MasukJi Yun berlari selama berjam-jam, jantungnya berdetak kencang, didukung oleh Jing (Esensi) yang telah dipulihkan, bukan oleh stamina fana. Dinding batu Sekte Pedang Gerbang Utara kini hanyalah siluet pucat di balik kabut. Di depannya, terbentang Hutan Bayangan, sebuah batas alam liar yang dilarang bagi murid kultivasi biasa.
Saat ia memasuki kanopi tebal, udara tiba-tiba terasa tebal, seperti air kotor. “Hentikan langkahmu, Ji Yun!” Suara Alkemis Tua Yuan bergema tajam di benaknya, disaring melalui Furnace Alkimia Bintang yang disembunyikan di balik jubahnya. “Hutan ini penuh dengan Qi yang Liar! Itu akan merobek-robek meridian kultivator biasa. Kau harus berhati-hati, lebih dari berhati-hati saat di Sekte.” Ji Yun berhenti mendadak, terengah-engah. Ia bisa merasakan Qi di udara—bukan Qi lembut yang disaring di tempat-tempat kultivasi, melainkan energi yang kacau, berputar, dan terkadang terasa agresif. “Aku merasakan energi yang berbeda, Guru,” kata Ji Yun. “Rasanya memusingkan, tapi juga... murni, di baliknya.” “Tepat!” Yuan mendengus setuju. “Qi yang Liar ini—Qi kacau yang tidak terikat pada birokrasi Langit—jauh lebih dekat ke Primal Qi sejati.[1] Ini adalah tempat yang sempurna untukmu. Qi biasa di luar sana telah dipenjara oleh Mandat Langit demi ketaatan mereka. Tapi di sini, Qi ini memberontak.” “Lalu bagaimana caraku memurnikannya tanpa merobek meridianku sendiri?” tanya Ji Yun, menyadari bahwa metode kultivasi biasa pasti akan membuatnya gila di tempat ini. Yuan menjelaskan, “Kau adalah Tanda Sanghyang. Akar Spiritualmu tersegel. Itu berarti Qi Liar ini akan menyerangmu dengan kejam. Kau harus mengubah fungsi bejana itu. Gunakan Shen-mu (Roh) untuk mengendalikan Furnace Alkimia Bintang, dan biarkan ia menyaring Qi Liar ini. Bejana ini akan bertindak sebagai ‘filter kosmik’—menarik Qi kacau, dan mengeluarkan uap Primal Qi yang murni.” Instruksi itu rumit, tetapi Ji Yun tidak punya pilihan. Ia duduk bersila di samping pohon tua yang ditumbuhi lumut, menempatkan bejana di depannya, dan mulai fokus. Tiba-tiba, sebuah bayangan hitam melesat dari balik pepohonan. Itu adalah Serigala Yin Hitam, binatang buas tingkat Qi Condensation tingkat empat, dengan mata merah menyala. Serigala itu merasakan kehadiran Qi yang tidak stabil—mangsa yang sempurna. “Binatang buas!” seru Ji Yun, melonjak berdiri. “Jangan lari! Itu hanya akan menarik lebih banyak lagi!” Yuan memerintahkan, suaranya kini terdengar genting. “Ingat Pil Esensi Dasar yang kau buat! Gunakan bejana itu sebagai tameng! Pikirkan tentang Shen-mu! Perkuat! Fokuskan Jing-mu ke tanganmu, Ji Yun!” Serigala itu melompat. Cakar-cakar tajamnya mengarah ke leher Ji Yun. Ji Yun tidak sempat menghindar. Dalam sepersekian detik sebelum benturan, ia menelan satu-satunya Pil Esensi Dasar yang tersisa, dan menyalurkan ledakan Jing yang dimurnikan ke tangan kanannya. Itu adalah kekuatan murni, tanpa Qi spiritual. Brak! Kapak berkarat di tangan Ji Yun menghantam sisi Serigala Yin Hitam, bukan memotong, tetapi menghancurkan rusuknya dengan bobot yang luar biasa. Serigala itu menjerit, darah hitam muncrat, dan jatuh ke tanah. Ji Yun tersentak mundur, tubuhnya bergetar. "Aku... aku melakukannya. Kekuatan Esensi..." "Kau menggunakan kekuatan mentah, Kekuatan Esensi—yang tidak terikat pada Mandat Langit," jelas Yuan, nada bangga. "Sekarang, berikan penghormatan terakhir kepada korban pertamamu. Gunakan bejana itu untuk menyaring Qi dari bangkai binatang itu. Kita butuh setiap sumber daya." Ji Yun merasa jijik, tetapi didorong oleh