Home / Urban / Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi / Bab 542 Goyang Ngebor Sebelum Di DOR

Share

Bab 542 Goyang Ngebor Sebelum Di DOR

Author: Sora Archery
last update publish date: 2026-09-04 00:00:01
Terapis berambut pendek itu sontak kaget dan memecahkan gelas kecil aromaterapi di bawah lantai agar fokus kedua Sipir itu fokus kesana.

“Aduh maaf tangan saya licin habis kena sabun tadi,” ucap si terapis rambut pendek itu seraya membungkuk untuk membersihkan pecahan kaca tersebut. Namun karena tak berhati-hati, pecahan kaca itu malah melukai jarinya hingga berdarah.

“Ahkk sakit!!” ringis si terapis rambut pendek kesakitan hingga membuat fokus kedua Sipir itu kini hanya tertuju padanya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ayo dong penasaran knp Bimo bisa berada di tmpt itu? apa karna ritual nya
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
Bimo butuh mknan yg bnyk ini wkwk
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Cari tau Bimo siapa yang membawa mu kesana.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 542 Goyang Ngebor Sebelum Di DOR

    Terapis berambut pendek itu sontak kaget dan memecahkan gelas kecil aromaterapi di bawah lantai agar fokus kedua Sipir itu fokus kesana. “Aduh maaf tangan saya licin habis kena sabun tadi,” ucap si terapis rambut pendek itu seraya membungkuk untuk membersihkan pecahan kaca tersebut. Namun karena tak berhati-hati, pecahan kaca itu malah melukai jarinya hingga berdarah. “Ahkk sakit!!” ringis si terapis rambut pendek kesakitan hingga membuat fokus kedua Sipir itu kini hanya tertuju padanya. “Ada apa lagi sih?! Kamu dari tadi teledor banget ya! Juli cepat ambil obat merah di ruang perawatan!” perintah Sipir cantik itu kepada temannya si Juli. Juli memutar bola matanya malas.”Oke.” Setelah Juli pergi, Sipir cantik tadi kebelet mau pipis jadi ke kamar mandi dulu. Sementara itu si terapis rambut panjang terus menggoyangkan pantatnya naik turun dengan mata merem melek dan nafas terengah-engah. “OUHHH GEDE MAMPUS!! SESAK BANGET RASANYA MENTOK SAMPE KE RAHIMKU!! OUHHCC!!” teriak

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 541 Goyangan Terapis

    Semua orang kaget saat melihat kedatangan Bu Maya termasuk Bimo. Bu Maya berjalan dengan wajah angkuh menuju ke arahnya , suara langkah sepatunya terdengar jelas dan begitu mengintimidasinya. Langkah wanita itu terhenti tepat di hadapan mereka, memperhatikan otot-otot kotak Bimo yang basah.Tatapan Bu Maya terkunci pada tangan salah satu terapis yang tengah menggenggam batangnya Bimo.“Apa yang kamu lakukan? Apa kamu sengaja ingin mencuri benihnya dari saya?” tanya Bu Maya marah seraya bersiap mengambil senjata api dari saku celananya.“T-tidak Bu Maya, s-saya hanya ingin membersihkan miliknya agar tidak dakian seperti yang sudah Bu Maya perintahkan kepada kami,” jawab terapis itu dengan suara terbata-bata dan ketakutan.Bu Maya urung mengambil senjatanya dan wajahnya kini mulai agak melunak tidak seram seperti sebelumnya.”Ingat kalian hanya membersihkan milik tahanan 001, jika kalian membuatnya muncrat makan peluru di senjataku akan bersarang di dalam otak kalian masing-masing. Paha

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 540 Pijatan Dua Terapis Wanita Cantik dan Montok

    “Loh bukannya masih lama?” tanya Bimo bingung. Sipir cantik itu sedikit menunduk dan berbisik di telinga Bimo.” Ada banyak treatment yang harus kamu dapatkan nanti sebelum malam tiba Sayang. Bu Maya tidak suka kalau milikmu itu bau dan banyak rambutnya.” Helaan nafas panas wanita itu menerpa kulit lehernya hingga membuat sekujur tubuhnya meremang. “T-tapi aku belum makan apapun. Bisa tunggu aku sebentar?” Bimo merasa perutnya kosong dan melilit karena belum makan sedari pagi. Entah sejak kapan dia kehilangan kesadarannya.Sipir cantik itu perlahan menjauh darinya.”Baiklah kami beri kamu waktu selama 10 menit. Kami tunggu di ujung sana.” Setelah mengatakan itu, kedua Sipir cantik itu berbalik menjauh dari mereka lalu duduk di salah meja yang masih kosong sambil meminum minuman mereka.“Makanlah yang banyak Bimo. Semoga kamu beruntung seperti Big Dragon,” ucap si gondrong menyemangatinya.Tanpa banyak bicara Bimo langsung menyantap makanan yang ada di depannya. Selama makan, pikiran

