LOGINThat fragile and innocent girl, whom molested because she aims to protect her family. She was harassed and molested by those low-life gangsters for the loan interest she borrowed. Her innocence was stolen, she’s deprived of being herself as she was when her family is well and happy. That demon living inside him, his kingdom of hell, and his world of loathsome desire chasing richness among other evil minds. The mastermind of ruthless crimes and terrorism. This demon became a hero, a savior to a helpless lady, that alley witnessed every heroic thing that demon ever made to save and help that girl. A CHANGE OF FATE, A LADY THAT IS SAVED FFROM THE VERGE F DEATH AND LATER ON BECAME OF A WIFE OF THE MOST RUTHLESS AND FEARED MAFIA KING HECTOR HERRERA, A BILLIONAIRE HELL OWNER. QUINN NOVA’S LIFE WAS ALTERED AS SHE BECAME THE QUEEN OF THE MAFIA WORLD AFTER HECTOR SAVED HER FROM THOSE LOWLIFE GANGTERS BECAUSE OF THE MONEY. SHE AND HECTOR BECAME A POWERFUL COUPLE AND RULED THE MAFIA WORLD BUT AS THEIR VICIOUS LIFE REIGNING THAT THRONE WITH BUSINESSES THAT DEALS OVERSEAS ILLEGALLY, HER HUSBAND DIED DUE TO AN AMBUSH, AN ACCIDENT THAT CHANGE ONCE AGAIN HER WHOLE LIFE. GIOVANNI CERVANTES, A MYSTERIOUS GUY KNOWN TO BE ONE OF THE TOP JOURNALISTS IN A PUBLISHING COMPANY. DESTINY PLAYED HIM AN MET NOVA IN AN ACCIDENT. YET PUZZLED, HE DECIDED TO HELP NOVA REGAIN HER REIGN INSPITE OF HIS FAMILY BACKGROUND AND FIND THE TRAITOR THAT CAUSE HER HUSBAND'S LIFE. WILL NOVA BE ABLE TO TURN THE TABLE AND FIND HECTOR’S KILLER? WILL SHE BE FINALLY FREE FROM THE CHAINED AND SHADOW OF ARRANGE MARRRIAGE SHE HAD AND CREATE AWONDERFUL IFE WITH GIOVANNI EVEN THOUGH THE HERRRERA CLAN IS AGAINST IT.
View MoreDenada merasa tidak menyangka setelah melihat hasil yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan itu sehingga melihat terus.
"Dua garis!" batin Denada histeris. Denada melihat langit kamar mandi dengan memejamkan sebentar kedua matanya dan memikirkan bayak hal termasuk reaksi pacarnya, Tristan kalau mengetahui hal itu. Akankah menerima atau justru mengabaikan? Tapi mengingat tentang dia yang sangat baik bahkan peduli terhadap dirinya membuat Denada berpikir, seharusnya sang pacar bisa menerima. Ya. Denada harus yakin. Meski begitu Denada masih tidak menyangka bahwa kejadian siang bolong di kamarnya bersama sang pacar membuat benih itu hadir. Denada jadi kembali teringat kejadian itu, dimana jam istirahat kerja ... Tristan datang ke rumahnya. *** Denada membuka pintu dan melihat Tristan yang ternyata datang. Satu sisi merasa heran dan di sisi lain merasa senang. "Sayang?" "Iya. Aku meluangkan waktu buat istirahat di sini," kata Tristan dengan tersenyum. Denada tersenyum senang. "Ayo masuk dulu," kata Denada dengan bergeser sebentar untuk menyuruh sang pacar masuk. Tristan berjalan masuk dan Denada menutup pintu, lalu mereka berjalan beriringan menuju kursi dan duduk bersebelahan. "Jadi kamu gak makan siang?" Tristan memegang tangan Denada yang ada di pangkuan pemiliknya dan menjawab, "Aku masih kenyang." "Memangnya tadi kamu sarapan banyak?" tanya gadis itu dengan merasa ingin tahu. Tristan mengangguk dan bertanya, "Kamu sudah makan siang?" "Tuh, aku chat kamu kalau sedang makan siang," kata Denada dengan tersenyum. "Aku memang belum sempat membaca karena segera datang ke sini," kata Tristan dengan tersenyum dan mempererat genggaman tangannya. "Gimana kerjaan kamu? Lancar, bukan?" tanya Denada dengan merasa ingin tahu. Kadang gadis itu memang tanya tentang pekerjaan sang pacar. "Lancar. Gak ada kendala apa pun. Berjalan seperti biasanya," kata Tristan dengan tersenyum. "Baguslah," kata Denada dengan mengangguk