Beranda / Romansa / Terikat Obsesi Sang Billionaire / BAB 40: RUANG INTEROGASI SANG TYRANT

Share

BAB 40: RUANG INTEROGASI SANG TYRANT

Penulis: Ms. Mee
last update Tanggal publikasi: 2026-06-29 07:03:16

Griya Mayfair yang biasanya menjadi simbol kemegahan dan kenyamanan kini berubah menjadi atmosfer yang menyesakkan. Dante tidak lagi tidur di kamar utamanya. Ia memindahkan basis operasinya ke sebuah ruangan kedap suara di lantai bawah—ruang keamanan yang kini ia sulap menjadi ruang interogasi pribadi.

Di tengah ruangan, di bawah lampu neon yang berkedip dingin, berdiri lima orang staf teknologi informasi senior yang bertanggung jawab atas jaringan satelit pribadinya.

Dante duduk di depan mere
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 47: BAYANG-BAYANG COVENT GARDEN

    London menyambut mereka dengan langit abu-abu yang elegan, sangat kontras dengan birunya Turks and Caicos. Namun bagi Dante, kepulangan ini terasa berbeda. Ia turun dari jet pribadinya dengan satu tangannya yang menggenggam posesif pinggang Lexy, sementara tangan lainnya memastikan Leo tetap dalam pengawasan ketat para pengawalnya."Kau merasakannya?" bisik Lexy saat mereka melangkah menuju mobil Rolls-Royce yang sudah menunggu di landasan pacu."Merasakan apa?" Dante menoleh, menatap istrinya dengan perhatian penuh."London. Rasanya... tidak sesesak dulu," Lexy tersenyum, menghirup udara dingin yang menyegarkan. "Mungkin karena aku tahu aku punya tempat untuk pulang yang benar-benar kuinginkan."Dante menarik Lexy lebih dekat, mencium pelipisnya tanpa peduli pada tatapan puluhan staf bandara. "Kau adalah rumahku, Alexandra. Di mana pun kau berada, itulah tempatku pulang."***Di dalam mobil yang melaju menuju kawasan Covent Garden, suasana sedikit lebih tenang. Leo tertidur di kursi

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 46: JAMUAN DI ATAS SAMUDRA

    Malam terakhir di Turks and Caicos direncanakan Dante dengan penuh persiapan. Ia tidak ingin kepulangan mereka ke London hanya menjadi sekadar akhir liburan. Ia ingin Lexy membawa pulang rasa bahagia di hatinya.Sebuah kapal pesiar mewah yang baru di beli Dante sudah bersandar di dermaga. Dante berdiri di dek utama, mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing teratas terbuka. Tangannya menggenggam pagar kapal, menatap garis cakrawala di mana matahari mulai tenggelam, mengubah langit menjadi palet warna ungu dan oranye yang dramatis."Tuan, semua sudah siap. Menu pembuka akan disajikan dalam sepuluh menit," suara Marcus terdengar di belakangnya. Dante berbalik, menatap Marcus dengan tatapan datar yang masih menyiratkan sisa-sisa kekesalan. "Pastikan pelayan tidak mengganggu kami kecuali jika aku memanggil. Dan Marcus...""Ya, Tuan?""Jangan mencoba menjadi pahlawan misterius lagi kepada istriku malam ini. Aku ingin malam ini sempurna tanpa interupsi dramatis darimu."Marcus sedikit me

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 45: KEHIDUPAN BARU

    Cahaya matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah tirai vila, memantulkan warna jingga keemasan pada seprai yang masih berantakan. Dante terbangun lebih dulu, bukan karena alarm, melainkan karena kewaspadaan yang sudah mendarah daging. Ia merasakan nafas Lexy di dadanya, sebuah ritme yang kini menjadi satu-satunya melodi yang ia butuhkan untuk merasa tenang.Perlahan, Dante meraih ponselnya di atas nakas. Layarnya menyala, menampilkan pesan dari tim medis di Swedia yang masuk semalam. Matanya membaca baris demi baris dengan cepat. Rahangnya mengeras.“Proses degradasi seluler Subjek Nol melambat secara signifikan bukan hanya karena kedekatan fisik dengan Subjek 02, tetapi karena faktor emosional yang memicu pelepasan oksitosin alami. Teori baru: Cinta mampu menstabilkan genetik secara permanen.”Dante menghela nafas panjang, sebuah senyum kelegaan muncul di wajahnya. Ia meletakkan ponselnya kembali, lalu menoleh saat merasakan pergerakan di sampingnya.Lexy membuka matanya, menge

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 44: DI BAWAH LANGIT TURKS AND CAICOS

    Malam di Turks and Caicos jatuh dengan kemewahan yang tenang. Suara deburan ombak di luar villa pribadi mereka terdengar seperti musik pengantar tidur yang paling mahal di dunia. Dante berdiri di balkon yang menghadap langsung ke arah laut yang gelap. “Daniel?”Lexy keluar dari arah kamar mandi, uap air hangat masih mengikuti langkahnya. Ia mengenakan gaun tidur sutra berwarna emas pucat yang hampir transparan di bawah cahaya bulan. "Kau sedang memikirkan dunia lagi?" tanya Lexy lembut.Dante berbalik, ia meletakkan gelasnya di atas meja dengan suara denting pelan. "Duniaku sedang berdiri di depanku, Alexandra. Sisanya hanya kebisingan yang tidak penting."Lexy berdiri tepat di hadapan Dante, menatap wajah pria itu yang kini tampak jauh lebih damai daripada saat mereka berada di London. "Setelah kejadian dengan wanita pirang di pantai tadi... aku pikir kau akan terus mengomel soal betapa buruknya keamanan di sini."Dante tertawa rendah. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Lexy, m

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 43: PASIR PUTIH DAN API CEMBURU

    Setelah ketegangan yang nyaris menghancurkan pondasi rumah tangga mereka, Dante memutuskan untuk meninggalkan London yang dingin dan penuh kenangan pahit sejenak. Ia membawa Lexy ke sebuah resort pribadi miliknya di Kepulauan Turks dan Caicos. Pagi itu, Lexy terlihat sedang berjalan di sepanjang bibir pantai, membiarkan buih ombak menyentuh jemari kakinya. Ia mengenakan gaun pantai transparan berwarna putih yang melambai ditiup angin, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang dibalut bikini hitam.Beberapa meter di belakangnya, Dante berjalan dengan santai. Ia melepaskan citra billionaire-nya yang kaku; hanya mengenakan kemeja linen biru muda yang kancingnya terbuka separuh dan celana pendek putih. "Kau terlihat sangat bebas di sini, Lexy," ujar Dante, suaranya berat dan penuh kekaguman.Lexy menoleh, tersenyum lebar. "Karena tidak ada kamera keamanan yang membosankan di setiap sudut pantai ini, Dante. Hanya ada kita berdua.""Siapa bilang? Ada sepuluh pengawal di radius satu mil, tapi aku

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 42: PENEBUSAN DAN API CEMBURU

    Pagi pertama setelah kembalinya Lexy ke Mayfair tidaklah semanis dongeng. Di ruang makan, Lexy tampak duduk dengan tenang menyesap tehnya. Sementara itu, Marcus berdiri di sudut ruangan dengan plester di sudut bibirnya, rahangnya masih terlihat memar keunguan. Dante, yang melihat keberadaan Marcus sedang memotong steaknya dengan gerakan yang terlalu agresif, terus-menerus memberikan tatapan tajam, seolah-olah bisa melubangi kepala pria gagah itu."Kau masih di sini, Marcus?" Ucap Dante penuh dengan nada permusuhan."Saya masih bekerja di sini, Tuan. Sesuai perintah Nyonya Alexandra," jawab Marcus tenang, meski ia sedikit meringis saat bicara, menahan rasa ngilu di wajahnya."You motherfucker, Marcus," umpatnya pelan. "Jika bukan karena istriku yang memohon, kau sudah kubuang ke dasar Sungai Thames dengan kaki terikat beton."Lexy menghela nafasnya, meletakkan cangkir tehnya dengan anggun. "Dante, berhentilah bersikap seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Marcus membantuku ka

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 35: PANAS DI BALIK KACA EMAS

    Gemercik air yang tenang bergema di dalam kolam renang pribadi di lantai teratas griya Mayfair. Halaman itu dirancang dengan estetika minimalis namun mewah; dindingnya terbuat dari kaca setinggi langit-langit yang menawarkan panorama London yang berkabut, sementara air kolamnya yang hangat menguap

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 3: SANDIWARA PERDANA

    Lantai marmer penthouse itu terasa dingin saat Lexy digiring menuju kamar rias. Ruangan itu terlihat lebih mirip butik kelas atas di Milan daripada sebuah kamar. Tiga orang berpakaian modis dan stylist sudah menunggu dengan kuas rias dan deretan gaun yang berkilau di bawah lampu kristal."Namanya

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 2: PENJARA BERLAPIS EMAS

    Limosin hitam itu meluncur membelah jalanan kota London yang basah. Di dalamnya, keheningan terasa begitu berat, hanya dipecahkan oleh suara napas Lexy yang masih memburu. Dante duduk di hadapannya, sibuk dengan tablet di tangan, seolah-olah wanita yang baru saja ia culik itu hanyalah kursi kosong

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 1: HARGA SEBUAH KESALAHAN

    "Aku tidak suka mengulang ucapanku, David," gumam Dante sambil membenarkan letak jam tangan Rolex di pergelangan tangannya.Di bawah pendar lampu kristal yang redup, pria itu berdiri dengan ketenangan yang mengerikan. Suaranya tetap rendah, hampir seperti bisikan—jenis suara yang sanggup membuat ny

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status