เข้าสู่ระบบ
Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu.
"Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Rong Yue. "Katakan!" tegas Wang Ming yang sudah pasang wajah serius. "Ampun, Yang Mulia Baginda Raja, Yang Mulia Ibu Suri. Saya tadi melihat di halaman belakang Permaisuri Li Jing bersama banyak laki-laki penghibur di Rumah Hiburan Nirwana sedang ada di ruang ganti." "Apa! kau tahu memfitnah permaisuri hukuman mati sembilan keturunan!" bentak Wang Ming. "Benar, Yang Mulia, Hamba tidak bohong. Hamba melihat jelas Permaisuri sedang melakukan... melakukan... ampun Yang Mulia." "Raja, mari kita ikuti pelayan ini dan kita lihat apa yang sebenarnya terjadi disana!" ajak Ibu Suri Rong Yue yang langsung mengajak Wang Ming mengikuti langkahnya yang tergesa menuju tempat yang ditunjukkan oleh pelayan tadi. Semua orang akhirnya berdiri dan mengikuti arah mana si pelayan tadi bergegas menunjukkan bahwa Sang Ratu sedang selingkuh di acara ulang tahun Raja Wang Ming. Di sebuah tempat mirip dengan paviliun yang tidak dipakai, "Agh! siapa kalian! Mengapa kalian ada disini?" teriak Li Jing di dalam ruangan yang tadi dia gunakan untuk ganti pakaian. "Kau sudah melakukan kenikmatan bersama kami. Ternyata begini rasanya meniduri Ratu Kerajaan Langit yang disayangi rakyatnya." "Biadab kalian tiduri aku! Kalian akan mati!" "Bukankah Yang Mulia tadi yang begitu agresif pada kami? Bukankah Yang Mulia tadi yang menggoda kami dengan tubuh polos Yang Mulia?" ejek salah satu laki-laki penghibur yang tidak tahu dari mana datangnya. Li Jing begitu terpukul saat dia sadar sepenuhnya dia telah dinodai lima laki-laki asing yang tiba-tiba ada di ruang ganti tersebut. Saat Li Jing akan keluar, rombongan Ibu Suri datang. "Permaisuri!" seru Ibu Suri Rong Yue dengan terkejut. Ternyata berita itu benar adanya. Saat Wang Ming dan Ibu Suri melihat Li Jing keluar dari ruangan yang berisi lima laki-laki asing tapi mengenakan seragam khas dari Rumah Hiburan Nirwana. "Ratu! Apa yang telah Ratu lakukan dengan mereka!" bentak Wang Ming yang wajahnya sudah merah padam. Li Jing dan kelima laki-laki asing itu langsung tersungkur di kaki Wang Ming. "Ampun Yang Mulia, ampun, Hamba tidak tahu tadi saat Hamba merasa pusing dan diantar oleh pelayan Hamba, Hamba tidak sadar diri dan saat sadar... saat sadar... hamba sudah... dinodai lima laki-laki ini!" jelas Li Jing dengan tangisan yang memilukan. "Apa?Jadi Kakak sudah dinodai lima orang ini? Kakak tidak sadar?" sindir Mei Ling Selir Utama Kesayangan Raja Wang Ming, yang masih sepupu Li Jing. Putri dari paman Luo, kerabat Jendral Lie Hyung, Papa Li Jing. "Heh, kok bisa ya, Ratu yang katanya dikasihi rakyatnya malah berbuat mesum siang hari sama lima orang sekaligus?" bisik -bisik para wanita bangsawan yang diundang. "Ampun Yang Mulia, Hamba pasti dijebak. Anggur yang hamba minum tadi pasti tidak beres Yang Mulia." mohon Li Jing sekali lagi. "Iya, Yang Mulia Raja. Pasti Permaisuri dijebak.Tadi saat hamba mengambil baju ganti, hamba melihat mereka tiba-tiba masuk." jelas Xiao Xing pelayan pribadi Li Jing yang juga sudah tersungkur di kaki Raja Wang Ming. "Ampun, Yang