LOGINMalam itu seperti yang telah di putuskan oleh Wang Ming, mereka menuju Paviliun Mawar Phoniex. Ketika mendekati tempat kediaman Li Jing, terdengar suara merdu yang menyanyikan lagu cinta yang hangat. Wang Ming akhirnya tergoda untuk melihat pemandangan indah di depannya. Seorang wanita sedang mengenakan pakaian sedikit terbuka, namun jelas memperlihatkan lekuk tubuh dan kemolekan tubuh pemiliknya. Wang Ming yang sudah terpengaruh dengan dupa khusus yang ada di area tersebut mulai mendekati wanita yang sedang menyanyi dan menari itu. Wang Ming memeluk pinggang ramping wanita tersebut dan mencium aroma sejuta bunga yang menjadi parfum wanita itu di lehernya yang putih dan tanpa noda. Dupa asmara seribu cinta pun membuat Wang Ming semakin mabuk dan tidak bisa mengendalikan hasrat yang tiba-tiba mencuat. Milik kebanggaan Naga itu sudah mencuat kokoh dan keras di balik jubah Kekaisarannya yang dia kenakan. Kasim Liang dan semua pelayan yang mengikuti Raja tahu diri dan melangka
Kedua Selir itu kembali saling lempar pandangan satu dengan yang lain. "Ampun, Yang Mulia, mengapa Yang Mulia mengatakan kita harus minimal setara dengan kemampuan Selir Mei Ling?" tanya Selir Kim memberanikan diri. "Karena dia yang pandai membuat hati Raja luluh. Jika kalian tidak bisa setara kemampuan Selir Mei Ling, maka hati Raja juga tidak akan luluh pada kalian. Setelah pesta perjamuan Bunga Jade, biasa akan diadakan pemilihan Selir lagi, sebab hingga hari ini Raja kita belum mempunyai keturunan, itu pasti membuat para menteri cemas." "Hah, pemilihan Selir baru?" lirih Selir Yen. Wajahnya sudah pucat pasi. Harem istana memang terlalu beresiko. "Ya, dan pastinya akan lebih banyak lagi Selir baru yang lebih muda dan cantik dari kita. Jika kita tidak memiliki kelebihan apapun untuk memenangkan hati Raja, kita akan tersingkir!"Selir Yen dan Selir Kim terdiam. Apa yang dikatakan oleh Li Jing benar adanya. Sekarang semua ini bergantung pada usaha diri sendiri. Bukan lagi pada ya
Pagi itu di kediaman Li Jing, "Pagi Yang Mulia Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu, sarapan sudah kami siapkan, di tambah tonik untuk memulihkan stamina juga," "Hmm, hmmm," Li Jing berdehem pada Xiao Xing dengan tatapan mata membunuh. Membuat Xiao Xing langsung pergi sambil senyum-senyum. "Minum dulu, Ratu ku, hmm?" Wang Ming langsung menyodorkan secawan air untuk Li Jing minum. "Terima kasih, Yang Mulia," sahut Li Jing. "Ratu ku, mulai hari ini, aku akan lebih memperhatikanmu, aku akan lebih bijaksana dan akan menyelidiki segala sesuatu dengan baik. Maafkan aku... telah lama abaikan dirimu dan selalu menyalahkan Ratu ku yang cantik dan bijaksana," ucap Wang Ming. Tangan Li Jing langsung digenggam dan dicium oleh Raja Wang Ming. "Yang Mulia, sebenarnya apa yang terjadi, Hamba selama ini juga berterima kasih kepada Yang Mulia." "Ratu ku, aku akan kembali ke sidang pagi, aku serahkan kembali urusan istana dalam harem ini padamu, aku kemarin sudah mengambil segel Phoniex yang
