مشاركة

Chapter 17A

مؤلف: Chacha Prima
last update تاريخ النشر: 2026-06-25 12:46:15

Aku bukan pencemburu. Aku hanya suka ingin memukul setiap pria yang melihatmu lebih dari dua kali.

—Tito Alvarez

_________________________________

Kinerja Lih Gashani jauh beda dengan Tito Alvarez. Meski telah mempelajari semua seluk-beluk Heratl, terutama bagian jadwal Jameka untuk beberapa hari ke depan selama Tito belum kembali, Lih tidak seberapa cekatan. Pria pendiam itu lebih mirip anak anjing yang mengekori majikannya daripada asisten pribadi CEO. Contohnya seperti sekarang.

“Iya, Jang.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • TAMING THE BOSS   Tie Up Chapter 6A

    Jari-jari Carissa yang tadinya sudah dingin langsung mengencang. Apa yang harus dijawabnya? Sementara itu Tito menunggu. Dikarenakan sudah nyaris sepuluh detik telah dilewati dan tidak ada tanda-tanda Carissa akan menjawab, jadi, ia menambahkan, “Harusnya kasih tahu aku dulu. Biar aku tahu kapan harus pingsan.” Carissa menunduk. “Siapa yang ngomong?” tanyanya dengan suara nyaris serupa bisikan. “Really?” Tito tak percaya. Kalau Carissa ingin pura-pura menjadi bodoh, bukan sekarang saatnya. Kebetulan sedang ingin berbaik hati hari ini, Tito pun menerangkan, “Kamu barusan denger sendiri Bu Vivian ngomong apa. Dua orang pegawai yang mau masuk lift juga denger. Nggak cuma itu, di lantai lima, semua orang bahas itu dan langsung tanya ke aku. Menurutmu aku harus jawab apa?” Jantung Carissa makin berdetak tak karuan. “Lebay banget mereka itu,” elaknya. “Kamu belum denger rekan-rekan di lantai lima juga bikin narasi versi kita nikah akhir tahun, setelah kakimu sembuh.” Mulut Car

  • TAMING THE BOSS   Tie Up Chapter 6B

    Tito tidak langsung menjawab. Ia menatap Carissa beberapa detik, berusaha mencari jalan keluar dari percakapan yang terus berputar ke tempat yang sama. Mau dijelaskan dengan cara apa pun, Carissa akan kembali menarik nama Jameka ke tengah-tengah mereka. “Carissa, masalahnya bukan aku milih kamu atau aku milih Bu Jameka,” jawab Tito setelah merasa menemukan kata-kata yang cocok. Tidak heran juga jika Carissa makin menuntut, “Terus apa?” “Aku sama kamu emang udah nggak bisa lanjut.” “Kenapa?” tuntut Carissa lagi. “Kalau bukan dari aku yang salah, terus apa? Kasih aku alasan yang masuk akal ....” Tito mengembuskan napas panjang. “Soalnya aku nggak bisa ngasih hubungan yang kamu mau.” “Aku nggak pernah nuntut macem-macem,” bantah Carissa. “Aku nggak pernah minta sleep call. Aku nggak pernah minta tiap menit kamu bales WA-ku, ngabarin lagi di mana dan ngapain. Aku bahkan nggak pernah minta dianter-jemput,” jelasnya. “Kamu sendiri yang bilang mau antar-jemput aku.” “Tapi kam

  • TAMING THE BOSS   Tie Up Chapter 5B

    Evo abu-abu milik Arga berhenti di area penjemputan Heratl tepat sepuluh menit sebelum jam kantor mulai beroperasi. Suara mesin mobil itu masih menggeram rendah saat Tito membuka pintu depan dan menjejakkan sepatu ke pelataran. Ia lalu berucap, “Makasih, Ga.”Dari balik kemudi, Arga mengulurkan tangan untuk menagih, “Bensin, Bang.”Tito menutup pintu, lalu menunduk ke jendela yang masih terbuka. “Tagih ke Bos. Gue cuma tawanan yang kalian culik.”Di antara kepulan asap rokok, Lih menyembulkan wajah dari jok belakang. “Tawanan paling rewel.”“Daripada mulut lo, Jang. Jarang banget dibuka. Tapi sekalinya bunyi, langsung nyelekit.”Arga tertawa, tetapi masih rajin mengulurkan tangan sambil menodong Tito. “Tapi serius, Bang. Uang rokok mana, uang rokok?”“Dasar anak durhaka!” hardik Tito yang nyaris menampol Arga. “Noh, minta rokok si Bujang aja.”“Ya elah ... pelit amat,” gerutu Arga.Masih untung Tito hanya menepuk-nepuk atap mobil pria itu, bukan membaliknya mirip Hulk ngamuk. Ia juga