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 539 Alasan Kenapa Berada Disini

    “Aku harus mencari tahu lewat Bu Maya, kenapa aku bisa berakhir di tempat ini. Dan kenapa tiga kekuatanku menghilang,”batinnya. Si gondrong menyodorkan makanannya kepada Bimo. Disana masih ada setengah roti panggang dan setengah susu.” Makan dulu,nanti kamu kelaparan kalau tidak makan.” “Tidak usah, kamu sudah memberikan aku sepotong daging tadi,” tolak Bimo merasa sungkan menerima kebaikan dari si gondrong. Beberapa tahanan lain ikut menyodorkan makanan mereka dan menaruhnya di piring si gondrong. “Hidup disini sangat sulit. Kita semua jauh dari keluarga selama bertahun-tahun. Menanti kapan kita akan mati setiap harinya. Disini kita adalah keluarga jadi harus saling menguatkan,” ucap seorang kakek berkacamata yang duduk di samping si gondrong. “Bertahun-tahun?” gumam Bimo dengan tatapan tak percaya. “Kakek Sugi sudah 5 tahun di penjara ini. Dia adalah seorang IT yang berbakat pada saat masih muda lalu pensiun dan mengelola perkebunan sawit di Kalimantan. Katanya bisnis Sawit di

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 538 Perundungan

    Bimo masih bingung apa sebenarnya yang terjadi padanya dan kenapa dia bisa berakhir di tempat ini. Saat jam istirahat, dia sengaja berbaur dengan para tahanan lain di kantin untuk menanyakan kebingungannya ini. “Permisi, apa saya boleh duduk bersama kalian,” sapa Bimo dengan ramah pada rombongan tahanan yang duduk di meja tengah. “Boleh,” sahut salah satu dari mereka seraya bergeser dari tempat duduknya agar Bimo dapat duduk disana. “Terima kasih,” Bimo menaruh makanannya di atas meja lalu duduk di kursi panjang itu bersama dengan mereka. Pria berambut gondrong tiba-tiba saja memberikan sepotong daging ke atas piringnya Bimo dengan tatapan prihatin.” Makanlah ini sobat, meskipun anumu besar,tebal dan berurat tapi jika kamu tidak bisa memuaskan Kepala Penjara malam ini, besok kamu akan berakhir menjadi makanan para hiu peliharaannya.” Bimo terkekeh saat mendengarnya.”Tenang saja, kalian tidak perlu cemas soal itu. Bagaimana kalau kita taruhan. Jika aku masih hidup apa yang ak

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 537 Tahanan 001

    “Mama?” gumam Bimo saat melihat sosok Kepala Penjara yang sangat mirip dengan Mayang, mama mertuanya. “Sekali lagi kalian berbuat keributan, saya tidak akan segan memberikan hukuman pada kalian berdua! Sekarang berbarislah!!” perintah Kepala Penjara dengan tegas. Semua para tahanan langsung berbaris dengan rapi. Pria gemuk tadi hanya bisa menatapnya dengan tatapan membunuh seolah akan menyerangnya lagi sewaktu-waktu. Bimo berusaha bangkit dan ikut berbaris di barisan tengah seraya menahan rasa sakit di lengannya saat terjatuh tadi. Kepala Penjara dan beberapa sipir wanita berjalan melewati mereka lalu berdiri di depan lapangan. “Sepertinya biasa hari ini kalian semua harus diundi. Bersiaplah untuk malam nanti,” Kepala Penjara memasukkan tangannya ke dalam wadah kaca berbentuk bulat dan mengambil secarik kertas kecil dari dalam sana. “Semoga bukan aku, semoga bukan aku,” gumam salah satu pria tahanan di depan Bimo dengan nada bergetar ketakutan. Bimo sedari tadi bertanya-ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status