Share

8. SATU WANITA, DUA SUAMI

Penulis: Soolene
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-12 07:43:44

Sudah beberapa hari berlalu Isabella tidak kunjung pulang sekalipun di hari ulang tahun Caspian yang kini digelar dengan pesta makan malam di kediaman Marquess Roswell.

Dihadiri oleh para rekan bisnis sekaligus para tamu para bangsawan Salatine. Para wanita tamu undangan saling berbisik terlihat mencari-cari di mana Marchioness.

“Lady Natalie, mengapa saya tidak melihat Marchioness? Ke mana beliau?” Pertanyaan terucap dari bibir seorang wanita yang berdiri di samping Natalie.

Satu wanita di sampingnya menyahuti, “Sekalipun Marchioness memiliki kekasih baru, tapi rasanya tidak sopan bila di ulang tahun suami sahnya dia tidak datang.”

Natalie tersenyum kaku. “Sebenarnya, setelah malam pesta waktu itu, Marchioness Isabella pergi dengan kekasihnya entah ke mana. Tuan Marquess Roswell sangat kepikiran tentang keberadaan Marchioness. Tapi sepertinya, beliau memang mengejar kekasihnya.”

“Aku baru tahu kalau Marchioness Isabella memiliki seorang kekasih. Padahal selama ini, dia tidak pernah menunjukkan sisi yang aneh-aneh.”

“Bahkan sebelum Marquess Roswell mengenalku dan berhubungan denganku, katanya, Marchioness Isabella sudah lebih dulu berselingkuh dengan kekasihnya itu, selain berselingkuh, beliau juga sengaja menggugurkan anak kandungnya dengan Marquess Roswell.” Natalie menambahi.

“Ya ampun, aku tidak menyangka, wanita yang anggun dan elegan seperti Marchioness Isabella bisa berbuat sejauh itu.”

“Ternyata di balik wajahnya yang terlihat seperti malaikat, dia sebenarnya adalah wanita iblis!”

Cacian yang terdengar dari bibir para wanita bangsawan itu membuat Natalie tersenyum samar.

Sebenarnya Natalie mengatakan hal yang sengaja ia karang, ia ingin menjatuhkan nama baik Isabella di depan semua orang, mengubah wanita itu menjadi lebih buruk dan menjijikkan. Apalagi selama Isabella tidak ada di sana. Kesempatan Natalie untuk mendekatkan diri dengan para bangsawan sosialita kelas atas.

Dari jauh, Natalie memperhatikan Caspian yang terlihat tidak antusias dengan pesta ulang tahunnya. Natalie berjalan mendekatinya dan tersenyum manis padanya.

“Sayang, semua orang menanyakan Marchioness Isabella,” ujar Natalie dengan wajah murung. ‘Kira-kira, apakah beliau akan kembali?”

“Entahlah,” jawab Caspian tak acuh.

Tetapi Natalie kembali tersenyum memeluk lengan suaminya dengan hangat. “Kau jangan cemberut seperti itu. Ini adalah hari ulang tahunmu, Sayang. Kau harus merasa bahagia untuk hari ini. Semoga ada banyak kebaikan yang datang padamu hari ini....”

Caspian tersenyum hangat, mengecup kening gadis itu. “Terima kasih, Natalie. Kau memang yang terbaik untukku.”

Saat Caspian dan Natalie tengah bermesraan, perhatian mereka teralihkan begitu mendengar desas-desus para tamu saat ada seseorang yang datang dan masuk ke dalam ruangan pesta.

Caspian dan Natalie melebarkan kedua matanya melihat siapa yang datang di depan sana.

Rahang tegas milik Caspian langsung mengeras, begitu sepasang matanya menangkap sosok wanita yang ia nanti datang di depan sana.

Dengan anggunnya wanita itu berjalan memeluk lengan pria di sampingnya. Isabella menepati ucapannya bahwa ia akan datang bersama Aldrich di hari ulang tahun Caspian dan memberikan hadiah spesial untuk suaminya itu.

Tetapi, kedatangannya disambut dengan gunjingan dan cacian mengerikan.

“Lihatlah wanita gila itu! Di hari ulang tahun suaminya, dia muncul bersama pria lain. Sungguh, wanita yang memalukan!”

Isabella menanggapi olokan para tamu pesta itu dengan santai. Ia telah terbiasa dengan semua ocehan orang-orang di sekitarnya. Bahkan pria tampan yang berjalan di sampingnya juga mengacuhkan ocehan itu.

“Apakah Anda tidak keberatan dengan olokan mereka, Nyonya?” tanya Aldrich Costantine—pria tampan berambut hitam yang menggandengnya dengan mesra.

Senyum Isabella terbit dengan manis. “Tidak sama sekali. Ayo, kita temui suamiku dan istri keduanya yang menyedihkan itu!”

Mereka berdua melewati para tamu yang memperhatikannya dengan tatapan jijik dan aneh.

Tepat di depan sana, seorang pria tampan berambut cokelat dengan setelan tuxedo hitam mengepalkan kedua tangannya kuat saat melihat istrinya datang bersama pria lain di ulang tahunnya.

Di sampingnya berdiri Natalie, memeluk lengannya dengan mesra, seakan-akan dialah istri pertama.

Caspian Roswell melotot lebar. “Apa-apaan kau, Isabella?!”

Isabella yang sudah berdiri di hadapannya hanya tersenyum tipis.

“Apa?” Wanita itu terkekeh penuh ejek. “Maksudmu, pria tampan di sebelahku ini?”

Caspian mengepalkan kedua tangannya. “Berani-beraninya kau membawa pria simpananmu ke pestaku! Kau lupa kalau kau adalah Nyonya di rumah ini dan kau adalah istriku?!”

Pandangan Isabella terlempar pada sosok wanita di samping Caspian yang tengah bergelayut manja padanya.

Wajahnya yang lugu dan mulus mempercantik tampilannya di luar, tapi tidak dengan kelakuannya yang tak jauh berbeda dari ular berbisa.

“Dulu, aku memang istrimu, Caspian. Tapi, kini status itu tidak penting lagi bagiku,” kata Isabella tanpa mengalihkan pandangannya dari wanita di samping suaminya itu.

Isabella tersenyum miris pada suaminya yang melotot padanya. “Kaulah, yang memulai api ini dan membuatku terlihat jahat di mata semua orang. Semuanya, karena dirimu, Caspian!”

Caspian terperangah dengan wajah murka yang tertahan. Bibirnya terkunci rapat tidak dapat membalas ucapan istrinya.

Di tengah banyaknya para tamu yang menyaksikan mereka seperti bermain di panggung sandiwara, Isabella membuka tas yang ia bawa dan menunjukkan selembar kertas di dalam sebuah dokumen.

Dokumen itu berisi akta pernikahan yang resmi tertulis nama Isabella dan Aldrich.

Caspian melebarkan kedua matanya tak percaya, kebisingan para tamu semakin merajalela. Isabella tidak gemetar sedikitpun dicemooh seperti apapun.

Wanita itu menatap tajam suaminya yang menatapnya dengan mata melebar dan bibir menipis geram.

“Kuucapkan selamat ulang tahun untukmu, suami pertamaku,” ucap Isabella sambil tersenyum. “Dan aku perkenalkan padamu sekali lagi dengan sosok pria tampan di sampingku, Aldrich Constantine, yang saat ini, sudah resmi menjadi suami keduaku!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   8. SATU WANITA, DUA SUAMI

    Sudah beberapa hari berlalu Isabella tidak kunjung pulang sekalipun di hari ulang tahun Caspian yang kini digelar dengan pesta makan malam di kediaman Marquess Roswell. Dihadiri oleh para rekan bisnis sekaligus para tamu para bangsawan Salatine. Para wanita tamu undangan saling berbisik terlihat mencari-cari di mana Marchioness. “Lady Natalie, mengapa saya tidak melihat Marchioness? Ke mana beliau?” Pertanyaan terucap dari bibir seorang wanita yang berdiri di samping Natalie. Satu wanita di sampingnya menyahuti, “Sekalipun Marchioness memiliki kekasih baru, tapi rasanya tidak sopan bila di ulang tahun suami sahnya dia tidak datang.” Natalie tersenyum kaku. “Sebenarnya, setelah malam pesta waktu itu, Marchioness Isabella pergi dengan kekasihnya entah ke mana. Tuan Marquess Roswell sangat kepikiran tentang keberadaan Marchioness. Tapi sepertinya, beliau memang mengejar kekasihnya.” “Aku baru tahu kalau Marchioness Isabella memiliki seorang kekasih. Padahal selama ini, dia tidak

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   7. AKTA PERNIKAHAN DENGAN SUAMI KEDUA

    Beberapa hari kemudian. “Berkas ini berisi akta pernikahan Anda dan Sir Aldrich, Nyonya Marchioness.” Wanita bergaun merah itu duduk menyilangkan kakinya di dalam sebuah rumah berlantai dua yang berada cukup jauh dari kota Salatine. Setelah beberapa hari Isabella dan Aldrich pergi dari kediaman Marquess Roswell, sejak saat itu Isabella mencari cara untuk melakukan pernikahan dengan Aldrich, meskipun bukan pernikahan resmi, tetapi pernikahan yang hanya bisa menjadi tameng dan perlindungan untuk Isabella sampai ia bisa terlepas dan bercerai dari Caspian. Hingga Aldrich membantunya dengan cara menyewa seorang pemalsu dokumen profesional, untuk membuatkan akta pernikahan palsu. “Berkas ini sangat mirip akta pernikahan yang asli,” ucap Isabella membukanya. “Anda sangat hebat, Tuan Dillard.” Pria berambut putih di hadapannya itu hanya tersenyum sambil mengangguk. “Ya, saya sudah menyesuaikan dengan baik,” jawabnya. “Dibandingkan Anda menyewa pejabat palsu sebagai registrar

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   6. STATUS BARU YANG MENGGEMPARKAN PESTA