dan tersenyum. "Aku masih ganggu kamu makan siang, nih?" tanya Tristan dengan lembut. "Sudah selesai kok. Beberapa menit sebelum kamu datang," kata gadis itu dengan merasa senang, karena mendengar nada lembut dari pertanyaan sang pacar. Tristan berpikir sebentar dan berkata dengan tersenyum, "Aku datang ke sini sekadar mau melepas penat dari kesibukanku di kantor, hari ini." Denada mengangguk dengan merasa senang dan lanjut berkata dengan ceria, "Kapan pun kamu datang aku gak masalah, justru senang, Sayang." Denada melihat tangannya yang digenggam Tristan dan tersenyum senang dan mengelus sebentar pipi kiri sang pacar. Tristan yang merasakan hal itu sangat bahagia, lalu mengambil tangan pacarnya dan menggenggam lagi. Mereka saling melihat dengan mimik yang sumringah, lalu kemesraan mereka berlanjut dengan berdekatan sehingga sedikit menyisakan jarak. Seperti yang selama ini sering dilakukan, mereka berciuman dengan saling menautkan dan lihai di dalamnya. Semakin lama mulai menciptakan suasana di sekitar yang intens. Merasa cuma berdua, mereka leluasa untuk melakukan hal lain dengan Tristan yang berani memegang area terlarang di bagian atas tubuh sedangkan Denada mulai mengelus pupu sang pacar. Denada begitu menikmati sentuhan Tristan yang lembut namun tepat sasaran. Akhirnya mereka berhenti menjamah dan tautan terlepas dengan pelan lalu saling melihat dengan hasrat yang mulai ada meskipun sesekali Denada tampak ragu. Meski dalam diam, tatapan mereka saling menunjukkan bahwa suasana yang mendukung dan hasrat yang mulai tinggi mampu membuat mereka melupakan janji yang pernah terucap. Janji bahwa hal yang dilakukan cuma sebatas ciuman. Tanpa berpikir panjang lagi, mereka melepaskan pegangan tangan dan tubuh Denada melayang karena Tristan menggendongnya bak pengantin baru lalu melangkahkan kaki menuju kamar sang kekasih yang sebelumnya pernah ditunjukkan dan Denada tampak berpikir keras. Apa tidak masalah begitu? Di dalam kamar, Tristan membaringkan tubuh Denada dengan selembut mungkin dan melepaskan gendongannya lalu Tristan duduk di sebelahnya. Meski hasratnya sudah berbicara sehingga membuat logika kalah, Tristan masih ingin mendengar dari bibir sang kekasih. "Kamu gimana?" tanya Tristan pelan. Denada menggigit sebentar bibir bawahnya karena ragu tapi satu sisi jujur dirinya memang sangat menginginkan, sama seperti kekasihnya itu. Denada merasa dirinya memang sudah gila. Dengan keputusan bersama, dia memilih untuk hanyut akan peristiwa di siang itu. Tristan mengelus lembut pipi kiri sang kekasih dengan lembut. Sentuhan itu semakin membuat Denada merasa melayang hingga membuat keputusan .... "Jangan ragu lagi," bisik Denada di depan wajahnya sang kekasih. Sontak mereka berciuman sehingga bibir saling bertautan. Tangan kiri Tristan beralih mengelus pupu kekasihnya itu. Semakin lama intens dan Tristan beralih ke anggota tubuh sensitif yang lain hingga kedua dada secara bergantian lalu beralih ke bibir lagi dengan sesekali memilin. Hasrat mulai melambung tinggi dan setelah berbagai hal yang dilakukan sebagai pemanasan awal, mereka ada di tahap dimana saling menanggalkan pakaian masing-masing dengan gerakan cepat hingga tubuh polos mereka terpampang nyata. Mereka berbaring dan Tristan beralih mencium perut Denada sehingga sesekali pacarnya itu memejamkan kedua mata karena merasakan nikmat, apalagi merupakan hal baru untuknya. Tristan berhenti mengelus dan mengarahkan intinya lalu Denada menahan sebentar sehingga pemuda itu melihat sang kekasih dengan tatapan bertanya. "Kamu harus pelan ya? Katanya ... sakit," kata Denada sedikit berbisik. "Ya. Aku akan pelan dan katanya itu cuma awal. Selanjutnya kamu akan merasa enak dan kita bisa menikmatinya," kata Tristan membelai rambut Denada dengan lembut. Denada jadi tersipu malu dan mereka kembali menautkan bibir hingga akhirnya terjadi penyatuan inti dengan suasana yang semakin panas. Berbagai hal dilakukan mereka untuk mencapai klimaks dan kepuasan. Keringat pun saling menyatu dengan balutan napsu duniawi, tapi mereka masih tidak menyadari, justru semakin gencar memasukkan inti itu dan sesekali terdengar erangan saling bersahutan. *** Denada berhenti mengingat kejadian terlarang itu, dia kembali sadar dari lamunan dan membatin, "Aku harus segera memberi tahu Tristan." Denada keluar dari kamar mandi dan menuju nakas tempat ponselnya diletakkan, lalu mengambil benda itu dan mencari nomor kekasihnya. Dia mengirim sebuah pesan. Denada : Sayang, malam ini kamu ada waktu? Gadis itu menunggu balasan pesan dari Tristan. Rasanya tidak sabar ingin memberitahu agar sang kekasih segera bertanggungjawab dengan menikahinya. "Sepertinya dia masih sibuk. Gimana kalau aku datang ke kantornya saja?" batin Denada. Dia berpikir keras, untuk mempertimbangkan hal itu dan akhirnya mengangguk yakin lalu segera bergegas menuju ke tempat dimana Tristan kerja. Pukul 18.30. Denada sampai di kantor sang kekasih dan berhenti mengendarai sepeda motor lalu turun dan berjalan menuju pos satpam. Seorang satpam yang tidak terlalu tua datang menghampiri dan tersenyum sopan. Dia sudah mengenal Denada sebagai pacar dari anak pimpinannya. "Pak, saya masuk ya?" kata Denada dengan tersenyum. "Ya. Silakan. Kebetulan Pak Tristan belum pulang," kata dia dengan ramah. Denada mengangguk dengan sikap sopan dan berjalan masuk hingga ke ruang kerjanya. Selama ini, setiap datang pada jam di luar operasional kantor Denada memang dipersilahkan untuk langsung masuk saja oleh Tristan. Entah kenapa jantung Denada berdetak kencang memikirkan rasa gelisahnya. Berita yang akan disampaikan bukan hal yang dinilai menggembirakan karena kandungannya ada sebelum pernikahan. Kalau pun Tristan mau menikahinya, orang tua dari dia gimana?HECTOR’S POVI can’t keep that scenario out of my mind, hindi ko rin alam kung makikialam ba ako o hindi, that scenario has reminded me a lot of what happened with my beloved mother. Hindi ko maintindihan ang nararamdaman ko, pero kahit hindi ko ang alam ang dapat gawin though I commanded Toby to follow them to locate the lady’s location I am still unsure, but bothered on what would I need to do.Para pakalmahin ang sarili, I loosen up my bow tie while heading to my mini bar, I poured a shot of whiskey drink it straight twice, naupo ako sa aking swivel chair at matiim na tinitigan ang ganda ng midnight sky at city lights. Habang nakatanaw sa malayo, bumalik sa alaala ko ang mga nangyari noong gabing pinatay ng mga demonyong walang puso ang aking pinaka mamahal na mommy.FLASH BACK“Who the fvck are you?” isang sigaw ang narinig ko sa veranda kung saan tahimik kong iniwan ang aking ina na nagpapamasahe pagkatapos ng buong linggong trabaho sa advertising agency na isa sa pag mamay-ari ng
QUINN’S POVHalos 30 minutes na kaming naghihintay at halos ubos na naming ang kalahating bucket ng beer na inorder naming. Ini-on ko ulit ang two-way radio na kinuha ko sa locker ko kanina. Pagka-on ko nito ay may mga report na pumasok informing an important guest has arrived.“Herrera has arrived. He is in the underground parking”, sab isa linya.“Okay copy”,.“Please inform Miss Trinity VIP has arrived and requesting for her presence”,.“Okay Over”.Nang marinig ang usapang iyon, I decided to call the attention of Mandy.“Mandy. Please come here”, sabi ko habang naka turn off ang overall communication ng radio para hindi nila malaman na hinihintay ko si Miss Trinity at kinuha ko ang radio ng off-duty.“Yes miss coming”, sagot nito.Seconds later, Mandy is in our table telling me the information on where I can find our manager. Nang maibigay na nito ang kailangan kong information, agad naman akong nagtungo doon para kausapin ito and hoping na papansinin ako nito kahit busy siya.May
