Share

Bab 187. Rencana

Penulis: Penadiary
last update Tanggal publikasi: 2026-05-11 00:22:49
“Akhirnya aku bisa beristirahat.”

Chyara langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang begitu pintu kamarnya tertutup rapat. Ia memeluk bantal sambil menghela napas panjang dengan wajah yang terlihat jauh lebih santai dibanding beberapa jam sebelumnya.

Kediaman Everardo kini terasa begitu sunyi setelah seluruh keluarganya pergi ke istana. Suasana tenang itu justru membuat Chyara merasa nyaman.

Tidak ada Cassio yang bertindak pilih kasih. Tidak ada Azelia dengan senyum polos penuh tipu daya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 358

    “Apa ini berhasil?”Chyara menatap tubuh Eden dengan penuh perhatian. Kulit pria itu yang sebelumnya dipenuhi warna hitam perlahan mulai kembali normal, sementara bagian-bagian tubuhnya yang tampak membusuk sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Bau busuk yang sebelumnya begitu menyengat pun mulai berkurang, meskipun belum sepenuhnya menghilang.Chyara mengembuskan napas pelan. “Sepertinya berhasil ....”Namun, senyum tipis di wajahnya segera menghilang. Perubahan pada tubuh Eden memang terlihat jelas, tetapi kondisinya belum sepenuhnya pulih. Chyara dapat melihat bahwa tubuh pria itu masih lemah, sementara beberapa bagian kulitnya belum kembali seperti semula. Setengah gelas darah ternyata hanya mampu memperlambat efek sihir hitam, bukan menghilangkannya."Ini tidak cukup, aku harus mencari cara lain.”Chyara terdiam beberapa saat. Tatapannya perlahan beralih ke arah pergelangan tangannya sendiri. Luka yang tadi ia buat sudah hampir menghilang, tubuhnya kembali memperbaiki dirinya

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 357

    “Sepuluh orang ....”Suara Permaisuri Elena terdengar pelan, nyaris seperti bisikan. Ia menundukkan kepalanya sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat di sisi tubuhnya. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi penyesalan yang tidak lagi dapat disembunyikan.“Demi menyembuhkan Eden .... aku telah mengorbankan sepuluh orang.”Chyara terdiam mendengar pengakuan itu.Elena mengalihkan pandangannya ke arah putranya yang masih terbaring di atas ranjang. Tatapannya dipenuhi rasa sakit ketika melihat keadaan Eden yang kini bahkan tidak lagi menyerupai dirinya yang dahulu. Demi mempertahankan hidup putranya, Elena telah membiarkan Arthur terus menggunakan darah manusia sebagai bagian dari pengobatan terlarang itu.Namun, pada akhirnya Elena tidak sanggup melanjutkannya.“Aku tidak bisa terus melakukannya," lanjut Elena, ia mengembuskan napas dengan berat. “Setiap kali melihatnya meminum darah mereka, aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa itu adalah yang terakhir. Namun, seti

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 356

    “Tenang saja, Yang Mulia. Aku bukan orang yang suka membocorkan rahasia orang lain.”Tatapan Chyara kemudian tertuju pada kegelapan di balik pintu yang telah terbuka. Entah apa yang disembunyikan Elena di dalam sana, tetapi hawa aneh yang keluar dari ruangan itu sudah cukup membuatnya memahami bahwa keadaan Eden mungkin jauh lebih buruk daripada yang ia perkirakan.Chyara akhirnya berjalan mengikuti Permaisuri Elena dari belakang dengan langkah tenang. Semakin jauh mereka masuk ke dalam ruangan itu, bau busuk yang menyengat mulai tercium di udara. Aroma tersebut semakin kuat hingga terasa menusuk hidung dan membuat suasana di dalam ruangan menjadi semakin tidak nyaman.Beberapa kali Elena menoleh ke belakang untuk memperhatikan ekspresi Chyara. Ia seolah ingin mengetahui apakah gadis itu akan menunjukkan rasa jijik atau terkejut setelah mencium bau menyengat tersebut.Namun, Chyara tetap berjalan dengan tenang tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun. Mereka terus berjalan melewati loro

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 355

    “Benar-benar menjijikkan!”Chyara meremas sisi dokumen itu dengan kuat hingga kertas di antara jemarinya berkerut. Tatapannya menyapu setiap kalimat yang tertulis di dalamnya, sementara wajahnya perlahan berubah dingin. Ia tidak menyangka isi dokumen tersebut jauh lebih mengerikan daripada apa pun yang sempat ia bayangkan.Sebenarnya, Chyara sudah mengetahui keberadaan dokumen itu sejak masih mengingat jalan cerita novel yang pernah dibacanya. Dokumen tersebut sempat disebutkan secara singkat setelah Arthur dan Azelia akhirnya saling mengakui perasaan mereka. Saat itu, Darian yang mengetahui hubungan keduanya mulai mencari kelemahan Arthur untuk menghancurkan pria tersebut.Darian akhirnya berhasil menemukan dokumen yang dapat digunakan untuk mengancam Arthur. Reaksi Darian ketika membacanya bahkan digambarkan cukup mengejutkan, seolah isi dokumen itu menyimpan rahasia yang tidak pernah diduga siapa pun.Namun, tidak ada satu pun penjelasan mengenai apa yang sebenarnya tertulis di dal

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 354

    “Jangan berbicara omong kosong, Chyara. Bagaimana mungkin gadis sepertimu bisa melakukan hal seperti itu?”Elena menatap tangan Chyara yang masih terulur di hadapannya tanpa bergerak sedikit pun. Tatapannya penuh keraguan, seolah sulit mempercayai bahwa Chyara benar-benar memiliki kemampuan untuk menyelamatkan Eden. Namun, di balik tatapan dinginnya, terlihat jelas secercah harapan yang berusaha ia sembunyikan.Dokumen yang diminta Chyara bukanlah sekadar kumpulan informasi biasa. Benda itu merupakan satu-satunya kartu yang selama ini disimpan Elena untuk berjaga-jaga jika Arthur suatu hari mengkhianati kesepakatan mereka. Jika dokumen itu sampai berada di tangan orang lain, Elena akan kehilangan satu-satunya cara untuk menekan pria tersebut.Namun, jika nyawa Eden benar-benar dapat diselamatkan tanpa harus mengorbankan siapa pun, Elena mungkin bersedia mempertaruhkan semuanya.Chyara menurunkan tangannya perlahan, tetapi tatapannya tetap tertuju pada Elena. Ia sudah mengetahui bahwa

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 353

    “Akhirnya aku bisa merasa tenang.”Chyara mengembuskan napas lega sambil berjalan menyusuri lorong istana. Setelah menjelaskan semuanya kepada ketiga kakaknya, setidaknya ia berhasil menenangkan mereka untuk sementara waktu.Callister, Celvin, dan Celvan memutuskan untuk menginap di istana selama beberapa hari kemudian berangkat ke medan perang bersama Darian.Chyara mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke depan. Ada terlalu banyak masalah yang masih belum terselesaikan, dan ia tidak ingin terus menunda semuanya. Setelah apa yang terjadi pada Reynard, dirinya semakin menyadari bahwa membiarkan masalah berlarut-larut hanya akan membuat keadaan menjadi semakin berbahaya."Jika aku ingin menyelesaikan semuanya, maka aku harus bergerak lebih dulu."Chyara berhenti di depan sebuah ruangan dengan pintu besar berwarna merah. Ia menoleh ke arah pelayan yang berjaga di sisi pintu."Umumkan kedatanganku," perintah Chyara dengan nada tenang.Pelayan tersebut segera menundukkan kepala. “Baik, Ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status