Beranda / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 1 Insiden Di Tengah Pesta

Share

TAKDIR KEDUA SANG RATU
TAKDIR KEDUA SANG RATU
Penulis: Purplelove77

Bab 1 Insiden Di Tengah Pesta

Penulis: Purplelove77
last update Tanggal publikasi: 2026-06-02 13:09:24

Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu.

"Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja.

"Ada apa?" tanya Ibu Suri Rong Yue.

"Katakan!" tegas Wang Ming yang sudah pasang wajah serius.

"Ampun, Yang Mulia Baginda Raja, Yang Mulia Ibu Suri. Saya tadi melihat di halaman belakang Permaisuri Li Jing bersama banyak laki-laki penghibur di Rumah Hiburan Nirwana sedang ada di ruang ganti."

"Apa! kau tahu memfitnah permaisuri hukuman mati sembilan keturunan!" bentak Wang Ming.

"Benar, Yang Mulia, Hamba tidak bohong. Hamba melihat jelas Permaisuri sedang melakukan... melakukan... ampun Yang Mulia."

"Raja, mari kita ikuti pelayan ini dan kita lihat apa yang sebenarnya terjadi disana!" ajak Ibu Suri Rong Yue yang langsung mengajak Wang Ming mengikuti langkahnya yang tergesa menuju tempat yang ditunjukkan oleh pelayan tadi.

Semua orang akhirnya berdiri dan mengikuti arah mana si pelayan tadi bergegas menunjukkan bahwa Sang Ratu sedang selingkuh di acara ulang tahun Raja Wang Ming.

Di sebuah tempat mirip dengan paviliun yang tidak dipakai,

"Agh! siapa kalian! Mengapa kalian ada disini?" teriak Li Jing di dalam ruangan yang tadi dia gunakan untuk ganti pakaian.

"Kau sudah melakukan kenikmatan bersama kami. Ternyata begini rasanya meniduri Ratu Kerajaan Langit yang disayangi rakyatnya."

"Biadab kalian tiduri aku! Kalian akan mati!"

"Bukankah Yang Mulia tadi yang begitu agresif pada kami? Bukankah Yang Mulia tadi yang menggoda kami dengan tubuh polos Yang Mulia?" ejek salah satu laki-laki penghibur yang tidak tahu dari mana datangnya.

Li Jing begitu terpukul saat dia sadar sepenuhnya dia telah dinodai lima laki-laki asing yang tiba-tiba ada di ruang ganti tersebut.

Saat Li Jing akan keluar, rombongan Ibu Suri datang.

"Permaisuri!" seru Ibu Suri Rong Yue dengan terkejut. Ternyata berita itu benar adanya. Saat Wang Ming dan Ibu Suri melihat Li Jing keluar dari ruangan yang berisi lima laki-laki asing tapi mengenakan seragam khas dari Rumah Hiburan Nirwana.

"Ratu! Apa yang telah Ratu lakukan dengan mereka!" bentak Wang Ming yang wajahnya sudah merah padam.

Li Jing dan kelima laki-laki asing itu langsung tersungkur di kaki Wang Ming.

"Ampun Yang Mulia, ampun, Hamba tidak tahu tadi saat Hamba merasa pusing dan diantar oleh pelayan Hamba, Hamba tidak sadar diri dan saat sadar... saat sadar... hamba sudah... dinodai lima laki-laki ini!" jelas Li Jing dengan tangisan yang memilukan.

"Apa?Jadi Kakak sudah dinodai lima orang ini? Kakak tidak sadar?" sindir Mei Ling Selir Utama Kesayangan Raja Wang Ming, yang masih sepupu Li Jing. Putri dari paman Luo, kerabat Jendral Lie Hyung, Papa Li Jing.

"Heh, kok bisa ya, Ratu yang katanya dikasihi rakyatnya malah berbuat mesum siang hari sama lima orang sekaligus?" bisik -bisik para wanita bangsawan yang diundang.

"Ampun Yang Mulia, Hamba pasti dijebak. Anggur yang hamba minum tadi pasti tidak beres Yang Mulia." mohon Li Jing sekali lagi.

"Iya, Yang Mulia Raja. Pasti Permaisuri dijebak.Tadi saat hamba mengambil baju ganti, hamba melihat mereka tiba-tiba masuk." jelas Xiao Xing pelayan pribadi Li Jing yang juga sudah tersungkur di kaki Raja Wang Ming.

"Ampun, Yang Mulia, Hamba mohon berikan keadilan bagi Hamba," mohon Li Jing dengan sungguh-sungguh.

"Bukti sudah di depan mata. Apalagi yang akan aku tegakkan!" bentak Wang Ming dengan sorot mata yang sangat tajam dan kejam pada Li Jing.

Di sisi Raja Wnag Ming terlihat Selir Mei Ling sedang memeluk lengan Wang Ming sambil melihat ke arah Li Jing sinis.

"Pelayan! Tulis titah ku." perintah Wang Ming pada sekretaris istana.

"Ratu Li Jing telah melakukan perbuatan yang memalukan, membuat para menteri dan para tamu undangan terganggu, maka dengan ini jabatannya dilepas menjadi pelayan dan dihukum kurungan di Paviliun terbengkalai. Tidak boleh keluar dari sana tanpa titah dariku selamanya. Untuk para laki-laki ini hukum mati di tempat!"

Wang Ming segera membalikkan badan dengan malu dan gusar, diikuti oleh Ibu Suri dan Mei Ling serta tanu undangan lainnya yang melihat kejadian itu.

"Yang Mulia, Yang Mulia... mamagkan hamba terlambat menolong yang Mulia Ratu. Hingga akhirnya seperti ini."

"Bukan, ini bukan salahmu. Siapa yang begitu jahat menjebak aku seperti ini?" air mata Li Jing tidak berhenti mengalir, hatinya hancur bagaikan debu, menerima kenyataan pahit yang tidak pernah dia bayangkan.

"Kau, bangun! Segera ke paviliun terbengkalai! jangan coba-coba membantah!" bentak pengawal yang menyeret Li Jing ke paviliun terbengkalai.

Tiga bulan kemudian.

"Uhuk! Uhuk!"

"Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?"

"Xiao Xing, kau lupa? aku sekarang hanya orang biasa. Aku bukan permaisuri lagi." lirih Li Jing dengan kondisi tubuh yang semakin melemah.

"Nyonya, hamba akan panggilkan tabib istana. Nyonya harus berobat," ujar Xiao Ling tulus.

"Jangan, itu menyalahi aturan."

"Tidak, hamba akan tetap mencari obat untuk Yang Mulia."

"Jangan!"

Brakkk!!

Pintu terbanting keras. Tampak Mei Ling dan pelayannya datang.

"Heh! Mau kemana kau budak kecil!" bentak Mei Ling.

"Yang Mulia, Permaisuri!" Xiao Xing langsung tersungkur di depan kaki Mei Ling yang kini menjadi Permaisuri menggantikan Li Jing.

"Kakak, kau sekarang bau sekali! Apakah penyakit kotor mu itu sudah parah? Hahaha!"

"Ada apa kau kemari!"

"Lancang!"

Plak!

"Di hadapan Permaisuri kau tidak memberi hormat, bahkan langsung bertanya!"

"Ada apa,katakan saja. Bukankah kau bahagia sekarang bisa mentertawakan aku?"

"Aku kemari hanya cek kondisi mu saja. Yang Mulia Baginda Raja harus tahu kondisimu."

"Kau sekarang sudah bau, kotor dan menjijikkan. Akhirnya aku bisa menggantikan posisimu sebagai Ratu di negeri ini, hahaha!"

"Baiklah! kunjungan ini menyenangkan sekali melihat kau sudah lemah tak berdaya dan sudah terkena penyakit kotor yang bau ini!"

Mei Ling meninggalkan Ling Jing dan Xiao Xing yang masih syok melihat kunjungan Mei Ling yang tiba-tiba.

"Xiao Xing, maafkan aku. Gara-gara aku kau ikut terseret dalam masalah ini."

"Tidak Nyonya, jangan katakan itu. Xiao Xing ikhlas ikut Nyonya kemanapun Nyonya dan bagaimana pun keadaan Nyonya. Hamba sudah diselamatkan Nyonya dari rumah bordil itu dulu. Sejak itu Hamba berjanji setia pada Nyonya seumur hidup," isak Xiao Xing yang begitu paham dan mengerti Li Jing.