naluri bertahan hidup yang baru. Ia menempatkan bejana di dekat bangkai Serigala Yin Hitam. Dalam waktu singkat, kabut hitam mulai tersedot ke dalam bejana, kemudian dikeluarkan sebagai uap perunggu yang murni. Ji Yun menyerap uap itu. Sensasi hangat mengalir di meridiannya, dan level Qi Condensation-nya naik, bergerak dari tingkat tiga menuju tingkat empat. "Ini adalah jalanmu, Ji Yun," bisik Yuan. "Kita harus mencari Kristal Qi dan Pil yang lebih kuat. Untuk itu, kita harus pergi ke peradaban. Kita harus menguji kekuatanmu di depan mata para kultivator sombong itu."“Kau adalah Raja Abadi Bumi yang pertama yang pernah mencapai tingkat kebebasan ini, Ji Yun! Kau telah memotong rantai Langit! Sekarang, mari kita tinggalkan Alam Langit yang korup ini sebelum bala bantuan Raja Abadi Sejati yang sejati tiba!”Seruan kemenangan Alkemis Tua Yuan menggema di benak Ji Yun. Di belakang Ji Yun, Istana Kaisar Surgawi yang hancur terlihat seperti reruntuhan megah yang perlahan runtuh. Ji Yun, yang kini berada di Level Tiga Abadi Sejati, melesat menembus Kekosongan dimensional, meninggalkan batasan Alam Langit."Aku merasakan kebebasan yang mutlak, Guru Yuan. Tiga Kuali ini—Jing, Shen, dan Qi—memberiku keseimbangan yang tak terbatas," balas Ji Yun, merasakan Qi Abadi Sejati murni yang mengalir dalam dirinya. "Aku telah membuktikan bahwa Tanda Sanghyang adalah Tanda Dao Agung Sejati."Mereka akhirnya tiba di Sunyata—Kekosongan tak terbatas di antara Alam. Di sini, Qi sangat langka, tetapi energi kosmik terasa murni dan tidak terikat."Kaisar Surgawi telah
"Aku akan mengambil Tiga Kuali-mu, dan aku akan mengikat Tanda Sanghyang-mu ke Tiang Hukuman Abadi selama sepuluh ribu tahun!"Kaisar Surgawi Level Tertinggi bangkit dari takhtanya. Ia tidak menggunakan serangan Qi; ia menggunakan kekuatan otoritas kosmiknya—Mandat Langit—yang bertujuan untuk menghancurkan Jiwa spiritual Ji Yun dan memaksanya pasrah pada takdir yang telah ditentukan.Ji Yun, Level Tiga Abadi Sejati, merasakan tekanan yang mencekik, seolah-olah seluruh Alam Langit mencoba meremukkan Jiwa Baru Lahir-nya."Aku tidak akan berlutut, Kaisar Surgawi. Mandat Langit-mu hanyalah ilusi dari penindasanmu! Aku telah memurnikan Shen-ku dari ilusi itu!" balas Ji Yun, memfokuskan Kuali Pencerahan yang memancarkan cahaya biru.Kuali Pencerahan segera membersihkan Shen Ji Yun dari tekanan kosmik Kaisar Surgawi. Meskipun tubuhnya sakit, jiwanya tetap utuh.“Shen yang murni adalah kelemahanmu, Kaisar! Kau tidak bisa mengendalikan Roh yang bebas!” seru Ji Yun.Kaisar Surgawi mencibi
“Kita tidak bisa hanya berjalan ke sana, Ji Yun! Istana Kaisar Surgawi dijaga oleh Raja Abadi Level Sembilan dan Raja Abadi Sejati Level Tertinggi! Kau harus punya rencana!”Seruan Alkemis Tua Yuan dipenuhi ketegasan yang mutlak saat Ji Yun melesat keluar dari Gudang Artefak Terlarang. Kecepatan Level Tiga Abadi Sejati-nya kini menyaingi Abadi sejati lainnya. Di belakang mereka, Jenderal Bintang Biru dan puluhan Prajurit Langit berusaha mengejar, tetapi mereka terlalu lambat."Aku punya rencana, Guru Yuan. Kita tidak akan melawan semua Raja Abadi. Kita hanya akan melawan Kaisar Surgawi," jawab Ji Yun. "Aku sudah memadatkan Jimat Pengeboman Dimensional dari rampasan Jenderal Bintang Biru. Itu adalah Jimat yang dapat menghancurkan lapisan pertahanan luar Istana Kaisar Surgawi."“Menghancurkan pertahanan luar? Itu adalah tindakan perang habis-habisan! Seluruh Alam Langit akan tahu kau datang!”"Itu tujuanku," Ji Yun menyeringai, matanya memancarkan cahaya ungu-emas dari Tiga Kuali.
