Share

Bab 205 Membela Kak Rosa

Author: Sora Archery
last update publish date: 2026-05-04 23:23:57

Puk!

Bimo mematung. Tatapannya menunduk ke bawah, menatap uang-uang yang berceceran di dekat sepatunya. Suara tawa Herman dan DJ Kenzy kembali terdengar di telinganya. Alih-alih marah, dia mengangkat kembali kepalanya dengan wajah tenang.

​“Ambil uang ini, Bimo. Lumayan buat tambah-tambah bayar cicilan mobilmu. Ahahahaha,” ejek Herman lagi sambil tertawa terbahak-bahak.

“Aku tidak butuh uangmu, Mas. Cepat minta maaf pada Kak Rosa sekarang juga!”desah Bimo.

Herman menghentikan tawanya dan me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
siapa tuh yg bakal jadi saingan bimo
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
sombong bgt rosa udah dibantuin malah menghina
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ini lh yg diblng merawat tubuh dgn baik,Mayang udh tua tapi menggoda hahahaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 588 Siapa Dia?

    “Awas!! Ada tukang becak!!” seru Hans panik dan ketakutan seraya menutup wajah dengan menggunakan kedua tangannya.“AHKKKK!!” teriak mereka dan tukang becak itu dalam waktu yang bersamaan.Beruntung, Bimo langsung menginjak pedal gasnya dan membanting setirnya ke arah kanan sebelum menghantam becak.Kepala si Hans sampai terantuk kuat di sandaran kursi depan hingga membuat pria itu memekik kesakitan. “Awww kepalaku!!” Bimo sama sekali tidak memperdulikan pria bule itu dan langsung memeriksa keadaan Mayang yang ada di sebelahnya.“Ma! Mama baik-baik saja kan?!” tanya Bimo cemas.“S-saya baik-baik sa…” kata-kata Mayang terhenti saat mendengar Bimo memanggilnya dengan sebutan Mama. “Kamu panggil saya apa tadi?” Wajah Bimo mendadak gelagapan. “Maaf, Nyonya. Saya salah ngomong tadi. Saya keinget Mama saya yang udah meninggal.” Mayang terlihat terenyuh mendengar jawaban Bimo. “Kedua orang tua kamu sudah meninggal semua Bimo?” Bimo mengangguk kaku. “Iya Nyonya.” Mayang reflek memegang

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 587 Hampir Nabrak

    Tawa pria itu terdengar familiar di pendengaran Bimo. Dia mencengkram ponselnya dengan tangan bergetar.“Kamu…tidak mungkin….bukankah kamu sudah mati?!” tanya Bimo tak percaya.Pria itu kembali tertawa terbahak-bahak. “Aku sampai detik ini masih hidup Bimo. Berkat sumsum tulang belakangmu, sekarang aku sudah memiliki kekuatan yang setara denganmu dulu. Bahkan anakmu si Juno menjadi hewan peliharaanku ahahahaha!” “Nathan…” Bimo ingat betul bahwa hari itu dia mematahkan leher Nathan dengan menggunakan kedua tangannya sendiri sampai mati. Bagaimana mungkin Nathan bisa hidup kembali? “Kamu pasti bingung dan bertanya-tanya bukan? Hari itu yang kau bunuh bukanlah aku, tapi orang yang menyerupai aku. Sekarang kamu tidak memiliki kekuatan apapun. Sementara aku sebentar lagi akan menjadi penguasa dunia ini. Sial, kenapa kamu tidak mati di arena Quartell Game itu?” ucap Nathan kesal diiringi suara anggur yang dituangkan ke dalam gelas.DEG! “J-jadi kamu yang telah memasukkan aku ke dalam gam

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 586 Berbagi Lubang Dengan Sahabat

    Semalaman Bimo menginap di rumahnya Baskoro. Mereka secara bersamaan menghajar Angel secara brutal di atas ranjang. Semua lubang Angel disumpal oleh batang mereka yang besar. Angel sampai termehek-mehek dan pingsan tak sadarkan diri karena ulah mereka berdua.Selesai mengerjai Angel, mereka berdua ngopi lagi di ruang tamu sambil menonton siaran ulang pertandingan sepakbola di televisi.“Bim, gimana jepitan Angel? Enak kan?” tanya Baskoro seraya menaruh cemilan kacang rebus di atas meja tamu.“Enak banget, aku sampai gak mau melepaskan batangku ke dalam miliknya. Emangnya kamu gak takut dia bunting anakku? Tadi aku lumayan keluar banyak sih,” ucap Bimo seraya mengambil salah satu kacang rebus dan mengupasnya.“Kami childfree kok. Angel sudah lama minum pil KB. Tenang saja. Beginilah kehidupan kami, menganut pernikahan terbuka. Jadi di luar sana aku juga sering kok genjot cewek lain. Aku malah pernah genjot emaknya Angel kalau datang kemari. Angel juga sering digenjot papa tirinya,” jaw