"Xiao Xing menjauhlah dariku, kau bisa tertular penyakit kotor ini,"

"Apakah sudah waktunya aku kembali ke Nirwana? Aku, tidak kuat lagi," gumam Li Jing lirih.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 12 Laporan Para Bawahan dan Fakta baru

    Desahan menuju puncak kenikmatan menjadi melodi malam itu bagi dua insan yang terjerat dalam asmara terlarang di istana barat Kerajaan Langit. Di tempat lain, Li Jing duduk dengan menatap langit yang tiba-tiba gelap tanpa bulan. Gelang Giok Bulan di tangannya kini berubah warna menjadi merah dan terasa panas di kulitnya yang halus putih seperti pualam. Li Jing terkejut dengan perubahan dari gelang warisan ibunya itu. "Ada apa ini, tidak biasanya gelang ini berubah warna dan terasa menyengat di kulit tanganku." "Xing, ambilkan air es cepat!" "Ya, Yang Mulia." "Ini, Yang Mulia." "Tambahkan lagi es batunya, tanganku makin panas, Xing." "Astaga, Yang Mulia, ini tangan Yang Mulia mengapa bisa semerah ini, seperti daging matang?" pekik Xiao Xing melihat tangan mulus Li Jing mulai kemerahan melepuh. "Aku tidak tahu, tiba-tiba gelang ibuku ini berubah warna menjadi warna merah seperti bara api dan terasa sangat panas." "Apakah itu sebuah pertanda bahaya?" gumam Xiao X

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 11 Rencana Pangeran Sulung

    Li Jing yang mendengar kata-kata Mei Ling membuat dia emosi. Tangannya mengepal di samping tubuhnya. Lalu dengan sikap netral kembali dia tersenyum tipis pada Mei Ling. "Selir Mei Ling, tidak usah buru-buru untuk duduk disebelah Raja. Ada tugas yang membuatmu makin dikenal seluruh wilayah yang ada di bawah Kerajaan Langit. Kau pasti akan mendapatkan banyak pujian." "Oh, apakah ada tugas bagi Hamba juga, Ratu?" tanya Mei Ling dengan menekan kata 'Ratu' sebagai ejekan pada Li Jing. "Bukankah Selir Mei Ling suka sekali kesenian? Di dalam acara penyambutan tamu itu akan ada pertunjukan khusus untuk Selir Mei Ling dan para putri bangsawan untuk menampilkan kesenian yang mereka bisa. Aku dengar Selir Mei rela tidak tidur, hanya untuk melatih tarian dan musik yang akan dimainkan dan ditunjukkan di acara besok?" "Oh, tajam juga pendengaran Ratu, bahkan hamba saja belum mengatakan pada Anda. Tapi Anda sudah mengetahui semua, Ratu Li Jing." "Setiap acara harus didaftarkan di departeme

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 10 Persiapan Acara Besar

    Keesokan harinya, Li jing bersiap akan mengumpulkan haram untuk dia atur saat acara besar yang di gelar di Kerajaan Langit esok hari. Li jing kumpulkan semua untuk dia atur supaya tidak ada kesalahan yang terjadi saat acara dilaksanakan. "Pagi ini, aku undang kalian untuk sama-sama bersiap diri di acara Perjamuan Bunga Jade, atau yang kita kenal sebagai acara Persahabatan Tiga tahunan yang mengundang banyak tamu yang mungkin sudah ada yang datang hari ini," jelas Li Jing di depan para harem Istana Langit. Kurang lebih empat orang. "Aku butuh bantuan kalian untuk sama-sama mempersiapkan acara ini dengan baik. Selir Yen dan Selir Kim bisa bantu untuk urusan penataan taman dan kebersihan taman supaya saat para tamu hadir mereka bisa nyaman.""Baik, Yang Mulia Permaisuri," jawab serentak Selor Yen dan Selir Kim yang baru diangkat dua bulan ini. "Selir Xia, kamu adalah selir muda dan cantik yang baru diangkat dua bulan ini juga, kamu bisa bantu untuk menata menu makanan kecil dan teh

