Share

Bab 252

Author: Krisna
Dia juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Dhana.

Malam kemarin, Kakek Suryadi kembali menyuruhnya untuk lebih dekat dengan Dhana, mendesaknya mencari cara agar bisa menjadi wanita Dhana.

Dokter sakti seperti Dhana benar-benar tidak ada duanya di seluruh negeri.

Jika Yuna gagal memanfaatkan kesempatan ini, mungkin tidak akan ada kesempatan lain. Saat ini, selagi nama Dhana belum tersebar luas, adalah waktu yang terbaik.

"Oke," Dhana mengangguk. "Aku barusan selesai mengu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 304

    Pupil mata Suma langsung menyempit begitu mendengar hal itu.Dalam hitungan menit, dapat menempuh ratusan kilometer.Bahkan pesawat terbang pun tidak bisa menandingi kecepatannya. Apakah ini berarti Dhana di hadapannya dapat terbang melintasi langit dan menembus bumi, menunggang awan seperti dalam film-film?"Pak Dhana, aku nggak punya pertanyaan lagi. Setelah kamu membunuhku, aku mohon, tolong ampuni Keluarga Wiguna. Setelah mengetahui kematianku, mereka nggak akan berani mengganggumu lagi. Kekuatan untuk melawanmu saja nggak punya."Dhana tertawa kecil. "Mereka nggak akan berani."Dia berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, menatap Suma. "Bunuh dirimu sendiri. Aku nggak ingin menindasmu."Suma mengepalkan tangannya, tubuhnya bergetar hebat.Seorang grandmaster bela diri, disuruh melakukan bunuh diri dengan cara yang begitu menyedihkan?Jika kabar ini tersebar, namanya mungkin akan tercemar selamanya.Tapi, dibandingkan dengan pilihan lain, mengakhiri hidup sendiri masih lebih

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 303

    "Grup Wiguna sudah diambil alih oleh Grup Atmaja. Aku bersumpah, dalam waktu paling lama satu tahun, aku akan merebut kembali Grup Wiguna dan Grup Atmaja sekaligus. Kamu harus percaya padaku!"Di ujung sana, Marius menangis dengan pilu.Dia menangis tersedu-sedu.Tidak peduli seberapa keras Suma menjelaskan, dia tidak mau percaya.Terjadi keheningan selama setengah menit di telepon.Karena lawan bicaranya tetap diam, Suma menambahkan beberapa kata sebelum menutup telepon, hatinya terasa hancur karena kesedihan.Setelah menutup telepon, Suma mengepalkan tangannya dan meninju tempat tidur."Dhana, aku akan membunuhmu!"Suma tidak menyadari bahwa seorang pemuda berdiri di koridor di luar kamarnya sepanjang waktu. Pemuda itu adalah Dhana.Meskipun terpisah 700 kilometer, Dhana hanya membutuhkan beberapa menit untuk tiba di sana.Dhana berdiri di luar pintu, melemparkan mantra hipnotis untuk mengendalikan Suma, memaksanya membuka pintu dan membiarkan dirinya masuk.Begitu Suma tersadar kemb

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 302

    Tapi, Suma tidak punya pilihan lain.Jika Indra hidup, lebih banyak lagi yang akan mati.Suma merasakan penderitaan yang tak tertahankan, merasa dirinya lebih buruk dari binatang."Indra, muridku yang baik, gurumu telah mengecewakanmu. Aku bukan manusia. Aku binatang, lebih buruk dari babi atau anjing. Aku nggak berani meminta maaf padamu."Suma mengusap matanya yang bengkak dan memerah sekali lagi.Sejak meninggalkan Kota Siraya, air mata terus mengalir tanpa henti. Dalam waktu enam atau tujuh jam saja, dia telah menempuh jarak 700 kilometer, agar sejauh mungkin dari Kota Siraya dan dari Dhana. Demi secercah harapan bertahan hidup.Siapa yang tahu Dhana akan menepati janjinya atau tidak?Kekhawatiran Suma memang beralasan, tapi dia tidak tahu bahwa dua tepukan Dhana di bahunya telah menentukan nasibnya. Melarikan diri sampai ke ujung dunia pun, Dhana akan selalu bisa melacak lokasinya.Sebab, dia telah berada di bawah pengaruh mantra pelacak Dhana.Mantra pelacakan itu akan bertahan s