    “Apa yang kau katakan, Marchioness!” Teriakan keras Caspian menggema di dalam ruangan pesta. Situasi ini menjadi sangat menegangkan. Caspian berjalan tegas ke arah Isabella. Kilatan amarah di kedua matanya penuh yang siap meledak. Tindakan Isabella yang membuatnya sangat malu di depan para tamu. “Kau sudah gila dengan apa yang kau lontarkan barusan?” Tidak kira-kira, Caspian menegur istrinya di hadapan semua orang. Isabella menggeleng pelan. Wajahnya datar seperti tak tersentuh. “Aku ingin kita setara dalam hal apapun. Kau tidak pernah mencintaiku selama ini, tapi kau justru mengutamakan simpananmu!” Setajam pisau sorot Isabella tertuju pada Natalie yang gemetaran. “Jadi, aku pun juga menginginkan cinta dari pria lain. Sama sepertimu.” “Tidak, aku tidak memberikanmu hak untuk berhubungan dengan pria ini!” Caspian menatap tajam Aldrich yang merangkul pundak Isabella. “Sama seperti yang kau ucapkan padaku, Caspian. Kau juga tidak berhak melarangku. Bahkan bertahun-t

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   5. MEMPERKENALKAN SUAMI KEDUAKU

    Isabella membawa Aldrich masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu itu dengan rapat. Ia memutar tubuhnya menatap Aldrich yang berdiri di belakangnya. “Kau benar-benar tidak dipukul oleh Caspian?” tanya Isabella lagi. “...tidak, Nyonya,” jawabnya tenang. Isabella mengelus dadanya lega. “Syukurlah.” “Nyonya mengkhawatirkan saya?” “Tentu saja!” pekik Isabella dengan nada sedikit meninggi. “Kau adalah pria yang aku sewa, bukan milikku. Bila terjadi sesuatu padamu, aku pasti akan bertanggung jawab penuh.” Aldrich mendekat, jaraknya yang semakin dekat dengan Isabella. Wanita cantik bergaun biru tua itu membeku seperti es memasang Aldrich dengan linglung. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, Isabella merasakan tubuhnya menggigil saat telapak tangan Aldrich menyentuh pipinya. “Saya merasa senang, karena telah memiliki seorang Nyonya yang baik seperti Anda,” ucapnya. Tangan hangat milik Aldrich seperti mengandung bubuk sihir yang membuat Isabella membeku di tempat.

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   4. MELINDUNGI MILIKKU

    Beberapa hari kemudian. Pesta musim panas selalu diselenggarakan di kediaman Marquess Roswell. Tapi pesta tahun ini berbeda dari biasanya. Sebelum pesta digelar esok hari, pagi ini Isabella melihat banyak hadiah-hadiah yang datang. Isabella memperhatikan Natalie yang kegirangan saat para pelayan membawakan beberapa hadiah ke dalam kamarnya. “Dari mana dia mendapatkan banyak hadiah itu, Mrs. Dyster?” tanya Isabella pada pelayan setianya. Wanita setengah umur itu tampak ragu, lalu dia berkata, “Semua hadiah itu datang dari Keluarga Marquess terdahulu, Nyonya. Mereka mengirimkan banyak hadiah musim panas untuk Lady Natalie. Terlebih lagi, orang tua Tuan Marquess Caspian tahu kalau Lady Natalie saat ini sedang hamil. Jadi, mereka sangat perhatian.” Isabella tetap diam membeku di tempat. Pemandangan ini mengingatkan ia saat masih pertama kalinya menjadi istri Caspian. Isabella menerima banyak hadiah dari keluarga suaminya, saat ia hamil anak pertamanya, namun keguguran, hingga

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   3. KALAU KAU BISA MENDUA, AKU PUN SAMA

    Setelah mengenalkan Aldrich pada suaminya, Isabella menarik Aldrich untuk kembali ikut bersamanya ke dalam ruangan pribadi Isabella. Wajah Isabella tampak pucat saat masuk ke dalam ruangan pribadinya. Aldrich tersenyum samar melihat raut itu. “Apakah Anda menyesal?” tanya Aldrich, memperhatikan wajah wanita itu. Isabella tersenyum kecut. “Tidak sama sekali." Wanita itu meraih kertas dan sebuah pena bulu di atas mejanya. Lalu, Isabella menarik tangan Aldrich yang memerintahnya untuk duduk di sebuah kursi. “Tanda tangani perjanjian ini, Aldrich,” perintahnya “...perjanjian?” “Iya. Aku ingin kau menjadi kekasihku, atau kau bersikap seakan-akan kau pria yang siap untuk menjadi suami keduaku. Jangan ragu kalau kau ingin berkontak fisik denganku, apalagi di hadapan Caspian!” Isabella menjabarkan isi perjanjiannya pada Aldrich. Pria berambut hitam itu meraih pena bulu di sampingnya. Namun, belum sempat ujung pena itu menyentuh kertas, Aldrich menatap Isabella dalam-dal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status