共有

Bab 105

作者: MISTERIOUS
last update 公開日: 2026-06-03 23:06:55

Di luar gerbang besi Villa Bukit Kuning, tiga sosok berdiri dengan penampilan khas orang kaya.

Ye Rui dari Keluarga Ye mengenakan jas abu-abu dengan jam tangan berkilau di pergelangan tangan.

Qin Yushuo dari Keluarga Qin merapikan kerah jasnya sambil melirik sekeliling dengan ekspresi menilai.

Lu Jiyan dari Keluarga Lu berdiri paling depan, kedua tangan dimasukkan ke saku celana, dengan dagu sedikit terangkat.

Ketiganya memancarkan kesan yang sama, orang-orang yang sudah lama terbiasa dilayan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 109

    Song Hua menggertakkan gigi. Ia tahu dirinya tidak lagi memiliki pilihan.Dengan tangan gemetar, ia akhirnya menekan tombol panggil.Nada sambung terdengar beberapa kali.Lalu panggilan tersambung."Halo?"Suara tenang terdengar dari seberang.Song Hua langsung berkata, "Li Mingzi!"Namun beberapa detik berlalu tanpa respons yang ia harapkan."Maaf, siapa ini?"Kelopak mata Song Hua berkedut.Darah hampir naik ke kepalanya.Ia sedang dipermalukan di depan begitu banyak orang, sementara orang yang dipanggil bahkan tidak mengenali suaranya."Li Mingzi! Aku Nyonya Tua Ruan!"Ia hampir berteriak."Oh."Suara di seberang akhirnya terdengar paham."Nenek?"Wajah Song Hua langsung menggelap.Namun sebelum ia sempat marah, Li Mingzi kembali berbicara."Maaf. Ada apa?"Nada suaranya jauh lebih serius.Song Hua menarik napas.Belum sempat menjawab, Qin Yushuo berkata dari samping."Suruh dia datang."Song Hua menoleh tajam.Kemudian tanpa ragu berkata ke ponselnya."Jangan datang!"Semua orang

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 108

    Song Hua akhirnya mengerti. Semua hanya alasan yang sengaja dibuat agar dirinya datang.Orang yang benar-benar ingin mereka temui hanyalah Li Mingzi.Wajah Song Hua menjadi suram.Ia sengaja tidak membawa Li Mingzi karena tidak ingin bergantung pada pria itu lagi. Di hadapan para tokoh besar Kota Awan, ia ingin menunjukkan bahwa Keluarga Ruan masih mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri.Namun sekarang kenyataan menamparnya.Ternyata yang dianggap penting bukanlah Keluarga Ruan.Melainkan Li Mingzi.Di sampingnya, Ruan Yuan juga menyadari arah situasi yang mulai memburuk. Ia tidak ingin kesempatan yang susah payah didapat malam ini lenyap begitu saja.Karena itu ia segera melangkah maju."Pak Qin, meskipun Li Mingzi tidak hadir, saya tetap bisa mewakili Keluarga Ruan."Semua mata langsung tertuju kepadanya.Ruan Yuan menarik napas dalam-dalam lalu melanjutkan, "Bukankah kita datang malam ini untuk membicarakan proyek sepuluh triliun? Saya anggota langsung Keluarga Ruan. Apa pun yang

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 107

    Ruan Yin masih berdiri di dekat pintu ketika langkah Song Hua menghilang di ujung koridor.Keningnya berkerut."Aku tidak suka ini." Ia berkata pelan, lebih pada dirinya sendiri. "Nenek pasti akan mendukung mereka. Dan kalau dia berpihak pada Qin Yushuo...""Menarik."Li Mingzi berjalan pelan menuju sofa, duduk, lalu meraih cangkir teh yang sudah setengah dingin.Ruan Yin menatapnya. "Kau bilang menarik?""Situasi seperti ini." Li Mingzi meneguk tehnya. "Biasanya lebih menghibur dari yang dibayangkan.""Kau tidak khawatir?""Tidak."Ruan Yin hampir menyahut tajam, tapi Li Mingzi sudah melanjutkan."Kalau kau mau, kita bisa pergi juga."Ruan Yin terdiam. "Nenek sudah melarang.""Melarang." Li Mingzi mengulang kata itu dengan nada datar. "Selama cukup nekat, masuk ke mana pun juga bisa."Ruan Yin menatapnya sebentar.Lalu wajahnya menghangat.Ia berbalik ke arah lain agar Li Mingzi tidak melihatnya.***Di dalam mobil yang melaju menuju pusat kota, Song Hua duduk tegak.Ruan Yuan di sam