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 301

    'Benar juga,' pikir Yuna.Sebagai anak sulung Grup Atmaja, dia telah bekerja di dalam grup selama bertahun-tahun dan menghadapi berbagai kesulitan. Tapi selalu berhasil mengubah nasib buruk menjadi keberuntungan.Grup Wiguna, khususnya, telah mengejar dan menghalanginya tanpa henti.Tapi Yuna cerdas dan pandai beradaptasi, selalu menemukan cara untuk keluar dari bahaya.Khususnya Dimas, yang telah mengincarnya sejak lama. Tapi Yuna tetap waspada, dan selama bertahun-tahun, dia tidak pernah membiarkan Dimas berhasil.Sebaliknya sekarang, setelah merebut Grup Wiguna, Yuna justru merasa sangat tertekan hingga pikirannya mulai dipenuhi berbagai prasangka buruk.Padahal jika dipikir-pikir lagi, apa yang sebenarnya perlu dia pusingkan sekarang?"Aku terlalu khawatir. Kita hadapi saja selangkah demi selangkah.""Dulu aku nggak dibantu siapa-siapa, tapi aku tetap berhasil menghadapi Dimas. Sekarang Dimas sudah hancur, dan ada kamu yang bisa menemaniku, aku benar-benar nggak perlu takut pada me

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 300

    Sampai di sini, Yuna kembali ke topik sebelumnya."Pertanyaanku, sudah sampai mana tingkat kultivasimu?"Dhana menggelengkan kepalanya. "Jujur saja, aku memang nggak punya kultivasi, seperti yang dikatakan orang-orang. Tapi, memang benar nggak ada yang bisa menandingiku di dunia ini."Yuna mengulurkan tangannya dan memukul Dhana dengan lembut.Lalu wajah cantiknya memerah, dan dia tersenyum malu-malu."Aku yakin kamu memang nggak tertandingi dalam hal itu. Kamu ini benar-benar ... nggak tahu cara bersikap lembut sedikit pun kepada perempuan."Saat berbicara, Yuna mengenang kembali peristiwa saat itu.Meskipun dia mengeluh, sebenarnya di dalam hatinya dia sangat bahagia.Dhana adalah orang yang sangat kuat, cakap, dan pengertian.Berkuda bersama Dhana yang memegang tali kekang adalah pengalaman yang mendebarkan.Dhana mendengus. "Sekarang kamu mengeluh tentang aku? Tapi sebelumnya, kamu yang paling keras berteriak minta lebih keras.""Diam!" Yuna mengambil siung bawang putih dan memukul

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 299

    Yuna menggigit bibir merahnya, ragu-ragu untuk berbicara. Setelah lebih dari sepuluh detik, dia perlahan membuka bibir merahnya."Bagaimana kalau begini. Dua miliar terlalu sedikit. Kita bukan orang pelit, jadi kita beri mereka dua triliun untuk meninggalkan Kota Siraya.""Kak Yuna memang terlalu baik. Kalau begitu maumu, nggak masalah."Sebuah grup bernilai ribuan triliun ditransfer dengan harga receh. Yuna yang berhati lembut merasa sedikit tidak tega. Dia ingin memberi mereka kesempatan untuk bertahan hidup. Baginya, menghukum musuh pun tidak boleh sampai memberi mereka jalan buntu. Jangan sampai benar-benar memutus jalan hidup orang lain."Terima kasih banyak, Nona Yuna! Terima kasih banyak, Nona Yuna!"Marius tersenyum kecut dan berterima kasih kepadanya, akhirnya mendapat secercah harapan.Dengan dua triliun ini, bahkan jika mereka tidak pernah bekerja lagi, mereka sekeluarga bisa hidup nyaman sepanjang sisa hidup mereka di kota lain.Mungkin mereka bahkan bisa bangkit kembali.S

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 148

    Dua lilin masih menyala berkedip-kedip.Dhana sedikit terkejut dengan perubahan mendadak ini.Menerima Tabib Santoso sebagai muridnya?Yuna tiba-tiba ikut bicara. "Tabib Dhana, bolehkah aku memberikan saran? Meskipun keahlian Tabib Santoso mungkin nggak sehebat dirimu, reputasinya sudah terkenal. Me

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 145

    "Rico, tunggu saja. Aku bereskan kamu nanti."Setelah mengatakan itu, Suryadi kembali diam untuk memudahkan Dhana mengobatinya."Tabib Dhana, terima kasih atas bantuanmu."Dhana menggeleng pelan. "Pak Suryadi, nggak usah terlalu formal. Nona Yuna-lah yang punya penilaian bagus dan berulang kali memo

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 138

    Rico bergumam dalam hati, "Tuhan benar-benar berpihak padaku. Begitu tua bangka itu mati, Grup Atmaja akan menjadi milikku. Hahaha ...."Tapi, di wajahnya tetap terpasang raut khawatir. Dia takut ayahnya tahu rencana jahat dan hal-hal kotor yang telah dia perbuat.Di samping Rico, Rangga hanya bisa

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 137

    Ketiga anak ini lahir dari tiga ibu yang berbeda. Yuna adalah cucu sulung yang sangat disayangi oleh kakeknya, sehingga membuatnya semakin dikucilkan oleh kedua adik laki-lakinya. Melihat situasi ini, Budi pun hanya bisa terdiam kehilangan kata-kata.Tidak bisakah tiga saudara beda ibu hidup bersama

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status