مشاركة

Bab 55

مؤلف: Anisnca
last update تاريخ النشر: 2026-07-01 22:48:11

Suara Ditrian membuyarkan lamunan Yuniver. Ia seketika tersentak. Wajahnya memanas karena baru menyadari bahwa sejak tadi pandangannya sama sekali tidak berpindah dari dada pria itu.

Sial.

Kenapa dia malah terus melihat ke sana?

Padahal semula ia hanya ingin memastikan apakah Ditrian benar-benar sedang tidur. Namun sekarang, matanya justru sibuk memperhatikan garis dada yang terlihat jelas dari balik kimono sutra yang dikenakan pria itu. Kain tipis berwarna gelap itu jatuh longgar, memperlihatk
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 80

    "Aku memang tidak mengingatnya," jawab Yuniver tenang. "Kalau kau mengatakan aku pernah berjanji, jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya pernah kita sepakati."Rahang Vincent mengeras."Kau yang mengatakan akan membantuku."Yuniver tetap menatapnya."Kalau begitu, katakan apa yang pernah kujanjikan."Beberapa saat Vincent hanya diam. Kemudian ia menghela napas pelan, seolah mulai kehilangan kesabarannya."Yuni, apakah kau sekarang lupa perjanjian kita?"Yuniver mengerutkan kening. "Perjanjian apa?"Tatapan Vincent berubah. Tidak ada lagi kelembutan seperti ketika ia pertama kali datang menemuinya. Ia menatap Yuniver seolah sedang mengingatkan seseorang yang telah melupakan tempatnya."Keluargamu," katanya akhirnya.Yuniver terdiam, sementara Vincent menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi."Keluargamu ada di dalam genggamanku."Jantung Yuniver seakan berhenti berdetak sesaat."Apa maksudmu?"Vincent hanya tersenyum tipis. "Kau benar-benar ingin membuatku menjelaskan semuanya?"Yuniver t

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 79

    Vincent menatapnya cukup lama. Wajahnya yang sejak tadi berusaha tenang perlahan menunjukkan kegelisahan yang semakin sulit disembunyikan."Kau menganggap semua yang terjadi di antara kita tidak berarti?"Yuniver terdiam sejenak. Ia tidak ingin meremehkan perasaan Vincent, apalagi berpura-pura bahwa masa lalu mereka tidak pernah ada. Namun itu juga bukan berarti ia ingin kembali ke sana."Aku tidak mengatakan semuanya tidak berarti.""Lalu?"Yuniver menghela napas pelan."Yang aku katakan adalah... semuanya sudah cukup."Rahang Vincent mengeras."Cukup?""Ya."Jawaban itu sederhana, tetapi tegas.Vincent menatapnya seolah masih berusaha mencari celah dari ucapan tersebut."Kau benar-benar ingin mengakhiri semuanya?"Yuniver mengangguk kecil."Aku pikir kita memang seharusnya berhenti sampai di sini.""Kenapa?"Yuniver terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab."Karena sekarang aku mengerti bahwa perasaan saja tidak selalu cukup untuk membuat dua orang pantas bersama."Vincent ti

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 78

    Tangan Yuniver yang sedang memegang cangkir langsung berhenti dan matanya membelalak."Vincent?""Benar, Nyonya."Suasana di ruangan seketika berubah. Yuniver menatap kepala pelayan itu dengan ekspresi tidak percaya.Ditrian tidak ada di sini dan Kael juga pergi bersamanya. Lalu sekarang, tepat ketika dirinya sendirian di dalam kediaman...Vincent datang, firasat Yuniver langsung terasa tidak enak. Ia meletakkan cangkirnya perlahan."Dia datang sendiri?""Setahu saya, Tuan Vincent datang bersama seorang pelayan."Yuniver terdiam. Ingatan tentang pertemuan mereka sebelumnya kembali muncul begitu saja. Provokasi Vincent kepada Ditrian, kebohongan yang sengaja ia lontarkan tentang hubungan mereka, lalu bagaimana Ditrian memperingatkannya dengan dingin.Sejak saat itu, Yuniver tidak pernah benar-benar tahu apa yang ada di dalam pikiran Vincent. Dan sekarang pria itu datang ketika Ditrian tidak berada di sini."Katakan padanya..." Yuniver berhenti sejenak.Tatapannya mengarah ke pintu. Ia s

