Home / Zaman Kuno / Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua / 6. STATUS BARU YANG MENGGEMPARKAN PESTA

Share

6. STATUS BARU YANG MENGGEMPARKAN PESTA

Author: Soolene
last update Last Updated: 2026-01-26 08:41:01

“Apa yang kau katakan, Marchioness!”

Teriakan keras Caspian menggema di dalam ruangan pesta. Situasi ini menjadi sangat menegangkan.

Caspian berjalan tegas ke arah Isabella. Kilatan amarah di kedua matanya penuh yang siap meledak. Tindakan Isabella yang membuatnya sangat malu di depan para tamu.

“Kau sudah gila dengan apa yang kau lontarkan barusan?” Tidak kira-kira, Caspian menegur istrinya di hadapan semua orang.

Isabella menggeleng pelan. Wajahnya datar seperti tak tersentuh.

“Aku ingin kita setara dalam hal apapun. Kau tidak pernah mencintaiku selama ini, tapi kau justru mengutamakan simpananmu!” Setajam pisau sorot Isabella tertuju pada Natalie yang gemetaran. “Jadi, aku pun juga menginginkan cinta dari pria lain. Sama sepertimu.”

“Tidak, aku tidak memberikanmu hak untuk berhubungan dengan pria ini!” Caspian menatap tajam Aldrich yang merangkul pundak Isabella.

“Sama seperti yang kau ucapkan padaku, Caspian. Kau juga tidak berhak melarangku. Bahkan bertahun-tahun kau berselingkuh dengan Natalie di belakangku, aku juga tidak pernah melarangmu,, bukan?” Isabella membalas telak.

Caspian yang marah, menarik pergelangan tangan Isabella dengan kuat. “Isabella, kau—”

“Jangan menyakiti kekasihku,” sela Aldrich menarik lengan Isabella dari cengkeraman Caspian.

Dengan wajah dingin perpaduan mata sebiru laut yang seolah ingin menenggelamkan. Aldrich merangkul Isabella dengan posesif.

“Lebih baik Anda mengurus istri baru Anda yang terlihat kesepian dan khawatir di sana, Tuan Roswell!” bisik Aldrich pada Caspian.

Caspian membatu di tempat. Aura itu, aura yang dipancarkan oleh Aldrich tampak seperti bukan orang biasa hingga Caspian tak mampu berkata-kata.

Para tamu masih tegang dengan suasana pesta yang menjadi pertarungan pernikahan. Yang satu bersama istri barunya, yang satu bersama suami barunya.

Sudah bisa ditebak, berita apa yang akan menggelar mengguncang Kota Salatine besok pagi.

Isabella dan Aldrich dengan angkuh melenggang pergi meninggalkan pesta itu tanpa basa-basi lagi.

Gosip semakin memekik di dalam ruang pesta setelah pintu ruangan pesta tertutup. Bisik-bisik gosip dari para tamu pesta mulai didengar oleh Caspian, serta tatapan yang tidak mengenakkan.

Rasa malu mencoreng nama Caspian Roswell. Pria itu mengepalkan kedua tangannya tanpa ia sadari.

‘Beraninya kau mengacaukan hari bahagiaku dengan Natalie, Isabella! Lihat saja, apa yang akan kulakukan padamu dan simpananmu itu!’

****

“Isabella! Kau pasti di dalam sini kan, Keluar kau sekarang juga!”

Teriakan keras terdengar dari luar. Isabella yang tengah tidur bersantai di paviliun ditemani Aldrich, wanita itu mengernyitkan dahi saat mendengar suara Caspian yang berteriak keras memanggilnya.

Aldrich menatap ke arah pintu dan berucap, “Biar saya yang menemuinya.”

“Ya,” jawab Isabella pasrah.

Pria itu beranjak dari duduknya, berjalan mendekati pintu depan di mana sumber suara Caspian terdengar di baliknya.

Begitu pintu itu terbuka lebar dan menampakkan wajah Caspian di depannya, padahal pesta di kediamannya baru saja usai.

Aldrich tersentak saat Caspian tiba-tiba melayangkan pukulan telak di rahang tegasnya.

“Brengsek!” pekiknya keras. “Beraninya kau menampakkan diri di pestaku dan menggandeng istriku, huh!” Caspian masih memiting kerah kemeja putih yang Aldrich pakai, dengan tatapan matanya seperti api menyala-nyala.

