Share

Bab 9. Ini Baru Awal

Author: Senja Berpena
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-19 06:09:04

“Are you ready, baby girl?” bisik Julian tepat di hadapan wajah Kiara.

Perempuan itu tidak menjawabnya dengan suara, melainkan hanya dengan anggukan kecil. Karena siap tidak siap, pada akhirnya akan berakhir ke dalam pelukan Julian.

Pria itu kemudian menuntun Kiara ke ranjang luas yang rapi dan elegan. Matanya menatap bibir merah Kiara yang sudah menjadi incaran Julian sedari tadi.

Tangannya menyusuri garis rahang Kiara lalu bibirnya mulai menyentuh bibir wanita itu.

Ciuman yang semula lembut b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
Supri Yadi
ya baguslah ketemu bos tajirlanjut terus aja
goodnovel comment avatar
Nining Mulyaningsi
wowwww langsung goal ayya c tuan Julian tanpa hambatan .
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Jebooll kiara, siap-siap kompres air hangat
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 100. Kelahiran Sang Pewaris - Tamat

    Lorong sayap medis privat di kediaman Oakhaven Ridge tampak seperti zona perang yang sunyi. Julian Romanov berdiri di samping tempat tidur persalinan, wajahnya yang biasanya kaku kini tampak pucat dengan rahang yang mengeras.Ia tidak mengenakan jas; kemejanya berantakan dengan kancing atas yang terbuka, dan lengan bajunya digulung kasar.Tangannya mencengkeram erat tangan Kiara, seolah-olah kekuatan fisiknya bisa membantu wanita itu menanggung rasa sakit yang luar biasa.“Tuan Romanov, kami mohon Anda menunggu di luar. Ruangan ini harus tetap steril dan tim medis membutuhkan ruang gerak,” ucap Dokter Aris dengan nada setenang mungkin, meski keringat dingin mulai membasahi dahinya.“Aku tidak akan pergi ke mana pun,” desis Julian. Suaranya rendah, namun mengandung ancaman yang tak terbantahkan.“Lakukan tugasmu, Dokter. Pastikan istriku selamat, atau kau akan menyesal pernah mengambil sumpah medis.”Kiara mengerang kesakitan, tubuhnya melengkung saat kontraksi hebat kembali menghantam

  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 99. Janji Suci di Altar

    Lonceng Katedral Oakhaven berdentang dua belas kali, suaranya yang berat dan agung bergema di seluruh penjuru kota, membelah kebisingan ribuan orang yang berkumpul di luar pagar besi gereja tua tersebut.Di dalam katedral, suasana begitu kontras; sunyi, sakral, dan sarat dengan ketegangan yang elegan. Wangi bunga lili putih dan ratusan lilin lebah memenuhi ruangan beratap tinggi dengan jendela kaca patri yang menampilkan sejarah kemenangan dan penderitaan.Di barisan kursi terdepan, duduk para tokoh paling berpengaruh di dunia.Para diplomat, CEO teknologi, hingga anggota keluarga kerajaan dari negara tetangga hadir bukan hanya untuk sebuah seremoni, melainkan untuk menyaksikan secara langsung siapa wanita yang berhasil menjinakkan “Sang Tiran” Julian Romanov.Mereka berbisik pelan, mengamati setiap gerak-gerik Julian yang sudah berdiri di depan altar dengan ekspresi yang sangat terkontrol, namun rahangnya tampak mengeras setiap kali matanya melirik ke arah pintu besar katedral.“Tuan

  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 98. Saling Mengikat Janji

    Oakhaven tidak pernah sesibuk ini dalam satu dekade terakhir. Bendera-bendera dengan lambang singa Romanov berkibar di sepanjang jalan protokol, dan hotel-hotel bintang lima telah penuh dipesan oleh tamu-tamu kehormatan dari seluruh penjuru dunia.Media internasional melabeli acara besok sebagai “Pernikahan Abad Ini” sebuah penyatuan yang tidak hanya melambangkan cinta, tetapi juga stabilitas baru bagi imperium ekonomi Romanov yang sempat terguncang.Di dalam kantor yayasan Romanov, Kiara sedang meninjau laporan akhir program rehabilitasi kesehatan untuk sektor buruh. Ia tampak sangat berbeda dari gadis yang dulu sering menunduk ketakutan.Mengenakan setelan blazer berwarna gading yang elegan, dengan rambut yang disanggul rapi, ia memancarkan aura otoritas yang tenang. Perutnya kini sudah mulai membuncit di balik pakaiannya, namun hal itu tidak menghalangi produktivitasnya.“Nona Kiara, perwakilan dari WHO ingin mengonfirmasi kehadiran Anda di simposium bulan depan,” ucap sekretarisny

  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 97. Kabar yang Mengubah Segalanya