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 585 Jepitan Rating 100/10

    Angel langsung bersandar di atas sofa lalu membuka lebar kedua pahanya di depan Bim, memperlihatkan kewanitaannya yang sudah basah dan memerah. Wanita itu juga menyibak bibir kewanitaannya itu dengan dua jarinya.“Ayo Bimo masukkan milikmu yang jumbo itu ke dalam milikku,” pinta Angel dengan wajah bergairah.Bimo menuntun batang beruratnya yang masih tegang dan mengeras menuju ke pintu goa kenikmatan lalu menggesekkannya sejenak sebelum mendorong pinggulnya.JLEB!! “OUHHH GEDE BANGET!!” pekik Angel seraya mencengkram sofa saat Bimo memasukkan seluruh batangnya sampai mentok.“Sssshhhh,” desis Bimo menikmati denyutan dan jepitan dinding kewanitaan Angel di dalam sana.Setelah mendiamkan batangnya selama beberapa menit barulah Bimo mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil meremas dua gundukan kenyal Angel yang besar dan montok.“Ahhh!! Enak banget!! Dorong lebih keras dan dalam!!” racau Angel seraya merem melek dan menjulurkan lidahnya ke bawah.Bimo melirik ke arah Baskoro se

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 584

    Bimo akhirnya setuju diajak Baskoro untuk mampir ke rumahnya untuk ‘menghangatkan badan’. Tok…tok…tok…“Angel, buka pintunya…” panggil Baskoro sambil mengetuk pintu rumahnya.CeklekPintu rumah dibuka seseorang dari luar, menampakkan wajah Angel yang cantik jelita. Tubuh istri sahabatnya itu terlihat makin montok di balik gaun tidur tipis berwarna pink. Tonjolan puncak kecoklatan wanita itu mengacung tegak di balik gaunnya.“Sayang, ini siapa? Teman kamu?” tanya Angel saat melihat Bimo.“Iya Sayang, dia mau angetin badan di dalam. Tolong isapin dulu batangnya,” jawab Baskoro blak-blakan.“Baiklah, ayo masuk dulu ke dalam,” Angel membuka pintu rumahnya lebih lebar dan mempersilahkan Bimo untuk masuk ke dalam. Bimo tersenyum tipis pada wanita itu sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam. Semua posisi perabotan di rumah mereka tidak ada yang berubah. Hanya berganti warna hordeng,sarung bantal dan karpetnya saja.“Ayo duduk dulu, aku mau ke dapur untuk membuatkan kalian berdua kopi,” u

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 583 Ngangetin Badan Bareng Bini Orang

    Baskoro menghentikan laju mobilnya lalu menoleh ke arah Bimo dengan tatapan bertanya-tanya. Matanya memicing melihat Bimo dari atas sampai ke bawah.Bimo segera berlari mendekati pria itu. “Bas, apa kabar. Lama kita tidak berjumpa.” “Apa kita saling mengenal sebelumnya?” tanya Baskoro.“Astaga, kenapa aku bisa lupa kalau ingatan Baskoro juga dihapus oleh Prof. Malik,” batin Bimo seraya memejamkan matanya sejenak.“Maaf, mungkin kamu sudah melupakan aku. Tapi aku pernah satu kampus denganmu dulu di Airlangga. Kamu lumayan populer di kalangan cewek-cewek dulu, ” dusta Bimo agar Baskoro tidak menaruh kecurigaan padanya.Hidung Baskoro mendadak kembang kempis setelah mendengar pujian dari Bimo. “Jadi kamu kuliah di Universitas Airlangga juga? Sorry, aku gak terlalu banyak mengenal anak-anak di kampus. Tapi terima kasih loh sudah mengingatku. Kamu anak jurusan mana?” “Saya….” Bimo berpikir sejenak. “Saya jurusan Pendidikan Biologi.” “Wah saya kurang kenal sama anak-anak Biologi waktu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status