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 77

    Sejak Yuniver sadar, Ditrian hampir tidak pernah meninggalkannya. Awalnya Yuniver mengira pria itu hanya ingin memastikan kondisinya setelah kejadian kemarin. Namun semakin lama hari berjalan, semakin jelas bahwa Ditrian memang sengaja menghabiskan waktunya di dalam kamar bersamanya.Bahkan ketika Yuniver mengatakan bahwa dirinya sudah merasa jauh lebih baik, Ditrian tetap tidak beranjak dari tempatnya.Ia duduk di kursi dekat ranjang sambil membaca beberapa laporan yang dibawa Kael. Sesekali ia menanyakan keadaan Yuniver, memastikan apakah kepalanya masih sakit, apakah ia merasa pusing, atau apakah ada bagian tubuhnya yang terasa nyeri. Pertanyaannya selalu singkat, tetapi terus berulang sepanjang hari."Kepalamu masih sakit?""Sudah tidak terlalu.""Pusing?""Sedikit.""Berbaringlah."Yuniver menurut dan beberapa saat kemudian, ketika ia bangun untuk mengambil air sendiri, suara Ditrian langsung terdengar dari belakang."Jangan."Yuniver berhenti dan menoleh."Aku hanya ingin mengam

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 76

    Yuniver perlahan membuka matanya.Hal pertama yang ia rasakan adalah berat di seluruh tubuhnya. Kepalanya masih berdenyut, sementara tenggorokannya terasa kering. Ia hanya menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong, mencoba mengingat bagaimana dirinya bisa sampai berada di sana.Lalu ia mendengar suara isakan.Yuniver menggerakkan matanya ke samping. Erin duduk di sisi ranjang. Kedua tangannya menggenggam jemari Yuniver, sementara wajahnya basah oleh air mata. Begitu menyadari Yuniver telah membuka mata, Erin langsung terisak lega."Nyonya..." Suaranya hampir pecah.Yuniver mencoba bergerak, tetapi tubuhnya terasa terlalu lemah. "Erin...""Syukurlah..." Erin buru-buru mengusap air matanya. "Syukurlah Nyonya sudah sadar."Yuniver mengernyit. Ingatannya perlahan kembali. Tubuhnya menegang sejenak."Ditrian..."Erin mengangguk cepat."Yang Mulia ada di sini. Beliau yang membawa Nyonya pulang."Yuniver menghembuskan napas panjang. Baru setelah itu ia menyadari bahwa dirinya benar

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 75

    Suara Ditrian tidak keras, tetapi justru karena itulah seluruh halaman mendadak terasa jauh lebih menakutkan. Tidak ada lagi tawa yang terdengar. Para pria yang beberapa saat lalu masih mengejek Yuniver kini berdiri kaku, seolah baru menyadari bahwa orang yang datang ke tempat mereka bukanlah bangsawan biasa yang bisa mereka tipu dengan alasan apa pun.Ditrian tetap berdiri di depan gerbang dengan wajah tenang. Ia hanya berdiri di sana, mendengarkan suara napas orang-orang di sekelilingnya, sebelum perlahan mengarahkan wajahnya kepada Yuniver.“Kael.”“Ya, Yang Mulia.”“Jangan biarkan seorang pun pergi.”Perintah itu singkat. Kael langsung memahami maksudnya.“Baik.”Dalam hitungan detik, para pengawal bergerak. Mereka memasuki halaman dan mengepung seluruh tempat itu. Beberapa penculik yang panik mencoba melarikan diri melalui sisi belakang bangunan, tetapi mereka bahkan tidak sempat mencapai gerbang sebelum dijatuhkan. Sebagian lainnya mencoba melawan, namun jumlah dan kemampuan mer

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 6

    Suara Ainaa terdengar begitu keras hingga membuat percakapan di sekitar mereka terhenti.Alunan musik yang sejak tadi memenuhi ballroom seakan menghilang sesaat ketika puluhan pasang mata beralih ke arah mereka. Para bangsawan yang sebelumnya sibuk berbincang kini menoleh dengan rasa penasaran yang

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 5

    Kereta keluarga Elgard berhenti di depan kediaman Marquis Varell yang malam itu dipenuhi para bangsawan, cahaya mewah, dan alunan musik dari ballroom megah di dalam.Namun suasana di depan kediaman itu berubah sedikit aneh saat pintu kereta keluarga Elgard terbuka.Aina turun lebih dulu.Gaun hitam

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 4

    “Apa?!” Suara Aina langsung meninggi tanpa bisa ia tahan.Tangannya refleks mencengkeram ujung meja kaca di depannya hingga rangkaian bunga yang tadi diberikan Vincent hampir jatuh ke lantai. Dadanya naik turun tidak beraturan, sementara matanya membelalak menatap pria di hadapannya.Membunuh Ditri

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 3

    Taman kaca milik keluarga Elgard dipenuhi cahaya matahari pagi yang menembus dinding-dinding bening di sekeliling ruangan.Pantulan sinarnya jatuh di antara hamparan bunga yang tumbuh rapi, membuat seluruh tempat itu terlihat hangat dan indah, jauh berbeda dari suasana kastil utama yang dingin dan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status