Home / Male Adult / TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA / Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

Share

Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

Author: weni3
last update publish date: 2026-06-04 19:53:52

"Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!"

"Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya.

Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantakan. Mungkin tadi kedua majikannya baru selesai mencoba lagi untuk bercinta tetapi tidak ada hasilnya.

Kedua mata Nyonya Mila juga terlihat sembab. Bejo sedikit tak tega tetapi tugas yang diberikan oleh Tuan Saka sudah ia tanda tangani dan Bejo tak lagi bisa mundur.

"Aku akan beri kamu kesempatan, tapi kamu harus nurut dengan apa yang aku perintahkan!"

"Mas!"

"Diam, Mila!"

Wanita itu pun memejamkan kedua mata terlihat begitu sangat gemas dengan Tuan Saka. Bejo terus saja memperhatikan Nyonya Mila. Dalam hati kasihan, cantik tapi harus mendapatkan penyakit seperti itu.

"Aku sudah membayar mahal Bejo untuk membantu menyembuhkanmu. Aku sadar, aku juga mengalah, mungkin tidak denganku kamu bisa ditaklukkan. Berulang kali aku sudah mencoba tapi kamu tidak bisa membuka kaki untukku."

Bejo melirik Tuan Saka kemudian beralih pada Nyonya Mila yang terlihat semakin penasaran akan apa penjelasan selanjutnya. Terlihat jelas Nyonya Mila pun nampak malu dengannya.

Bejo menarik nafas dalam menguasai diri kalau-kalau melihat Nyonya Mila ngamuk setelah tau rencana suami beliau. Memang sangat keterlaluan dan gila. Haish... !

"Kali ini aku hanya minta kamu pasrah, biar Bejo yang melakukan tugasnya. Aku berikan kesempatan untukmu bercinta dengannya sampai kamu benar-benar bisa sembuh. Mungkin saja fantasimu akan liar jika tidak denganku dan kamu bisa rileks dengan orang baru."

"Mas... Kamu..."

"Jangan katakan aku tega padamu, Sayang! Justru ini caraku untuk tetap mempertahankanmu. Kalau kamu tidak mau, maka kita bercerai dan aku akan mengembalikan kamu pada keluargamu yang taunya hanya uang dan uang itu. Bagaimana? Akh tidak! Ini bukan penawaran dan kamu harus setuju."

"Mas apa tidak ada cara lain selain ini? Aku..."

Mila melirik Bejo yang kemudian menunduk kala kedapatan memperhatikan wanita itu. Bejo berusaha untuk tetap diam tanpa memberikan ekspresi apapun.

"Aku baru kenal dengannya, Mas. Kenapa kamu tega sekali membiarkan tubuhku dilihat oleh laki-laki lain? Aku ini istri kamu loh, Mas! Dengan cara yang seperti ini sama saja kamu sudah sangat menyakiti aku, Mas!"

"Sakit mana dengan Mamah yang menganggap kamu mandul karena belum bisa memberikan cucu? Ingat! Aku ini anak satu-satunya. Sakit mana dengan anggapan orang yang buruk padamu? Katanya kamu mencintaiku. Kenapa tidak mau berkorban untukku, hhmm?"

Dengan sedikit perdebatan ini, Bejo paham apa yang terjadi pada kedua majikannya. Bejo sedikit demi sedikit mulai tau jika masalah ini menyebabkan pandangan buruk dari keluarga Tuan Saka dan ada masalah juga di tengah keluarga Nyonya Mila.

"Keluarga yang rumit! Tapi tugasku tak kalah demit. Dengan Tuan Saka yang terlihat gagah perkasa saja Nyonya kaku, apalagi aku yang notabene brondong. Apa mungkin punya Tuan Saka sebesar singkong, maka dari itu Nyonya jadi takut menerima milik suaminya? Akh tapi milikku ...."

Otak Bejo malah sibuk sendiri memikirkan itu semua seraya menunggu perdebatan di antara kedua majikannya usai.

"Mas tapi aku nggak bisa."