Dari dalam paviliun, Isabella berlari saat mendengar suara teriakan Caspian memaki Aldrich. Wajah Isabella menegang saat melihat Aldrich menyeka darah di sudut bibirnya.

“Apa yang kau lakukan pada kekasihku, Caspian?!” Isabella memberang.

Wanita cantik itu berjalan cepat dan menarik lengan Aldrich. Ia berdiri tegak menatap suaminya dengan sorot benci serta penuh rasa tak terima.

“Kau sudah gila, hah?!” Isabella membentak.

“Isabella....” Aldrich menarik lengan wanita itu, berusaha melindunginya.

Caspian murka, pria itu mengangkat telunjuknya di hadapan Isabella.

“Siapa yang menyuruh pria bajingan ini menunjukkan wajah bajingannya pada tamu-tamu di pestaku dan dengan bangganya dikenal sebagai seorang suami keduamu! Lancang! Dasar pria tak punya harga diri!”

“Jangan keterlaluan, aku yang mengajaknya! Mengapa?!” Isabella mendorong Caspian menjauh. “Gadis simpananmu itu juga tidak punya harga diri!”

“Jangan membawa-bawa Natalie!” desis Caspian.

Aldrich menarik lengan Isabella dan memintanya mundur. Ia maju di samping Isabella, berdiri berhadapan dengan Caspian.

“Apa yang sebenarnya Anda inginkan dari Isabella? Dengan Anda mencari kebahagiaan baru bersama wanita lain, Isabella pun bisa melakukan hal yang sama, Tuan Roswell,” ujar Aldrich dengan tenang.

“Cuih! Maksudmu dengan memelihara pelacur laki-laki sepertimu?” desis Caspian, wajahnya memerah tak kuasa menahan amarah.

Caspian mencengkeram erat kerah kemeja yang Aldrich pakai dan menariknya keluar dengan kasar.

“Pergi kau dari rumahku!” teriak Caspian, ia menarik dan mengusir Aldrich.

Isabella mengejarnya dengan menghentikan Caspian. “Kau tidak berhak mengusir Aldrich, Caspian!”

Caspian menulikan sepasang telinganya dari pekikan Isabella

Sedangkan Aldrich hanya diam dan pasrah. Ia menunggu apa yang akan dilakukan oleh Isabella padanya.

“Kalau kau mengusir Aldrich, maka kau juga harus mengusir Natalie dari rumah ini!” Isabella membentak Caspian.

“Diam!”

Caspian yang amat tersulit emosi, pria itu melepaskan cengkeraman tangannya dari Aldrich, lalu mengangkat tangan bersiap melayangkan tamparan pada Isabella.

Aldrich dengan sigap memeluk Isabella dan mepis menangkap pergelangan tangan Caspian. Raut wajah Aldrich berubah dingin dan tajam dalam hitungan detik. Mata birunya menyorot dengan pandangan yang tak main-main.

“Baiklah, aku turuti ucapanmu, Tuan Roswell,” ucap Aldrich, suaranya dalam dan tegas. “Tetapi, jangan sesekali kau bermain kasar pada Isabella, atau kau akan menyesal!”

Isabella melebarkan kedua matanya. Ucapan tegas yang Aldrich ucapkan terdengar posesif. Bahkan untuk hubungan sandiwara pun, rasanya tidak sedominan ini.

Caspian menarik tangannya dan mengangguk cepat, menutupi rasa gugupnya. “Bagus kalau kau sadar diri. Cepat pergi dan tinggalkan rumah ini!”

Lain dengan Isabella, wanita itu mengangkat wajahnya menatap Aldrich dan meremas bagian belakang kemeja putih yang Aldrich pakai.

“Aku ikut denganmu,” ucapnya.

Caspian melotot. “Marchioness—”

“Kau jangan melarangku, atau aku akan melakukan hal yang sama terhadap Natalie!” ancam Isabella.

Caspian menggeram dengan tangan terkepal, tetapi tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya.

"Caspian....”

Suara lembut Natalie tidak membuat Caspian menoleh. Melainkan pria itu langsung pergi begitu saja dengan wajah marahnya, bahkan Caspian melewati Natalie begitu saja hingga gadis itu mengejarnya kembali masuk ke dalam rumah.