CHAPTER 11: THE FIGHT AND ABDUCTIONHector’s POVI arrived at the club later than expected, I saw a long line of party people wanting to experience what my club could offer, if you would look at them, I see lines of bills entering my bank account that how I look at them, billions of wasted but precious money.There’s a long line of cars ahead of us papuntang under ground parking kung saan nag papark ang VIP’s at VVIP’s. But I’m tired of waiting like shit. Tinignan ko muna ang busy street kung nasaan ang club. Its really a god spot. I’d took out a packet of Marlboro blue and a lighter, I need to smoke while waiting.“Roll down the window”, sabi ko sa driver ko at agad itong sumunod.I saw that girl again for a very long time. She is more happy but cautious k ay amedyo nagtaka ako, what happened to her, I whispered at the back of my mind. Is she in trouble again? I guess. Pumasok na ito sa club kaya naman tinignan ko ang hara ng sasakyan, hindi poa rin kami gumagalaw. I am still looking
HECTOR’S POVTuesday morning…Another meeting is set for a couple of hours from now, ngayong araw lang ako makakapagpahinga and I decided to visit every business venture I have. Well, all of it, not to mention its statuses, but showing my presence to every establishment and company let’s my staffs very motivated, especially in the underworld of business, ramdam ng mga pesteng ito at kilala nila kung sino ang amo nila.Maaga akong lumabas around 1 am, I started to visit every mafia groups na hawak ko at under my jurisdiction, inuna kong silipin at i-check ang shipping na papuntang Greece kaya papunta ako ngayon sa isa sa pier nap ag mamay-ari ko. I am riding my gold ferarri car at naka convoy naman ang ilan sa mga trusted men ko.After 30 minuites of travel, I arrived first at the pier, at ilang minute pa nakasunod na ang iba ko pang mga kasama ko. I noticed that the cargo vessel is almost pack and ready na for shipping. I didn’t say much and observed on what is happening around. The
“Hoy! Nova! Lumabas ka diyan! Napaka sinungaling mo!!!”, isang sigaw ang umalingawngaw mula sa labas ng bahay naming kasabay ang malakas na pagkalampag ng yerong gate, alas sais na ng umaga noon kaya nabulahaw pati ang mga kapit bahay namin na tahimik sana ang umaga. “Nova! Ano ba?! Labasin mo ako d
Hector’s POVI just a book a flight going to Brazil in three days, I had a new transaction I am meeting some clients to prosper my drug dealing business, sayang naman kung iba pa ang makikinabang and I need to meet with my new business partner there. Pero bago iyon, I decided to rest, I am lying on m
Habang lumilipas ang araw lumalayo ang pag asa ni mama na makarecover ng mabilis, 6 weeks na siya sa ICU at hindi pa din naooperahan. Nandito kami ni Eliz ngayon sa harap ng billing station dito sa ospital kakukuha lang namin ng statement of account ni mama at nasa 153,000 pesos na pumapalo ang bill
Nandito ako ngayon sa club, tapos na ang operation hours namin at alas tres quareta y singko na ng madaling araw. Bilang head manager ako at ang ilang security personnel ang palageng naiiwan para i-assure na nakalock at nasa ayos lahat ang facility ng club.May ilang housekeeping personnel din ang na






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews