Share

18

Author: Elios
last update publish date: 2026-05-27 16:17:36

Bibi Aini memang orang yang sangat perhitungan masalah uang, tidak dengan siapapun dan tidak akan pandang bulu, bahkan kepada Paman Zainal sekalipun. Bahkah tak jarang, BIbi Aini sering mengoel masalah pengeluaran dan pemasukan untuk kebutuhan rumah tangga. Tak jarang Paman Zainal sudah menambah uang belanja, tapi BIbi Aini sering mengeluh kekurangan uang, yang bahkan ia jarang sekali berbelanja kepasar. Tapi untunglah, Paman Zainal mengerti betul sifat istrinya satu ini. Bibi Aini gila emas, k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tawanan Tuan Kama   22 ( Bab sedikit berbahaya )

    *** Namun meski di dunia ini telah banyak di suarakan tentang kebebasan, setiap manusia, setiap individu bebas menentukan pilihan hidupnya. Sepertinya tidak berlaku untuk sebagian orang. Sama halnya dengan Kila, ia merasakan sendiri kalau Kama, tengah mengatur hidupnya. Kini ia di paksa untuk naik motor. Yah... Memang tidak ada pilihan lain selain mengikuti Kama. Sekarang sudah sore, sedikit sekai kendaraan yang bisa membawa Kila kembali ke rumah. Kama mengendarai motor dengan ugal - ugalan, Kila merasakan gemuruh angin yang di lewatinya. Bahkan di jalanan yang sunyi seperti ini, Kila merasa ngeri. Mesi begitu, ego Kila masih terlalu tinggi. Ia takut, tapi ia takan mendaratkan tanganya untuk menyentuh Kama. Tidak akan. Kama yang melihat situasi kali ini, malah semakin marah dan mengencangkan laju motornya. Kila makin takut, tapi mulutnya tertutup rapat, ia malah mencengkeram pahanya, mencondongan tubuhnya alih - alih berpegangan pada Kama. Namun akhirnya Kila kalah, seekor

  • Tawanan Tuan Kama   21

    *** Sepreti yang sudah Kila duga, ia sedikit kewalahan karena membersihkan toko dan membuat roti sendirian. Menyiapkan bahan - bahan, menguleni adonan kue tanpa alat yang canggih, serta masih mengandalkan tenaga manusia. Namun Kila tidak mengeluh, mengeluh bukanlah ciri khas dirinya. Kila adalah gadis yang pantang menyerah dan pantang mengeluh. Sejak pagi, cukup banyak pelanggan yang datang ke toko kue. Sebagian besar pelanggan yang datang pasti menanyakan kabar Kila, menanyakan kenapa ia tidak bekerja kemarin dan menanyakan keberadaan Tari. Hingga sore tiba, Kila bisa mengistirahatkan diri. Hampir seluruh roti yang ia buat hari ini, terjual. Menyisakan beberapa nampan yang masih bisa di jual keesokan hari kalau tak terjual habis hari ini. "Selamat sore.... " Suara lonceng pintu terdengar bersamaan dengan suara sapaan tadi. Tedengar suara langkah masuk dan Kila pun menjawab, "Sore... " Kila tersenyum dan di balas senyum oleh Adimas. "Seperti biasa, mengambil pesananku." Tutu

  • Tawanan Tuan Kama   20

    *** Kila tidak bisa tidur, ia menunggu Kama menghubunginya lewat pesan singkat. Mengabarkan keadaan Tari, tapi sampai tengah malam pun, Kila tak kunjung mendapatkan kabar dari Kama. Kila menyerah, kini rasa kantuk telah menguasainya. Perlahan matanya terpejam dan mungkin sebentar lagi... Ia akan terlelap dalam mimpi. Namun, suara dering ponsel yang tak kunjung berhenti menarik kembali Kila dari alam mimpi. Ia terbangun dengan perasaan kaget dan gugup ketika melihat layar ponselnya. Berkali - kali Kila mengucek matanya. Tapi ia tak salah lihat. Kama menelfonya. Butuh waktu sedikit lama untuk Kila berpikir, hingga akhirnya ia mengangkat telfon Kama. Kila terbaring di atas tempat tidur, beralaskan bantal dengan ponsel yang ditindih. '"Halo... " Kila tak langsung menjawab, tapi itu memang suara Kama. "Halo... Kenapa?" Tanya Kila. " Kabar temanmu, dia baik baik - baik saja. Sore tadi dia sudah siuman, namun Rafa memberikan obat penenang, jadi sekarang ia tertidur lagi." Mendenga

