LOGINMelalui kaca pancuran yang berembun, Yessica melihat bak mandi yang mengepul dengan lapisan busa mengambang di permukaannya. Aroma herbal memenuhi udara. Rasa bergairah menjalar di sepanjang tulang belakangnya. Yessica sudah bertahun-tahun tidak berendam di bak mandi. Apartemennya bahkan tidak memiliki bak mandi yang bisa digunakan, seandainya dia punya waktu untuk menikmatinya. Bak mandi itu sendiri sangat indah, tetapi Yessica tidak pernah mengizinkan dirinya menikmati kemewahan seperti ini. Sampai sekarang. Kairo mengambil spons dan sabun Yessica, sementara Giancha mengambil sampo miliknya. Tidak lama kemudian, tubuh Yessica sudah dipenuhi busa. Bagian dalam tubuh Yessica terasa panas, dan pancuran bukan satu-satunya hal yang basah. Ketika Kairo berlutut untuk mencuci kakinya, Yessica menggigit bibir dan menahan napas. Kairo mengangkat mata birunya menatap Yessica lalu terseny
Kedua tangan besar Kairo bertumpu di atas pinggul Yessica. Kedua ibu jarinya menekan otot yang tegang, dan Yessica pun mengerang ketika otot-otot itu sedikit mengendur. Yessica membuka mata. Belum ada yang bangun. "Perlu yang lain, Sayang?" Bisikan rendah Kairo membuat Yessica semakin gelisah. Dia berharap bisa berbalik dan melakukan semua hal nakal yang mampu diciptakan pikirannya bersama Kairo, untuk Kairo, dan kepadanya. Namun, isi perutnya terasa seperti berada di dalam mesin penghancur sampah yang dipenuhi pecahan kaca. "Ibuprofen?" Mungkin sekalian rahim baru untuk menggantikan yang sedang dihancurkan sekarang? Kairo bergerak sedikit dan Yessica mendengar geraman pelan. "Hati-hati dengan sikumu." Suara serak Giancha mengusik kesunyian di sekitar mereka. "Gadis ini sedang kram. Jadilah pahlawan dan ambilkan obat untuknya." Kairo terus memijat punggung bawah Yessica. Kasur pun sedikit bergerak. Giancha duduk dan mengusap rambut gelapnya. Tatapan mengantuknya bertemu de
Stefan tidak bisa tidur. Dia duduk di tepi ranjang, lalu bangkit. Dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Pengakuan cinta Yessica terus terngiang di kepalanya, membuatnya tetap terjaga. Mungkin itu hanya kekhilafan sesaat karena Yessica sedang terbawa suasana ketika mencapai klimaks bersama mereka.Namun, bahkan kata-kata yang diucapkan saat sedang terbawa gairah bisa mengandung kebenaran. Mungkin Yessica memang mulai jatuh cinta kepada mereka. Sama seperti mereka semua yang sepertinya mulai jatuh cinta kepadanya.Namun, pertanyaan tentang ke mana hubungan ini akan berjalan terus mengganggu pikiran Stefan. Pertanyaan itu muncul setiap kali dia memejamkan mata. Apa yang bisa mereka miliki setelah ini?Yessica adalah karyawan mereka. Ya, berhubungan seks dengannya bisa menimbulkan masalah, tetapi jatuh cinta adalah persoalan yang berbeda. Mereka bisa berhubungan seks tanpa melibatkan perasaan. Mereka sudah pernah melakukannya sebelumnya. Tidak pernah me
Mereka sudah bersahabat selama bertahun-tahun, dan Giancha tahu Stefan akan melakukan sesuatu yang berbeda. Hanya saja, Giancha tidak tahu seperti apa perubahan itu. Stefan berdiri di antara kedua lutut Giancha dan mencengkeram celana dalam Yessica, lalu menariknya dengan kuat hingga robek. Yessica pun menarik napas, hampir tidak percaya, tetapi rahimnya justru semakin basah. Yessica menyukai permainan yang kasar. Stefan mendorong tubuh Yessica ke dada Giancha. Giancha menggigil ketika jari-jari Stefan mengoleskan pelumas pada rudalnya yang berada di dalam Yessica. Mata Yessica melebar ketika menyadari apa yang dilakukan Stefan. Lalu ujung rudal Stefan menekan rudal Giancha, dan Stefan mendorongnya masuk ke dalam rahim Yessica yang sudah sempit bersama rudal Giancha sekaligus. Giancha mengerang karena rangsangan yang bercampur antara rudal Stefan bergesekan dengan miliknya, sementara rahim Yessica mencengkeram keduanya. Yessica mengerang saat menerima keduanya. Saat rudal Stefan
