Teilen

Bab 77

last update Veröffentlichungsdatum: 14.05.2026 19:56:26

Pintu mobil terbuka keras hingga membentur sisi kendaraan. Sosok Bai Yumeng berlari tanpa peduli keadaan sekitar. Bahkan sebelum Li Mingzi sempat bicara, wanita itu sudah memeluknya erat. Tubuhnya sedikit gemetar ketika wajahnya menekan dada Li Mingzi, dan suara isak kecil terdengar jelas.

"Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu…"

Li Mingzi berkedip bingung, tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ruan Yuan sampai melongo melihat pemandangan itu. Song Hua yang berdiri tidak jauh dari gerbang
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 80

    “Bidang usahaku?” Li Mingzi mengulanginya polos. “Aku baru turun gunung beberapa hari lalu.”Bing Lian yang tadi tersenyum genit langsung berkedip bingung. “Apa?”“Aku belum punya pekerjaan tetap.” Li Mingzi menggaruk pipinya santai. “Sekarang masih tinggal bersama Yin Yin.”Beberapa detik suasana menjadi hening.Tatapan Bing Lian yang awalnya penuh minat perlahan berubah. Senyum di bibir merahnya juga mulai terasa palsu.“Jadi… pengangguran?” tanyanya hati-hati.Li Mingzi mengangguk jujur. “Kurang lebih begitu.”“Oh…”Jawaban itu langsung mematahkan ekspektasi Bing Lian. Tadi dia mengira Li Mingzi adalah tuan muda kaya yang sengaja berpakaian sederhana. Namun setelah mendengar sendiri pengakuannya, rasa antusiasnya menguap.Sepanjang perjalanan di pusat Kota Pasir, Bing Lian lebih banyak berbicara dengan Ruan Yin dibanding Li Mingzi.“Masih ingat Shen Mu?” tanyanya tiba-tiba sambil tersenyum.Ruan Yin sedikit terdiam. “Kenapa mendadak menyebut dia?”“Ya ampun, dia masih mencarimu sam

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 79

    Ruan Yin menggigit bibir bawahnya pelan sebelum akhirnya mengangguk malu. Wajahnya sudah merah sampai ke leher. Bahkan ujung telinganya ikut memanas saat melihat Li Mingzi mendekat perlahan di bawah selimut hangat itu.Li Mingzi sendiri tampak sedikit gugup.Meskipun mulutnya tadi berani mengatakan ingin memiliki tujuh istri, kenyataannya ini adalah pertama kali ia begitu dekat dengan seorang wanita.“Aku… boleh mulai?” tanyanya pelan.Ruan Yin langsung memukul dadanya pelan dengan malu. “Kenapa masih tanya begitu…”Li Mingzi tersenyum kecil lalu mengelus pipinya lembut. Jari-jarinya terasa hangat. Tatapannya yang biasanya polos kini terlihat jauh lebih serius.Perlahan, ia menunduk dan mencium bibir Ruan Yin.Tubuh wanita itu langsung menegang.“Nn…”Napas hangat bercampur di dalam selimut sempit. Ciuman Li Mingzi awalnya terasa canggung, bahkan beberapa kali hidung mereka saling berbenturan sampai Ruan Yin tidak tahan tertawa malu.“Kamu benar-benar belum pernah?” bisiknya lirih.Li

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 78

    “Kenapa kamu diam terus dari tadi?”Suara Li Mingzi memecah kesunyian di dalam mobil. Lampu jalan melintas cepat di balik jendela, memantulkan bayangan wajah Ruan Yin yang tenang di kaca depan. Wanita itu tetap fokus menyetir tanpa menoleh sedikit pun.“Aku sedang menyetir.”Jawabannya pendek.Li Mingzi meliriknya beberapa kali. Semakin diperhatikan, semakin terasa aneh. Biasanya Ruan Yin akan membalas ocehannya, minimal memarahinya sedikit. Tapi sejak Bai Yumeng turun dari mobil tadi, suasana berubah kaku.Li Mingzi berdeham kecil. “Menurutku Yumeng cukup baik.”Ruan Yin mengangguk tipis. “Mm.”“Dia juga dermawan. Mobilnya boleh dipakai gratis.”“Mm.”Li Mingzi berkedip.Kenapa jawaban semuanya cuma satu kata?Ia menyandarkan kepala ke kursi sambil diam-diam mengamati wajah cantik Ruan Yin dari samping. Apa dia marah?Tapi marah karena apa?Li Mingzi mengingat kembali kejadian di gerbang gunung. Bai Yumeng memang memeluknya tadi… bahkan menangis. Waktu itu ia hanya merasa wanita itu