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 106

    Li Mingzi sama sekali tidak memikirkan tiga ratus juta yang baru saja ia dapatkan.Baginya, uang itu hanya bonus.Yang lebih penting adalah hasil pengamatannya.Ia berdiri di depan jendela lantai tiga Villa Bukit Kuning sambil memandangi halaman yang mulai sepi."Aula Bintang memang harus dibersihkan."Li Mingzi bergumam pelan.Jika suatu hari nanti ia benar-benar menjadi pemimpin Aula Bintang, ia tidak membutuhkan orang-orang yang hanya pandai menjilat atau mencari keuntungan.Ia membutuhkan orang yang setia.Orang yang bisa dipercaya.Sisanya tidak ada gunanya.Tuan Wang yang masih duduk di kursi hanya tersenyum tipis."Tuan sedang menguji mereka?""Mungkin."Jawaban Li Mingzi tetap sama seperti biasanya.Sederhana.Sulit ditebak.Beberapa jam kemudian.Di dalam sebuah ruang pertemuan mewah, Qin Yushuo, Ye Rui, dan Lu Jiyan duduk mengelilingi meja bundar.Suasana jauh lebih tenang dibandingkan saat mereka berada di depan gerbang Villa Bukit Kuning.Di atas meja terletak beberapa dok

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 105

    Di luar gerbang besi Villa Bukit Kuning, tiga sosok berdiri dengan penampilan khas orang kaya.Ye Rui dari Keluarga Ye mengenakan jas abu-abu dengan jam tangan berkilau di pergelangan tangan. Qin Yushuo dari Keluarga Qin merapikan kerah jasnya sambil melirik sekeliling dengan ekspresi menilai. Lu Jiyan dari Keluarga Lu berdiri paling depan, kedua tangan dimasukkan ke saku celana, dengan dagu sedikit terangkat.Ketiganya memancarkan kesan yang sama, orang-orang yang sudah lama terbiasa dilayani.Li Mingzi berjalan mendekat dari arah dalam gerbang. Langkahnya santai. Walkie-talkie tergantung di sabuknya. Seragam petugas keamanan yang ia kenakan terlihat biasa saja, bahkan sedikit kusut di bagian lengan."Ada keperluan apa?" tanyanya.Lu Jiyan memandang dari atas ke bawah."Panggil Tuan Wang. Kami tidak punya urusan dengan penjaga."Li Mingzi tidak langsung menjawab. Ia mengamati ketiganya satu per satu dengan ekspresi datar."Siapa kalian?"Lu Jiyan langsung mengerutkan dahi."Lu Jiya

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 104

    Malam itu berlangsung jauh lebih panjang daripada yang dibayangkan Ruan Yin.Setelah insiden di kamar mandi, keduanya kembali ke kamar dalam keadaan sedikit berantakan. Ruan Yin yang sebelumnya berniat segera tidur akhirnya kembali terseret oleh permainan Li Mingzi. Pria itu sepertinya belum cukup puas."Aku harus bekerja besok," gumam Ruan Yin dengan mata setengah terpejam.Li Mingzi mengangguk."Baik."Mendengar jawaban itu, Ruan Yin sempat mengira dirinya akan dibiarkan beristirahat.Beberapa saat kemudian, ia baru menyadari bahwa pria itu hanya mengangguk tanpa benar-benar menghentikan apa pun."Kamu bahkan nggak mendengarkanku.""Aku mendengarkan," jawab Li Mingzi tanpa menghentikan tangannya yang terus bergerak nakal."Lalu kenapa masih..."Ruan Yin tidak melanjutkan kalimatnya. Wajahnya sudah memanas. Ia menggigit bibirnya menahan sesuatu.Li Mingzi tidak bisa menahan dirinya lagi, sementara Ruan Yin hanya bisa pasrah. Di balik rasa lelahnya, ia juga menikmati sentuhan pria it

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status