"Diam, Ratu ku jangan bergerak lagi," bisik Wang Ming. Tiba di kediaman Li Jing yang dia tinggalkan selama dua bulan itu kini sudah terlihat bersih, Wang Ming sudah memerintahkan pelayannya untuk membersihkan Paviliun Mawar Phoniex tadi. Raja Wang Ming langsung membawa Li Jing ke atas ranjangnya. Wang Ming langsung menciumi leher Li Jing dan bibir Li Jing di bawah kungkungannya. Li Jing menjadi gelagapan menerima sikap Raja Wang Ming yang sangat tiba-tiba seperti itu. "Yang Mulia, Yang Mulia, Hamba baru saja keluar dari aula leluhur Hamba masih bau dupa dan penuh debu abu selama di sana, Yang Mulia hamba... Hamba... hmmm, ah, hmm ah... Yang Mulia." ucap Li Jing di sela desahan yang spontan saja keluar saat Wang Ming sudah menciumi leher dan bibirnya semakin rakus. Hingga menarik jubah sederhananya jatuh ke pantai berhamburan. Dada bidang Wang Ming kini sudah terekspos kokoh di depan mata Li Jing yang masih membelalak tidak percaya atas apa yang dilakukan oleh Rajanya. Li J
Li Jing langsung lemas dan terduduk di lantai dingin aula leluhur, dia masih tidak percaya jika Raja Wang Ming tiba-tiba membebaskan hukuman kurungnya tanpa alasan jelas yang dia tahu. Gelang Giok Bulannya berpendar cahaya putih kebiruan sama seperti yang dia lihat saat A Chen dekat dengan dirinya beberapa bulan lalu sebelum dia di hukum kurung di aula leluhur. Kasim Liang, membawa Li Jing dan Xiao Xing, ke gudang harta milik Raja. Li Jing hanya mengikuti titah yang dia terima. Tiba di depan gudang harta Raja, Li Jing jadi ragu-ragu untuk masuk. Kembali gelang Giok miliknya berpendar cahaya warna putih kebiruan. Terasa sangat sejuk di kulit tangannya. Mata amethyst-nya, menatap takjub banyaknya harta yang sangat bagus di depan matanya. Xiao Xing sampai menelan salivanya melihat harta yang melimpah. Semua itu adalah hasil upeti wilayah sekitar yang selalu diberikan ke Kerajaan Langit setiap tahunnya. "Yang Mulia Ratu, silakan masuk. Raja sudeh mengizinkan Yang Mulia Ratu dan pel
Beberapa pelayan tergopoh-gopoh memanggil tabib istana. Tabib Feng datang dan memeriksa nadi Pangeran Wang Ming. Raut wajahnya begitu cemas dan kuatir. Kasim Liang menjadi sangat penasaran. “Bagaimana kondisi Yang Mulia?” “Ampuni Hamba, Hamba datang terlambat Kasim Liang,” jawab Tabib Liang tersungkur. Para pelayan menahan isak tangis. Tidak ada seorang pun yang tidak merasa bersalah di sana. “Yang Mulia, Yang Mulia…” Tiba-tiba, seberkas cahaya warna putih kebiruan, bersinar terang dan membungkus seluruh tubuh Wang Ming lalu perlahan seperti kabut tipis yang menghilang di udara. Putaran waktu tiba-tiba berjalan mundur dan membawa Wang Ming ke kehidupan sebelum tragedi atas dirinya terjadi. Di saat itu, Wang Ming akhirnya kembali dan sadar. Saat dia sadar dia ada di atas pembaringanya. “Uhuk, uhuk…” “Yang Mulia, akhirnya Yang Mulia sadar kembali,” seru Kasim Liang. Diikuti semua yang disana tersungkur di depan Wang Ming. Wang Ming seakan baru terbangun da
Li Jing yang mendengar kata-kata Mei Ling membuat dia emosi. Tangannya mengepal di samping tubuhnya. Lalu dengan sikap netral kembali dia tersenyum tipis pada Mei Ling. "Selir Mei Ling, tidak usah buru-buru untuk duduk disebelah Raja. Ada tugas yang membuatmu makin dikenal seluruh wilayah yang ad
Keesokan harinya, Li jing bersiap akan mengumpulkan haram untuk dia atur saat acara besar yang di gelar di Kerajaan Langit esok hari. Li jing kumpulkan semua untuk dia atur supaya tidak ada kesalahan yang terjadi saat acara dilaksanakan. "Pagi ini, aku undang kalian untuk sama-sama bersiap diri
Pagi itu di kamar Li Jing, Li Jing nampak menulis sebuah surat. “A Chen!” “Ya, Yang Mulia!” “Berikan surat ini pada ayahku yang ada di perbatasan. Aku sudah cek gudang bahan makanan Mentri Bong An dan Pangeran Wang Dong, semua hanya pasir yang banyak! Sungguh keterlaluan mereka!” “Laksana
“Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “







