Beranda / Male Adult / Swing Partner / BAB 121 – SIBLINGS

Share

BAB 121 – SIBLINGS

Penulis: Ough See Usi
last update Tanggal publikasi: 2026-09-25 15:00:07

Saat Kak Gayatri diantar kembali ke rumah pantai milik Bibi Greta setelah makan malam, Maharani tengah dilukis henna pada tangannya.

“Ran, Orion menanyakanmu terus. Dia penasaran kau sedang apa…,” Kak Gayatri mengambil sepotong cake dengan cacahan almond di dalamnya.

Dia tertawa.

“Orion berkali-kali mencoba melakukan video call tapi aku tolak. Akhirnya aku matikan daya. Aku sudah menghubungi Vera, urusan emerge
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Swing Partner   BAB 121 – SIBLINGS

      Saat Kak Gayatri diantar kembali ke rumah pantai milik Bibi Greta setelah makan malam, Maharani tengah dilukis henna pada tangannya.  “Ran, Orion menanyakanmu terus. Dia penasaran kau sedang apa…,” Kak Gayatri mengambil sepotong cake dengan cacahan almond di dalamnya. Dia tertawa.“Orion berkali-kali mencoba melakukan video call tapi aku tolak. Akhirnya aku matikan daya. Aku sudah menghubungi Vera, urusan emergency, hubungi nomor Embun.”“Sejauh ini, Vera belum menghubungi untuk kondisi emergency masalah di The Esthetic. Dia memang dapat diandalkan ya, Mbak,” Embun tertawa.“Orion mendapat bagiannya malam ini, spa treatment calon pengantin pria,” Tante Amara terkikik, “Kata Banyu, Orion protes. Dia banyak pekerjaan malam ini. Lorenzo berhasil menenangkannya. Memberinya headset untuk tetap terhubung dengannya lewat earphone.” Semua di ruangan itu tertawa. Kak Gayatr

  • Swing Partner   BAB 120 – IDENTITAS SI PENEMBAK

       Lorenzo sendiri akhirnya menjemput Kak Gayatri dari rumah pantai. Masalah keamanan cyber menjadi alasan andalan yang cukup meyakinkan mereka semua tanpa harus bertanya lebih banyak. Di Archontiko Petralis, semua sudah berkumpul di ruang makan formal di lantai bawah. Semua menoleh ke arah pintu saat ia masuk. Kak Ishaak langsung menyambutnya. “I love you more, Atiey,” Kak Ishaak berbisik keras membuat semua orang di ruangan itu tertawa.“Apaan sih, Mas?” dia tertawa.“Kamu bisa secepat itu menemukan si Penembak.”“Pak Sigit sudah diberitahu?” Kak Ishaak menggeleng.“Belum. Nanti setelah kami mendengar penjelasanmu bagaimana kamu langsung menemukan orangnya di antara 12 nama yang diberikan oleh Pak Sigit.” Kak Gayatri meletakkan tas laptopnya di atas meja. Dia menggeleng.“Dia… si Penembak, namanya tidak berada di dalam list itu.

  • Swing Partner   BAB 119 – SULAMAN BENTUK HATI

       ARCHANTIKO PETRALIS, PETRA, YUNANI Dan akhirnya, karena suasana yang begitu sepi tanpa para wanita di mansion itu, semua tertidur mengikuti Om Tara dan Om Pram. Tidak ada yang membangunkan mereka untuk pindah ke kamar yang sudah disediakan. Karena keduanya sudah tampak lelap dan nyaman dengan sofa reclining seat.  Archantiko Petralis sepi. Orion tidur siang di kamarnya. Laptopnya masih menyala di atas nakas, menampilkan grafik saham Petralis dan laporan jurnal-jurnal Excel. Layar gawainya menampilkan foto dari galerinya. Foto yang dibuat pada hari ini usai dia bersyahadat. Foto dirinya dengan Maharani, tersenyum menatap kamera dengan latar belakang Masjid Yeni Djami’. Dirinya memakai baju koko dan Maharani dalam balutan tunik dan bordiran dengan warna yang sama. Serasi. . RUMAH PANTAI BIBI GRETA Berbanding terbalik dengan suasana di rumah pan

  • Swing Partner   BAB 118 – IBU YANG TERLUKA

      PERSEMBUNYIAN RATNA DAN ANAK-ANAKNYA10.44 Mereka tertawa riang dan kompak. Saat pulang berbelanja di supermarket selalu seperti ini. Seperti saat Dito dan Agung masih kecil, saat ke supermarket adalah saat-saat membahagiakan dan pulang dengan ceria meskipun lelah. “Jangan khawatir, Ma, Dito bakal bantuin Mama beresin belanjaan.”“Aku bagian belanjaan kering, Mas Dito belanjaan basah.”“Siiip!” Dan Ratna begitu bahagia karena mereka. Dua anaknya yang selalu setia kepadanya. Dua anaknya yang selalu berada di dekatnya. Dua anaknya yang keberadaannya seperti dianggap angin lalu oleh papa mereka karena kalah bersinar secara fisik dengan kakak mereka, Aldi. Dia tidak merasa kehilangan Aldi. Cukup sudah meladeni kebodohan Aldi. Aldi tidak mau menurut kepadanya, itu terserah dia. Dia sudah dewasa. Terlalu dewasa untuk mengerti pengabdian kepada orangtuanya t