"Harus bisa! Kurang apa aku setahun ini sabar denganmu? Mulai malam ini, kamu harus melakukan pendekatan dengannya. Aku tidak memaksa untuk kalian bisa langsung bercinta tetapi setidaknya setiap harinya harus ada perkembangan."

Tuan Saka melihat ke arah Bejo dan juga sang istri bergantian. Gerak gerik pria itu terlihat tanpa beban dan itu ditangkap langsung dari indera penglihatan Bejo.

"Anggap saja kalian sedang pacaran atau pasangan selingkuh. Mungkin dengan pemikiran itu, gairahmu akan membara dan bisa bercinta dengannya."

Bejo menelan kasar salivanya mendengar apa yang Tuan Saka katakan. Nyonya Mila yang diberikan arahan, Bejo yang kebagian membayangkan betapa indahnya wanita itu di bawah kungkungannya.

Namun kalau melihat wajah Nyonya Mila sekarang, Bejo sedikit iba. Bejo meringis dan kembali menundukkan kepala.

"Kasihan, tapi lebih kasihan lagi kalau sampai dicerai. Akh kalau aku jadi Nyonya ya lebih memilih bercerai saja, tapi bunuh diri namanya kalau sampai dikembalikan pada keluarga yang hanya tau uang dan uang. Maju kena, mundur juga kena."

Berisik sekali otak Bejo. Dia masih senantiasa berdiri di sana sampai dimana Tuan Saka memanggilnya.

"Bejo! Mulai besok malam kamu bebas tidur di kamar ini dan mungkin saya akan tidur di kamar tamu. Kebetulan juga besok saya ada perjalanan bisnis keluar kota. Jadi selama saya tidak ada di rumah. Tugasmu harus dilaksanakan dengan baik dan tentu saja harus ada hasil. Paham!"

"Paham, Tuan."

Bejo mengangguk bersedia dan Nyonya Mila menatap jengah kesediaannya akan tugas yang diberikan itu. Bejo pun melirik Nyonya Mila yang kemudian membuang muka enggan melihatnya.

"Gimana caranya kalau melihatku saja, dia muak? Memangnya aku jelek banget apa? Apa kurang wangi? Kayaknya besok harus ganti parfum yang bisa membuat Nyonya klepek-klepek jadinya."

Keesokan paginya, Bejo yang sedang membersihkan mobil pun melihat Tuan Saka berangkat dengan Nyonya Mila yang mengantar sampai teras.

Bejo menghentikan pergerakan dan interaksi mereka. Kalau dari jauh seperti sudah akur, tapi kedua mata Nyonya Mila terlihat bengkak pagi ini.

"Hati-hati ya, Mas! Kalau sudah sampai jangan lupa kabari aku!"

"Kamu juga tidak perlu sampai malam-malam di toko. Ingat! Jangan kelelahan yang akhirnya membuatmu semakin susah untuk sembuh. Terima, Bejo! Anggap saja itu aku. Syukur-syukur setelah kepulanganku nanti, kamu sudah bisa melayaniku."

"I...Iya, Mas. Akan aku usahakan."

Bejo segera membuang muka kala Nyonya Mila menoleh ke arahnya. Dia meringis setelah ketahuan memperhatikan mereka.

"Bejo, antar saya ke bandara!" perintah Tuan Saka dan Bejo segera beranjak dari sana.

"Baik, Tuan. Silahkan masuk!" kata Bejo kemudian membukakan pintu mobil.

"Mas!"

Namun panggilan dari Nyonya Mila membuat Bejo kembali menoleh ke arah wanita itu. Nyonya Mila melangkah mendekati Tuan Saka yang berdiri di hadapannya kemudian mengecup bibir beliau.

Bejo pun kemudian membuang muka setelah melihat adegan itu. Bejo sedikit mundur memberikan ruang agar mereka bisa saling bermesraan terlebih dahulu.

Setelah Nyonya Mila mundur dan kembali ke teras rumah, Bejo bergerak untuk segera menutup pintu mobil. Namun sebelum pintu benar-benar tertutup, otaknya kembali dibuat kotor dengan apa yang Tuan Saka katakan.