Mulia, Hamba mohon berikan keadilan bagi Hamba," mohon Li Jing dengan sungguh-sungguh. "Bukti sudah di depan mata. Apalagi yang akan aku tegakkan!" bentak Wang Ming dengan sorot mata yang sangat tajam dan kejam pada Li Jing. Di sisi Raja Wnag Ming terlihat Selir Mei Ling sedang memeluk lengan Wang Ming sambil melihat ke arah Li Jing sinis. "Pelayan! Tulis titah ku." perintah Wang Ming pada sekretaris istana. "Ratu Li Jing telah melakukan perbuatan yang memalukan, membuat para menteri dan para tamu undangan terganggu, maka dengan ini jabatannya dilepas menjadi pelayan dan dihukum kurungan di Paviliun terbengkalai. Tidak boleh keluar dari sana tanpa titah dariku selamanya. Untuk para laki-laki ini hukum mati di tempat!" Wang Ming segera membalikkan badan dengan malu dan gusar, diikuti oleh Ibu Suri dan Mei Ling serta tanu undangan lainnya yang melihat kejadian itu. "Yang Mulia, Yang Mulia... mamagkan hamba terlambat menolong yang Mulia Ratu. Hingga akhirnya seperti ini." "Bukan, ini bukan salahmu. Siapa yang begitu jahat menjebak aku seperti ini?" air mata Li Jing tidak berhenti mengalir, hatinya hancur bagaikan debu, menerima kenyataan pahit yang tidak pernah dia bayangkan. "Kau, bangun! Segera ke paviliun terbengkalai! jangan coba-coba membantah!" bentak pengawal yang menyeret Li Jing ke paviliun terbengkalai. Tiga bulan kemudian. "Uhuk! Uhuk!" "Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?" "Xiao Xing, kau lupa? aku sekarang hanya orang biasa. Aku bukan permaisuri lagi." lirih Li Jing dengan kondisi tubuh yang semakin melemah. "Nyonya, hamba akan panggilkan tabib istana. Nyonya harus berobat," ujar Xiao Ling tulus. "Jangan, itu menyalahi aturan." "Tidak, hamba akan tetap mencari obat untuk Yang Mulia." "Jangan!" Brakkk!! Pintu terbanting keras. Tampak Mei Ling dan pelayannya datang. "Heh! Mau kemana kau budak kecil!" bentak Mei Ling. "Yang Mulia, Permaisuri!" Xiao Xing langsung tersungkur di depan kaki Mei Ling yang kini menjadi Permaisuri menggantikan Li Jing. "Kakak, kau sekarang bau sekali! Apakah penyakit kotor mu itu sudah parah? Hahaha!" "Ada apa kau kemari!" "Lancang!" Plak! "Di hadapan Permaisuri kau tidak memberi hormat, bahkan langsung bertanya!" "Ada apa,katakan saja. Bukankah kau bahagia sekarang bisa mentertawakan aku?" "Aku kemari hanya cek kondisi mu saja. Yang Mulia Baginda Raja harus tahu kondisimu." "Kau sekarang sudah bau, kotor dan menjijikkan. Akhirnya aku bisa menggantikan posisimu sebagai Ratu di negeri ini, hahaha!" "Baiklah! kunjungan ini menyenangkan sekali melihat kau sudah lemah tak berdaya dan sudah terkena penyakit kotor yang bau ini!" Mei Ling meninggalkan Ling Jing dan Xiao Xing yang masih syok melihat kunjungan Mei Ling yang tiba-tiba. "Xiao Xing, maafkan aku. Gara-gara aku kau ikut terseret dalam masalah ini." "Tidak Nyonya, jangan katakan itu. Xiao Xing ikhlas ikut Nyonya kemanapun Nyonya dan bagaimana pun keadaan Nyonya. Hamba sudah diselamatkan Nyonya dari rumah bordil itu dulu. Sejak itu Hamba berjanji setia pada Nyonya seumur hidup," isak Xiao Xing yang begitu paham dan mengerti Li Jing. "Xiao Xing menjauhlah dariku, kau bisa tertular penyakit