Share

12. Rumah

Author: lyns_marlyn
last update publish date: 2026-07-12 10:43:00

Setelah ciuman di mobil malam itu, hidup Alina berubah total. Tapi sayangnya, dunia baru itu nggak semulus filter TikTok.

Tepat tiga hari setelah makan malam damai sama Ibu Mahendra, Mahendra Group langsung diguncang badai.

Pagi-pagi buta, chat dari Arka masuk. Walau hanya satu baris, tapi chatnya sangat dingin, "Alina, ke ruangan saya sekarang."

Alina masuk ke ruangan Arka dengan jantung hampir copot. "Ada apa, Pak?"

Arka menutup laptopnya pelan, matanya terlihat capek banget. "Board meeting t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   48. Uji Nyali

    Satu bulan setelah trauma, hidup Arka mulai normal lagi. Pulang dari kantor seperti biasa lagi dan menghabiskan waktu bersama Melati."Progres bagus Pak," puji Dr. Rina. "Tapi jangan dipaksa." Tapi tenangnya hidup seorang CEO, ibarat air dilautan luas. Nampak tenang dipermukaan, tapi tidak di dalamnya. Sampai suatu hari, di pagi yang cerah sebuah surat sampai di tangan Arka Mahendra tanpa memakai amplop. Tertera tulisan singkat di atas secarik kertas tersebut. "Kalau mau anak kamu aman, jual 20% saham Mahendra ke saya. Harga saya yang menentukan. Saya beri waktu 3 hari." Tanpa nama. Tanpa tanda tangan. Tangan Arka langsung dingin. Napas tersengal. Tatapannya langsung melihat ke arah foto Melati yang ada di atas meja. "Pak, ini ancaman," ujar Hendra yang juga melihat kertas tersebut. "Iya," jawab Arka pelan. Traumanya Arka kembali dibangunkan oleh seseorang. Malam itu Arka tidak pulang dari kantor seperti biasa lagi. Dia pulang tengah malam. Alina yang sedang menunggu suaminy

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   47. Luka Hati Membuat Trauma

    Seminggu setelah Richard dipenjara, semua aman. Tapi Arka yang berubah. Dia tidak pernah ke kantor. Dia di rumah 24 jam. "Pak, kamu harus kerja," kata Alina di suatu waktu. "Kerja juga bisa dari sini," Arka. "Saya tidak mau pergi kemana-mana." Arka jadi terlalu berlebihan dalam menjaga Melati. Kemanapun Melati pergi, Arka ikut. Sampai ke kamar mandi juga Arka ikut. "Pa ,,," Melati. "Papa kok ikut aku terus sih?" "Papa menjaga kamu, Nak," jawab Arka santai. Malamnya Arka tidak tidur. Dia duduk di kursi depan kamar Melati. CCTV 16 titik dia lihatin semua penuh kewaspadaan. Di pagi hari, Melati tiba-tiba demam. Tubuhnya panas, wajah mungilnya juga terlihat pucat Arka panik. "Cepat panggil Dokter. Sekarang! Atau panggil ambulans." "Pak, cuma demam biasa," kata Alina menenangkan suaminya. "Sudah biasa. Jangan panik begitu.""Nggak ,,, nggak. Kali ini demamnya beda." Tanpa berpikir panjang lagi, Arka langsung menggendong Melati ke rumah sakit. "ANAK SAYA. TOLONG. DOKTER TOLONG."

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   46. Garis Merah CEO

    Semua dimulai dari satu amplop coklat. Security menemukan amplop coklat tanpa nama pengirim. Isinya berupa foto Melati, foto dia di playground, foto dia di mobil dan foto dia sedang tidur. Di belakang foto, tertera tulisan tangan. "Anak cantik. Sayang kalau kenapa-kenapa ya Pak Arka?"Tangan Arka gemetar. Bukan karena takut, tapi karena marah. Darahnya terasa mendidih."LOCKDOWN," teriaknya keras sampai suaranya menggema ke seluruh kantor. Alina ditelepon jam 2 siang. "Pak ,,, kenapa?" "Lin, dengarkan saya baik-baik," suara Arka dingin banget. "Dari sekarang kamu sama Melati tidak boleh keluar rumah! Akan ada 4 orang Bodyguard yang menjaga kalian berdua. Kamu mengerti?!" "Pak, ada apa?" tanya Alina panik sekaligus bingung. "Ada orang mengirim foto Melati," jawab Arka. "Ini garis merahnya sudah kelewat batas."Wajah Alina langsung pucat. Dipeluknya Melati erat. Ternyata yang mengancam Arka adalah rivalnya yaitu Grup Santoso.CEO nya, Richard Santoso. Lawan Arka dari 10 tahun lal