Bergabung dengan mereka di kamarnya, Andree menggendong Yessica dengan kedua kaki melingkar di pinggangnya. Stefan, Kairo, dan Giancha menunggu dalam diam. Tangan Yessica berada di rambut Andree yang basah, dan kepala mereka saling menempel. Andree hanya mengenakan celana boxer, sementara Yessica mengenakan kemejanya. Celana dalam renda terlihat di bawah ujung kemeja."Mandinya menyenangkan, Harimau Betina?"Berbeda dari dua pria lain yang berjalan seperti harimau sungguhan, Giancha duduk di tepi ranjang. Mereka semua sudah mengenakan boxer masing-masinh, mengira permainan malam itu telah berakhir.Andree berhenti dan Yessica langsung menjatuhkan diri ke arah Giancha. Giancha menangkapnya saat Yessica membuatnya terlentang di atas ranjang. Tubuh Yessica hangat dan lembut. Andree membantu menahannya tetap stabil ketika Yessica duduk di atas pinggul Giancha. Rudal Giancha yang tadi sudah setengah tegang ketika Yessica datang langsung menegang sepenuhnya di antara kedua pahanya.Mata Yes
Rambut Andree jatuh menutupi matanya saat dia menekan kedua tangan ke dinding kamar mandi dan membiarkan air mengguyur tubuhnya. Dia tahu sudah cukup lama bahwa dirinya mencintai Yessica dan ingin mempertahankannya. Andree tidak tahu bagaimana perasaan yang lain, tetapi dia sudah siap.Siap mengakui kepada dunia bahwa yang diinginkannya sama dengan yang diinginkan teman-temannya. Dia ingin berbagi Yessica dengan mereka sekaligus memilikinya untuk dirinya sendiri. Bagi Andree, Yessica bukan sekadar teman seks dan tidak pernah seperti itu. Tetapi mungkin bagi yang lain, hanya itu dirinya.Mereka tidak pernah membicarakannya. Sebelumnya tidak pernah menjadi masalah. "Sial." Andree menghantam ubin dengan tangannya.Andree memahami sudut pandang Stefan dan Giancha. Kisah dengan Relix sangat memengaruhi mereka. Andree tidak pernah memercayai wanita jalang itu, dan Relix juga tidak menyukainya, tetapi rumor yang disebarkannya masih menghantui mereka. Da
Itu suara Andree. Yesica segera menekan tombol untuk membuka pintu. Sesaat kemudian, pria berambut pirang itu pun muncul dan masuk dengan senyum lebar. "Makasih ya," ucapnya. "Sama-sama," balas Yesica sambil menempelkan kartu aksesnya. Pintu lift pun tertutup. "Jadi kamu mau gabung sama kita y
Bagaimana caranya agar tetap tenang kalau ternyata ia benar-benar mendapatkan pekerjaan ini? "Kami ingin menawarkan posisi ini untuk masa percobaan, mulai hari Senin. Apa kamu masih bersedia?" Suaranya lembut namun berwibawa, bergetar di pendengaran Yesica dengan cara yang sangat menggoda. "Tent
Saat Yesica menaiki tangga menuju apartemennya di lantai tiga, ia terus bertanya-tanya dalam hati. Apakah semua ini benar benar nyata? Ke 4 big boss itu sudah menjelaskan soal pekerjaan dan paket gajinya. Apakah itu tandanya ia diterima? Memang mereka tidak menanyakan pertanyaan standar di wawan
"Senang bertemu denganmu," ucapnya sekuat tenaga. Aura kekuatan yang terpancar dari pria ini sangat kuat. Stefan tersenyum tipis lalu mundur memberi jalan pada yang lain. Pria berikutnya lebih kekar, berambut hitam. Matanya yang berwarna hijau menelusuri tubuh Yesica, berhenti sebentar di kaki, pi