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 77

    Pintu mobil terbuka keras hingga membentur sisi kendaraan. Sosok Bai Yumeng berlari tanpa peduli keadaan sekitar. Bahkan sebelum Li Mingzi sempat bicara, wanita itu sudah memeluknya erat. Tubuhnya sedikit gemetar ketika wajahnya menekan dada Li Mingzi, dan suara isak kecil terdengar jelas."Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu…"Li Mingzi berkedip bingung, tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ruan Yuan sampai melongo melihat pemandangan itu. Song Hua yang berdiri tidak jauh dari gerbang gunung juga ikut membeku. Mereka belum pernah melihat Bai Yumeng, wanita dingin yang terkenal sulit didekati itu, menunjukkan ekspresi seperti ini pada siapa pun. Bahkan Gong Manli ikut tercengang di tempatnya berdiri.Li Mingzi membalas pelukannya dengan canggung sambil berkata, "Aku baik-baik saja."Bai Yumeng masih memegang bajunya beberapa detik sebelum akhirnya sadar ada terlalu banyak mata memperhatikan mereka. Tatapannya perlahan bergeser, lalu berhenti pada Ruan Yin. Suasana mendadak jad

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 76

    Song Hua berdiri limbung di dekat jendela. Wajahnya pucat seperti kertas setelah melihat tubuh Gong Qin tergeletak di bawah sana.Namun perlahan… pikirannya mulai bergerak lagi.Li Mingzi sudah membunuh pewaris Keluarga Gong.Artinya, pria itu tidak mungkin bisa terus hidup tenang di Kota Awan.Semakin dipikirkan, napas Song Hua justru mulai terasa lega.“Benar… benar…” gumamnya pelan sambil tertawa kaku. “Mereka sudah keluar dari keluarga Ruan… ini tidak ada hubungannya dengan kita…”Semakin ia mengulang kalimat itu, semakin besar rasa lega di hatinya.Bahkan matanya sampai sedikit memerah karena emosinya sendiri.Ruan Yuan yang berada di sampingnya buru-buru mengangguk cepat.“Betul! Kita nggak terlibat!” katanya seperti menemukan jalan hidup. “Semua orang di Kota Awan tahu mereka sudah diusir dari keluarga!”Song Hua langsung merasa dadanya jauh lebih ringan.Kalau begitu… masih ada harapan.Selama keluarga Ruan segera menjaga jarak dari Li Mingzi, mungkin kemarahan Keluarga Gong t

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 75

    “Lin Fang sudah kabur…” Li Mingzi melangkah santai memasuki ruangan sambil menyapu pandangan ke arah Gong Qin. “Kenapa kau tidak ikut lompat juga?”Baru sekarang Gong Qin benar-benar sadar. Lin Fang kalah.Orang yang selama ini dianggap monster pembunuh oleh ayahnya ternyata bahkan tidak mampu menghentikan Li Mingzi beberapa menit saja.Tubuh Gong Qin tanpa sadar mundur selangkah.“Li… Li Mingzi…” bibirnya bergetar. “Aku putra sulung Keluarga Gong. Kalau kau menyentuhku, seluruh Kota Awan tidak akan membiarkanmu hidup!”Li Mingzi memiringkan kepala sedikit seperti sedang berpikir.“Oh?”Plakkk!Tamparan keras meledak di dalam ruangan.Tubuh Gong Qin langsung terpental menghantam pilar beton. Suara retakan samar terdengar dari bahunya. Ia jatuh berlutut sambil memuntahkan darah.“Aaarghhh!”Separuh wajahnya langsung bengkak.Li Mingzi berjalan mendekat.“Jadi…” katanya polos. “Karena kau putra sulung Keluarga Gong, aku tidak boleh membunuhmu?”Gong Qin menggigil.Tatapan Li Mingzi tida

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status