    Persiapan untuk perjalanan keliling dunia seharusnya menjadi prioritas utama di penthouse Oakhaven Ridge, namun suasana pagi itu terasa berbeda. Koper-koper mewah yang sudah terbuka di sudut kamar utama masih tampak kosong.Kiara duduk di tepi ranjang, wajahnya sepucat kertas, dengan butiran keringat dingin yang membasahi pelipisnya. Aroma parfum maskulin Julian yang biasanya ia sukai, pagi ini terasa seperti racun yang memicu gejolak hebat di perutnya.Julian masuk ke kamar dengan langkah terburu-buru, masih mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku. Ia langsung berlutut di depan Kiara, menggenggam tangan wanita itu yang terasa dingin dan lembap.“Masih mual?” tanya Julian, suaranya sarat dengan kecemasan yang tertahan.Kiara hanya mengangguk lemah, menutup mulutnya dengan punggung tangan.“Hanya pusing sedikit, Julian. Mungkin aku terlalu bersemangat memikirkan perjalanan kita besok. Atau mungkin makanan di jamuan makan malam kemarin tidak cocok denganku.”“Ini sud

  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 96. Awal yang Baru

    Malam di Oakhaven tidak pernah terlihat secerah ini. Dari balkon lantai teratas penthouse Romanov, lampu-lampu kota tampak seperti hamparan permata yang berserakan di atas beludru hitam.Angin malam yang dingin bertiup stabil, membawa aroma laut dan aspal basah, namun udara di balkon itu terasa hangat.Julian berdiri bersandar pada pagar kaca, mengenakan kemeja hitam dengan kancing atas terbuka, memperlihatkan ketenangan yang jarang ia miliki selama bertahun-tahun ini.Kiara melangkah keluar dari dalam kabin kaca, tangannya memegang segelas anggur merah.Ia berdiri di samping Julian, dan menatap pemandangan yang sama. Kota yang dulu terasa seperti penjara raksasa baginya, kini tampak seperti kanvas kosong yang siap ia lukis bersama pria di sampingnya.“Kau sedang memikirkan apa?” tanya Kiara lembut, memecah kesunyian.Julian menoleh, matanya yang tajam kini melunak saat menatap wajah tunangannya.“Aku sedang mengingat pertama kali aku membawamu ke sini. Kau menatap kota ini dengan ket

  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 95. Will You Marry Me?

    Taman di belakang rumah baru yang dibangun Julian untuk Melisha tampak seperti lukisan. Bunga-bunga mawar putih yang mekar sempurna berpadu dengan aroma rumput basah setelah hujan sore tadi.Julian telah mengatur semuanya dengan detail yang sangat privat; tidak ada wartawan, tidak ada kilatan lampu flash, hanya cahaya lampu taman yang kekuningan dan lembut serta suara desir angin di antara pepohonan.Melisha duduk di kursi roda di teras, namun wajahnya kini penuh dengan kehidupan.Dia menatap Julian dan putrinya dengan senyum tulus, sebuah pengampunan yang telah ia berikan sepenuhnya sejak Julian memindahkan mereka ke tempat yang ia sebut 'benteng' itu.Julian berdiri di tengah jalan setapak berbatu, berhadapan dengan Kiara.Ketegangan yang biasanya mewarnai wajah Julian kini berganti dengan kegugupan yang manusiawi. Ia meraih tangan Kiara, merasakan jemari wanita itu yang bergetar hebat dalam genggamannya.“Julian, ada apa dengan semua persiapan ini?” bisik Kiara, matanya berkaca-kac

  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 54. Tatapan Menghakimi

    Suasana di lantai 45 terasa seperti lorong pemakaman. Julian sedang berada di ruang rapat eksekutif, menghadapi cecaran dewan direksi terkait skandal yang mencoreng citra Romanov Group.Kiara, yang diperintahkan untuk tetap di ruangannya, merasa sesak napas. Tenggorokannya kering karena terlalu ban

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 55. Perlindungan Publik

    Julian tidak memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk bernapas.Ia tidak hanya menyeret Kiara keluar dari pantry, tetapi ia memerintahkan Max melalui interkom untuk mengumpulkan seluruh karyawan kantor pusat, mulai dari staf administrasi hingga manajer senior di lobi utama lantai satu dalam waktu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 48: Runtuhnya Perjodohan dan Rahasia Masa Lalu

    Suara denting sendok perak yang dipukulkan ke gelas kristal menggema di seluruh ballroom, menandakan dimulainya sesi pidato kehormatan.Julian melangkah menuju panggung kecil yang dihiasi bunga lili putih, bunga yang sama yang dikirimkan ibunya sebagai ancaman. Di barisan depan, Monna Romanov bangk

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu   Bab 52. Rekayasa dan Harga Dendam

    Di sebuah sudut kota Oakhaven yang jauh dari kemewahan lampu kristal Romanov Group, Natasha duduk di dalam mobil sedan hitam dengan kaca gelap yang rapat.Ia tidak lagi mengenakan gaun emas yang ia pakai di malam Gala; kini ia mengenakan mantel panjang berwarna biru tua, menyembunyikan identitasnya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status