Home / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 17 Informasi Yang Membebaskan

Share

Bab 17 Informasi Yang Membebaskan

Author: Purplelove77
last update publish date: 2026-06-20 20:49:47

Wesssss! Tap!

Anak panah itu menancap tepat di pohon besar sebelah Wang Ming berdiri.

Wang Ming yang terkejut tapi awas, melihat di ujung anak panah itu ternyata ada surat yang dililitkan disana.

Wang Ming menarik anak panah itu dan membuka surat tersebut.

"Lepaskan Ratu Li Jing! Bukan dia pelakunya! Pelakunya ada di ujung taman dekat pintu keluar yang terhalang oleh blokade pengawal istana. Dia mengenakan baju warna merah."

Wang Ming yang membaca surat itu setengah percaya setengah t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 18 Tuduhan membungkam saksi

    A Chen yang ditatap dengan intens oleh Li Jing sedikit salah tingkah. Wajahnya yang tampan, hidungnya yang mancung dan telinganya yang selalu awas dengan suara sepelan apapun itu, menjadi sedikit memerah. Ada senyum simpul yang gugup membuat Li Jing jadi tersenyum tipis. "Yang Mulia, Hamba akan memijat kaki Yang Mulia." "Baiklah, aku akan menghargai niat baikmu. Ayo pijat kakiku yang sudah lelah berlutut di aula utama dan di taman utama tadi," desis Li Jing. Wajah Li Jing kembali dingin dan sebeku es kutub utara. Wajah cantiknya itu sekarang tidak ada lagi senyuman. Tatap matanya tajam, mengingat bagaimana Wang Ming dan Ibu Suri tadi sudah sangat mencurigai dan menuduh dirinya. "A Chen, apakah A Xiong belum kembali?" tanya tiba-tiba Li Jing membuat A Chen yang santai memijat kaki junjungannya tiba-tiba langsung tegang dan serius. Dia paham betul jika Li Jing sudah berubah serius pasti akan ada tugas baru untuk mereka para pengikut setianya. "Belum, Yang Mulia, sepertiny

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 17 Informasi Yang Membebaskan

    Wesssss! Tap! Anak panah itu menancap tepat di pohon besar sebelah Wang Ming berdiri. Wang Ming yang terkejut tapi awas, melihat di ujung anak panah itu ternyata ada surat yang dililitkan disana. Wang Ming menarik anak panah itu dan membuka surat tersebut. "Lepaskan Ratu Li Jing! Bukan dia pelakunya! Pelakunya ada di ujung taman dekat pintu keluar yang terhalang oleh blokade pengawal istana. Dia mengenakan baju warna merah." Wang Ming yang membaca surat itu setengah percaya setengah tidak. Tapi dia mencoba untuk konfirmasi. Saat dia melihat seseorang yang ditulis di surat itu nampak gelisah. "Pengawal bawa dia kemari!" titah Wang Ming sambil menunjuk ke arah orang yang dimaksud. Seorang pengawal langsung sigap dan meringkus seseorang berbaju merah yang hendak melarikan diri tersebut. "Ini Yang Mulia!" "Geledah!" Pengawal itu pun dengan sigap menggeledah orang asing berbaju merah tersebut. "Yang Mulia, ini bungkusannya!" "Bawa kemari!" "Tabib Feng tolong kau cek

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 16 Tuduhan Kejam

    "Ratu! Apa yang terjadi?" tanya spontan Raja Wang Ming pada Li Jing yang masih terpaku menatap pemandangan di depan matanya. "Ampun, Baginda Raja, Hamba akan menanyakan pada bagian yang mempersiapkan hidangan ini." "Hari ini Kau bahkan membuat dua kekacauan! Sungguh Ratu yang tidak berkompeten sama sekali. Tiga tahun lalu, Ibu Suri yang mempersiapkan acara ini tidak pernah terjadi apapun seperti ini!" geram Raja Wang Ming. "Hamba izin undur diri untuk memeriksa kekacauan ini," pamit Li Jing pada Wang Ming dan Ibu Suri. Gelang Giok Bulan di pergelangan tangannya kembali terasa menyengat dan membara. "Tutup semua pintu! Tanpa seizin ku tidak ada yang boleh keluar dan masuk ke halaman taman utama Istana Naga Langit!" titah Wang Ming pasa semua pasukan keamanannya yang telah bersiap sedia di sekeliling taman utama tersebut. Li Jing langsung menuju ke tempat Selir Xia berdiri. "Selir Xia, apa yang terjadi mengapa mereka semua jadi sakit perut, pusing dan muntah-muntah

