Share

Bab 361. Cepat Mati

Author: weni3
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-14 04:07:27

Uhuks

Uhuks

Mila menarik diri dan dia menoleh ke arah pintu. Suara batuk dari luar membuat Mila meninggalkannya. Namun Bejo tidak marah. Dia justru tersenyum dan mengejar Mila.

Teringat bagaimana respon Mila tadi. Sudah dapat dipastikan kalau masalah yang menjadi beban itu sudah sedikit teralihkan setelah dia ajak Mila traveling tadi.

"Ayah ada apa? Apa mau minum? Maaf kalau Mila lama. Mila ambilkan minum dulu ya!" Mila segera mengambilkan minum untuk Ayah dan membantu beliau. Padahal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 372. Mau digigit atau ditarik?

    "Nggak apa-apa. Keselek sambel tadi. Lagian pada bahas apaan sih?" Bejo kembali duduk dengan tenang setelah meminum air dan melegakan dirinya. "Kamu yang nggak jelas banget, Jo! Begitu kok bisa sampai batuk-batuk. Kamu tersinggung atau gimana?" tanya Bibi dan Mila menggelengkan kepalanya. Mila tau apa yang terjadi sehingga Mila memilih diam. Mila kemudian melanjutkan makannya. Namun Mila mendadak galau dan menghitung hari terakhir menstruasi. "Siapa yang tersinggung? Kebetulan aja tadi. Untung aja nggak kelolotan sendok. Kalau sampai kemasukan apa nggak repot," sahut Bejo kemudian melirik Mila. "Ngapain, Nyonya? Makan aja! Nggak perlu ngelamun. Bahaya kalau salah masuk ke hidung!" Mila meliriknya, hanya singkat saja, kemudian kembali lagi fokus pada makanan. Bibi pun segera mendekati Bejo dan hendak sarapan. Bertepatan dengan itu, Saka menuruni tangga dan duduk membersamai Mila. "Makan apa itu Sayang?" "Nasi kuning, Mas." "Sejak kapan kamu suka makanan itu? Buan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 371. Nyonya Hamil?

    "Aku akan berikan asal kamu mau membuka kaki untukku malam ini, Sayang." Mila tersenyum miris mendengar itu kemudian menggelengkan kepala. "Bukan aku tidak mau, Mas. Aku harus menunggu Ayah. Bagaimana kalau diganti dengan aturan yang lain?" tanya Mila dan Saka menggelengkan kepala. "Tidak bisa, Sayang! Kamu tentu paham apa yang aku mau. Apa yang aku inginkan. Sejak awal hanya satu itu. Aku akan berikan apapun yang kamu minta asal kamu mau memberikan kepuasan untukku." "Baik, Mas." Saka menyeringai mendengar jawaban dari Mila. Tangan Saka terangkat mengusap pipi Mila dan memandang dengan kedua mata berbinar. Saka sangat bahagia. Tentu saja! Inginnya bisa terpenuhi itu membuat Saka seperti di atas awan. "Tapi tidak sekarang, Mas." "Kapan, Sayang?" "Apa yang akan kamu berikan padaku, Mas?" tanya Mila memastikan dulu apa yang Saka akan berikan. Satu kali membuka kaki, sudah pasti akan ada kedua, ketiga dan keempat atau selanjutnya yang tak mungkin bisa Mila hindari

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 370. Jaminan

    "Kalau memang Nyonya sudah saya hangatkan dan saya puaskan. Tidak mungkin Nyonya bisa berlari menaiki tangga dan mendekati Tuan. Lihat saja kaki Nyonya! Tidak gemetar sama sekali dan tetap kokoh berdiri di hadapan anda!" tunjuk Bejo dan Saka menunduk memandang kaki Mila. Saka memperhatikan kedua kaki telanjang Mila yang masih kuat berhadapan dengan mereka. Mila pun menoleh memperhatikan. "Aman!" ucap Bejo lirih tanpa terdengar oleh Saka dan Mila menganggukkan kepala merespon dirinya. Saka kembali mendongak, berdiri dan memandang lagi wajah Mila. Saka melihat lagi bagaimana ekspresi Mila. Wanita itu diam dengan bibir merapat membiarkan Saka sibuk dengan pikirannya. "Mandi sana!" perintah Saka dan Mila menganggukkan kepala kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Mila meninggalkan kedua pria yang masih bersitegang rasa. Rasa ingin dan rasa nanggung yang ditahan oleh kedua pria tersebut membuat mereka campur aduk. Saka dan Bejo kembali memandang satu sama lain. Kedua

