Início / Male Adult / TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA / Bab 01. Bercintalah Dengannya

Compartilhar

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA
TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA
Autor: weni3

Bab 01. Bercintalah Dengannya

Autor: weni3
last update Data de publicação: 2026-06-04 19:52:53

"Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan."

"Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil."

"Masuk dulu sana!"

Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikannya. Pria berusia 23 tahun itu pun berlari menuju kamar utama. Namun saat baru saja sampai di ujung tangga. Bejo mendengar ribut-ribut yang berasal dari dalam kamar.

"Kamu kalau begini terus, gimana kita mau punya anak? Mamah tuh sudah mendesak aku. Kamu nggak paham kewajiban kamu. Percuma aku punya istri kalau kamu begini."

"Mas tapi aku memang sulit menerima kamu. Sakit, Mas. Kita bisa usaha lagi, Mas. Jangan menyerah! Aku masih mau."

"Mau usaha seratus kali pun kalau kamu terus menolak saat aku masukin, gimana mau bisa? Kamu taunya aku harus sabar, sabar, dan sabar. Kamu sendiri nggak bisa usahakan. Gila kamu tuh! Satu tahun aku sama sekali belum bisa menikmati tubuh kamu. Menikah tanpa bercinta, hambar rasanya, Mila!"

Deg

Bejo terbeliak mendengar apa yang Tuannya katakan. Satu tahun menikah belum bercinta? Gila! Betah banget. Padahal istri dari majikannya itu sangatlah cantik dan juga seksi. Mana betah melihat tanpa menikmati?

"Bejo!"

"Eh iya, Tuan. Saya di sini. Ada apa, Tuan?" tanya Bejo kemudian mendekati majikannya. Bejo melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka dan terlihat Nyonyanya nampak sedih.

"Ikut saya ke ruang kerja!" perintah pria yang berkuasa di rumah ini.

"Baik, Tuan."

BRUGHH

Kedua mata Bejo terbelalak melihat banyaknya uang diletakkan di atas meja kerja Tuannya. Bejo menelan kasar salivanya kemudian melirik ke arah pria matang itu yang nampak gagah dan berkharisma.

"Kenapa? Mau?"

Bejo meringis mendengar itu. "Siapa yang nggak mau sama uang Tuan, tapi ini maksudnya apa, Tuan?" tanya Bejo dengan sangat berhati-hati sekali.

Pria itu pun terlihat duduk di kursi kebesarannya dan Bejo memperhatikan dengan sedikit membungkuk. Dalam hati Bejo masih bertanya-tanya, untuk apa uang sebanyak itu dikeluarkan dari dalam brangkas?

"Duduk dulu!"

"Baik, Tuan."

Bejo pun segera duduk di seberang pria itu kemudian mengalihkan pandangan dari hal yang sangat menggoda di depan mata.

"Istri saya mengalami penyakit langka yang tidak semua wanita mengalaminya. Saya akan kasih kamu sepuluh miliar, lebih dari yang kamu lihat saat ini kalau kamu bisa menyembuhkannya."

Bejo menganga mendengar apa yang pria itu katakan. Ini Tuannya serius atau tidak sich? Dalam hati Bejo pun ragu. Penyakit apa memangnya yang diderita Nyonya?

"Apa tugas saya, Tuan?" tanya Bejo tanpa ragu. Kali ini dia benar-benar penasaran karena bayaran dengan jumlah sangat banyak sudah ada di depan mata.

"Gampang saja. Kamu hanya perlu menyentuh istri saya."

"Me... Me... Menyentuh, menyentuh gimana maksudnya, Tuan?"

"Bercintalah dengannya! Ingat, ini tugas dan perintah! Ini menjadi salah satu pekerjaanmu. Bukan hanya main-main dan ingin menikmati tubuh istri saya saja. Kalau kamu berhasil bercinta dengannya, maka uang seratus kali lipat dari apa yang kamu lihat ini akan menjadi milikmu!"

Bejo semakin dibuat tak percaya dengan apa yang didengarnya. Bejo melirik uang yang ada di atas meja saja sudah membuatnya menelan ludah.

Godaan dunia sangat jelas di depan mata. Apalagi harus menyentuh istri orang. Apa tidak enak coba?

"Maaf Tuan, tapi apa yang Nyonya derita selama ini? Maaf kalau saya lancang. Saya juga harus tau penyakit apa yang Nyonya alami agar saya tau cara menyembuhkannya."

"Vaginismus."

"Apa itu vaginismus, Tuan?" tanya Bejo yang sama sekali tidak tau kalau ada penyakit dengan nama seperti itu.

Kedua alis Bejo menukik kala mendengar penjelasan dari Tuan Saka, pria yang akan mengubah hidupnya menjadi jauh lebih baik dengan uang sepuluh miliar.

"Penyakit yang sangat langka terjadi pada wanita. Entah apa alasannya, dia tidak bisa aku masukin. Saat penetrasi dia bisa menerima tetapi saat aku hendak masuk, dia selalu kesakitan bahkan meronta dan menolak. Kamu sudah paham sekarang?"