  • Tawanan Tuan Kama   19

    Kama memacu motornya, melewati hutan dan akhirnya sampai di pondok kayu. Di sana ia sudah melihat Raga dan juga Rafa yang tengah sibuk menyiapkan perapian. Melihat kedatangan Kama, mereka berdua pun melambakan tangan. Kama berhenti dan memarkirkan motornya di samping pondok kayu. Langit terlihat cerah. Garis cakrawala pasti akan terlihat sangat indah jika dilihat dari atas tebing di tepi sana. "Bagaimana? Menemukan sesuatu yang menarik?" Tanya Rafa yang tengah sibuk menyusun kayu bakar yang Raga dapatkan dari hutan. Kama duduk di samping Rafa, sembari memperhatikan Raga yang tengah membuang sisik ikan. "Yah.... Beberapa hal menarik, tapi sedikit yang aku dapatkan." Jelas Kama. Raga yang sibuk membuang insang ikan, kini mulai menguping pembicaraan Rafa dan Kama. "Yah setidaknya... Bepergian hari ini tidak sia - sia. Kita mendapatkan makan malam enak." Raga menunjuk ikan yang ukuranya sama panjangnya dengan lengannya, lebih dari cukup untuk mereka bertiga. Rafa berhasil menyala

  • Tawanan Tuan Kama   18

    Bibi Aini memang orang yang sangat perhitungan masalah uang, tidak dengan siapapun dan tidak akan pandang bulu, bahkan kepada Paman Zainal sekalipun. Bahkah tak jarang, BIbi Aini sering mengoel masalah pengeluaran dan pemasukan untuk kebutuhan rumah tangga. Tak jarang Paman Zainal sudah menambah uang belanja, tapi BIbi Aini sering mengeluh kekurangan uang, yang bahkan ia jarang sekali berbelanja kepasar. Tapi untunglah, Paman Zainal mengerti betul sifat istrinya satu ini. Bibi Aini gila emas, kesanalah semua uangnya dihabiskan. Para tetangga pun sudah hapal dengan tabiat Bibi Aini ini. Bibi Aini sering sekali memamerkan kekayaanya, perhiassan barunya yang baru di beli Paman Zainal dari pulau sebrang, perhiasan keluaran terbaru dan masih banyak lagi. Kila sudah menerima uang pinjaman dari Bibi Aini, setelah kila hitung - hitung uangnya mungkin cukup untuk menjenguk adik Tari. Tinggal menunggu Kama untuk datang. Ia sudah berjanji untuk memberitahu kabar Tari. Sekarang tinggal menungg

  • Tawanan Tuan Kama   17

    "Aku antarkan kamu pulang, berpura - puralah tidak terjadi apa - apa." Kama memberitahu. Kila mengangguk, dan mereka menuju rumah Paman Zainal. Kila sedikit menjaga jarak antara dirinya dan Kama. Ini harus dilakukan. Dengan pelan Kila mundur perlahan. Kama bisa merasakan pergerakan Kila. "Kalau kamu bergerak sekali lagi, kamu akan mati." Kila menelan ludahnya, gugup. "Kita bisa mati kalau kamu terus mencoba menjauh. Aku bisa kehilangan keseimbangan dan kita terjatuh." Jelas Kama. Yah... Benar juga. Masuk akal memang, tapi ada rasa enggan dan takut saat berdekatan dengan Kama. Meski begitu, Kila harus menepis perasaanya sekarang ini. Ini bukan waktunya. Sepanjang jalan, terlihat asri dengan peponohan yang menjulang serta sinar matahari yang mulai menerobos dedaunan, kilau - kilau keemasan itu menakjubkan untuk dilihat. Tapi jalanan ini akan mengerikan ketika dilintasi di malam hari. *** Suara deru motor Kama terdengar hingga ruang tamu di kediaman Paman Zainal. Bibi Aini yang

  • Tawanan Tuan Kama   4

    Sementara itu di meja makan, Karin dan Kemala sudah duduk dengan manis di sana. Dengan piring yang sudah terisi dengan makanan. Dan juga Bibi Aini yang duduk berhadapan dengan kedua puterinya. Melihat kemunculan Kila, Kama dan ayah mereka. Karin dan Kemala sontak menganga dengan kompak. Keduanya s

  • Tawanan Tuan Kama   3

    Kila dengan cekatan memotong daun bawang menjadi ukuran kecil yang sama besarnya, ia juga memotong wortel dengan seukuran ibu jari. Kemudian Kila menyalakan kompor. Menuang sedikit minyak untuk menumis bawang bombay hingga layu, bersamaan dengan itu, Kila memasukan wortes. Menumisnya sebentar agar

  • Tawanan Tuan Kama   2

    Kila terduduk lemas, ia tak bisa berpikir tenang. Pikirannya masih tertinggal di rumah Kama, dan sialnya Kila tidak bisa melenyapkan bayangan Kama dalam benaknya.“Siall..... “ geram Kila dengan kesal, ia masih saja memikirkan laki - laki berengsek seperti Kama. Tanpa sadar, Kila menangis. Ia tidak

  • Tawanan Tuan Kama   1

    Laki - laki di depan Kila ini memang brengsek. Bahkan saat mata Kila sudah memanas karena menahan air mata yang siap tumpah, Kama, nama laki - laki brengsek itu. Ia tidak peduli dengan Kila, bagaimanapun mereka telah melewatkan malam bersama. Sebagai seorang suami dan istri. Tapi sekarang?Kama bah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status