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 369. Ocehan

    "Nyonya dipanggil Tuan." "Baik, Bi." Mila keluar seraya merapikan pakaiannya. Langkah kaki jenjang wanita itu kembali menaiki tangga. Terlihat buru-buru dengan pakaiannya yang semakin berantakan. Pergerakan yang sangat mencurigakan. Tentu saja karena setelah memperhatikan majikan, Bibi langsung menoleh menatap Bejo yang berdiri memperhatikan Mila dari ambang pintu kamar. "Haish! Ngawur kamu, Jo!" oceh Bibi dan Bejo melirik beliau dengan tenang dan santai seraya menarik turunkan alisnya. "Ada Tuan juga kamu gas. Nggak ngerti wayah kalau kata orang Jawa!" "Wayah apaan?" "Waktu! Kamu tuh parah! Kalau sampai Tuan ngamuk gimana? Itu air kecilin! Kasihan orang sampai teriak-teriak di atas. Kayaknya udah kemana-mana itu air. Buruan! Jangan kebangetan!" ujar Bibi seraya meraih tangannya. "Malas banget! Biarin aja aturan mah!" "Yeee... Ya jangan gitu! Dendam banget kamu sama Tuan." "Lebih tepatnya memberikan pelajaran sih. Ngasih masalah kecil dari banyaknya masal

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 368. Hangatkan Tubuhku!

    Bukan Bejo namanya kalau tidak bisa menaklukkan majikannya. Bejo mendorong Mila ke ranjang hingga tubuh wanita itu terhempas. Kedua mata Mila terperanjat. Tubuh itu begitu ringan terjatuh tanpa ada perhitungan. Namun semua sudah Bejo perkirakan tanpa ada keluhan bagi Mila. Hanya sedikit terkejut tak menjadi masalah. Bejo menyeringai mengkukung tubuh Mila yang basah. Bahkan pakaiannya pun sudah ikut basah tetapi Bejo tidak memperdulikan itu. Mila memandang dengan kedua mata penuh tanya padanya. "Jo..." "Tidak perlu lagi bertanya hal yang sepele, Nyonya! Bukankah sebelumnya kita sudah pernah membahas yang lebih serius? Apa yang saya mau Nyonya sudah tau. Ringan tapi seriusan. Jangan membuat saya tertawa dengan pertanyaan yang tidak perlu lagi ditanyakan!" "Jo nanti kalau Mas Saka ke sini bagaimana?" "Sekarang khawatir Tuan tau?" Kedua alis Bejo terangkat dan jengah dengan pertanyaan itu. "Ya kamu juga yang kena, Jo!" jawab Mila terdengar geregetan padanya. "CK, jangan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 367. Berbaliklah, Nyonya!

    "Mila ini lama sekali? Bejo juga kabur kemana lagi? Kebiasaan kalau sedang dibutuhkan tidak standby!" oceh Saka yang masih kerepotan menutupi air, memegang gagang shower yang masih bergejolak kencang. Repot Saka sampai misuh-misuh. Mana penutup air sudah Saka tutup tadi setelah mandi. Jadinya menggenang kalau tidak segera dibuka. Sementara yang ditunggu-tunggu sedang menikmati majikannya yang datang dengan pakaian basah. "Nyonya tidak sadar kalau sudah memikirkan dia? Nyonya turun dengan tubuh yang basah. Bagaimana kalau sampai ada tamu yang tiba-tiba datang dan melihat? Mata saya yang terbiasa saja masih berbinar bagaimana orang lain? Sadarlah kalau tubuh Nyonya terlalu indah untuk dipamerkan!" "Bodoh! Kenapa aku memikirkan dia? Harusnya biarkan saja ya, Jo! Dia jahat sama aku. Susah sedikit saja, aku pikirkan sampai lari-larian. Untung aku tidak jatuh tadi. Ya ampun! Aku sampai tidak memilkirkan apapun yang membahayakan. Benar katamu, aku rugi kalau sampai dilihat orang l

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status