"Ta... Tapi Tuan, bagaimana kalau Nyonya menolak? Saya hanya sopir pribadi beliau dan saya baru tiga hari bekerja di sini. Kami pun belum dekat Tuan dan apa Nyonya mau dengan saya?"

"Hahahaha jangan kamu pikir saya tidak tau, Bejo! Di kampus wanitamu banyak bukan? Kamu kerja untuk bisa bayar kuliah. Dengan uang yang saya berikan, tidak kuliah pun kamu tidak akan diinjak-injak orang."

"Lagi pula dari segi penampilan kamu tidak buruk. Kamu tampan dan tubuhmu juga proposional. Hanya saja kurang diolah sedikit. Kamu berpendidikan, kamu bekerja karena untuk membayar kuliah bukan hanya sekedar untuk makan. Tidak buruk!"

"Satu lagi, saya tidak menerima penolakan! Ini sebagian dari pekerjaan kamu. Jika tidak mau, maka kamu akan saya pecat!"

Deg

"Waaaahhhh jangan dong, Tuan! Bulan depan saya harus bayar semester. Nggak lucu kalau saya sampai dipecat. Nanti kuliah saya gimana. Oke saya akan terima tapi saya tidak bisa pastikan Nyonya mau dengan saya."

"Itu urusan gampang! Tugasmu hanya satu, sembuhkan dia dari penyakitnya! Setelah dia bisa menerimamu maka tugasmu selesai," sahut Tuan Saka dengan santainya.

Namun pertanyaan dari Bejo selanjutnya membuat pria itu hampir saja melempar vas bunga ke kepala Bejo.

"Bagaimana kalau sampai Nyonya ketagihan dengan saya Tuan, terus tidak mau lepas?" Pertanyaan yang sangat berani tak mengira akan kena amuk Tuan Saka.

"Mati saja kamu, Bejo!"

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Comentários (5)
goodnovel comment avatar
weni3
lanjut Kak
goodnovel comment avatar
Ridwan Budi
baru bisa mampir kak wen
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
wah ..ternyata istri nya sakit itu Tah
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 150. Meminta Jatah

    " Oh itu dosen saya, Nyonya. Dosen yang bimbing skripsi saya. Nyonya tau? Tadi lihat?" "Kamu yang nggak lihat saya, Jo!" celetuk Mila membuatnya meringis mendengar itu. "Eh iya bener banget lagi. Saking fokusnya itu Nyonya, makanya nggak lihat." Mila menghela nafas berat seraya memperhatikannya dengan sangat lekat dan wanita itu bersandar di kursi kerja tanpa mengalihkan sama sekali pandangannya seolah tengah mengulik dan mencari kebenaran dari jawaban yang ia sampaikan. "Dosen, Nyonya. Kalau nggak percaya, bisa saya teleponin sekarang." "Nggak perlu! Aku tau kalau itu dosen kamu tapi aku lihat wanita itu sangat cantik, Jo." "Memang kenapa kalau cantik, Nyonya?" Kedua alis Bejo terangkat dan Mila menggelengkan kepala menjawab pertanyaannya. Namun Bejo tersenyum tipis melihat itu. Bejo paham kemana arah pikiran Mila. "Cantik itu relatif, tapi memang Bu Kesya cantik. Nyonya nggak perlu khawatir! Selama saya masih memiliki perjanjian kerja dengan Nyonya. Aman pokoknya." Bejo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 149. Nggak Saya Mut

    "Kita keluar sekarang! Aku tidak akan menuntutmu lagi tetapi kalau sudah siap, kabari aku, Sayang. Bejo tetap menjadi obat untuk tubuhmu yang tegang dan mentalmu yang rusak. Dia bisa kamu jadikan pelampiasan nafsumu sampai trauma itu benar-benar hilang." Mila menggelengkan kepala mendengar apa yang Saka sampaikan. Memang Bejo benar jadi obatnya, benar juga menjadi pelampiasannya, tetapi bukan pelampiasan nafsu untuk Mila. Bejo menjadi tempat Mila melampiaskan kemarahan terhadap Saka juga keluarganya, bukan nafsu!Statement Saka sudah begitu saja sudah salah baginya. Mila sedikit tak terima jika Bejo dijadikan tempat pelampiasan nafsu untuknya. Nafsu? Ah! Kata itu sangat buruk walaupun setiap bercinta pasti menggunakan nafsu. Otak Saka sudah benar-benar geser. Fantasi di otak Saka membuat Mila tak tau harus menyadarkan suaminya dengan cara apa.Andai Mila membela Bejo, sudah pasti Saka akan tersinggung jadinya. Mila juga harus berhati-hati dalam bertindak. Yang terpenting, tujuan awa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 148. Campur Tangan