Tersisa Isabella dan Aldrich di halaman kediaman Marquess Roswell. Aldrich mendesis pelan menyeka darah di sudut bibirnya.

“Aldrich, kau baik-baik saja?” Isabella mengulurkan tangannya melihat wajah Aldrich yang terluka.

“Hanya luka kecil, Anda tidak perlu khawatir.”

Sorot mata Isabella tampak sendu. Aldrich memandangnya dengan dalam.

“Apa rencana Anda selanjutnya, Nyonya Marchioness?” tanyanya lirih.

Isabella mencekal kedua lengan pria itu, disertai tatapan tajam. “Ayo kita pergi dari sini untuk beberapa hari.”

Salah satu alis pria itu meninggi. “Mengapa Anda justru ikut pergi bersama saya?”

Isabella kembali menoleh ke arah kediaman Marquess Roswell. “Aku tidak ingin Caspian semakin semena-mena. Kita perlu sesuatu yang bisa membuktikan betapa kuatnya hubungan kita,” jelas wanita itu. “Jadi, mari kita menikah sungguhan, Aldrich!”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   8. SATU WANITA, DUA SUAMI

    Sudah beberapa hari berlalu Isabella tidak kunjung pulang sekalipun di hari ulang tahun Caspian yang kini digelar dengan pesta makan malam di kediaman Marquess Roswell. Dihadiri oleh para rekan bisnis sekaligus para tamu para bangsawan Salatine. Para wanita tamu undangan saling berbisik terlihat mencari-cari di mana Marchioness. “Lady Natalie, mengapa saya tidak melihat Marchioness? Ke mana beliau?” Pertanyaan terucap dari bibir seorang wanita yang berdiri di samping Natalie. Satu wanita di sampingnya menyahuti, “Sekalipun Marchioness memiliki kekasih baru, tapi rasanya tidak sopan bila di ulang tahun suami sahnya dia tidak datang.” Natalie tersenyum kaku. “Sebenarnya, setelah malam pesta waktu itu, Marchioness Isabella pergi dengan kekasihnya entah ke mana. Tuan Marquess Roswell sangat kepikiran tentang keberadaan Marchioness. Tapi sepertinya, beliau memang mengejar kekasihnya.” “Aku baru tahu kalau Marchioness Isabella memiliki seorang kekasih. Padahal selama ini, dia tidak

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   7. AKTA PERNIKAHAN DENGAN SUAMI KEDUA

    Beberapa hari kemudian. “Berkas ini berisi akta pernikahan Anda dan Sir Aldrich, Nyonya Marchioness.” Wanita bergaun merah itu duduk menyilangkan kakinya di dalam sebuah rumah berlantai dua yang berada cukup jauh dari kota Salatine. Setelah beberapa hari Isabella dan Aldrich pergi dari kediaman Marquess Roswell, sejak saat itu Isabella mencari cara untuk melakukan pernikahan dengan Aldrich, meskipun bukan pernikahan resmi, tetapi pernikahan yang hanya bisa menjadi tameng dan perlindungan untuk Isabella sampai ia bisa terlepas dan bercerai dari Caspian. Hingga Aldrich membantunya dengan cara menyewa seorang pemalsu dokumen profesional, untuk membuatkan akta pernikahan palsu. “Berkas ini sangat mirip akta pernikahan yang asli,” ucap Isabella membukanya. “Anda sangat hebat, Tuan Dillard.” Pria berambut putih di hadapannya itu hanya tersenyum sambil mengangguk. “Ya, saya sudah menyesuaikan dengan baik,” jawabnya. “Dibandingkan Anda menyewa pejabat palsu sebagai registrar

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   6. STATUS BARU YANG MENGGEMPARKAN PESTA

    “Apa yang kau katakan, Marchioness!” Teriakan keras Caspian menggema di dalam ruangan pesta. Situasi ini menjadi sangat menegangkan. Caspian berjalan tegas ke arah Isabella. Kilatan amarah di kedua matanya penuh yang siap meledak. Tindakan Isabella yang membuatnya sangat malu di depan para tamu. “Kau sudah gila dengan apa yang kau lontarkan barusan?” Tidak kira-kira, Caspian menegur istrinya di hadapan semua orang. Isabella menggeleng pelan. Wajahnya datar seperti tak tersentuh. “Aku ingin kita setara dalam hal apapun. Kau tidak pernah mencintaiku selama ini, tapi kau justru mengutamakan simpananmu!” Setajam pisau sorot Isabella tertuju pada Natalie yang gemetaran. “Jadi, aku pun juga menginginkan cinta dari pria lain. Sama sepertimu.” “Tidak, aku tidak memberikanmu hak untuk berhubungan dengan pria ini!” Caspian menatap tajam Aldrich yang merangkul pundak Isabella. “Sama seperti yang kau ucapkan padaku, Caspian. Kau juga tidak berhak melarangku. Bahkan bertahun-t