"Ji Yun, cepat! Jangan lihat artefak lain! Fokus! Kuali Transformasi Qi adalah di tengah ruangan! Kita tidak punya waktu—Jenderal Bintang Biru akan segera menghancurkan Formasi Pemutus Langit dan menyerbu masuk!"Teriakan Alkemis Tua Yuan menggema dalam kesadaran Ji Yun, yang baru saja berhasil menipu Formasi pertahanan utama Istana Surgawi. Ji Yun melesat ke dalam Gudang Artefak Terlarang—sebuah ruangan raksasa, diselimuti oleh aura kuno, di mana ribuan artefak Langit yang memancarkan Qi tersimpan rapi di rak-rak giok.Ji Yun mengabaikan Pedang Abadi, Pil Keabadian, dan Jimat Langit yang mematikan. Matanya terfokus ke tengah ruangan, di mana di atas alas giok setinggi pinggang, sebuah fragmen Kuali bersinar dengan cahaya keemasan.Itu adalah Kuali Transformasi Qi—fragmen terakhir dari Sembilan Kuali Surga."Itu dia, Guru! Kuali yang dapat mengubah Primal Qi-ku menjadi Qi Abadi sejati!" seru Ji Yun."Ya! Jangan disentuh perlahan! Kau harus menyatukan ketiga fragmen itu secara pa
"Ini adalah jantung birokrasi, Ji Yun! Istana Surgawi adalah mesin yang menggerakkan Mandat Langit! Setiap batu di sini adalah formasi, setiap Scribe adalah mata-mata!" Seruan Alkemis Tua Yuan dipenuhi ketegangan saat Ji Yun meluncur di bawah Istana Kaisar Surgawi. Menggunakan jadwal pembersihan yang dicuri dari Scribe Ming, Ji Yun menyelinap ke pintu masuk tersembunbi—jalur pemeliharaan yang hanya dibuka untuk beberapa jam setiap siklus Abadi. Pintu itu, disamarkan sebagai air terjun Qi spiritual, adalah celah sempit menuju perut kekuasaan Langit. "Aku merasakannya, Guru Yuan. Qi di sini sangat padat, tetapi juga sangat terstruktur. Tidak ada Qi yang liar; semuanya terikat pada hukum," balas Ji Yun, berjalan di lorong batu giok yang dingin. "Kita harus cepat. Jenderal Bintang Biru sudah tahu ke mana kita menuju." "Pintu masuk sudah berhasil kau tembus. Sekarang kau berada di terowongan yang mengarah ke Inti Formasi. Ingat, Kuali Transformasi Qi tersembunyi di sana. Kuali itu a
"Itu adalah kegilaan tingkat kosmik, Ji Yun! Kau menyerang Jenderal Bintang Biru, perwira Level Empat Abadi Sejati! Kita tidak bisa lagi bersembunyi di Alam Langit; dia akan mengerahkan seluruh garnisun Istana Surgawi untuk memburumu!"Teriakan khawatir Alkemis Tua Yuan hampir melampaui suara gemuruh Qi di Alam Langit. Setelah menyerang Jenderal Bintang Biru dengan Gelombang Kejutan Primal Qi, Ji Yun segera melesat menembus lautan awan yang bergolak, menuju kompleks istana yang paling padat."Aku tahu, Guru Yuan. Tapi serangan kejutan itu memberiku waktu beberapa menit," balas Ji Yun, sambil memaksakan Jiwa Baru Lahir-nya untuk menyerap Qi Langit yang berat. "Di sini, Qi spiritual Langit sangat padat, tetapi auraku yang penuh Primal Qi terasa seperti obor di tengah kegelapan bagi mereka. Aku tidak bisa terus terbang!"Ji Yun mendarat di atap sebuah istana giok kecil, segera menggunakan Kuali Pencerahan untuk menekan aura Primal Qi-nya."Kau harus melakukan penyamaran segera! Qi L







