Share

Bab 41 Season 1

Penulis: Yuri
last update Tanggal publikasi: 2024-05-24 11:34:08
"Astaga, Verlyn!"

Villian dan Khalix langsung beranjak dari sofa mereka saat melihat Kayn menggendong tubuh Verlyn. Mereka segera membantu Kayn membawa Verlyn ke dalam kamarnya.

"Pelayan! Cepat panggilkan dokter, sekarang!" perintah Khalix.

"Baik, Tuan Presdir!" sahut pelayan wanita itu cepat, lalu segera menelepon dokter.

"Kenapa bisa begini?!" tanya Villian panik setelah mereka membaringkan Verlyn di atas kasur.

Kayn menghela napas. "Ini sepenuhnya salahku… karena mengajaknya ke tempat it
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 229 Season 3

    ​Usai perayaan cocktail di lantai teratas gedung Vyntie Group malam itu, Verlyn melangkah menuju area parkir VIP. Udara malam berembus cukup kencang, membelai gaun emerald green yang ia kenakan.​Di saat yang sama, ponselnya kembali berdering. Nama Steven tertera di layar. Verlyn menghentikan langkah di dekat taman gedung lalu mengangkatnya.​"Iya, Steven?"​"Verlyn, aku baru saja lihat pembaruan berita bursa," suara Steven terdengar terburu-buru, sarat akan kecemasan yang makin sulit ia tutupi. "Aku enggak tenang membiarkan kamu di sana sendirian. Minggu depan aku akan terbang ke sana dan turun tangan langsung mengawasi sisa proyek."​Verlyn terdiam seraya menggenggam ponselnya lebih erat. Sikap Steven yang belakangan makin protektif, terkesan meragukan kemampuannya, dan selalu curiga berlebihan pada Kayn mulai terasa mengganggunya.​"Steven, dengarkan aku," ucap Verlyn tenang namun sangat tegas. "Aku menghargai perhatian dan kerja keras

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 228 Season 3

    ​Tiga tahun berlalu sejak Steven kembali ke kantor pusat di Chicago dan Kayn memulai janji konsistensinya. ​New York masih secepat dulu, begitu pula karier Verlyn. Di usianya yang makin matang, ia tumbuh jadi sosok pemimpin yang anggun, tegas, dan disegani. Tidak ada lagi raut ragu di wajahnya; Verlyn sudah sepenuhnya memegang kendali sebagai petinggi Kizen Group cabang New York. ​Begitu pula dengan Kayn. Pria itu kelihatan makin dewasa, berkarisma, dan tenang. Kesan dominan yang dulu sering terkesan menekan kini berubah jadi wibawa yang matang. ​Selama tiga tahun ini, kerja sama antara Kizen dan Vyntie Group berkembang sangat pesat. Hebatnya, Kayn benar-benar memegang ucapannya. Setiap kali bertemu di meja rapat atau forum bisnis, ia bersikap sangat profesional. Kayn tahu batas—nggak pernah membawa perasaan pribadi ke urusan kerja, nggak pernah mendesak Verlyn, dan selalu menghargai setiap keputusan wanita itu. ​Sikap konsisten Kayn yang

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 227 Season 3

    ​Verlyn tidak membalas pesan di kartu nama itu. Ia sengaja menaruhnya di dalam laci meja kerja mansion, lalu memilih untuk memejamkan mata dan beristirahat. Ia tidak ingin mengambil keputusan apa pun saat diserang kelelahan dan emosi yang tidak stabil.​Keesokan harinya, gerimis tipis membasahi jalanan beton kota New York. Steven sudah kembali ke Chicago, dan suasana kantor Kizen cabang New York terasa jauh lebih tenang dari biasanya.​Verlyn memfokuskan diri pada pekerjaannya sejak pagi. Namun, menjelang pukul tiga sore, Fayyara melangkah masuk dan meletakkan sebuah map kulit berwarna cokelat di mejanya.​"Nona Verlyn, ini berkas pemetaan risiko bursa untuk proyek New York dari Vyntie Group. Tuan Kayn yang meminta saya menyerahkannya langsung pada Anda," ucap sekretaris itu sopan.​Verlyn membuka map tersebut. Di dalamnya terdapat data analisis yang sangat mendetail—data penting yang sebenarnya membutuhkan waktu berhari-hari jika harus ia susun s

