共有

Bab 6

作者: Anisnca
last update 公開日: 2026-06-05 15:40:39

Suara Ainaa terdengar begitu keras hingga membuat percakapan di sekitar mereka terhenti.

Alunan musik yang sejak tadi memenuhi ballroom seakan menghilang sesaat ketika puluhan pasang mata beralih ke arah mereka. Para bangsawan yang sebelumnya sibuk berbincang kini menoleh dengan rasa penasaran yang tidak disembunyikan sedikit pun.

Aina sendiri baru menyadari apa yang telah ia lakukan setelah semua perhatian tertuju padanya. Namun saat itu ia tidak peduli. Tatapannya hanya tertuju pada Ditrian dan Vincent.

Ditrian tampak sedikit tertegun. Pria itu memalingkan wajah ke arahnya dengan ekspresi yang sulit ditebak, tetapi Aina dapat merasakan kebingungan yang samar dari sikapnya.

Sementara itu, Vincent berdiri beberapa langkah di hadapan mereka dengan senyum yang perlahan memudar dari wajahnya.

“Apa maksudmu, Yuni?” tanyanya pelan.

Aina tidak langsung menjawab. Ia justru menoleh ke arah Ditrian dan menatap pria itu lekat-lekat.

“Apa dia mengatakan sesuatu yang buruk?”

Untuk beberapa saat Ditrian tidak menjawab. Ia sempat memalingkan wajah ke arah Vincent sebelum kembali menghadap Aina.

“Tidak,” ucapnya tenang. “Kami hanya membicarakan urusan bisnis.”

Alis Aina langsung bertaut. Jawaban itu jauh dari yang ia bayangkan. Sejak tadi ia yakin telah melihat sesuatu yang aneh di antara keduanya. Cara Vincent mencondongkan tubuhnya, senyum tipis yang tidak menyenangkan itu, serta ketegangan yang sempat tertangkap di wajah Ditrian.

Namun Ditrian tidak terlihat sedang berbohong.

Aina akhirnya terdiam dan menoleh ke arah Vincent, tetapi sebelum ia sempat mengatakan apa pun, bisikan-bisikan kecil mulai terdengar dari berbagai sudut ruangan.

“Astaga, dia membuatku terkejut.”

“Bukankah itu Duchess Elgard?”

“Kenapa tiba-tiba berteriak seperti itu?”

“Dia memang selalu suka mencari perhatian.”

Suara-suara itu terdengar pelan, tetapi cukup jelas untuk sampai ke telinga Aina. Ia berusaha mengabaikannya, namun bisikan tersebut justru semakin menjadi-jadi.

“Kasihan Duke Elgard.”

“Benar. Sudah bertahun-tahun dia harus hidup dengan wanita seperti itu.”

“Tsk, murahan sekali.”

Tubuh Aria menegang.

Murahan?

Perlahan ia menoleh ke arah kerumunan bangsawan yang berdiri tidak jauh dari sana. Tidak ada seorang pun yang berani menatapnya secara langsung. Mereka tetap berpura-pura berbicara satu sama lain seolah tidak terjadi apa-apa.

Tanpa sadar jemari Aina mengencang di lengan Ditrian.

Entah kenapa, hinaan itu tidak terlalu mengganggunya. Yang justru membuatnya tidak nyaman adalah kenyataan bahwa Ditrian pasti mendengar semuanya.

Pria itu berdiri tepat di sampingnya, tentu mustahil ia tidak mendengar. Saat itulah suara Vincent kembali terdengar.

“Sebenarnya apa yang Anda khawatirkan, Kakak Ipar?”

Aina mengalihkan pandangannya. Vincent masih berdiri di tempat yang sama dengan senyum tipis yang tampak sempurna di mata orang lain.

“Saya dan Kakak hanya berbicara mengenai pekerjaan seperti biasa,” lanjutnya santai. 

Aina menatapnya lama. Entah kenapa, setiap kali melihat wajah pria itu, ia selalu teringat percakapan mereka di taman kaca. 

“Karena Anda bukan orang yang bisa dipercaya.”

Suara Aina terdengar jelas di tengah ballroom yang ramai, membuat suasana seketika meredup. Musik yang sebelumnya mengalun lembut terasa seperti menjauh, tergantikan oleh keheningan singkat yang jatuh di antara mereka bertiga.

Vincent membeku.

Senyum di wajahnya yang tadi tampak sempurna sedikit retak, meski ia segera berusaha menutupinya kembali. Namun bagi orang yang cukup peka, keterkejutan itu sudah terlanjur terlihat.

Di sekitar mereka, para bangsawan mulai saling berbisik pelan, mencoba menebak apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada yang menyangka Duchess Elgard akan mengatakan hal seperti itu secara langsung kepada Tuan Muda Vincent di tempat seperti ini.

Namun Aina tidak peduli.

Tatapannya tetap lurus, tajam, dan tidak bergeser sedikit pun dari Vincent. Di kepalanya, bayangan percakapan di taman kaca kembali muncul, tentang rencana, tentang cara mereka berbicara seolah nyawa seseorang hanyalah bagian dari permainan. Dan di tengah semua itu, nama Ditrian selalu muncul sebagai target akhir.

Karena itu, Aina tidak bisa diam.

“Yuni…” Vincent akhirnya tertawa pelan, meski terdengar kaku. “Aku tidak mengerti maksudmu.”

Aina tidak menjawab. Ia bahkan tidak memberikan reaksi apa pun selain menahan pandangannya tetap stabil. Seolah kata-kata Vincent tidak cukup penting untuk ia tanggapi.

"Perhatikan panggilanmu padanya Vincent." Ditrian menegur Vincent. 

Aina menoleh ke arah Ditrian.

"Maaf." Balas Vincent dengan wajah tak senang.

Ditrian mengalihkan pandangan dan menatap kearah Aina lagi.

“Anda sudah selesai berbicara dengannya, bukan?”

Ditrian tidak langsung menjawab. Wajahnya tetap tenang seperti biasa, tetapi ada jeda kecil dalam sikapnya seolah ia sedang mencoba memahami perubahan yang terjadi di hadapannya malam ini.

Sejak awal pesta, Yuniver yang ia kenal tidak pernah bersikap seperti ini, Aina tahu dia pasti memikirkan ini. Aplagi Yuniver yang asli tidak pernah berdiri di sisinya seperti sekarang.

Tidak pernah menolak Vincent secara terang-terangan dan tidak pernah, sekalipun, membela dirinya di depan orang lain.

“Duke?” Aina kembali memanggil, kali ini lebih pelan.

Ditrian akhirnya mengangkat wajahnya sedikit ke arah suara itu.

“Aku sudah selesai,” jawabnya akhirnya.

Aina mengangguk singkat.

“Baik.”

Senyum tipis muncul di wajahnya, bukan karena senang, tetapi lebih seperti keputusan yang sudah selesai dibuat.

Tanpa menunggu reaksi siapa pun, Aina kembali menggandeng lengan Ditrian. Gerakannya tenang, tetapi tegas, seolah sudah memutuskan arah langkahnya sendiri.

Ia lalu menoleh ke arah Vincent untuk terakhir kalinya.

“Kalau begitu, lebih baik kita menikmati pesta ini secara terpisah.”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 6

    Suara Ainaa terdengar begitu keras hingga membuat percakapan di sekitar mereka terhenti.Alunan musik yang sejak tadi memenuhi ballroom seakan menghilang sesaat ketika puluhan pasang mata beralih ke arah mereka. Para bangsawan yang sebelumnya sibuk berbincang kini menoleh dengan rasa penasaran yang tidak disembunyikan sedikit pun.Aina sendiri baru menyadari apa yang telah ia lakukan setelah semua perhatian tertuju padanya. Namun saat itu ia tidak peduli. Tatapannya hanya tertuju pada Ditrian dan Vincent.Ditrian tampak sedikit tertegun. Pria itu memalingkan wajah ke arahnya dengan ekspresi yang sulit ditebak, tetapi Aina dapat merasakan kebingungan yang samar dari sikapnya.Sementara itu, Vincent berdiri beberapa langkah di hadapan mereka dengan senyum yang perlahan memudar dari wajahnya.“Apa maksudmu, Yuni?” tanyanya pelan.Aina tidak langsung menjawab. Ia justru menoleh ke arah Ditrian dan menatap pria itu lekat-lekat.“Apa dia mengatakan sesuatu yang buruk?”Untuk beberapa saat D

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 5

    Kereta keluarga Elgard berhenti di depan kediaman Marquis Varell yang malam itu dipenuhi para bangsawan, cahaya mewah, dan alunan musik dari ballroom megah di dalam.Namun suasana di depan kediaman itu berubah sedikit aneh saat pintu kereta keluarga Elgard terbuka.Aina turun lebih dulu.Gaun hitam keperakan membalut tubuhnya dengan anggun, sementara rambut panjangnya ditata rapi dengan hiasan berlian kecil yang berkilau di bawah cahaya lampu malam.Beberapa bangsawan langsung menoleh padanya, tetapi perhatian Aina justru tertuju ke dalam kereta saat ia segera mengulurkan tangan.“Pelan-pelan,” ucapnya refleks.Sedetik kemudian, tangan besar Ditrian menyentuh jemarinya.Jantung Aina langsung berdegup aneh.Tetap saja meskipun sejak tadi sudah berusaha tenang, ia masih belum terbiasa berada sedekat ini dengan karakter favoritnya sendiri.Ditrian turun dari kereta dengan tenang. Setelan hitam formal membuatnya terlihat semakin elegan, sementara wajah tampan dan matanya yang kosong tetap

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 4

    “Apa?!” Suara Aina langsung meninggi tanpa bisa ia tahan.Tangannya refleks mencengkeram ujung meja kaca di depannya hingga rangkaian bunga yang tadi diberikan Vincent hampir jatuh ke lantai. Dadanya naik turun tidak beraturan, sementara matanya membelalak menatap pria di hadapannya.Membunuh Ditrian?Tidak mungkin!Vincent tampak terkejut melihat reaksinya. Senyum lembut di wajah pria itu perlahan memudar, berganti dengan kerutan bingung di dahinya.“Ada apa denganmu, Yuniver?” tanyanya pelan. “Kau aneh sekali hari ini.”Namun Aina sama sekali tidak bisa menjawab.Kepalanya terasa penuh akibat semua ucapan Vincent bercampur menjadi satu di dalam pikirannya sampai membuat napasnya terasa sesak.Tubuh Aina langsung terasa dingin.Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin wanita ini ingin membunuh pria seperti Ditrian? Karakter yang bahkan rela mati sendirian demi melindungi keluarganya.Karakter yang selama ini paling ia sukai, yang selalu ia bela setiap kali membaca komentar orang-orang yang

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 3

    Taman kaca milik keluarga Elgard dipenuhi cahaya matahari pagi yang menembus dinding-dinding bening di sekeliling ruangan.Pantulan sinarnya jatuh di antara hamparan bunga yang tumbuh rapi, membuat seluruh tempat itu terlihat hangat dan indah, jauh berbeda dari suasana kastil utama yang dingin dan terasa menyesakkan.Ditengah itu semua, Aina sama sekali tidak bisa menikmati pemandangan itu.Ia duduk bersidekap sambil memperhatikan lelaki di hadapannya.Vincent Elgard, adik tiri Ditrian.Pria itu sedang sibuk merangkai beberapa tangkai bunga mawar putih dengan gerakan tangan yang tenang dan hati-hati. Sesekali ia merapikan daun-daun kecil di sela bunga dengan ekspresi lembut yang membuatnya terlihat begitu berbeda dari Ditrian.Harus Aina akui, Vincent memang tampan. Lelaki ini jelas cocok menjadi tokoh pria utama di sebuah novel romantis.Tapi entah kenapa Aina tetap lebih menyukai Ditrian. Mungkin karena memang sejak awal, pria itu adalah karakter favoritnya. Ditrian Elgard adalah ka

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 2

    Aina nyaris tidak tidur sepanjang malam. Semua yang terjadi terasa tidak masuk akal.Beberapa waktu lalu, ia masih berada di kamarnya sendiri sambil membaca novel favoritnya hingga larut malam. Namun sekarang, ia berada di dalam novel itu.Dan bukannya menjadi tokoh utama, Aina justru menjadi karakter yang bahkan tidak pernah dijelaskan di novel. Pantas saja ia tidak mengingat keberadaan karakter Yuniver yang merupakan istri dari Duke Elgard. Informasi yang tertera tentang Duke Elgard hanyalah ia seorang pengkhianat kekaisaran yang dijatuhi hukuman mati.Aina menggeleng keras. Karena ia sudah di sini… ia harus menyelamatkan karakter kesayangannya!Namun sebelum itu…“Maaf, Nyonya,” suara dingin seorang pria tiba-tiba memecah keheningan di ruang makan itu. “Apakah Anda sudah selesai? Yang Mulia Duke memiliki jadwal penting pagi ini.”Aina menoleh pelan, lalu melirik sekilas ke seberang meja makan. Pagi itu ia menikmati sarapan dengan tenang, duduk satu meja dengan Ditrian Elgard sang

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 1

    “Tahan sebentar. Ini akan terasa sakit.”Kelopak mata Aina terbuka perlahan, ia menggeliat saat merasakan hawa panas menyentuh pundaknya.Namun begitu menyadari pemandangan di atas tubuhnya, Aina langsung membelalak.Tepat di atas tubuhnya, seorang pria dengan tubuh kekar sedang mengukungnya. Kepala pria itu nyaris menyentuh pundak polosnya. Dan detik itu juga, Aina tersadar bahwa pundaknya tersibak, menampilkan kulitnya yang mulus.Tanpa berpikir dua kali, ia langsung mendorong kuat tubuh pria itu hingga jatuh dari kasur.“Apa yang kau lakukan?!”Ia beringsut mundur, menghimpit kepala ranjang, tangannya bergerak menarik bagian gaun yang terbuka.Tidak ada jawaban dari pria yang tadi berada di atasnya. Pria itu nampak sibuk meraba-raba sekelilingnya. Kening Aina sontak berkerut dalam. Apa yang dia lakukan…?Namun saat ingin bertanya lebih lanjut, ia baru menyadari keadaan sekitarnya.Ini bukan kamarnya!"Istriku..." suara berat dan dalam dari pria yang ada di depannya membuat Aina me

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status