"Lihat, Bejo! Istri saya sebenarnya sangat agresif sekali. Hanya saja penyakit itu sangat berengsek sudah membuatnya sulit saya nikmati."

"Iya, Tuan."

"Taklukan dia! Dia paling suka disentuh tepat di titik sensitifnya. Kamu tau bagian itu bukan?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Suami stres minta dilayani sopir nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 301. MENGUNGKIT

    "Mila kemana sih? Ditelepon sama mertua, nggak mau jawab. Anak ini memang suka sekali aku marah-marah. Mau dibecklis dari keluarga tapi Papah tuh belain terus." "Kamu tuh minta Mila datang untuk apa lagi? Kenapa bikin huru hara terus, Mah? Sudah! Sudah tua jangan suka nyari masalah!" "Siapa sih, Pah? Siapa yang membuat huru hara? Mamah hanya ingin dia datang bersama Saka. Mamah ingin sesekali Saka itu menginap di rumah ini. Kalau tidak atas seijin Mila atau Mila yang mau diajak untuk datang ke rumah. Nggak akan Saka mau menginap. Intinya apa? Intinya ya memang Mila sangat mempengaruhi Saka! Mila itu nggak betah di sini makanya Saka juga ikutan nggak betah. Dasar mantu mandul!" "Sstt.... Sudah! Kasihan Saka kalau kamu begitu terus. Saka loh cinta sama Mila. Wajar kalau nggak betah, namanya juga suami. Ya maunya sama istri. Papah juga maunya sama Mamah kemana-mana. Dari dulu begitu. Ya sama! Jangan apa-apa kamu nyalahin mantu! Mila akan salah terus di mata kamu kalau kamu saja p

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 300. Sangat Menginginkanmu!

    Sampai dikamar, setelah Bejo memastikan situasi aman. Dia segera masuk dan tak lupa memastikan pintu terkunci rapat. Bejo berbalik melihat Mila yang kemudian melangkah handak menuju ranjang tetapi dengan cepat tangannya menarik lengan Mila hingga wanita itu terkejut. Bejo mendorong tubuh Mila seraya membungkam mulut wanita itu. Kedua mata Mila sempat terbelalak karena terkejut dengan apa yang ia lakukan tetapi setelah serangan ini bersifat lembut dan menuntut. Mila pun pasrah dan cenderung membiarkan diri dinikmati olehnya. Tangan Bejo meraih kedua tangan Mila. Mengangkat tangan wanita itu ke atas kepala dan mengunci pergerakan Mila. Tangan satunya membuka kancing yang tadi sempat ditutup kembali. Mengusap isinya dengan lembut hingga Mila membusung memintanya untuk meraba lebih dalam lagi. "Gila montok banget si Nyonya. Nggak sia-sia olahan gue beberapa bulan ini. Udah makin ngembang kayak direndem minyak tanah. "Euhhh..." Kalau di sini bebas, mau mendesah pun tak

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 299. Lidah kamu....

    "Ah! Enak sekali!" Mila sudah meracu saat ini. Kedua mata wanita itu memejam, kepala mendongak, tangan membekap dan tubuh tak bisa diam. Itu semua karena Bejo menyesap memberikan sentuhan di dada Mila. Jari pun masih bermain di bawah sana hingga tangannya basah. "Satu kali klimaks baru kita lanjutkan di kamar, Nyonya." "Jo bagaimana kalau celanamu akan basah? Kamu tau kan, setelah bersamamu aku sering mengeluarkan cairan dan itu banyak sekali. Aku sangat puas bersamamu, Jo. Aku sampai seperti pipis." "Kita pindah ke belakang, Nyonya! Jangan keluar pintu! Lewat sini saja," katanya memberikan solusi. Kalau mobil kotor masih bisa dibersihkan, tapi kalau celananya yang basah. Nanti malah dikira ngompol sama orang-orang yang melihatnya. Gila memang! Salah siapa dibuat tidak waras begini. Saka pandai bermain di belakang, Mila pun akan mengimbanginya. Sakit hati itu sudah tidak lagi bisa diajak kompromi. Mila benar-benar membahagiakan diri, melepaskan diri dari penjara lara

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 298. Semakin Besar, Nyonya!