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 9 Siasat Ibu Suri

    Pagi itu di kediaman Ibu Suri Rong Yue.“Bibi Ang, apakah kau sudah tahu kabar Selir Mei Ling di Paviliun Terbengkalai? Apakah dia baik-baik saja?”“Hamba sudah mendapatkan kabar, Yang Mulia. Selir Mei Ling tetap bertahan.”“Bagus, sekarang kita bantu Selir Mei Ling dipulihkan kembali jabatannya. Aku punya rencana baik. Kau beritahu Raja bahwa aku memanggilnya. Suruh yang lain bebaskan Mei Ling dari sana.”“Baik. Yang Mulia.”Tak lama Mei Ling telah dibawa ke hadapan Ibu Suri. “Salam, Yang Mulia Ibu Suri. Hamba menghadap,” salam Mei Ling dengan muka sujud dan tersungkur di kaki Ibu Suri. “ Berdirilah.”“Terima kasih, Yang Mulia.” “Apakah kau sudah mendapatkan obat yang dibeli Pangeran Wang Dong untukmu?” “Sudah, Yang Mulia. Terima kasih sudah mengobati Hamba.”“Itu karena Pangeran Wang Dong mengingat kau banyak membantu dia selama ini. Sekarang gunakan kesempatan yang aku berikan padamu, untuk mengembalikan posisi awalmu di hadapan Raja Wang Ming!” “ Hamba mengerti, Yang Mul

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 8 Asmara di Bak Mandi

    Tiba di Paviliun Mawar Phoniex, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Wang Ming yang sudah menunggu di ruangan pribadi Li Jing. "Yang Mulia," "Selamat malam Ratuku, apakah sudah merasa lega dan bahagia sudah jalan-jalan keluar istana? Bagaimana keadaan di luar istana, Ratuku?""Ampun Yang Mulia, hamba terlalu terburu-buru untuk keluar melihat-lihat banyak barang yang akan Hamba siapkan untuk acara besar beberapa hari lagi. Ampun, Yang Mulia.""Setidaknya kau bisa meminta pengawalku untuk menjagamu di jalan. Tapi, kau langsung keluar tanpa izin dariku. Apakah kau masih anggap aku ada?" sindir Wang Ming pahit, menusuk ulu hati Li Jing. "Hamba salah, Yang Mulia. Ampuni Hamba," mohon Li Jing yang telah tersungkur di kaki Wang Ming. "Sudahlah! Aku hanya ingin kau selamat dan tidak ada yang ganggu Ratuku. Sekarang layani aku, sebagai hukuman kau harus layani aku sampai pagi malam ini," bisik Wang Ming di telinga Li Jing yang membuat Li Jing merasa mual dan merinding. Xiao Xing ya

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 7 Dugaan Li Jing

    Pagi itu di kamar Li Jing, Li Jing nampak menulis sebuah surat. “A Chen!” “Ya, Yang Mulia!” “Berikan surat ini pada ayahku yang ada di perbatasan. Aku sudah cek gudang bahan makanan Mentri Bong An dan Pangeran Wang Dong, semua hanya pasir yang banyak! Sungguh keterlaluan mereka!” “Laksanakan, Yang Mulia.” Sisa angin dari kelebatan bayangan A Chen sempat membuat merinding. Gerakan itu sungguh cepat dan lincah. “Xiao Xing, aku harus cek kediaman Jendral hari ini. Aku mau tahu adalah sesuatu yang salah disana!” ucap Li Jing sambil menerawang langit cerah pagi itu. “Baik, Yang Mulia. Akan hamba siapkan.” Xiao Xing pun berkemas dan Li Jing bersiap. Perjalanan satu jam, Li Jing tiba di kediamannya. “Yang Mulia, Anda datang?” “Ya, apakah kamar Jendral sudah disiapkan?” “Sudah kami bersihkan Yang Mulia,” jawab serentak para pelayan yang menyambut Li Jing. “Xiao Xing, aku akan cek ruang kerja Jendral dulu.” “Hamba antarkan, Yang Mulia.” “Baiklah, kau be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status