Share

GARA-GARA VANO

Author: Rr716
last update publish date: 2026-06-26 21:58:14

Mendengar dari Mang Kardi mengenai kemungkinan adanya musuh dalam selimut, Mamih Eko justru mengibaskan tangannya di udara dengan ekspresi wajah yang sangat tegas dan penuh keyakinan seorang ibu.

"Biarin Kardi saya sudah gak butuh tes itu saya yakin dia anak saya. Saya yakin karena muka dia mirip pisan sama Aki-aki jelek itu." Ucap Mamih Eko yang nunjuk suaminya sendiri tanpa ragu, membuat Daddy Eko hanya bisa mengelus dada sabar disebut sebagai aki-aki jelek, padahal ketampanannya menurun tela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suamiku, Tuan Mudaku    JALAN-JALAN KE MALL

    Damian terkekeh geli melihat tingkah cucunya yang berkacak pinggang penuh rasa percaya diri di tengah-tengah ruang makan kantin. Dengan usapan lembut di kepala Emran, sang Opa memberikan pengakuan mutlak atas status sultan cilik tersebut."Iya cucu kesayangannya Opa paling kaya." Ucap Damian menyetujui klaim sepihak Emran dengan nada bangga.Emran yang merasa mendapat dukungan penuh seketika melompat turun dari pangkuan, menepuk perutnya pelan sembari menoleh kearah Oma tercinta."Oma.... Emran udah kenyang yuk... Kita jalan-jalan." Ucap Emran dengan sepasang mata bulatnya yang berbinar-binar tak sabar untuk segera meluncur mencari hiburan.Vano yang sedang meneguk es teh manisnya mendadak menoleh, melayangkan pertanyaan pada sang keponakan."Mau ke mana?" Tanya Vano penasaran dengan destinasi wahana impian si kecil.Emran menangkupkan kedua tangannya di depan dada, mendongak menatap Damian dengan tatapan memelas yang teramat menggemaskan."Trans studio boleh gak Opa?" Tanya Emran mem

  • Suamiku, Tuan Mudaku    TENANG ARYA

    Devan makin merapatkan posisinya di samping Vani, menundukkan kepalanya sedikit lalu membisikkan kata-kata ancaman penuh kecemburuan yang amat sangat dalam tepat di samping telinga sang istri."Awas kalau selingkuh....." Bisik Devan dengan intonasi berat nan posesif.Vani yang mendengar bisikan itu seketika memutar bola matanya gemas, menepis pelan dada Devan dengan sepasang mata bulatnya yang melebar."Apa sih gak jelas pisan iiiiiiiiiiiihhhhhhh...." Ucap Vani memprotes tuduhan tak berdasar dari suaminya yang mendadak hilang akal sehat gara-gara cemburu.Eko yang duduk di seberang meja mengibaskan tangannya, berusaha mengalihkan perhatian dan memecah ketegangan di antara pasangan muda itu."Abis ini kalian mau kemana?" Tanya Eko menyapa murid-muridnya yang sedang menikmati mangkuk bakso.salah satu siswa yang duduk bersama rombongan Vani langsung menyahut dengan penuh semangat."Kita mah mau pada ke Mall pak mau nonton biasa kita mah mumpung ada orang tua sama semua orang tua ke mall

  • Suamiku, Tuan Mudaku    TRAKTIR TEMAN SEKELASNYA VANI

    Masalah di sekolah sudah selesai mereka langsung ke kantin belakang. Suasana kantin belakang sekolah yang biasa sepi mendadak riuh dan ramai oleh kehadiran rombongan keluarga besar Hartadinata beserta teman-teman Vani.Eko melangkah menghampiri meja panjang tempat teman-teman Vani sudah berkumpul lebih dulu, menyunggingkan senyum lebar tanpa rasa canggung."Maap lama ya nungguin kita." Ucap Eko membuka percakapan dengan nada santai khas seorang guru muda yang ramah.Teman-teman Vani yang sudah hafal betul sifat bercanda guru kesayangan mereka langsung menyahut serempak dengan wajah kompak tanpa rasa takut."Idih... Kita gak nungguin bapak ko..." Kompak semuanya berseru mengoda Eko sembari tertawa renyah.Eko menyilangkan kedua tangannya di dada, melayangkan pandangan pura-pura merajuk."Ya udah kalau gitu kalian bayar masing-masing basonya." Ucap Eko melancarkan ancaman pada murid-muridnya.Salah satu teman Vani yang duduk di sudut meja langsung mengatupkan kedua tangannya, merajuk ma

