Share

04. Aku Anak Kecil?

Penulis: Serpihan Salju
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-15 04:44:03

Tubuh gemuknya bergetar ketakutan, keringat dingin mengalir deras dari pelipis-pelipis yang berlemak. Tangannya yang gemetar hampir tidak mampu menggenggam gagang pedang, sementara wajahnya memucat seperti mayat yang baru bangkit dari kubur.

'Topeng Iblis?' Putri Chu Rong tak kalah kaget. Ia sering mendengar orang-orang membicarakan tentang kelompok ini, dan sekarang ia bertemu dengan salah satu dari mereka?

Di balik cadarnya, wajah cantik sang putri menjadi pucat pasi. Kelompok Topeng Iblis adalah legenda hidup di dunia persilatan, sebuah organisasi misterius yang anggota-anggotanya adalah para pembunuh terhebat di bawah kolong langit. Nama mereka saja sudah cukup membuat para jagoan dunia hitam gemetar ketakutan.

Baru saja lolos dari kejaran serigala dan sekarang ia bertemu dengan harimau ganas yang bisa melahapnya kapan saja. Putri Chu Rong Xi sekarang merasa nasibnya sungguh malang.

Jantungnya berdegup kencang dalam dada, bagaikan kendang perang yang dipukul tanpa henti. Nafasnya terasa sesak, seolah udara di sekelilingnya telah berubah menjadi sirup kental yang sulit dihirup.

"Jadi, kau ... kau adalah?" Pria botak yang masih berada di atas kudanya terlihat terkejut. "Kau adalah salah seorang anggota Kelompok Topeng Iblis?"

Suaranya bergetar seperti daun di angin badai. Kuda hitamnya pun ikut gelisah, menghentak-hentakkan kaki depan dengan resah, seolah merasakan aura kematian yang semakin mengental di udara malam.

"Ya." Pemuda bertopeng tersenyum penuh misteri. "Kalian merasa takut sekarang?"

Senyum di balik topeng itu tidak terlihat, namun nada suaranya yang dingin dan penuh percaya diri membuat keenam bandit merasakan hawa dingin yang menjalar dari tulang belakang hingga ke ujung kaki.

"Takut?" Bandit berbadan tambun pura-pura berlagak sok berani, meski suaranya bergetar hebat. "Untuk apa kami takut terhadap anak kecil sepertimu?"

Namun keringat yang mengalir deras dari dahinya yang lebar mengkhianati kepura-puraannya. Tangan gemuknya mencengkeram gagang pedang dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih, sementara kakinya yang pendek bergetar di atas pelana.

"Anak kecil?" Pemuda bertopeng melihat dirinya sendiri dengan heran. "Mereka pikir aku anak kecil?"

Tubuhnya memang terlihat ramping dan masih tidak terlalu tinggi, tapi aura yang terpancar darinya bagaikan naga raksasa yang sedang tertidur, tenang di permukaan namun menyimpan kekuatan dahsyat yang siap meledak kapan saja.

Sementara itu, keenam orang bandit yang telah terluka oleh serangan daun bambu itu pun saling berpandangan. Beberapa saat sebelumnya, pemuda bertopeng itu telah meluncurkan segenggam daun bambu yang berubah menjadi senjata mematikan, merobek kulit dan daging mereka dengan mudah. Luka-luka kecil namun perih itu kini masih mengeluarkan darah segar.

Salah seorang dari mereka berbisik dengan suara gemetar. "Bagaimana ini? Gadis itu ada di tangannya sekarang."

"Tunggu apa lagi? Ya kita tinggal rebut saja dari tangannya! Mengapa harus takut pada bocah ingusan seperti dia? Selama itu bukan Yang Hua yang kita hadapi, maka itu tak jadi soal. Kita pasti bisa meringkus bahkan membunuh bocah ini!" jawab pria botak penuh keyakinan.

Yang Hua adalah ketua Sekte Lembah Kegelapan yang memiliki Kelompok Topeng Iblis, sosok legendaris yang namanya saja sudah cukup membuat para master k****u terhebat enggan bermusuhan dengannya. Namun pria botak ini yakin bahwa pemuda di hadapan mereka pastilah hanya anggota junior yang belum terlalu menguasai jurus-jurus mematikan kelompok itu.

"Ta--tapi, tapi ...." Si Pria berjenggot terlihat ragu dan takut. "Tapi dari yang aku dengar, anggota kelompok ini semuanya sangat hebat!"

Jenggot panjangnya bergetar ketakutan, sementara mata kecilnya melirik ke kiri dan kanan mencari jalan melarikan diri. Ia telah mendengar terlalu banyak kisah mengerikan tentang Kelompok Topeng Iblis untuk bisa mengabaikan peringatan naluri bertahan hidupnya.

