مشاركة

CELANA DALAM RENDA HITAM

مؤلف: Jubril Zainab
last update تاريخ النشر: 2026-08-05 03:33:27

“K-kencan?” suaraku mencicit. Dia bersandar ke belakang, dan saat itulah aku syok berat.

Dia… Madison…. Ya Tuhan! Dia tidak memakai pakaian!

Hanya mengenakan setelan renda hitam, mantel bulu pirang tersampir di bahunya, dia menggerakkan alisnya padaku. “Setelah kamu makan camilan yang kubawa, kamu bisa memakanku.”

Dia terkekeh lagi, jatuh ke dalam pelukanku seperti koala. Aku menelan ludah, lenganku berada di kedua sisiku, sejauh mungkin darinya.

“Aku Madison; Maddie—”

“Oh, Sayang! Kamu memangg
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   *SEORANG GADIS DAN CELANA DALAMNYA YANG HILANG**

    **SEORANG GADIS DAN CELANA DALAMNYA YANG HILANG****SUDUT PANDANG NOAH**Aku punya waktu tepat empat jam. Empat jam yang memisahkanku dari konsekuensi ide paling kacau yang pernah kuturuti bersama saudaraku; dan masalahnya bukan cuma berpura-pura menjadi dirinya, atau berbagi kamar dengan Jace… melainkan pulang ke rumah.Aku menatap kosong keluar jendela asrama saat para siswa berlalu-lalang di halaman kampus di bawah sana; suara tawa dan obrolan bahagia mereka membuat bibirku mengatup rapat.*Dasar idiot-idiot yang beruntung.*Tidak ada satu pun dari mereka yang harus khawatir bertatap muka secara tidak sengaja dengan ibu mereka dalam balutan pakaian Owen. Tidak ada yang harus dikejar-kejar oleh pacar obsesif. Tidak ada yang harus mendapati cinta masa kecilnya ternyata sudah punya tunangan.Dan tidak ada dari mereka yang harus berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda sebelum matahari terbenam.Aku mendesah panjang, mengusap wajahku dengan sebelah tangan saat mengembuskan napas.

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   **KARNAVAL MAPLE CREEK DAN STABIL CIUMAN**

    **KARNAVAL MAPLE CREEK DAN STABIL CIUMAN****SUDUT PANDANG NOAH**Aku ingin lantai di bawah kakiku retak dan membukanya lagi, atau disambar petir sekalian. Yang mana saja yang bisa membekukku, yang mana saja yang bisa membantuku melarikan diri dari neraka ini. Tepat saat itu, Jace keluar hanya dengan lilitan handuk, air menetes dari tubuh bagian atasnya yang dihiasi tato. Aku menelan ludah, pandanganku beralih cepat darinya ke Pelatih yang sedang menunggu.“Ayo, cepat bergerak!” Dia menatap makin tajam. *Bergerak untuk apa? Menumbuhkan kromosom Y?!*“Pelatih, aku… aku benar-benar tidak ingin melepas pakaianku di depan orang lain.” Aku menggigit bagian dalam pipiku. Pelatih baru saja hendak mengatakan sesuatu ketika Jace berdiri di sampingnya dengan handuk melingkar di leher.“Biarkan saja dia, Pelatih.” Bibirnya membentuk senyum tipis. “Aku bisa menjamin anak ini; dia aman.”Untuk sesaat, Pelatih tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap tajam bergantian dari diriku ke Jace.*Tolong denga

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   **WAKTU MANDI DAN BEBERAPA KABAR**

    **WAKTU MANDI DAN BEBERAPA KABAR****SUDUT PANDANG NOAH**Setiap momen yang kuhabiskan di akademi ini mengingatkanku pada satu hal: jika aku berpikir menggantikan posisi Owen adalah hal yang mudah, aku sama sekali salah besar. Tidak, sebaliknya, menjadi saudara kembar lakilakiku ini datang dengan bonus serangan jantung secara cuma-cuma. Antara Madison yang mencoba merayuku, aku yang hampir ketahuan memakai lakban di sekeliling dadaku, dan Jace yang menemukan celana dalam kotor milikku, aku yakin aku telah menghabiskan sembilan nyawa yang kupunya.Saat aku menggumamkan kalimat tidak jelas sebelum tidur tadi malam, aku berharap hari esok akan berjalan normal.Sayangnya, hari esok juga membenciku. Suara nyaring dari jam wekerku memaksaku terbangun sebelum matahari benar-benar terbit. Aku merintih ke arah bantal sebelum menarik selimut menutupi kepalaku. Tempat tidur ini rasanya begitu empuk.“Beri aku lima menit lagi,” gumamku, mata masih terpejam rapat, tetapi saat itulah aku mendengarn

