공유

BAB 252

작가: Rainina
last update 게시일: 2026-03-15 21:20:31

Pintu ruang Presdir akhirnya terbuka. Evelyn yang masih duduk di mejanya seketika mendongak.

Victor melangkah keluar lebih dulu, diikuti oleh Adriana. Di mata karyawan lain yang berlalu-lalang, mereka mungkin terlihat seperti bos dan asisten biasa yang akan pergi makan siang.

Tapi Evelyn sangat mengenali ayahnya. Ia bisa melihat dengan jelas bagaimana keduanya berusaha keras menahan senyum di sudut bibir mereka. Bahkan raut wajah Victor yang biasanya sedingin es mendadak terlihat begitu... mel
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 278

    Pintu lift berdenting halus, lantai eksekutif Sterling Industries sangat sunyi, berlapis karpet tebal yang meredam suara langkah kaki.Clara melangkah keluar, berjalan menyusuri lorong lebar menuju meja sekretrari Victor."Permisi." sapa Clara dengan suara lembut dan sopan.Alice mendongak dari layar komputernya, menatap wanita di hadapannya dengan alis sedikit terangkat. "Ya? Ada yang bisa saya bantu?""Selamat siang, Nona Alice. Saya Claudia, staf analis baru dari lantai dua belas." Clara memperkenalkan dirinya, menampilkan senyum gugup yang sangat meyakinkan. Ia mengangkat map biru tua bersimbol Sterling Industries di tangannya."Ah, dari departemen analisis. Ada apa, Claudia?" tanya Alice.Tanpa berkedip sedikit pun, Clara melancarkan kebohongannya dengan sangat mulus. "Clarissa sedang ada rapat darurat dengan Manajer. Beliau meminta saya untuk mengantarkan dokumen evaluasi ini langsung ke ruangan Tuan Sterling."Berbohong adalah bakat alamiah seorang Clara Harrington. Ia sengaj

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 277

    Mata Adriana menyipit tajam. Rasa pening di kepalanya mendadak menguap, tergantikan oleh sengatan adrenalin yang membuat darahnya berdesir. Kakinya baru saja akan melangkah maju untuk memangkas jarak dan memastikan wajah wanita itu ketika sebuah suara memanggil namanya."Adriana! Tunggu sebentar!"Panggilan melengking itu membuat Adriana refleks menoleh ke belakang. Salah satu rekan dari departemennya berlari kecil menghampirinya dengan napas tersengal, menyodorkan sebuah ponsel."Syukurlah aku mengejarmu tepat waktu." ucap staf itu lega. "Ponselmu tertinggal di atas meja kerja."Adriana mengerjap. "Ah... ya. Terima kasih."Ia menerima ponsel itu dengan cepat dan langsung memutar tubuhnya kembali ke arah deretan lift.Namun, terlambat. Pintu besi mengkilap itu baru saja menutup rapat dengan bunyi denting halus, menyembunyikan sosok wanita misterius tersebut sebelum Adriana sempat melihat wajahnya dengan jelas.Adriana menghela napas kasar, memijat pangkal hidungnya yang kembali berde

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 276

    Di meja kerjanya yang dipenuhi tumpukan dokumen akuisisi Sinclair Holdings, Davian memijat pelipisnya dengan frustasi. Layar monitor di hadapannya menyala terang, namun tak satu pun dari deretan angka dan analisis pasar itu berhasil diproses oleh otaknya.Fokusnya benar-benar hancur.Apa yang ia katakan pada Evelyn di kafe tempo hari terus berputar bagaikan kaset rusak di kepalanya, menghantuinya di setiap helaan napas. Wajah pucat Evelyn, air mata yang membasahi pipi wanita itu, dan keputusasaan yang terpancar dari matanya saat Davian berbicara... Davian tahu ia telah bertindak keterlaluan.Amarah dan ego telah menguasai lidahnya, memancingnya untuk melontarkan kalimat-kalimat paling kejam yang bisa ia bayangkan. Pria moralis di dalam dirinya kini mengutuk tindakannya sendiri.Tuk.Sebuah cangkir kertas berisi kopi panas mendarat mulus di atas meja, lalu digeser perlahan ke hadapannya. Bunyi pelan itu menarik paksa Davian kembali ke dunia nyata."Apa kamu tidak apa-apa, Davian?"D