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 226 Season 3

    ​Musik waltz di tengah ballroom akhirnya selesai, disusul tepuk tangan meriah dari para tamu.​Belum sempat musik berikutnya diputar, Steven sudah melangkah cepat mendekat. Pria itu berdiri di samping Kayn dan Verlyn dengan senyum tipis, walau matanya menyorotkan ketegasan yang tidak mau dibantah.​"Waktunya dansa sama pasangan resmi, Tuan Kayn," ucap Steven dengan suara tenang, tapi kentara sekali sedang menandai wilayahnya. Ia mengulurkan tangan ke arah Verlyn.​Kayn menatap Steven lekat-lekat selama beberapa detik. Bibirnya mengulas senyum yang dingin sebelum melepas pinggang Verlyn perlahan.​"Silakan, Tuan Steven," balas Kayn datar. "Pastikan Anda menjaganya baik-baik di sisa malam ini."​Verlyn menghela napas pelan. Ia bisa merasakan tensi di antara kedua pria itu mendadak jadi sangat kaku. Tanpa membuang waktu, Verlyn menyambut tangan Steven dan membiarkan pria itu membawanya menjauh.​Di area meja VIP, Steven menuangkan a

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 225 Season 3

    ​Malam itu, aula ballroom salah satu hotel bintang lima New York tampak dipenuhi kilauan lampu kristal dan alunan musik klasik. Acara Charity Gala tahunan itu dihadiri oleh jajaran pengusaha papan atas, dengan Kizen Group dan Vyntie Group sebagai dua sponsor utama paling berpengaruh.​Verlyn melangkah masuk ke aula, seketika mencuri perhatian sebagian besar tamu.​Ia tampil memukau dalam balutan gaun silver-grey yang mengembang anggun dengan detail kristal berkilauan. Potongan halter-neck bertabur manik-manik perak mempertegas bahunya yang mulus, sementara bagian pinggangnya terbingkai sempurna. Rambut krem panjangnya ditata half-updo yang elegan, meninggalkan sapuan curtain bangs di sekitar wajah dan sisanya terurai bergelombang di punggung.​Steven yang berdiri di sampingnya mengenakan tuksedo hitam klasik, tampak gagah sekaligus protektif. Pria itu menyodorkan siku lengannya pada Verlyn.​"Kamu terlihat luar biasa malam ini, Verlyn," bisik Stev

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 224 Season 3

    ​Pengakuan jujur yang meluncur dari bibir Kayn membuat suasana ruang rapat itu mendadak hening mendadak. Verlyn terpaku di tempatnya. Ia menatap lekat manik mata hitam pria di hadapannya—mata yang kini memancarkan ketegasan tanpa ragu sedikit pun.​Jarak mereka yang begitu dekat membuat Verlyn bisa menghirup aroma parfum kayu tebal khas Kayn. Aroma yang dulu selalu memberi rasa aman, kini malah memicu desir aneh yang menusuk hingga ke dada.​"Tuan Kayn..." suara Verlyn tertahan, tenggorokannya terasa kering seketika. "Anda... tidak berhak menentukan hal itu."​"Aku tahu," potong Kayn cepat. Suaranya melembut, tapi tetap menyimpam intensitas yang mengunci perhatian Verlyn. Pria itu sengaja tidak memangkas jarak lebih jauh, memberi Verlyn ruang untuk bernapas meski tatapannya sama sekali tidak teralih.​"Aku tahu aku belum berhak, Verlyn. Karena itu aku tidak menuntut jawabanmu sekarang. Aku cuma ingin kamu tahu... aku tidak pernah main-main dengan

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status