    "Sudah sampai, Nyonya." Bejo berbisik di telinga Mila yang saat ini masih ada di pangkuannya dengan memeluk, melakukan pemanasan. Sejak tadi Mila terus saja membuat tubuh mereka semakin panas. Bejo sudah memarkirkan mobil di basemant. Untungnya di sana sepi. Mata Bejo pun mulai bergerilya mencari cctv. Jangan sampai mobil yang mereka tumpangi ini tersorot oleh benda itu. "Sudah?" tanya Mila. "Hhmm..." Mila menarik diri dan Bejo pun memandang dengan kedua mata yang sudah berselimut gairah. Tangan Bejo menyentuh kembali kedua bokong Mila. Kali ini keduanya bisa dia sapa. Bejo meremas gemas tepat di kain berenda warna merah. Benda itu sangat terlihat cantik sekali dan tentu saja isinya pun tak kalah cantik dan menggiurkan. "Mana yang basah, Nyonya? Katanya tadi ada yang sudah basah?" tanya Bejo. Suaranya terdengar berat, serak dan kedua mata semakin berkabut dengan dada naik turun begitu sangat menggebu. "Ini, yang terbuka! Dia sudah membelah menangkap si Juki. Ju

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 297. Aku Sudah Basah

    Mereka menuju hotel yang pernah mereka singgahi tempo hari. Mereka saling memandang, kadang ingin bicara tetapi seolah ditahan. Sampai Bejo terkekeh melihat bagaimana sikap Mila padanya. Bejo mencoba fokus, tapi sepertinya wanita yang ada di sampingnya mulai ngelantur. Eh kok ada tangan yang singgah tepat di pangkal paha. Bejo melirik ke arah si Juki. Dia tersenyum melihat itu kemudian menoleh singkat memandang Mila yang tidak sama sekali melihatnya tetapi tangan mulai tak bisa diam. "Ini tangan kayaknya udah nggak sabaran. Si Juki langsung keliyengan minta keluar. Baru juga nempel, udah gendut dia. Udah lama nggak terjamah soalnya." "Emang iya? Udah lama beneran?" tanya Mila hingga menoleh dengan kedua alis terangkat padanya. "Ya iyalah! Di hotel main juga kagak." "Ya ampun kayaknya kamu dendam banget sama aku. Padahal kalau diingat-ingat sih kita ada kok main." Mila memberikan sentuhan lembut yang membuatnya mulai gelisah. Bejo sedikit mengubah posisi duduk dan b

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 296 Mauuuuuu bangeeeetttt!

    Mila masih bersandar di pundaknya. Tangannya pun sesekali mengusap pipi Mila dengan memperhatikan wajah wanita itu dengan lekat. Kasihan, tapi kagum sama cantiknya yang makin nyantik banget. Apalagi saat hidung mancung itu terlihat merona. Pertanyaannya, kok ada manusia yang hampir sempurna ini malah disakitin? "Sebelumnya udah tau kalau Tuan sama Lira, hari ini tau juga kalau Tuan sama Bu Keysa. Terus apa Nyonya akan kembali melayani, Tuan? Dilihat-lihat kok semakin disakitin, malah semakin mencintai. Nyonya bucin sama laki-laki modelan begitu?" "Nggak gitu loh Jo!" "Ya terus gimana? Dilihatnya juga begitu. Berasa pengen saya kawinin sampai nggak bisa jalan tau nggak. Nggak paham sama pikiran Nyonya. Mana nggak mau cerita kagi," sahut Bejo dan Mila menoleh lalu memukul lengannya. "Jo kamu tuh! Aku lagi sedih loh." "Ya geregetan aja. Ada ya perempuan begitu, tapi kalau emang butuh sembuh ya saya siap sampai pagi." "Kamu lagi mencari kesempatan dalam kesempitan,

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status