    "Jangan curiga gitu! Kamu nggak capek curigain aku terus? Beli di sana ini, aku kan nggak sempat pulang jadinya ya apa-apa beli. Tanyakan saja pada Tama kalau kamu tidak percaya, Sayang!" Saka kemudian menarik Mila ke dalam pelukan dan mengusap punggung wanita itu dengan sangat lembut memberikan kenyamanan yang sudah lama tidak Mila rasakan dari Saka. "Aku tau kamu cemburu. Kamu sayang sama aku makanya kamu seperti ini. Aku pulang kerja capek loh tapi aku berusaha mengerti kamu. Apa sih yang nggak untuk kebahagiaan kamu? Perdebatan yang kemarin itu aku anggap bumbu manis dalam rumah tangga kita karena kamu sedang emosi setelah melihat foto aku dan wanita lain." Saka tersenyum setelah mengatakan itu dan semakin mengeratkan pelukannya. "Itu hal yang biasa, Sayang. Namanya juga dunia bisnis. Aku dekat dengan siapapun juga akan ke sorot dan menjadi gosip murahan. Toh sampai sekarang tidak ada yang datang meminta tanggung jawab. Jadi tidak perlu kamu permasalahkan lagi" Mila mendo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 147. Siapa?

    Bejo melajukan lagi mobilnya tanpa menggubris panggilan dari Caca. Bahkan setelah mematikan panggilan tersebut, dia tidak lagi menggubris getaran ponselnya dan sampai di perpus, Bejo langu sibuk dengan dunianya. Lama Bejo di sana dan hanya fokus pada berisan tulisan di dalam buku yang dia pegang saat ini sampai dimana ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk untuknya. Awalnya dia pikir Mila yang menghubungi tetapi ternyata bukan. Panggilan itu berasal dari dosbingnya yang menggerakkan kaki Bejo untuk segera beranjak dari duduknya dan keluar dari sana. "Siang, Bu. Ada apa ya, Budos?""Kamu dimana , Jo?""Lagi nyari bahan, Bu.""Saya besok nggak ada di kampus. Mungkin ada lagi lusa atau bisa jadi tiga hari baru ke kampus karena untuk akhir-akhir ini saya akan sangat sibuk sekali. Kalau mau diskusi bisa di luar. Saya tunggu sekarang!" "Waahhh lama juga ya, Bu. Kalau sekarang saya harus temui Ibu dimana?" "Saya sharelok aja ya. Memang agak jauh dari kampus tapi mumpung saya

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 146. Jampi-jampi

    Mila membuang muka dengan pipi yang merona dan itu tertangkap oleh netra Bejo sepenuhnya. Bejo kembali menyunggingkan senyum tetapi kali ini semakin tidak terlihat. Dia bergerak mendekati Mila dengan memiringkan kepalanya dan memperhatikan lamat-lamat wajah ayu itu. "Nyonya bertanya keikhlasan saya? Memangnya boleh jawab nggak ikhlas?" tanya Bejo dengan nada lembut dan Mila menoleh menatap ragu padanya. Bertepatan dengan itu kedua alisnya pun terangkat hingga Mila bergerak mendorong dadanya. "Jalan, Jo!" Bejo terkekeh melihat reaksi Mila kemudian melajukan mobilnya. "Kirain mau nembak saya tadi. Waaahhh bisa lari nyari pasir saya, Nya." "Mau apa nyari pasir?" tanya Mila bingung. "Buat guling-guling kaya kucing abis kawin." "Kamu tuh!" "Hahahahaha.... " Bejo pun melajukan mobilnya menuju toko roti tetapi ini bukan yang di pusat melainkan cabangnya. Mila ada jadwal mengecek di sana. Kalau ngampus sudah pasti Bejo akan terlambat. Beruntung tidak ada jadwal bertem

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 145. Dipangkas

    Bejo menyeringai mendengar apa yang Bibi sampaikan. Dia kembali menyuap makanannya, menyangga piring dengan duduk santai di samping rumah. Tadi sudah menghubungi Saka tetapi pria itu malah menyerahkan lagi padanya. Kadang Bejo berpikir, sebenarnya yang menjadi suami itu siapa. Urusan Mila semua dilimpahkan padanya. Kalau hitungan bayaran harusnya nambah lagi tetapi bagusnya Bejo tidak itungan sama sekali. "Orang mah lakinya tuh gue bukan si Saka. Lakinya udah kayak angkat tangan. Kalau bininya suka beneran sama gue, ngamuk tuh orang." Bejo menghabiskan makananya seraya mendengarkan kelanjutan drama yang terjadi di dapur. "BOHONG! Kamu tuh sebenarnya mau mengatakan sesuatu tetapi karena ada Mila, kamu jadi takut." "Nggak ada, Nyonya. Beneran nggak ada. Memang itu yang ingin saya sampaikan pada Nyonya. Nggak ada saya ingin menjelekkan hanya saja memang itu kan aib keluarga. Kalau yang Nyonya tau mereka harmonis padahal Tuan terlalu sibuk di luar." "Halah! Kamu tuh alasan saja

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status