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   **CELANA DALAM RENDA DAN DUKUN**

    **CELANA DALAM RENDA DAN DUKUN****SUDUT PANDANG NOAH**Aku bersumpah, aku benar-benar akan mati. Maksudku, sungguh mati mendadak saat ini juga jika pemandangan di depanku ini ternyata bukan sekadar mimpi buruk. Berdiri beberapa meter dariku, memegang selembar kain renda hitam yang sangat tipis di antara kedua tangannya, dengan dahi berkerut bingung, adalah Jace Donovan.Lelaki pertama dan satu-satunya yang kutaksir, orang yang sama yang menolakku bertahun-tahun lalu, sosok yang tidak pernah kutemui lagi sejak saat itu dan sekarang harus berbagi kamar bersamaku.Lelaki yang sama yang percaya bahwa aku adalah saudara kembar lakilakiku... dan sekarang, dia sedang memegang celana dalam kotor milikku. Rasanya waktu seolah terhenti saat kakiku mendadak lemas berguncang. Jantungku menumbuk rusukku dengan sangat menyakitkan saat aku berusaha menghitung dan memikirkan logika:Bagaimana bisa hal sialan ini terjadi?!Bagaimana bisa, demi segala hal yang suci di dunia ini, celana dalamku berakhi

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   CELANA DALAM RENDA HITAM

    “K-kencan?” suaraku mencicit. Dia bersandar ke belakang, dan saat itulah aku syok berat.Dia… Madison…. Ya Tuhan! Dia tidak memakai pakaian!Hanya mengenakan setelan renda hitam, mantel bulu pirang tersampir di bahunya, dia menggerakkan alisnya padaku. “Setelah kamu makan camilan yang kubawa, kamu bisa memakanku.”Dia terkekeh lagi, jatuh ke dalam pelukanku seperti koala. Aku menelan ludah, lenganku berada di kedua sisiku, sejauh mungkin darinya.“Aku Madison; Maddie—”“Oh, Sayang! Kamu memanggilku Maddie! Itu manis sekali.”Sial, aku tidak boleh memberinya nama panggilan; dia akan berpikir aku menginginkannya!“Um... a-apa kamu tidak menerima telepon dariku sebelumnya?” Aku mencoba mengabaikan rasa gatal yang mendadak di tenggorokanku.Kamu sebaiknya benar-benar menelponnya, Owen. Aku bersumpah demi apa pun kamu harus sudah menelponnya.“Ya, suaramu terdengar agak lebih berat saat kamu menelepon tadi. Dan kamu mengatakan hal-hal yang sangat aneh.”“A-apa yang kukatakan?”Dia mendoron

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   **CELANA DALAM RENDA HITAM**

    **CELANA DALAM RENDA HITAM****SUDUT PANDANG NOAH**Tidak ada yang menjawab pertanyaanku sebelumnya. Sebaliknya, aku merasakan tangan-tangan mereka meraih pergelangan tanganku, menarikku menuju sebuah ruangan yang terbuka.“T-tunggu, a-a-apa ada seseorang yang bisa kutemui, atau kuajak bicara?!” teriakku sekuat tenaga, tetapi raungan para senior yang berdiri di sekeliling menenggelamkan suaraku.“Daging segar!”“Brooks yang pertama! Bawa dia, Bro!”“B-bawa? A-aku tidak bisa melakukan itu! Tolong, biarkan aku bicara dengan penanggung jawabnya!”Tawa meledak di sekitarku lagi. Aku menatap Jace dalam upaya memberi sinyal meminta bantuan, tetapi dia hanya menepuk bahuku dengan seringai seperti serigala.“Kamu akan baik-baik saja, Brooks.”“Tidak, aku tidak akan baik-baik saja!“ desisku dengan gigi terkatup. Tepat saat itu, aku mendengar pelatih meniup peluitnya;“Mahasiswa baru!” Lapangan utama yang tadinya bising dengan cepat menjadi hening. “Ketika nama kalian dipanggil, kalian akan mem

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status