  • TAMING THE BOSS   Tie Up Chapter 5A

    Ketika mereka kembali ke gedung utama, jam digital di lobi menunjukkan pukul dua belas lewat tujuh menit. Aroma makanan dari pantry lantai dasar mulai naik melalui lorong layanan. Seseorang membawa kotak nasi melewati pintu akses, meninggalkan bau ayam bakar dan sambal yang langsung membuat perut Tito bereaksi. Di waktu yang sama ponsel di saku Tito bergetar. Dengan segera ia membaca pesan masuk. Si Bujang Lih Gashani: Di depan. Buruan. Satu pesan berikutnya masuk dari Arga. Arga: Kalau lima menit lagi lo belum turun, gue tinggal, ya, Bang. Tito mendecakkan lidah. Berani betul dus manusia ini berlagak akan meninggalkannya. Dari ponsel, ia mengangkat wajah dan melempar pandangan ke Jameka yang berjalan di sampingnya. Jika sudah berkutat dengan tablet, Tito tahu betul wanita itu tidak akan terusik oleh apa pun di sekitarnya. Maka dari itu, di tengah para pegawai yang berlalu lalang, Tito memanggil, “Bu Jameka.” Jameka belum sempat menjawab Tito saat ponsel genggam di t

  • TAMING THE BOSS   Tie Up Chapter 4B

    “Ha?” Tito langsung terbengong-bengong. Walaupun Jameka sudah sempat menceritakan gosip itu, tetap saja Tito tidak siap mendengarnya keluar dari mulut rekan-rekan sekantor. “Pak Tito, kan, juga mau nikah sama Bu Carissa,” tukas Naray dengan raut wajah antusias. Baginya, tiada pagi yang lebih menyenangkan dari memulai hari dengan berita baik. Secara bersamaan, Tito masih penasaran. Dari mana sebenarnya gosip itu berasal? Tidak mungkin dari Jameka, kan? Masih sepagi ini, tetapi lagi-lagi otak Tito sudah dituntut bekerja maksimal dalam menggali ingatan untuk menelusuri hal ini. Ia mengingat perkataan Jameka tentang Carissa sendiri yang mengaku ia lamar di depan Jameka, Kevino, dan Vivian yang waktu itu menjenguk di rumah sakit. Jadi, gosip itu pasti beredar dari salah satu dari mereka, simpul Tito sederhana. Sekali lagi Tito meyakinkan bahwa bukan Jameka yang menyebarkan gosip itu. Untuk apa juga? Iya, kan? Tito menggali kemungkinan lain. Ya kali si Bang Ke alias Kevino itu ..

  • TAMING THE BOSS   Tie Up Chapter 4A

    Tunggu sebentar ....Niat Tito melangkah keluar lift secara praktis mandek. Mirip angkot yang mengerem dadakan gara-gara diserobot emak-emak motoran. Biasanya si sopir angkot sontak dilema dalam mengambil keputusan. Antara mau tetap lanjut mengikuti alur emak-emak itu atau justru berbelok arah.Sebab si sopir tahu, sering kali lampu sein yang dinyalakan emak-emak tidak sejalan dengan laju motor. Sudah jadi rahasia umum kalau lampu sein kiri yang dinyalakan, motor malah dibelokkan ke kanan. Begitu pula sebaliknya. Kadang-kadang justru terus berjalan lurus, seolah-olah tidak pernah menyalakan lampu sein; mungkin juga lampu penanda itu hanya dianggap dekorasi untuk meramaikan suasana saja.Tidak heran masyarakat menyebut fenomena emak-emak yang mengemudikan motor di jalan raya dianggap sebagai raja jalanan. Dalam beberapa hal, bisa juga disebut penguasa bumi. Masih untung emak-emak itu tidak freestyle di atas motor. Kalau iya, sudah terbayang di otak Tito tentang kemacetan lalu lintas ka

  • TAMING THE BOSS   Chapter 1B

    “Udahalah kagak usah banyak drama.“ Jameka langsung protes,“ Banyak drama gimana? Lo tahu sendiri gue kayak bisa!“ Pria itu tidak peduli sedikit pun tentang protes Jameka dan malah dengan entengnya berkata, “Gue yang traktir.” Jameka menganga. Traktir? Hm ... tampaknya si Kadal Sawah ini mem

  • TAMING THE BOSS   Chapter 1A

    You can’t treat people like yourselfRemember, every soul has difference in feeling—Chacha Prima_____________________________________________“Saya rasa kita masih harus meninjau lebih jauh lagi perkara ini. Berhubung sudah hampir jam makan siang, maka, cukup sekian untuk rapat hari ini. Selanjut

  • TAMING THE BOSS   Prolog

    “Good morning, Bae.” Suara serak seorang pria memasuki rungu seorang wanita berbalut sweter cokelat yang salah satu lengannya melorot, mempertontonkan setengah bahunya. Di tengah acara mengaduk teh di kitchen island, senyum mengiringi telengan kepalanya untuk melihat tunangannya berjalan mendekat

  • TAMING THE BOSS   Chapter 2B

    Oh! Akhirnya Jameka tahu maksud papanya tidak ingin Tito menemaninya. Rupanya ada perjodohan yang dibalut acara makan malam. Kuno sekali dan tidak berkelas. Emosi Jameka naik setingkat lebih tinggi. Dari dogkol, kesal, kini memasuki taraf ingin protes dengan berbagai pertanyaan yang berlarian di

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status