kotor ini," "Apakah sudah waktunya aku kembali ke Nirwana? Aku, tidak kuat lagi," gumam Li Jing lirih.Li Jing segera menyusul rombongan Jenderal Lie Hyuan dan Kakaknya Lie Kwang saat mereka hampir tiba di sebuah jalanan sempit yang mendekati pegunungan. "Papa, Kakak, tunggu!" teriak Li Jing pada keduanya. Membuat kedua laki-laki gagah itu langsung menghentikan kuda mereka dan rombongan. Nafas Li Jing memburu saat tiba di hadapan kedua orang yang dia sayangi. "Pa, kalian dijebak. Kalian nanti akan menemui kumpulan bandit yang sengaja di bayar. Mereka bukan bandit biasa, tapi mereka adalah sekumpulan pembunuh bayaran yang akan menukar bahan makanan yang kalian bawa itu dengan bahan makanan yang busuk dan beracun! kalian harus ambil jalan yang memutar! Jangan lanjutkan perjalanan ini di arah sana Pa." "Jing'er, apakah kau tahu ini berita yang sebenarnya? Apakah ini bukan sebagai jebakan?" Mereka tidak akan berani menyerang rombongan kami secara nyata, pasti mereka akan menipu dengan cara licik!" jelas Jenderal Lie Hyun tegas pada sang putri kesayangannya. "Apa? Jadi mereka punya
Saat Wang Ming termangu di tendanya, Pangeran Dukung masuk menemui Wang Ming. "Salam Yang Mulia," sapa Wang Dong. "Ya, ada apa Kakak sulungku tiba-tiba menemui aku di larut malam begini? Apakah tenda Kakak bermasalah atau tidak nyaman?" "Adik, kakak sulung tahu kau terakhir ini begitu lelah, bolehkah kakakmu ini membantu. Kakak lihat kau terlalu lelah hingga kau abaikan para wanita mu, bagaimana kau istirahat saja biar kakak bantu kau menangani kekacauan ini. Kakak lihat ada beberapa orang datang menyerbu mu lagi." Wang Ming terdiam, ada seulas senyum tipis yang tidak mencapai mata menghias tipis dan sekilas di sudut bibir Wang Ming. "Kakakku memiliki pengamatan yang begitu tajam. Terima kasih, adikmu ini merasa sangat diperhatikan. Sehingga adikmu ini semakin semangat untuk mengurus semua urusan ini hingga tuntas. Masih ada tikus- tikus kecil yang bermimpi menjadi Harimau di sekitar adikmu ini, apakah kakak tahu?" sindir Wang Ming membuat rahang Pangeran Wang Dong mengeras dan k
Saat mereka akan menghadap Raja Wang Ming, seseorang melihat sekelebat bayangan yang lari terburu-buru. Salah satu dari pengawal tersebut langsung menangkap orang yang mencurigakan tersebut. "Kak, kita menangkap saksi yang lain dan sepertinya dia orang yang punya jabatan di istana, lihat saja jubahnya halus dan dari kain upeti terbaik dari wilayah Timur. Wah, jangan - jangan dia bukan saja pejabat biasa tapi juga kata-kata musuh Kak, dia kaki tangan dari wilayah Timur pasti!" "Apakah kau yakin ini jubah terbaik sebagai upeti Wilayah Timur waktu itu?" "Iya Kak, kami sangat yakin, karena waktu itu kami yang mengangkat dan menyimpan di gudang harta Raja Wang Ming," bisik salah satu pengawalnya itu. "Baiklah kalian ikat dulu, aku akan segera panggil Raja Wang Ming kemari," perintah ketua pengawal tersebut, orang yang kini telah menjadi tangan kanan Wang Ming. Raja Wang Ming yang malam itu rencana mau jalan-jalan sekitar kuil di dekat makam Raja-raja terdahulu, mengurungkan
Mei Ling yang di bawah tekanan dua orang berkuasa dalam. sehari merasa sangat pening dan gelisah. Ada rasa jengkel, geram, putus asa, kecewa, amarah, dendam bercampur aduk dalam benaknya. Hingga dia menyusun semua rencana untuk kembali beraksi seperti yang diinginkan oleh Kedua orang berkuasa tersebut. Mei Ling tidak akan menyangka jika hla yang dia susun dengan rapi itu toh akhirnya sampai juga ke telinga Raja Wang Ming. Di dalam kereta megahnya Sang Raja yang meminta istirahat sebentar dalam perjalanan hari itu memicingkan matanya mendengar laporan dari orang kepercayaannya yang berhasil dia susupkan ke sisi orang yang dulu dia sayangi dan selalu dia manjakan. Wang Ming mendengar bisikan tersembunyi, bahwa sekelompok pejabat dan pendukung istana lama menyusun cerita palsu, jika Ratu Li Jing meracuni selir terdahulu dan menyihir Raja demi kekuasaan, isu itu ditebarkan di umum hanya karena bertujuan meruntuhkan wibawa Ratu lalu menggerogoti fondasi Kerajaan Langit dari dalam. W
"Ampun, ampun Yang Mulia Pangeran, Selir ini hanya jalankan rencana yang diberitahukan pada Selir ini dari Ibu Suri, Selir imi hanya melaksanakan tugas saja, jangan buat Selir ini takut dan kesakitan karena cekikan di leher Selir ini sakit sekali!" ronta Mei Ling mencoba melarikan dan melepaskan diri dari Pangeran Sulung yang ada di bawah pengaruh alkohol. "Bodoh! Kalian memang bodoh!!! Seandainya serangan itu berhasil, hari ini setelah kita balik ke istana pasti penobatan Pangeran ini langsung di gelar dan diadakan hari itu juga! Tapi kau telah buat semua rencana yang kami susun hancur berantakan! Bahkan semua pasukan bayangan dan para pembunuh bayaran yang di bayar oleh kami, mati di tangan empat orang yang Pangeran ini benci dari awal!!! bentak Wang Dong dengan mata yang sudah melotot dan berwarna semburat merah menahan amarah yang dalam. Brakkkk! Prang!!!! Tubuh Selir Mei Ling sudah terlempar ke udara dan jatuh berdentum begitu saja di lantai kamar sewa tersebut. "Ahh!!! Amp
Iring-iringan itu semakin mendekati tempat makam Raja-raja terdahulu. Namun karena hari sudah menjelang malam, maka mereka pun menyewa rumah penginapan yang terdekat. Raja Wang Ming yang hari itu menyamar dengan Li Jing, memang tidak terlalu mencolok, walaupun harus menginap di rumah penginapan terdekat. Para prajurit berkumpul jadi satu di rumah penginapan yang ada di belakang penginapan utama. Penginapan zaman itu memang biasa terbagi menjadi dua area satu yang biasa dan satu mewah untuk para pejabat dan bangsawan. Walaupun mereka ada dalam satu halaman, tapi berbeda jarak. Jauh di penginapan belakang ada satu kamar yang dipakai untuk beberapa orang berkumpul. Jika mereka berkumpul di halaman utama penginapan dan jaraknya dekat dengan kamar- kamar utama,mereka takut ketahuan, sehingga mereka menyewa satu ruangan besar yang ada di belakang untuk mereka berkumpul. Tempat yang biasa di pakai oleh para saudagar jika bepergian dengan keluarga atau rombongan yang besar. Di ruangan ya
“Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “
“Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun
Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka
Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,







