THE BILLIONAIRE'S REVENGE: My Lady Mafia Boss

THE BILLIONAIRE'S REVENGE: My Lady Mafia Boss

last updateLast Updated : 2025-05-31
By:  @mamaCHAwritesOngoing
Language: Filipino
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
16Chapters
1.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

That fragile and innocent girl, whom molested because she aims to protect her family. She was harassed and molested by those low-life gangsters for the loan interest she borrowed. Her innocence was stolen, she’s deprived of being herself as she was when her family is well and happy. That demon living inside him, his kingdom of hell, and his world of loathsome desire chasing richness among other evil minds. The mastermind of ruthless crimes and terrorism. This demon became a hero, a savior to a helpless lady, that alley witnessed every heroic thing that demon ever made to save and help that girl. A CHANGE OF FATE, A LADY THAT IS SAVED FFROM THE VERGE F DEATH AND LATER ON BECAME OF A WIFE OF THE MOST RUTHLESS AND FEARED MAFIA KING HECTOR HERRERA, A BILLIONAIRE HELL OWNER. QUINN NOVA’S LIFE WAS ALTERED AS SHE BECAME THE QUEEN OF THE MAFIA WORLD AFTER HECTOR SAVED HER FROM THOSE LOWLIFE GANGTERS BECAUSE OF THE MONEY. SHE AND HECTOR BECAME A POWERFUL COUPLE AND RULED THE MAFIA WORLD BUT AS THEIR VICIOUS LIFE REIGNING THAT THRONE WITH BUSINESSES THAT DEALS OVERSEAS ILLEGALLY, HER HUSBAND DIED DUE TO AN AMBUSH, AN ACCIDENT THAT CHANGE ONCE AGAIN HER WHOLE LIFE. GIOVANNI CERVANTES, A MYSTERIOUS GUY KNOWN TO BE ONE OF THE TOP JOURNALISTS IN A PUBLISHING COMPANY. DESTINY PLAYED HIM AN MET NOVA IN AN ACCIDENT. YET PUZZLED, HE DECIDED TO HELP NOVA REGAIN HER REIGN INSPITE OF HIS FAMILY BACKGROUND AND FIND THE TRAITOR THAT CAUSE HER HUSBAND'S LIFE. WILL NOVA BE ABLE TO TURN THE TABLE AND FIND HECTOR’S KILLER? WILL SHE BE FINALLY FREE FROM THE CHAINED AND SHADOW OF ARRANGE MARRRIAGE SHE HAD AND CREATE AWONDERFUL IFE WITH GIOVANNI EVEN THOUGH THE HERRRERA CLAN IS AGAINST IT.

View More

Chapter 1

PROLOGUE

Denada merasa tidak menyangka setelah melihat hasil yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan itu sehingga melihat terus.

"Dua garis!" batin Denada histeris.

Denada melihat langit kamar mandi dengan memejamkan sebentar kedua matanya dan memikirkan bayak hal termasuk reaksi pacarnya, Tristan kalau mengetahui hal itu. Akankah menerima atau justru mengabaikan? Tapi mengingat tentang dia yang sangat baik bahkan peduli terhadap dirinya membuat Denada berpikir, seharusnya sang pacar bisa menerima. Ya. Denada harus yakin.

Meski begitu Denada masih tidak menyangka bahwa kejadian siang bolong di kamarnya bersama sang pacar membuat benih itu hadir. Denada jadi kembali teringat kejadian itu, dimana jam istirahat kerja ... Tristan datang ke rumahnya.

***

Denada membuka pintu dan melihat Tristan yang ternyata datang. Satu sisi merasa heran dan di sisi lain merasa senang. "Sayang?"

"Iya. Aku meluangkan waktu buat istirahat di sini," kata Tristan dengan tersenyum. Denada tersenyum senang.

"Ayo masuk dulu," kata Denada dengan bergeser sebentar untuk menyuruh sang pacar masuk. Tristan berjalan masuk dan Denada menutup pintu, lalu mereka berjalan beriringan menuju kursi dan duduk bersebelahan.

