Share

Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran
Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran
Penulis: Fist

Bab 1

Penulis: Fist
Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar.

Ia sedang merangkul bahu teman baiknya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.”

Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali.

Ia menunduk sejenak. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.”

Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.

“Aku sudah memutuskan untuk menghapus status kependudukan Sean Gena.”

“Tidak mau mencarinya lagi?” tanya temanku dari seberang telepon dengan ragu-ragu.

Aku mengangkat pandangan, menatap Sean yang sedang merangkul Sella Mona sambil berbisik pelan di telinganya. Mataku terasa perih, suaraku tercekat. “Tidak akan ketemu lagi.”

Jika seseorang memang berniat bersembunyi, bahkan jika ditemukan, apa gunanya?

Setelah menutup telepon, aku berbalik dan kembali ke ruang VIP.

Sahabatku melihat wajahku yang muram, lalu menyelipkan segelas alkohol ke tanganku.

“Wilona, Sean sudah hilang tiga bulan. Hampir tidak ada kemungkinan dia masih hidup. Kamu harus tetap melanjutkan hidup.”

Aku menunduk, menatap cairan berwarna-warni di dalam gelas, lalu meminumnya dalam satu tegukan.

Rasa pedas yang membakar langsung memaksa air mataku keluar. Aku terus berkedip, menahan perih di dada, lalu bertanya lirih, “Apa ada orang yang pura-pura menghilang untuk menipu istrinya sendiri?”

Ia menatapku dengan kesal, seolah aku masih belum sadar. “Apa-apaan itu? Orang yang tega melakukan itu bukan manusia. Lebih baik benaran mati saja!”

Aku menghapus air mata dan mengambil tas di sofa.

“Kamu benar. Aku harus melepaskan Sean Gena.”

Setelah berkata demikian, aku berbalik dan pulang.

Rumah masih sama seperti biasa kesunyiannya. Selama tiga bulan ini, aku selalu takut pada kesunyian seperti ini. Setiap pulang, aku selalu menyalakan semua lampu, menyeduh secangkir teh yang biasa diminum Sean, lalu meletakkannya di atas meja. Seolah-olah ia masih ada di rumah.

Aku tidak mengerti. Jika ia tidak ingin melanjutkan kehidupan bersamaku, ia bisa saja bercerai. Mengapa harus berpura-pura mengalami kecelakaan ski dan menghilang?

Aku duduk di sofa, mengambil pajangan figur chibi kami berdua yang terletak di meja.

Dulu, Sean pernah bersandar di sampingku, menunjuk kedua figur kecil itu sambil tersenyum. “Nanti kalau aku tidak ada, biarkan mereka berdua menggantikanku untuk menemanimu.”

Kata-kata masa lalu itu bertabrakan dengan suara jengkel yang kudengar darinya di bar hari ini.

“Dulu Wilona Alisa lembut dan menyenangkan. Entah kenapa setelah menikah, dia jadi semakin manja. Kali ini aku pura-pura mati sekalian memberinya pelajaran, supaya dia tidak terus-terusan menempel padaku.”

Sella yang duduk di sampingnya, menuangkan segelas alkohol untuknya. “Aku lebih baik, kan? Kita sudah lama berteman. Aku nggak pernah menempel terus padamu.”

“Iya, iya. Kamu temanku yang terbaik.”

Mereka berbicara atas nama persaudaraan, tapi kaki mereka saling terpaut erat.

Mengingat adegan itu, rasa mual kembali bergejolak di dadaku.

Aku melempar pajangan itu ke tempat sampah, lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan massal.

[Sean Gena meninggal dunia akibat kecelakaan tiga bulan lalu. Upacara pemakaman akan dilaksanakan satu minggu lagi.]

Tak lama kemudian, pesan balasan dari sahabat-sahabat dekat Sean masuk secara bertubi-tubi.

[Jenazahnya belum ditemukan, bagaimana bisa kamu mengadakan pemakaman?]

[Wilona, kamu sudah gila? Kak Sean belum mati!]