  • Swing Partner   BAB 117 – DUKA YANG MENGHANTAM

    POLDA METRO JAYA, RUANGAN KHUSUSTidak ada yang boleh memasuki ruangan yang dikhususkan untuk Ananta. Hanya orang-orang tertentu yang tidak berafiliasi dengan Ananta ataupun Arya Surya. Bahkan untuk mereka yang perwira tinggi sekalipun.Pengamanannya berlapis. Ananta sebagai saksi prioritas untuk kejahatan fiskal yang dilakukan Arya Surya dan kroninya, dimana melibatkan nama-nama pejabat sipil maupun non sipil di dalamnya yang masih aktif ataupun sudah purna tugas, mendapat perhatian penting. Penjagaannya sangat ketat.Pak Sigit menghela nafas panjang. Kepalanya terasa berdenyut bahkan di awal harinya di kantornya. Tapi, laporan yang baru masuk dari tim satuan buser, penyergapan terhadap Aldi Ananta yang gagal total membuat kepalanya sakit. Dan yang paling menyakitkan adalah pengkhianatan dari instansinya sendiri.Seharusnya, penyergapan yang sudah direncanakan pukul 06.30 itu berjalan lancar dan mudah

  • Swing Partner   BAB 116 – IBU DAN ANAK YANG RETAK

    PARADISE RESORT ISLANDArya Surya baru bangun pukul 10.00 pagi. Saat dia membuka mata, Jessica tengah menyisir rambutnya yang masih basah dengan sisir besar. Sebelah tangannya memegang hair dryer.“Jess, kenapa tidak bangunkan aku?” tanyanya berguling mendekati Jessica.Tangannya menjangkau pinggang Jessica, memeluknya. Aroma mawar dari sabun mandi impor dan wangi shampoo floral memenuhi indera penciumannya. Jessica terkekeh.“Aku gak tega mau bangunin Ko Arya. Lelap banget dan terlihat lelah banget…”Arya Surya tertawa. Dia menendang selimutnya begitu saja. Membiarkan tubuh polosnya terekspos. Menunduk ke nakas, mengambil gawainya dari laci nakas.Banyak pesan chat masuk. Ada beberapa panggilan tak terjawab. Dia membuka panggilan tak terjawab. Menghubungi orangnya sambil berjalan menuju balkon. Menengok ke belakang, memastikan Jessica tidak mengikutinya. Pintu balkon ia tutup.“Bagaimana?” tanyanya langsung.“Sudah terlaksana, Tuan. Sekitar pukul 3 dini hari tadi. Rapi, seperti yang

  • Swing Partner   BAB 7 – HARI YANG SEMPURNA

    Meeting berjalan lancar. Klien sangat menyukai desain-desain dari para desainer The Esthetic Jewelry. Mereka bahkan meminta tambahan perhiasan di luar pesanan mereka dengan bahan mutiara laut asli Indonesia.Rasa mual yang dirasakan olehnya saat di lift tadi mendadak

  • Swing Partner   BAB 6 – FIGHT BACK!

    Kak Ishaak menghubunginya begitu ia sampai di kantor. Dia bergegas ke ruangannya. Mengabaikan Cherryl yang baru keluar dari ruangan Mas Aldi dengan rok pendek dan tabrak corak yang menyakitkan mata untuk dilihat. “Kak Ishaak…,” suaranya tercekat, “Ma’af. Ma’afka

  • Swing Partner   BAB 5 – KELUARGA

       Dia menatap foto yang ia buat semalam. Foto bukti KDRT yang dilakukan oleh Mas Aldi. Matanya tidak terlalu bengkak pagi ini. Usahanya untuk mengompres dengan handuk kecil yang dibasahi, membuahkan hasil. Pagi ini jadwalnya adalah menemui dokter obgyn unt

  • Swing Partner   BAB 4 – CINTA YANG BUKAN UNTUKNYA

    Dia belum tertidur saat Mas Aldi pulang. Jam digital di nakas menunjukkan pukul 22.40. Dia menutup buku yang sedang dibacanya saat suaminya membuka pintu kamar. Mas Aldi tersenyum. Wajahnya terlihat lelah tetapi matanya penuh perasaan bahagia. “Kamu belu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status