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   45. Efek Dari CEO Berhati Dingin

    Seminggu setelah Arka datang ke penjara, dunia bisnis Jakarta berubah. "Pak, 3 perusahaan mundur dari tender setelah tahu dia lawan kita," kata Hendra. "Kenapa?" tanya Arka. "Katanya ,,, mereka takut," jelas Hendra. "Takut kalau kita kalah tender dan mereka yang menang, kantor kita bakalan dibakar." Alis Arka naik. "Saya tidak pernah bakar kantor orang." "Tapi mereka jadi takut ,,, " Hendra jujur. "Setelah tersiar berita tentang kasus yayasan." Sesaat Arka diam, lalu tiba-tiba ketawa. "Bagus. Biar mereka berpikir 1000 kali sebelum main kotor dengan kita." Musuh pertama dari Grup Wijaya.CEO nya, William Wijaya. Dulu sering sikut Mahendra di proyek. Kali ini dia mencoba fitnah lagi dengan menyebarkan rumor, "Mahendra korupsi proyek IKN".24 jam kemudian. Tim hukum Mahendra menggugat 100 miliar. Tim IT melacak IP dan langsung ketemu dari kantor Wijaya. William ditelepon langsung oleh Arka. "William, kalau kau ingin selamat," ancam Arka tegas. "Cabut rumor itu. Sekarang!" "Ark

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   44. Kembalinya CEO Berhati Dingin

    Dari penjara, Seraphina mengirim surat. Isinya hanya satu baris. "Alina. Aku belum selesai." Surat dari Seraphina Alina yang terima. Selesai membaca, wajah Alina langsung pucat. Arka mengambil surat tersebut, membacanya dan langsung dilipat dimasukan ke dalam saku."Pak," kata Alina. "Aku takut." "Jangan takut," Arka. "Yang harusnya takut itu dia. Kamu punya saya yang akan terus melindungi kamu dan Melati." Malam itu Arka tidak bisa tidur. Surat dari Seraphina telah menggangu pikirannya. Arka bangun, dilihatnya Alina sedang tidur lalu kemudian Arka keluar dari kamar. Sesaat Arka hanya duduk diam. Menghela nafas panjang sambil melihat ponsel di tangan. "Lebih baik saya hubungi si Hendra."Tak lama sambungan telepon tersambung. "Bangunkan tim hukum. Tim IT dan tim keamanan. Sekarang!""Tapi pak, ini jam 1 malam," sahut Hendra di seberang telepon. "Saya bilang SEKARANG!" bentak Arka. Seketika aura CEO dinginnya balik lagi. Langkah pertama segera diambil. Pengacara Mahendra Group m

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   43. Sabotase Di Yayasan

    `Yayasan Alina Mahendra` sudah berjalan 2 bulan. 500 orang perempuan SPG sudah ikut pelatihan. Ada kelas menjahit, kelas digital, dan kelas public speaking. Semuanya berjalan lancar, tapi di hari Jumat tepat jam 3 sore, gudang yayasan terbakar. Asap tebal sudah menyelimuti sebagian gudang. Suara alarm mengisi udara di setiap tempat sehingga membuat semua orang jadi panik. "Bu Alina, cepat keluar!" teriak bodyguard. Alina panik. "Mesin jahit, dokumen. Bagaimana?!" Alina malah mau balik lagi. "Nggak bisa Bu," bodyguard menarik. "Apinya sudah besar." Pemadam kebakaran datang 20 menit. Gudang sudah habis mencapai kerugian 800 juta. Mesin jahit 40 unit. Semua dokumen pelatihan. Semua kado dari donatur. Alina lemas, duduk di trotoar. Wajahnya hitam kena asap dan tangannya gemetar. "Bu Alina," timnya nangis. "Semua habis, Bu." Tak lama kemudian Arka datang. "Lin," dia langsung jongkok depan Alina. "Kamu nggak apa-apa?" Alina hanya bisa menangis. "Pak ,,, semuanya habis terbakar."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status