Dari balik semak-semak yang rindang, gadis bercadar masih ketakutan. Dengan perasaan cemas yang mencekam, ia mengintip dari celah dedaunan tumbuhan semak tempatnya bersembunyi.

Hatinya berdebar tidak karuan menyaksikan konfrontasi yang akan segera berubah menjadi pertumpahan darah. Sebagai putri kerajaan, ia telah menyaksikan banyak pertarungan, namun aura yang terpancar dari pemuda bertopeng itu berbeda, lebih dingin, lebih mematikan, bagaikan pedang yang telah diasah selama ribuan hari untuk satu momen pembunuhan yang sempurna.

Tujuh orang pria kini berdiri berhadapan sebagai musuh dan satu melawan enam tentu bukanlah jumlah yang adil. Akan tetapi bagi seorang ksatria, adalah pantang mundur saat pedang telah tercabut dari sarungnya.

Filosofi kuno dunia persilatan mengajarkan bahwa kehormatan seorang pendekar terletak pada keberaniannya menghadapi bahaya, bukan pada kemenangannya. Siang itu, di bawah rembulan yang mulai muncul dari balik awan, tujuh jiwa akan menentukan takdir masing-masing.

Di mana ada pengetahuan dan perasaan kalah ataupun menang, kegembiraan dan kesedihan juga ada. Berhasil mengatasi baik dan buruk, kalah atau menang adalah suatu keberuntungan sejati.

Kata-kata bijak para master kuno bergema dalam pikiran, mengingatkan bahwa pertarungan sejati bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan juga tentang kekuatan mental dan spiritual yang memungkinkan seorang pendekar tetap tenang dalam menghadapi maut.

Pemuda bertopeng menunggu perundingan itu sembari mengorek-ngorek telinganya sendiri dengan sebatang bunga rumput yang ia cabut begitu saja. 'Sebenarnya apa saja yang sedang mereka bicarakan. Mengapa lama sekali?' gumamnya dalam hati.

Pemuda bertopeng mulai kesal!

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Suami untuk Sang Putri   09. Tuan Hantu?

    Setiap kata yang keluar dari bibirnya bagaikan puisi yang menceritakan kehidupan keras dunia jianghu. Chu Rong Xi terpesona mendengarkannya, merasakan kekuatan dan kelembutan yang berpadu dalam setiap intonasi. "Ini adalah jianghu, Nona. Di mana yang kuat akan memimpin, sedangkan yang lemah akan ditindas ... seperti dirimu itu." Tiba-tiba, dengan gerakan yang tidak terduga, sang pendekar menggeser tubuhnya mendekat. Wajah bertopengnya kini sangat dekat dengan wajah Chu Rong Xi, hingga gadis itu dapat merasakan hembusan napas hangat yang keluar dari balik topeng. Detik itu juga, waktu seolah berhenti. Putri Chu Rong Xi terpaku dengan mata terbelalak, jantungnya berdetak seperti kuda yang berlari kencang. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar memperhatikan sepasang mata di balik topeng itu, mata yang begitu indah dan dalam, dengan pupil hitam legam bagaikan giok hitam yang paling murni. Ada kehangatan, kekuatan, dan misteri yang terpancar dari tatapan itu. Putri Chu Rong Xi tak bi

  • Suami untuk Sang Putri   08. Pertanda Apakah Ini?

    Angin musim gugur bertiup lembut membawa aroma daun-daun kering yang berguguran, sementara sinar matahari siang yang hangat menyusup di antara rimbun dedaunan hutan.Bagaikan sepasang burung bangau yang menari di angkasa, mereka terus meluncur dengan kecepatan tinggi di antara pepohonan raksasa yang menjulang, memanfaatkan teknik qinggong yang sempurna. Setiap gerakan sang pendekar bertopeng begitu elegan dan penuh perhitungan, seolah ia telah menguasai rahasia alam untuk bersatu dengan angin.Akhirnya, perjalanan panjang mereka berakhir di sebuah tempat yang bagaikan surga tersembunyi, tepi sungai jernih yang dikelilingi oleh deretan pohon loquat yang sedang berbuah lebat. Buah-buah kuning keemasan itu bergelantungan seperti lentera kecil yang menerangi siang hari, menciptakan pemandangan yang memukau mata.Dengan keanggunan seorang master tingkat tinggi, pria muda bertopeng itu mendarat sempurna di atas hamparan batu-batu sungai yang licin. Setiap gerakannya mengalir seperti air y

