikahi Sandra tidak dengan status duda. Tetapi masih suami wanita lain. Itu bukan masalah sebab Alingga tidak keberatan aku menikah lagi.” Zoe menjawab sungguh-sungguh. Alingga semakin menunduk. Dirinya memang terkesan bimbang, pasif dan pasrah. Merasa menjadi dari bagian manusia egois. Dalam hal ini kasihan juga Sandra. Namun, salah sendiri wanita itu, sudah resiko mencintai suami orang. Terobsesi konon, tetapi tidak memakai logika dan akal sehat. Hanya obsesi memiliki…. “Untuk Mas Hanan. Ternyata cerita sesungguhnya adalah seperti ini. Bagaimana sikap Anda kedepannya? Apakah tidak merasa kecewa pada Alingga, dalam kata lain, dia adalah calon istrimu?” tanya Pak Zulias. Pandangannya kali ini beralih pada Hananta. Lelaki itu terlihat kaget. Mungkin tidak menyangka akan dilibatkan dengan cepat. Bagaimanapun juga,

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   91. Terungkap

    “Permisi, sebagai layaknya tamu, kami juga ingin mengambil makanan. Mohon izin sebentar.” Hanan sengaja menengahi. Merasa iba dengan ekspresi Alingga yang pucat pasi dan seperti sedang tersudut oleh orang-orang yang tidak terlalu dikenalnya. Melihat foto pengantin perempuan yang tersimpan di galeri mertuanya Sandra, Hanan sendiri pun setuju jika itu adalah Alingga, tidak diragukan lagi. Menjadi sebuah tamparan keras seperti menghantam jiwa raga, saat Zoerendra pun mengakui kebenaran tuduhan Oma Sari dengan sangat terus terang. Hanan lekas ingat cerita Sandra jika calon suaminya sudah beristri. Tetapi umur pernikahan hanya seumur jagung sebab keduanya tidak mendapat kecocokan. Namun, dirinya, Sandra, dan semua orang pasti sama-sama tidak menyangka jika itu adalah Alingga. Notabene keluarga Zoerendra sendiri. Apakah lelaki itu seorang bangsat? Meski terkejut, tidak habis pikir, dan benar-benar ingin tahu bagaimana mereka bisa menikah, Hanan bersabar dan membawa Alingga duduk di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status