"Jadi kamu gak makan siang?"

Tristan memegang tangan Denada yang ada di pangkuan pemiliknya dan menjawab, "Aku masih kenyang."

"Memangnya tadi kamu sarapan banyak?" tanya gadis itu dengan merasa ingin tahu.

Tristan mengangguk dan bertanya, "Kamu sudah makan siang?"

"Tuh, aku chat kamu kalau sedang makan siang," kata Denada dengan tersenyum.

"Aku memang belum sempat membaca karena segera datang ke sini," kata Tristan dengan tersenyum dan mempererat genggaman tangannya.

"Gimana kerjaan kamu? Lancar, bukan?" tanya Denada dengan merasa ingin tahu. Kadang gadis itu memang tanya tentang pekerjaan sang pacar.

"Lancar. Gak ada kendala apa pun. Berjalan seperti biasanya," kata Tristan dengan tersenyum.

"Baguslah," kata Denada dengan mengangguk dan tersenyum.

"Aku masih ganggu kamu makan siang, nih?" tanya Tristan dengan lembut.

"Sudah selesai kok. Beberapa menit sebelum kamu datang," kata gadis itu dengan merasa senang, karena mendengar nada lembut dari pertanyaan sang pacar.

Tristan berpikir sebentar dan berkata dengan tersenyum, "Aku datang ke sini sekadar mau melepas penat dari kesibukanku di kantor, hari ini."

Denada mengangguk dengan merasa senang dan lanjut berkata dengan ceria, "Kapan pun kamu datang aku gak masalah, justru senang, Sayang."

Denada melihat tangannya yang digenggam Tristan dan tersenyum senang dan mengelus sebentar pipi kiri sang pacar. Tristan yang merasakan hal itu sangat bahagia, lalu mengambil tangan pacarnya dan menggenggam lagi. Mereka saling melihat dengan mimik yang sumringah, lalu kemesraan mereka berlanjut dengan berdekatan sehingga sedikit menyisakan jarak. Seperti yang selama ini sering dilakukan, mereka berciuman dengan saling menautkan dan lihai di dalamnya. Semakin lama mulai menciptakan suasana di sekitar yang intens.

Merasa cuma berdua, mereka leluasa untuk melakukan hal lain dengan Tristan yang berani memegang area terlarang di bagian atas tubuh sedangkan Denada mulai mengelus pupu sang pacar. Denada begitu menikmati sentuhan Tristan yang lembut namun tepat sasaran.

Akhirnya mereka berhenti menjamah dan tautan terlepas dengan pelan lalu saling melihat dengan hasrat yang mulai ada meskipun sesekali Denada tampak ragu. Meski dalam diam, tatapan mereka saling menunjukkan bahwa suasana yang mendukung dan hasrat yang mulai tinggi mampu membuat mereka melupakan janji yang pernah terucap. Janji bahwa hal yang dilakukan cuma sebatas ciuman.

Tanpa berpikir panjang lagi, mereka melepaskan pegangan tangan dan tubuh Denada melayang karena Tristan menggendongnya bak pengantin baru lalu melangkahkan kaki menuju kamar sang kekasih yang sebelumnya pernah ditunjukkan dan Denada tampak berpikir keras. Apa tidak masalah begitu? Di dalam kamar, Tristan membaringkan tubuh Denada dengan selembut mungkin dan melepaskan gendongannya lalu Tristan duduk di sebelahnya. Meski hasratnya sudah berbicara sehingga membuat logika kalah, Tristan masih ingin mendengar dari bibir sang kekasih.

"Kamu gimana?" tanya Tristan pelan.

Denada menggigit sebentar bibir bawahnya karena ragu tapi satu sisi jujur dirinya memang sangat menginginkan, sama seperti kekasihnya itu. Denada merasa dirinya memang sudah gila. Dengan keputusan bersama, dia memilih untuk hanyut akan peristiwa di siang itu. Tristan mengelus lembut pipi kiri sang kekasih dengan lembut. Sentuhan itu semakin membuat Denada merasa melayang hingga membuat keputusan ....

