Share

Bab 36.

Auteur: Fafacho
last update Dernière mise à jour: 2026-02-26 19:00:45

Hari ini Nayla menemani Adyan, meskipun dengan suasana hati yang ta menyenangkan. Bagaimana menyenangkan, ia kesal dengan pria itu semalaman karena ia ingin minum es tapi tidak boleh dan pagi ini, ia malah di ajak mendapingi suaminya itu dalam dinas menyambut perwakilan dari luar negeri.

Moodnya pagi ini benar-benar tak mengenakan, apalagi harus memasang senyum palsu di depan orang-orang. Menyapa dan tersenyum, itu suatu hal yang menguras energinya saat ini. Untung saja dia tak mengala

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 42.

    “Adyan.”Satu panggilan itu langsung memutus suasana hangat di antara mereka.Adyan menoleh dengan wajah jelas tak senang. Tatapan yang tadi lembut saat menatap istrinya seketika mengeras—dingin, kaku, seolah tembok tebal berdiri di antara dirinya dan orang yang baru saja memanggilnya.Nayla ikut menoleh. Alisnya sedikit berkerut, matanya menyapu sosok pria di depan mereka. Nalurinya langsung menangkap perubahan sikap suaminya. Adyan cuma seperti ini kalau bertemu orang yang tak ia sukai.“Mayor satu ini sekarang sibuk sekali,” ucap pria itu santai, senyum tipis terbit di wajahnya. “Kumpul sama teman lama saja sudah jarang.”Tangannya terulur.Adyan membalas jabatan tangan itu—singkat, dingin—dengan senyum tipis yang jelas-jelas palsu.“Istrimu?” tanya pria itu, melirik Nayla.“Iya,” jawab Adyan ce

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 41.

    Hari yang cerah pagi ini seperti menggambarkan suasana hati Nayla yang juga penuh cerah dan bahagia. Pagi ini hatinya sudah berbunga karena kepedulian Adyan padanya, pria itu baru saja selesai memijatnya. Saat bangun ia merasa kakinya terasa sakit, Adyan yang melihat itu langsung memijatnya penuh kelembutan.Nayla keluar kamar sambil menahan senyumnya, sesekali ia melihat sang suami yang memutuskan untuk tidur lagi. Hari ini Adyan tak pergi dinas, karena pria itu nanti janji akan menemaninya kontrol ke dokter kandungan.Baru saja Nayla melangkah kedapur, ia sudah di ledek oleh adik iparnya yang ternyata sudah duduk nyaman di meja makan menatap dirinya dengan senyum meledek. “hemm, hem cie...habis apa mbak kok senyum-senyum sendiri sih” goda Anya pada kakak iparnya yang langsung memasang wajah malu-malu.Nayla refleks menunduk, pipinya memanas.“Ngg… nggak,” jawabnya gugup. “Mbak nggak habis ng

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 40.

    “Nggak usah teriak, Mbak, yang salah mbak sendiri” ucapnya datar, nadanya tenang tapi menusuk.Tatapan itu membuat Anya sedikit tertegun, meski rasa kesalnya belum juga surut. Dadanya naik turun, emosinya masih bergejolak.Sementara pria satunya berjongkok, mulai memunguti belanjaan Anya tanpa banyak bicara.Anya berdiri perlahan, menepuk-nepuk celananya dengan kasar. Tatapannya tajam, tapi di balik itu ada rasa malu kecil yang mulai menyelinap—jatuh di tempat umum, dengan kondisi berantakan.“Apa? Kamu tadi bilang apa? Salahku.? Perasaan masnya yang salah jalan dempet-dempet” ngegas Anya tak terima, dengan kedua tangannya berada di pinggang. Membiarkan belanjaannya di bawah.Pria dingin itu tetap pada posisinya. Wajahnya nyaris tanpa ekspresi.“Memang salah mbak,” balasnya tenang. “Yang nggak fokus.”“Kamu..” Anya mendesis geram,

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 39.

    “udah nggak usah, kamu duduk aja” Adyan mengambil piring yang miliknya yang di ambil oleh Nayla, istrinya itu akan mencuci piring bekas mereka sarapan.“tapi mas,..” Nayla yang sudah berdiri menatap tak mengerti kearah suaminya.“udah kamu duduk aja, biar Anya yang cuci piring” ucap Adyan, lalu melihat kearah depan tv dimana adiknya duduk santai di sana. “Anya,.” Serunya memanggil sang adik.Anya yang merasa terpanggil melihat kearah abangnya, “Iya bang,” jawabnya menatap sang kakak.“Sini kamu,” perintah Adyan dengan tegas, dengan tatapan tajamnya. Segera Anya langsung berdiri dari duduknya, berjalan mendekati kakaknya yang tengah bersama kakak iparnya.“Iya bang, kenapa?” tanyanya saat sudah berada di depan Adyan,“beresin meja makan, habis itu cuci piring. Kalau mau d

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 38.

    “Katanya tadi pengen jambu, kenapa pas aku bawa, nggak kamu sentuh sama sekali?” Suara Adyan terdengar datar, tapi ada nada dongkol yang tak sepenuhnya bisa ia sembunyikan. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi, rambutnya masih basah, handuk menggantung di leher. Matanya langsung tertuju pada Nayla yang duduk di pinggir tempat tidur, punggungnya bersandar lemah, jemarinya sibuk menggeser layar ponsel.Sejak sore tadi dadanya terasa panas.Ia sudah susah payah memetik jambu air, menahan capek setelah dinas—dan sekarang buah itu bahkan tak dilirik.Nayla mengalihkan pandangan sekilas. Wajahnya datar, nyaris tak menunjukkan emosi.“udah nggak pengen mas besok aja” jawabnya santai, lalu kembali fokus ke ponselnya seolah percakapan itu tak penting.Urat di pelipis Adyan menegang. Tangannya refleks mengepal di sisi tubuh. Ia ingin marah. Ingin mengomel. Tapi napasnya ditarik dalam-dalam, memaks

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 37.

    “kalau sampai kamu ingin hal lain, tapi nggak bilang padaku lihat sa..”Tok tok...Belum sempat Adyan selesai bicara, terdengar suara pintu rumah mereka di ketuk dari luar. Membuat keduanya saling tatap satu sama lain.“Siapa lagi yang datang,” geram Adyan, lalu berjalan kedepan. Nayla yang melihat suaminya berjalan kedepan ikut berdiri, menyusul sang suami yang sudah berjalan lebih dulu.Adyan yang sudah sampai di depan memutar knop pintunya dengan cepat, ia penasaran dengan siapa yang datang mengganggu di saat ia ingin mengomeli istrinya.Saat pintu terbuka Adyan di buat diam dengan seorang perempuan yang menatapnya dengan senyuman.“Anya,..” lirihnya saat melihat sang adiklah yang kini berdiri di depannya.Bibir Anya terangkat memasang senyum lebarnya menatap sang kakak yang kaget melihatnya, “Hehehe,

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status