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   5. MEMPERKENALKAN SUAMI KEDUAKU

    Isabella membawa Aldrich masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu itu dengan rapat. Ia memutar tubuhnya menatap Aldrich yang berdiri di belakangnya. “Kau benar-benar tidak dipukul oleh Caspian?” tanya Isabella lagi. “...tidak, Nyonya,” jawabnya tenang. Isabella mengelus dadanya lega. “Syukurlah.” “Nyonya mengkhawatirkan saya?” “Tentu saja!” pekik Isabella dengan nada sedikit meninggi. “Kau adalah pria yang aku sewa, bukan milikku. Bila terjadi sesuatu padamu, aku pasti akan bertanggung jawab penuh.” Aldrich mendekat, jaraknya yang semakin dekat dengan Isabella. Wanita cantik bergaun biru tua itu membeku seperti es memasang Aldrich dengan linglung. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, Isabella merasakan tubuhnya menggigil saat telapak tangan Aldrich menyentuh pipinya. “Saya merasa senang, karena telah memiliki seorang Nyonya yang baik seperti Anda,” ucapnya. Tangan hangat milik Aldrich seperti mengandung bubuk sihir yang membuat Isabella membeku di tempat.

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   4. MELINDUNGI MILIKKU

    Beberapa hari kemudian. Pesta musim panas selalu diselenggarakan di kediaman Marquess Roswell. Tapi pesta tahun ini berbeda dari biasanya. Sebelum pesta digelar esok hari, pagi ini Isabella melihat banyak hadiah-hadiah yang datang. Isabella memperhatikan Natalie yang kegirangan saat para pelayan membawakan beberapa hadiah ke dalam kamarnya. “Dari mana dia mendapatkan banyak hadiah itu, Mrs. Dyster?” tanya Isabella pada pelayan setianya. Wanita setengah umur itu tampak ragu, lalu dia berkata, “Semua hadiah itu datang dari Keluarga Marquess terdahulu, Nyonya. Mereka mengirimkan banyak hadiah musim panas untuk Lady Natalie. Terlebih lagi, orang tua Tuan Marquess Caspian tahu kalau Lady Natalie saat ini sedang hamil. Jadi, mereka sangat perhatian.” Isabella tetap diam membeku di tempat. Pemandangan ini mengingatkan ia saat masih pertama kalinya menjadi istri Caspian. Isabella menerima banyak hadiah dari keluarga suaminya, saat ia hamil anak pertamanya, namun keguguran, hingga

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   3. KALAU KAU BISA MENDUA, AKU PUN SAMA

    Setelah mengenalkan Aldrich pada suaminya, Isabella menarik Aldrich untuk kembali ikut bersamanya ke dalam ruangan pribadi Isabella. Wajah Isabella tampak pucat saat masuk ke dalam ruangan pribadinya. Aldrich tersenyum samar melihat raut itu. “Apakah Anda menyesal?” tanya Aldrich, memperhatikan wajah wanita itu. Isabella tersenyum kecut. “Tidak sama sekali." Wanita itu meraih kertas dan sebuah pena bulu di atas mejanya. Lalu, Isabella menarik tangan Aldrich yang memerintahnya untuk duduk di sebuah kursi. “Tanda tangani perjanjian ini, Aldrich,” perintahnya “...perjanjian?” “Iya. Aku ingin kau menjadi kekasihku, atau kau bersikap seakan-akan kau pria yang siap untuk menjadi suami keduaku. Jangan ragu kalau kau ingin berkontak fisik denganku, apalagi di hadapan Caspian!” Isabella menjabarkan isi perjanjiannya pada Aldrich. Pria berambut hitam itu meraih pena bulu di sampingnya. Namun, belum sempat ujung pena itu menyentuh kertas, Aldrich menatap Isabella dalam-dal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status