  • Suami untuk Sang Putri   07. Curiga

    Pemuda bertopeng sibuk membersihkan sisa darah di bilah pedangnya dengan menggunakan kain yang dikenakan oleh para korbannya. Pemuda itu dengan geram menendang kepala pria botak bercodet hingga kepala pelontos itu terpental sangat jauh. "Sampah!""Hanya sekelompok bandit hutan rendahan saja sudah berlagak sok jago di depanku," gerutu pemuda bertopeng sambil berjongkok di sisi mayat tanpa kepala untuk mencari sesuatu. Setelah memeriksa semua mayat para bandit, pemuda bertopeng hanya menemukan kantung-kantung yang dipenuhi uang perak. "Sepertinya mereka adalah para pembunuh bayaran. Hanya saja tidak ada petunjuk mengenai orang yang menyuruh mereka," gumamnya sambil menyimpan semua uang dalam kantung itu untuk dirinya sendiri. "Keluarlah! Mereka semua sudah mati!" seru pemuda bertopeng kepada gadis bercadar yang sekarang semakin ketakutan. Gadis itu melihat dengan mata kepalanya sendiri akan keganasan dan kesadisan pria yang telah menolongnya.Pemuda bertopeng merasa heran. "Nona, m

  • Suami untuk Sang Putri   06. Pendekar Pedang Batu Bintang Merah

    Gerakan tangannya menjadi begitu cepat hingga menciptakan ribuan bayangan tangan yang bergerak secara bersamaan. Setiap bayangan membawa kekuatan nyata, mampu menembus pertahanan dan menghancurkan tulang dengan mudah.Tiga bandit yang mencoba menyerang dari samping langsung kewalahan menghadapi hujan pukulan yang datang dari segala arah. Mereka tidak mampu menangkis semuanya, dan tulang rusuk mereka patah satu per satu dengan bunyi yang membuat merinding."Sombong sekali kamu! Kuharap, kamu nanti tidak lupa untuk menyebut nama kedua orang tuamu, saat dewa kematian menyambangimu!" bentak si pria berkumis yang merasa semakin geram dibuatnya.Matanya menatap tajam dan dingin ke arah anak muda yang telah mengganggu rencananya. Seakan ingin mengunyah mentah-mentah daging pemuda itu. Amarah dan frustrasi bercampur menjadi racun yang membakar hatinya.Pemuda bertopeng tersenyum mencibir penuh ejekan. Bahkan dalam situasi satu lawan enam, ia masih memiliki waktu untuk mengolok-olok musuh-musu

  • Suami untuk Sang Putri   05. Anjing Liar Bertemu Raja Serigala

    Gerakan santainya itu justru semakin menambah ketegangan. Para bandit menyadari bahwa lawan mereka begitu percaya diri hingga tidak menganggap mereka sebagai ancaman yang serius. Penghinaan yang halus namun menyakitkan itu membuat amarah mereka semakin membara. Terdengar desahan malas dari mulut pemuda bertopeng itu. "Hei! Apakah kalian masih belum juga selesai? Lama-lama ubanku lebih dulu bertumbuh sebelum kalian selesai berunding. Membosankan!" Nada suaranya yang acuh tak acuh bagaikan angin dingin yang meniup bara api amarah para bandit. Mereka yang sudah terbiasa ditakuti dan disegani kini merasa harga diri mereka diinjak-injak oleh seorang pemuda yang bahkan tidak mau repot-repot bersikap serius dalam menghadapi mereka. "Diam kau, Bocah Tengik!" Si pria botak membentak dengan kemarahan yang masih di tahannya. "Apakah sudah sebegitu tidak sabarnya kau untuk mati?" Urat-urat di lehernya menonjol seperti akar pohon tua, sementara wajah botaknya memerah padam karena menahan amara

  • Suami untuk Sang Putri   04. Aku Anak Kecil?

    Tubuh gemuknya bergetar ketakutan, keringat dingin mengalir deras dari pelipis-pelipis yang berlemak. Tangannya yang gemetar hampir tidak mampu menggenggam gagang pedang, sementara wajahnya memucat seperti mayat yang baru bangkit dari kubur.'Topeng Iblis?' Putri Chu Rong tak kalah kaget. Ia sering mendengar orang-orang membicarakan tentang kelompok ini, dan sekarang ia bertemu dengan salah satu dari mereka?Di balik cadarnya, wajah cantik sang putri menjadi pucat pasi. Kelompok Topeng Iblis adalah legenda hidup di dunia persilatan, sebuah organisasi misterius yang anggota-anggotanya adalah para pembunuh terhebat di bawah kolong langit. Nama mereka saja sudah cukup membuat para jagoan dunia hitam gemetar ketakutan.Baru saja lolos dari kejaran serigala dan sekarang ia bertemu dengan harimau ganas yang bisa melahapnya kapan saja. Putri Chu Rong Xi sekarang merasa nasibnya sungguh malang.Jantungnya berdegup kencang dalam dada, bagaikan kendang perang yang dipukul tanpa henti. Nafasnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status