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 275

    Adriana menatap deretan angka pada dokumen di hadapannya dengan pandangan yang mulai mengabur. Kepalanya terasa berat, dan matanya berkali-kali terpejam tanpa sadar. Hembusan napas pelan meluncur dari bibirnya. Sepertinya hormon kehamilannya benar-benar sedang mengacaukan sistem tubuhnya hari ini. Rasa kantuk yang menyerang Adriana sungguh luar biasa.Dari arah lorong, langkah kaki terdengar mendekat. Victor baru saja kembali dari pertemuannya di luar gedung. Mata pria itu langsung menangkap sosok Adriana yang sedang bertopang dagu, nyaris terlelap di meja kerjanya.Victor menghentikan langkahnya tepat di depan meja Adriana. Mengingat mereka masih berada di area terbuka yang bisa dilihat oleh beberapa staf lain, raut wajah Victor seketika diatur menjadi sangat datar."Adriana." tegur Victor dengan suara bariton yang berat dan formal. "Bawa laporan evaluasi itu ke ruanganku sekarang."Adriana tersentak pelan, buru-buru menegakkan punggungnya. Ia mengerjap beberapa kali sebelum merai

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 274

    "...Apa?"Evelyn bersuara parau, nyaris tak terdengar. Matanya menatap Davian dengan ketidakpercayaan yang absolut. Di masa lalu, pria itu begitu sering menyodorkan draf surat cerai padanya. Evelyn tidak pernah berpikir, bahkan dalam mimpi terburuknya sekalipun, bahwa pria lurus seperti Davian tidak akan langsung memutus hubungan mereka di hari ia akhirnya menyerahkan tanda tangan itu."Kau mendengarku. Kau masih istriku, Evelyn."Evelyn menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya terasa seperti diisi pecahan kaca. Ini adalah pertama kalinya Davian memanggil nama depannya secara langsung, tanpa embel-embel 'Nona' yang formal dan berjarak. Fakta itu, ditambah dengan kenyataan status pernikahan mereka yang masih utuh, benar-benar mengacaukan kewarasannya."...Kenapa?" bisik Evelyn putus asa.Davian terdiam. Rahangnya mengeras. Ia sendiri tidak tahu alasannya. Sejujurnya, ia sadar betul betapa bodoh dan kontradiktif tindakannya. Ia yang dulu selalu memaksa Evelyn, ia yang bolak-b

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 273

    Davian terdiam sejenak mendengar pertanyaan beruntun itu. Jari-jarinya mengetuk pelan meja kayu di depannya, menimbang seberapa banyak informasi yang pantas ia bagikan."Tristan memang menyerang Sterling Industries karena Clara." jawab Davian akhirnya.Evelyn menahan napas. Berarti setidaknya bagian itu benar, batinnya, rasa bersalahnya kembali berdesir. "Lalu? Clara memohon bantuanku, Davian. Dia bilang dia dikurung. Dia bilang dia adalah korban yang tersiksa oleh monster itu."Kening Davian seketika berkerut dalam. "Korban?" ulang pria itu. Nada suaranya menyiratkan keraguan yang sangat pekat. "Ini pertama kalinya aku mendengar klaim seperti itu.""Apa maksudmu?" tuntut Evelyn, matanya menyipit.Davian mencondongkan tubuhnya ke depan. "Saat aku menemuinya untuk menggantikan Ayahmu dulu, Clara Harrington sama sekali tidak terlihat seperti wanita tidak berdaya.”“Dan yang kutahu, serangan ke Sterling Industries baru dimulai sejak Clara Harrington menginjakkan kaki di gedung SInclair.

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 131

    "Saya melakukannya agar kita tidak terlihat berdua, Nona Evelyn."Suara bariton yang tenang itu menghentikan napas Evelyn. Sosok yang berdiri di ambang pintu adalah Davian. Asisten pribadi ayahnya.Davian melangkah masuk sepenuhnya, menutup pintu kamar hotel itu dengan rapat. Penampilannya masih se

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 126

    Ciuman itu, yang bermula dengan begitu lembut karena keputus asaan dan rasa takut akan kehilangan dari Victor, berubah semakin dalam.Tapi Victor, yang biasanya mendominasi dengan gairah yang menggebu, kali ini melunakkan sentuhannya. Ia tidak lagi menekan bibir Adriana dengan tuntutan kasar, melai

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 134

    "Tidak, aku hanya kurang tidur," ucap Davian, suaranya terdengar datar dan kaku, seolah ingin segera menyelesaikan percakapan itu. "Ada masalah pribadi yang harus aku selesaikan."Adriana menatap Davian de

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 127

    Mendengar izin yang akhirnya diberikan oleh Adriana itu, sisa-sisa pengendalian diri Victor akhirnya runtuh. Dinding yang ia bangun untuk menahan hasratnya hancur oleh bisikan Adriana.Sorot mata Victor menggelap sepenuhnya, pria itu tidak lagi ragu. Victor kembali menyatukan bibirnya dengan milik

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status