"Jangan ragu lagi," bisik Denada di depan wajahnya sang kekasih.

Sontak mereka berciuman sehingga bibir saling bertautan. Tangan kiri Tristan beralih mengelus pupu kekasihnya itu. Semakin lama intens dan Tristan beralih ke anggota tubuh sensitif yang lain hingga kedua dada secara bergantian lalu beralih ke bibir lagi dengan sesekali memilin. Hasrat mulai melambung tinggi dan setelah berbagai hal yang dilakukan sebagai pemanasan awal, mereka ada di tahap dimana saling menanggalkan pakaian masing-masing dengan gerakan cepat hingga tubuh polos mereka terpampang nyata.

Mereka berbaring dan Tristan beralih mencium perut Denada sehingga sesekali pacarnya itu memejamkan kedua mata karena merasakan nikmat, apalagi merupakan hal baru untuknya. Tristan berhenti mengelus dan mengarahkan intinya lalu Denada menahan sebentar sehingga pemuda itu melihat sang kekasih dengan tatapan bertanya.

"Kamu harus pelan ya? Katanya ... sakit," kata Denada sedikit berbisik.

"Ya. Aku akan pelan dan katanya itu cuma awal. Selanjutnya kamu akan merasa enak dan kita bisa menikmatinya," kata Tristan membelai rambut Denada dengan lembut.

Denada jadi tersipu malu dan mereka kembali menautkan bibir hingga akhirnya terjadi penyatuan inti dengan suasana yang semakin panas. Berbagai hal dilakukan mereka untuk mencapai klimaks dan kepuasan. Keringat pun saling menyatu dengan balutan napsu duniawi, tapi mereka masih tidak menyadari, justru semakin gencar memasukkan inti itu dan sesekali terdengar erangan saling bersahutan.

***

Denada berhenti mengingat kejadian terlarang itu, dia kembali sadar dari lamunan dan membatin, "Aku harus segera memberi tahu Tristan."

Denada keluar dari kamar mandi dan menuju nakas tempat ponselnya diletakkan, lalu mengambil benda itu dan mencari nomor kekasihnya. Dia mengirim sebuah pesan.

Denada : Sayang, malam ini kamu ada waktu?

Gadis itu menunggu balasan pesan dari Tristan. Rasanya tidak sabar ingin memberitahu agar sang kekasih segera bertanggungjawab dengan menikahinya.

"Sepertinya dia masih sibuk. Gimana kalau aku datang ke kantornya saja?" batin Denada. Dia berpikir keras, untuk mempertimbangkan hal itu dan akhirnya mengangguk yakin lalu segera bergegas menuju ke tempat dimana Tristan kerja.

Pukul 18.30.

Denada sampai di kantor sang kekasih dan berhenti mengendarai sepeda motor lalu turun dan berjalan menuju pos satpam. Seorang satpam yang tidak terlalu tua datang menghampiri dan tersenyum sopan. Dia sudah mengenal Denada sebagai pacar dari anak pimpinannya.

"Pak, saya masuk ya?" kata Denada dengan tersenyum.

"Ya. Silakan. Kebetulan Pak Tristan belum pulang," kata dia dengan ramah.

Denada mengangguk dengan sikap sopan dan berjalan masuk hingga ke ruang kerjanya. Selama ini, setiap datang pada jam di luar operasional kantor Denada memang dipersilahkan untuk langsung masuk saja oleh Tristan. Entah kenapa jantung Denada berdetak kencang memikirkan rasa gelisahnya. Berita yang akan disampaikan bukan hal yang dinilai menggembirakan karena kandungannya ada sebelum pernikahan. Kalau pun Tristan mau menikahinya, orang tua dari dia gimana?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.

reviews

Alejandro Louis Del Rey
Alejandro Louis Del Rey
Ang ganda ng Librong Ito!
2025-03-17 07:50:07
0
0
16 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status