LOGINKarena terdesak oleh keadaan, gadis yang bernama Jessica Jill menerima tawaran lelaki yang bernama Farrel Gevariel untuk menjadi perempuan simpanan. Jessi harus memenuhi hasrat calon pewaris tunggal perusahaan. Jessi berharap, semua hutang kedua orang tuanya segera lunas. Kehidupan kedua orang tua dan pendidikan kedua adiknya terjamin. Karena hubungan kontrak Jessi dan Farrel, membuat Jessi berbadan dua. Apakah nantinya Farrel akan bertanggung jawab?
View More"Apa kamu sibuk?" tanya Jessi setelah Farrel menerima panggilan suara darinya. Jessi juga sedang mengusap perutnya yang semakin besar. "Kenapa, Sayang?" tanya Farrel lembut. Ia langsung mengabaikan pekerjaan yang belum selesai. Sejak Jessi hamil, Farrel akan selalu membawa ponselnya kemanapun. Farrel akan berusaha memenuhi apapun yang diinginkan Jessi. "Aku bosan." "Jadi apa yang diinginkan istriku sekarang, hem? Belanja?" Selain cinta dan kasih sayang, bahasa cinta Farrel adalah kemewahan. Farrel akan memberikan apapun yang Jessi dan Rhona inginkan. "Salah ya?" tanya Farrel karena mendengar decihan Jessi. "Aku ingin kepantai. Rhona pasti suka." "Aku pulang sekarang. Bersiaplah," ucap Farrel sambil memberikan kode pada Edgar untuk membawa beberapa pekerjaan yang belum selesai. "Yeee ... pantaaaiii ..." sorak Rhona sambil berlonjak. Rhona bahkan lari lebih dulu untuk mendekati bibir pantai. "Apa aku boleh melepasnya?" tanya Jessi sambil menunjukkan kaki.
Ini adalah kejutan. Jadi tidak ada penyambutan apapun yang bisa Yosi dan Iyan lakukan untuk Jessi. Yang bisa Yosi berikan hanyalah masakan yang sudah ada. Tentunya masakan kesukan Kaila. Dan sore harinya, Yosi sibuk didapur membuatkan makanan kesukaan Jessi dan juga Rhona. Padahal Jessi sudah melarang Yosi untuk melakukan ini dan itu. Makanan bisa dibeli, karena Jessi hanya ingin menikmati kebersamaan mereka. Selain itu, dirinya dan yang lain tidak bisa berlama-lama di desa karena ini memang bukan waktunya Rhona liburan. Namun, Jessi membiarkan apapun yang Yosi inginkan. "Tidak bisa tidur?" tanya Jessi. Entah sudah berapa kali Farrel mengubah posisi tidurnya. Malam sudah semakin larut. Semua orang sudah lelap dengan mimpinya sendiri. Sedangkan Rhona saat ini tidur bersama dengan Kaila. Jessi dan Rhona sudah lama tinggal di desa. Meski sekarang kehidupan mereka sangat berbeda, tapi Jessi dan Rhona tidak mengeluhkan situasi sekarang. Berbeda dengan Farrel. "Sepertinya aku
"Kakak yakin?" tanya Kaila. Hari ini Jessi dan yang lainnya akan pulang ke kampung halaman. Setelah perbincangan yang cukup panjang dan Jessi sendiri sudah yakin, maka Farrel dengan senang hati menuruti usulan sang istri. Itu juga dengan catatan kalau Jessi diperbolehkan melalui perjalanan jauh. Dan sekarang keputusan Jessi berhasil membuat Kaila senang tapi juga belum yakin. Kaila tidak ingin kalau Jessi pulang karena memaksakan diri. Jessi sedang hamil. Kaila takut kalau perasaan Jessi yang tidak tenang bisa membahayakan kandungan Jessi. Carla dan Regan sangat Khawatir. Apalagi Jessi sendiri yang ingin menggunakan mobil. Perjalanan sangat jauh. Mereka tidak ingin kalau nantinya Jessi jadi kelelahan. "Yakin, Kai." Jessi menepuk pundak Kaila. "Ma, Pa, kami pergi sekarang." "Hati-hati. Jaga kesehatan. Kalau lelah di dalam mobil, cepat istirahat dan cari hotel. Mengerti!" pesan Carla. "Iya, Ma." "Kakek sama Nenek jangan rindu Rhona ya?" "Siapa juga yang mau rin
"Kalau saja rasa sakitnya bisa dipindah ke aku, aku rela kalau sekarang aku yang sakit," ucap Farrel. Kedua matanya nampak berkaca-kaca. Bukan hal mudah bagi Jessi melalui hamil muda. Karena setelah keluar dari rumah sakit saat itu, Jessi kembali masuk rumah sakit selang 10 hari karena mual muntah yang mengakibatkan Jessi tidak bisa makan apapun. Sejak Jessi hamil, sebisa mungkin Regan yang mengambil alih semuanya. Farrel datang keperusahaan jika memang sangat diperlukan. Karena Regan inginkan Farrel benar-benar mendampingi Jessi selama hamil. Farrel juga berpikir sama. Ia tidak mendampingi Jessi saat hamil Rhona. Maka sekarang Farrel ingin menebus semuanya. "Kamu hamil bisa sampai seperti ini. Lalu bagaimana saat dulu tanpa aku?" Padahal segala hal yang ingin Farrel ketahui tentang Rhona dikala saat masih dalam kandungan, sudah Jessi ceritakan. Tapi itu semakin membuat Farrel merasa berdosa. Dosa yang tidak akan bisa dihapus. Karena sekarang Farrel hanya bisa melakukan
Meski hidup Jessi tidak kesulitan dalam masalah ekonomi, tapi bukan sesuatu yang mudah juga menjadi Jessi. Hamil tanpa dampingan siapapun. Hidup sendiri, bahkan setelah melahirkanpun tetap sendiri. Setelah melahirkan, hanya beberapa hari saja Jessi bisa meng-asi Rhona. Karena Jessi melahirkan ber
Inilah yang paling tidak Jessi sukai saat berkumpul dengan para tetangga. Pada akhirnya, hal pribadi yang akan dipertanyakan. Mau tidak keluar juga tidak mungkin, apalagi Rhona sedang senang-senangnya bermain. Selain itu, dirinya juga memiliki toko. Jadi sudah pasti bisa menjadi tempat berkumpul par
"Saya permisi sebentar," ucap Dania. Siang ini, Dania menuruti Carla untuk ikut ke acara arisan Carla bersama geng sosialitanya. Sebenarnya Dania tidak mau. Karena ia tahu pembahasan apa yang akan dibicarakan dan bisa saja menyudutkannya. Namun, pada akhirnya bujuk rayu Carla membuat Dania mengal
Acara pernikahan kemarin sepertinya tidak membuat rasa kantuk menyerang Farrel. Karena semalam, Farrel hanya berpura-pura memejamkan mata. Setelah Dania tidur pulas, Farrel kembali ke balkon untuk berdiam diri dan memikirkan langkah selanjutnya. Rencana Farrel, begitu semua harta warisan sudah di






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore