Share

Bab 9

Author: Anisnca
last update publish date: 2026-06-10 23:35:24
Yuniver tertegun mendengar ucapan Vincent, ia benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Pria di hadapannya itu baru saja mengatakan sesuatu yang ia takutkan.

Tapi yang membuatnya lebih terkejut bukanlah pernyataannya, melainkan ekspresi Vincent saat mengucapkannya.

Pria itu tidak tersenyum sama sekali…

Yang ada hanyalah sorot mata yang terlihat begitu rapuh hingga membuat Yuniver hampir tidak mengenalinya.

"Itu hanya perasaanmu saja," ucapnya akhirnya sambil memalingkan wajah.

Ia berus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 83

    Nama itu membuat suasana aula berubah dan cukup bagi Yuniver untuk menangkap perubahan kecil pada wajah ayahnya. Kemarahan yang sejak tadi memenuhi tatapan Count Vernois mendadak menghilang, digantikan oleh sesuatu yang lebih sulit dibaca. Matanya menjadi tajam, sementara rahangnya mengeras."Kenapa kau menanyakan Vincent?"Yuniver tidak langsung menjawab. Ia memperhatikan pria itu beberapa saat, mencoba membaca sesuatu dari ekspresinya. Namun seperti biasa, Count Vernois terlalu pandai menyembunyikan pikirannya."Karena semakin banyak hal yang terjadi," jawab Yuniver akhirnya, "semakin aku merasa ada sesuatu yang selama ini disembunyikan dariku."Count Vernois tetap diam. Yuniver melangkah maju satu langkah."Dan aku ingin tahu apakah Ayah salah satu orang yang mengetahuinya."Tidak ada jawaban. Count Vernois justru mengalihkan pandangannya ke arah para pengawal yang berdiri di belakang Yuniver. Ia tidak perlu mengatakan apa pun. Yuniver langsung mengerti.Apa pun yang ingin dibicara

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 82

    Yuniver langsung terdiam. Ia tahu persis apa yang dimaksud Ditrian. Penculikan itu masih terlalu jelas dalam ingatannya—ruangan gelap yang pengap, rantai yang membelenggu tangan dan kakinya, suara tawa para pria yang memperlakukannya dengan kasar, hingga saat Ditrian akhirnya menemukannya dalam keadaan terluka. Semua kejadian itu membuatnya sadar bahwa kekhawatiran suaminya bukan tanpa alasan.Ekspresi Yuniver perlahan melunak. Ia menghela napas kecil sebelum akhirnya mengangguk."Baiklah."Ditrian pun mengangguk kecil. "Besok kau boleh pergi."Senyum tipis muncul di wajah Yuniver. "Terima kasih."Namun baru saja ia hendak berbalik, suara Ditrian kembali menghentikan langkahnya."Dan malam ini, jangan terlalu banyak memikirkan apa pun."Yuniver menoleh. "Kenapa?""Kau masih harus beristirahat."Nada suara Ditrian tetap tenang, tetapi Yuniver tahu pria itu benar-benar memperhatikannya. Selama beberapa hari terakhir, Ditrian bahkan hampir tidak pernah membiarkannya sendirian terlalu lam

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 81

    Pintu kemudian tertutup. Yuniver tetap duduk di tempatnya, menatap pintu dengan pikiran yang semakin berat. Ia tahu Vincent sedang marah dan bukan orang yang mudah menerima kekalahan. Namun, yang lebih mengganggunya adalah perjanjian tentang keluarganya, gelar Duke, dan janji yang pernah dibuat Yuniver asli kepada Vincent.Jika semua itu berkaitan dengan kematian Ditrian dalam cerita asli, Yuniver tidak boleh membiarkan Vincent bertindak sesuka hati. Ia menghela napas panjang dan bersandar di kursinya. Sekarang, ia merasa telah menyentuh bagian paling berbahaya dari cerita yang selama ini berusaha ia ubah.***Ketika Ditrian akhirnya kembali ke kediaman, hari sudah mulai sore. Suara langkah para pelayan terdengar samar di lorong, sementara Yuniver masih duduk di ruang tengah dengan pikirannya yang sejak tadi tidak bisa tenang. Percakapannya dengan Vincent terus terbayang di kepalanya, terutama ketika pria itu mengingatkannya tentang sebuah perjanjian yang bahkan tidak ia ingat pernah

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 80

    "Aku memang tidak mengingatnya," jawab Yuniver tenang. "Kalau kau mengatakan aku pernah berjanji, jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya pernah kita sepakati."Rahang Vincent mengeras."Kau yang mengatakan akan membantuku."Yuniver tetap menatapnya."Kalau begitu, katakan apa yang pernah kujanjikan."Beberapa saat Vincent hanya diam. Kemudian ia menghela napas pelan, seolah mulai kehilangan kesabarannya."Yuni, apakah kau sekarang lupa perjanjian kita?"Yuniver mengerutkan kening. "Perjanjian apa?"Tatapan Vincent berubah. Tidak ada lagi kelembutan seperti ketika ia pertama kali datang menemuinya. Ia menatap Yuniver seolah sedang mengingatkan seseorang yang telah melupakan tempatnya."Keluargamu," katanya akhirnya.Yuniver terdiam, sementara Vincent menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi."Keluargamu ada di dalam genggamanku."Jantung Yuniver seakan berhenti berdetak sesaat."Apa maksudmu?"Vincent hanya tersenyum tipis. "Kau benar-benar ingin membuatku menjelaskan semuanya?"Yuniver t

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 79

    Vincent menatapnya cukup lama. Wajahnya yang sejak tadi berusaha tenang perlahan menunjukkan kegelisahan yang semakin sulit disembunyikan."Kau menganggap semua yang terjadi di antara kita tidak berarti?"Yuniver terdiam sejenak. Ia tidak ingin meremehkan perasaan Vincent, apalagi berpura-pura bahwa masa lalu mereka tidak pernah ada. Namun itu juga bukan berarti ia ingin kembali ke sana."Aku tidak mengatakan semuanya tidak berarti.""Lalu?"Yuniver menghela napas pelan."Yang aku katakan adalah... semuanya sudah cukup."Rahang Vincent mengeras."Cukup?""Ya."Jawaban itu sederhana, tetapi tegas.Vincent menatapnya seolah masih berusaha mencari celah dari ucapan tersebut."Kau benar-benar ingin mengakhiri semuanya?"Yuniver mengangguk kecil."Aku pikir kita memang seharusnya berhenti sampai di sini.""Kenapa?"Yuniver terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab."Karena sekarang aku mengerti bahwa perasaan saja tidak selalu cukup untuk membuat dua orang pantas bersama."Vincent ti

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 78

    Tangan Yuniver yang sedang memegang cangkir langsung berhenti dan matanya membelalak."Vincent?""Benar, Nyonya."Suasana di ruangan seketika berubah. Yuniver menatap kepala pelayan itu dengan ekspresi tidak percaya.Ditrian tidak ada di sini dan Kael juga pergi bersamanya. Lalu sekarang, tepat ketika dirinya sendirian di dalam kediaman...Vincent datang, firasat Yuniver langsung terasa tidak enak. Ia meletakkan cangkirnya perlahan."Dia datang sendiri?""Setahu saya, Tuan Vincent datang bersama seorang pelayan."Yuniver terdiam. Ingatan tentang pertemuan mereka sebelumnya kembali muncul begitu saja. Provokasi Vincent kepada Ditrian, kebohongan yang sengaja ia lontarkan tentang hubungan mereka, lalu bagaimana Ditrian memperingatkannya dengan dingin.Sejak saat itu, Yuniver tidak pernah benar-benar tahu apa yang ada di dalam pikiran Vincent. Dan sekarang pria itu datang ketika Ditrian tidak berada di sini."Katakan padanya..." Yuniver berhenti sejenak.Tatapannya mengarah ke pintu. Ia s

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 7

    Aina melangkah perlahan di sisi Ditrian, membawanya menjauh dari kerumunan yang semakin ramai. Sejak insiden dengan Vincent tadi, rasanya seluruh perhatian di ballroom tertuju kemanapun mereka bergerak.Semua orang tentu penasaran, mereka tidak percaya dan terang-terangan bergosip tanpa perduli apak

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 6

    Suara Ainaa terdengar begitu keras hingga membuat percakapan di sekitar mereka terhenti.Alunan musik yang sejak tadi memenuhi ballroom seakan menghilang sesaat ketika puluhan pasang mata beralih ke arah mereka. Para bangsawan yang sebelumnya sibuk berbincang kini menoleh dengan rasa penasaran yang

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 5

    Kereta keluarga Elgard berhenti di depan kediaman Marquis Varell yang malam itu dipenuhi para bangsawan, cahaya mewah, dan alunan musik dari ballroom megah di dalam.Namun suasana di depan kediaman itu berubah sedikit aneh saat pintu kereta keluarga Elgard terbuka.Aina turun lebih dulu.Gaun hitam

  • Suamiku, Kali Ini Kau Tidak Akan Mati!   Bab 4

    “Apa?!” Suara Aina langsung meninggi tanpa bisa ia tahan.Tangannya refleks mencengkeram ujung meja kaca di depannya hingga rangkaian bunga yang tadi diberikan Vincent hampir jatuh ke lantai. Dadanya naik turun tidak beraturan, sementara matanya membelalak menatap pria di hadapannya.Membunuh Ditri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status