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 15 Huru Hara Yang Direncanakan

    Kepergian para pengawal dan pelayan Ding yang setia pada Mei Ling, masih menyisakan tanda tanya besar di hati Li Jing. "Ternyata, kau masih sama. Kau masih sangat menyayangi sepupuku itu. Apapun yang menjadi kesalahannya, pasti selalu kau siapkan pengampunan," lirih Li Jing dalam hatinya yang tiba-tiba terasa seperti diiris sembilu, tipis tapi sangat dalam sayatannya, pedih di hatinya Xiao Xing yang sudah mengikuti Li Jing hampir sepuluh tahun, melihat kekecewaan yang dipendam dan ditutup rapat di hati junjungannya. Ada butir bening menetes ke tangan Sang Ratu. Tapi Xiao Xing hanya diam karena dia tidak ingin mempermalukan junjungannya. "Ratu Li Jing, aku harap kau bisa lebih mampu mengatur istana dalam, membantu Ibu Suri. Bagaimana kau bisa membantu Ibu Suri mengatur istana dalam Harem, jika dua kali sudah kejadian pelayan yang licik menfitnah dan melakukan kejahatan pada tuannya!" tegur keras Wang Ming pada Li Jing, yang mengejutkan seluruh tamu undangan dan khususnya Xiao Xing

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 14 Tak Tik Menghindar dari Hukuman

    "Tuliskan titahku!" "Lapor, Ampun Yang Mulia, Baginda Raja," seru seorang kasim datang melapor, hal yang tidak di duga oleh Li Jing dan Xiao Xing. "Ampun Yang Mulia, Baginda Raja, jangan timpakan kesalahan itu pada Selir utama, sebab telah kami selidiki, ternyata ada yang sengaja menyebarkan berita palsu mengenai kesukaan Baginda Raja dengan tarian pedang. Berita itu yang membuat Selir utama jadi salah paham," lapor kasim tersebut. "Apakah kau punya bukti, Kasim Liu?" "Kami membawa saksinya di sini, Baginda Raja." Li Jing membulatkan bola mata ungu Amethystnya saat melihat seorang pelayan yang dia kenal adalah pelayan pribadi Mei Ling sudah memakai baju putih penuh noda darah, seakan pelayan itu telah di siksa seseorang. "Apa, ini tidak benar. Bagaimana dia tega pada pelayannya sendiri?" gumam tidak percaya Li Jing. "Ampun, Yang Mulia, Baginda Raja, pelayan ini yang memberikan berita palsu." "Ampun Baginda Raja, hamba hanya khilaf sesaat, sebab hamba tahu Selir Mei Ling

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 13 Umpan Yang Termakan Musuh

    Hari yang ditunggu tiba juga. Di taman utama Kerajaan Langit, tampak banyak tamu undangan yang datang dan duduk di masing-masing kursi kehormatan mereka, sesuai dengan wilayah masing-masing. Selir Yen, Kim dan Xia, sudah mengambil posisi sesuai yang diatur oleh Li Jing. Namun saat mereka sibuk membagikan souvenir kecil sebagai ucapan terima kasih pada setiap tamu yang datang. Mei Ling terlihat dengan hanfu warna merah yang terbuka dan memperlihatkan bagian tubuhnya yang seksi, berjalan menuju kerumunan tamu undangan. Potongan leher yang rendah dan warna yang sangat mencolok membuat banyak tamu undangan berbisik satu dengan lainnya. "Lihat, bukankah itu selir utama Raja Wang Ming, lihat penampilannya begitu mencolok melebihi penampilan Ratu Li Jing." "Hah, sungguh tidak sopan. Selir yang lupa pada jabatan dan posisinya. Apakah ini kebiasaan yang ada di Kerajaan Langit, bahwa kedudukan Selir lebih tinggi dari sang ratu?" Bisik-bisik itu semakin terdengar riuh dan semaki

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status