[Kalau Kak Sean kembali dan melihat pemakamannya sendiri, dia pasti akan marah besar! Wilona, pikirkan itu baik-baik. Kamu berani membuatnya marah?]

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran   Bab 11

    Baru saja ia selesai bicara, Alex langsung menariknya hingga terjatuh ke tanah.“Sean, menjauhlah dari pacarku!”Sean tergeletak di tanah. Saat melihat Alex memelukku, matanya memerah karena marah.“Pacarmu? Wilona itu istriku! Paman, kamu itu pamanku!”Alex menatapnya dari atas dan tertawa dingin. “Apa kamu lupa? Kamu hanyalah anak angkat yang sudah diusir dari Keluarga Remon.”Sean bangkit dan mengayunkan tinjunya ke arah Alex. Aku segera membuka tangan dan berdiri di depan Alex, melindunginya.Wajah Alex langsung pucat karena terkejut.Untungnya, tinju Sean berhenti tepat waktu.“Wilona! Siapa yang menyuruhmu berdiri di depanku? Kamu sudah gila?”Aku menatap Alex yang wajahnya dipenuhi amarah, lalu tersenyum menenangkan. “Tunggu sebentar, nanti kamu boleh memarahiku. Aku selesaikan dia dulu.”Alex menahan amarahnya dengan susah payah.Aku menoleh ke arah sudut. “Keluarlah.”Sella berjalan keluar, wajahnya penuh air mata. Ia menatap Sean, dan di matanya tidak ada lagi sisa cinta sep

  • Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran   Bab 10

    “Itu bukan masalah. Sean hanyalah anak angkat kakak dan kakak iparku. Saat dia dewasa, dia pernah melakukan kesalahan besar dan sudah lama diusir dari Keluarga Remon. Aku hanya membiayai kuliahnya sampai lulus, demi menghormati kakak dan kakak iparku yang sudah meninggal.”Aku mengangguk, lalu dengan inisiatif sendiri menggenggam tangannya. “Masa percobaan tiga bulan. Bisa jadi selamanya atau tidak, tergantung performamu.”Alex langsung mengangguk berulang kali.“Kebetulan pekerjaan hari ini juga sudah selesai. Mau pergi makan hotpot lagi?”Empat tahun tidak makan hotpot mungkin telah merusak kewarasanku.Sekarang, setiap dua atau tiga hari, aku pasti ingin memakannya. Kalau tidak, rasanya seperti ada yang kurang.Alex sudah menemaniku makan berkali-kali, tapi ia tidak pernah terlihat bosan. Setiap kali, ia selalu menemukan restoran hotpot baru untukku coba.Hari ini juga begitu.“Aku baru menemukan tempat yang bagus. Aku akan mengajakmu ke sana.”Namun, baru saja kami keluar dari gedu

  • Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran   Bab 9

    Namun tiba-tiba, ia menarikku ke dalam pelukannya.“Wilona, aku tahu aku salah. Aku dan Sella benar-benar tidak ada apa-apa. Hari itu aku mabuk dan membuat kesalahan yang bisa dilakukan pria mana pun.”“Aku akan menjauhinya. Kumohon, beri aku satu kesempatan lagi!”Pelukannya begitu erat. Tidak peduli seberapa keras aku meronta, ia tidak mau melepaskanku.Sampai akhirnya, sebuah kekuatan menarikku ke dalam pelukan lain. Saat mendongak, yang kulihat adalah garis rahang Alex yang tegas.Suaranya terdengar di atas kepalaku.“Sean, aku sudah bilang. Kalau kamu masih berani mengganggu Wilona, Keluarga Remon tidak akan lagi peduli padamu.”Tangan Sean yang memegangku langsung terlepas.“Paman, ini urusan antara aku dan istriku.”Mendengar itu, aku malah tertawa.“Urusan antara kita berdua?”“Sean, siapa yang memberimu ide untuk berpura-pura menghilang?”“Jangan bilang ini idemu sendiri. Memangnya kamu punya otak untuk itu?”“Kamu hanya dipermainkan Sella!”“Kalian pergi bersama, kamu bilang

  • Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran   Bab 8

    Alex menghentikan mobil di depan sebuah restoran hotpot.Aku tertegun sesaat saat melihat nama restoran itu.Suara Alex terdengar dari belakangku. “Kenapa bengong? Bukankah kamu suka makan hotpot?”“Aku sudah empat tahun tidak memakannya .… ”Selama empat tahun bersama Sean, karena ia tidak bisa makan pedas, aku tidak pernah lagi masuk ke restoran hotpot.Alex menarik ringan tudung hoodie-ku, lalu tertawa pelan. “Kalau begitu, hari ini kita rayakan perceraianmu. Aku traktir kamu hotpot yang sudah lama tidak kamu makan.”Aku ikut tersenyum. Lalu tanpa ragu, aku memesan satu meja penuh makanan.Saat makan, kami membahas kerja sama yang akan datang. Percakapan kami berjalan lancar, suasananya pun menyenangkan.Saat selesai makan, langit sudah benar-benar gelap.Alex bersikeras mengantarku pulang.Namun, begitu kami tiba, aku melihat seseorang yang tidak diundang berada di depan rumah.Sean sedang berjongkok di depan gerbang vila, tubuhnya menggigil kedinginan. Saat melihatku, matanya lang

  • Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran   Bab 7

    Sella menolak pergi dan bersikeras tetap berada di sisi Sean.Aku tidak peduli. Aku langsung masuk ke mobil Alex dan pergi ke bagian administrasi kependudukan.Petugas di sana tersenyum saat melihatku. “Ada apa hari ini datang lagi?”“Aku sudah menemukan Sean Gena. Aku datang untuk memulihkan status kependudukannya.”“Aku sudah bilang pasti bisa ditemukan. Selamat untukmu.”Aku mengangguk, tanpa mengatakan apa pun lagi.Saat hendak meninggalkan kantor, Sean memanggilku.“Wilona, aku benar-benar mencintaimu.”“Hari itu di rumah Sella, aku mabuk. Aku mengira dia adalah kamu… ”Aku menoleh, suaraku dingin. “Jangan mengatakan hal menjijikkan seperti itu padaku.”Setelah akta cerai selesai diurus, aku berjalan ke pinggir jalan untuk memanggil taksi.Mobil Alex berhenti di depanku. “Mau ke mana? Biar kuantar.”Aku menatapnya, memberi isyarat halus. “Tuan Alex, aku sudah bercerai dengan Sean.”“Lalu?”“Itu berarti kita berdua tidak memiliki hubungan apa pun. Tidak perlu menciptakan hubungan b

  • Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran   Bab 6

    “Kalau kamu ingin memulihkan status kependudukanmu, tetap harus melalui aku. Sean, aku memberimu dua pilihan.”Sambil berkata demikian, aku menyerahkan selembar perjanjian perceraian.“Tandatangani ini, dan kamu bisa hidup kembali secara resmi. Kalau tidak, teruslah hidup sebagai warga tanpa identitas.”Dada Sean naik turun karena marah. Ia merebut perjanjian itu, lalu membalik ke bagian pembagian harta. Seketika, ia melemparnya ke lantai.“Kenapa aku harus cerai tanpa membawa apa pun?!”Wajahnya memerah, matanya dipenuhi urat-urat darah, ekspresinya tampak mengerikan.Dulu, aku sangat takut melihatnya marah. Namun sekarang, melihatnya seperti ini, hanya satu kata yang terlintas di pikiranku.Cuma gertakan.Ia jelas tidak punya trik apa pun di tangannya, tapi masih berharap bisa mengambil keuntungan dariku.Aku tertawa dingin. “Sekarang kamu hanyalah warga tanpa identitas. Dan kamu berselingkuh.”Ia menatapku dingin, lalu tiba-tiba tertawa. “Bagian mana aku berselingkuh? Aku hanya meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status