  • Suamiku, Tuan Mudaku    PERKARA DOMPET

    Suasana di area kantin sekolah yang tadinya riuh mendadak tegang ketika seorang pria berpenampilan rapi membelah kerumunan murid dan wali murid yang menonton."ada apa ini rame-rame begini?" Tanya pria tersebut sembari menatap ke arah Vani, Devan, dan siswi julid yang sedang bersitegang.Siswi julid itu langsung berbinar lega, menunjuk-nunjuk dompet berlogo mewah yang dipegang Emran dengan nada mengadu."Ini pak... Dia maling dompet tuh lihat." Ucap siswi itu memfitnah Vani tanpa rasa malu sedikit pun.Namun belum sempat Devan membalas tuduhan keji itu, pria yang baru datang tersebut melangkah mendekati dompet mewahnya, lalu berseru dengan nada penuh percaya diri tinggi."Eeeeehhh... Itu dompet saya.." ucap laki-laki itu mengklaim kepemilikan benda mewah tersebut.Devan memiringkan kepalanya, menatap pria itu dari atas sampai bawah dengan sepasang mata tajam nan meremehkan."Yakin itu dompet kamu?" Tanya Devan melontarkan pertanyaan singkat namun menusuk.Laki-laki itu membusungkan da

  • Suamiku, Tuan Mudaku    DI TUDUH MALING

    Sekitar jam 10 Vani dan keluarga nya sudah ada di sekolah. Suasana area persekolahan tampak ramai oleh lalu lalang wali murid dan para siswa yang menghadiri acara rapat serta kegiatan olahraga. Damian dan Mamih Eko masuk ke kelas Vani, Vano dan Eko mereka ke sekolah seberang untuk ikut turnamen lagi membawa nama baik sekolah. Sedangkan Vani, Devan dan Emran sekarang di kantin dalam sekolah menunggu prosesi rapat selesai.Di salah satu sudut kantin yang cukup rindang, Devan sedang memangku Emran sembari mencoba menggendong bocah cilik itu naik turun hingga napasnya sedikit terengah-engah."Emran tambah gendut tau meni berat ini...." Ucap Devan mengeluhkan bobot tubuh keponakan kecilnya yang makin padat berisi.Emran memajukan bibirnya, melipat kedua tangan di dada sembari mendongak menatap Devan dengan pandangan tak terima."Om.... Ya ajah ini mah yang kurang gagah..." Ucap Emran membalas ejekan sang paman dengan celetukan polos yang menohok.Devan seketika membelalakkan matanya, mengh

  • Suamiku, Tuan Mudaku    OBROLAN

    Mamih Eko yang mendengar pertanyaan cemburu Damian mendadak tertawa renyah, menatap sang suami dengan sepasang mata berbinar penuh kasih sayang sembari melayangkan cubitan gemas di lengannya."Baik tapi pikasebelen pisan..." Ucap Mamih Eko memuji kebaikan suaminya walau tetap diselingi canda gemas yang sudah menjadi ciri khas mereka.Damian yang mendengar jawaban sang istri seketika tersenyum lebar penuh kemenangan, langsung merengkuh tubuh Mamih Eko ke dalam dekapannya yang teramat hangat."Muuuuuaaaaahhhh..." Damian meluk erat mamih Eko mendaratkan ciuman mesra di pipinya tanpa peduli lirikan anak-anak mereka.---Malam hari Vani dan Devan ada di rumah Vani sedangkan yang lain ada di rumah Vano. Suasana malam terasa sangat tenang dan damai, hanya terdengar deru halus pendingin ruangan di dalam kamar.Devan yang baru saja kembali dari area dapur melangkah mendekati tempat tidur, menatap sang istri dengan raut wajah penuh perhatian."Sayang..... Mau minum susu gak?" Tanya Devan menawa

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Yang pasti bukan pengemis

    "Lo gak lihat gimana pacar kesayangan lo itu ngebuli dia? Dia cuma diam, Dev! Padahal posisinya dia itu istri sah lo," ucap Eko dengan nada kesal yang tertahan. "Vani bisa saja lempar gelas itu ke muka Lana kalau dia mau, tapi dia gak sebodoh itu. Dia cuma gak mau cari masalah karena dia tahu sekar

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Mencari kesempatan dalam kesempitan

    "Jam dua malam, Tuan," bisik Vani lirih sambil melirik jam di dinding klinik."Sudah, cepat jangan banyak protes. Kamu itu istri saya, jadi saya sah-sah saja memegang tubuh kamu," potong Devan dengan nada yang tak ingin dibantah."Tapi, Tuan..." Vani masih berusaha menolak."Gak ada tapi-tapian, ce

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Nginep di Klinik

    "Nanti gue ceritain semuanya," ucap Devan pendek, mencoba mengakhiri rasa penasaran Eko.Mereka pun melangkah mengikuti suster dan dokter menuju ruang rawat Vani. Beruntung klinik ini cukup besar dan fasilitasnya lengkap, sehingga ada ruang inap yang memadai."Maaf, Tuan... tolong dijaga ya, jangan

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Gara-gara gelas hampir nyawa melayang

    "Sayang, ada apa?" tanya Devan dengan nada khawatir begitu menghampiri pacarnya."Ini, Sayang... pembantu kamu ceroboh banget! Dia mecahin gelas kesayangan aku, Sayang," adu Lana dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.Plak! Tanpa aba-aba dan tanpa bertanya lebih dulu, tangan Devan melayang kera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status