Accueil / Romansa / Terjebak BossZone / Chapter 27: Malam Itu Terulang, Lagi.

Partager

Chapter 27: Malam Itu Terulang, Lagi.

Auteur: Anaa
last update Date de publication: 2023-06-22 12:38:42

"Luar biasa! Dunia begitu sempit 'kan?" tanya Sandi memperhatikan Edgar yang sedang fokus menatap selembaran kertas dan juga foto-foto yang bertebaran di atas meja kerjanya. Sandi tertawa tengil menatap Edgar yang terlihat kebingungan.

"Kamu sungguh-sungguh tentang ini? Tidak ada kesalahan sedikitpun?" tanya Edgar kembali memastikan, yang dijawab anggukkan kepala oleh Sandi.

"Tidak ada kesalahan sedikitpun," jawab Sandi yakin.

Edgar memegang kepalanya yang terasa pening sekali. Vanesa benar-ben
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Nova Ugara
nesa cari gara² lagi....hehehe
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Terjebak BossZone   Epilog

    Pesona seorang Radega Edgar Naratama memang tidak bisa ditolak oleh siapapun—termasuk oleh Vanesa. Walaupun lelaki itu sangat menyebalkan, tetapi berhasil membuat getaran aneh muncul di hatinya. Dulu, membayangkan mempunyai hubungan lebih dari hanya seorang bawahan dan atasan di kantor saja Vanesa tidak berani. Rasa-rasanya Edgar tidak akan tergapai olehnya, lelaki itu terlalu luar biasa. Memutuskan resign untuk menghindari lelaki itu, tetapi berujung pada sebuah pernikahan. Pernikahan yang diawal begitu banyak konflik dan kesalahpahaman, pernikahan yang hampir saja berada pada garis perceraian—tetapi siapa sangka Vanesa akan berada di titik ini, bahkan mempunyai buah hati bersama lelaki itu. Terlalu bulshit jika mengatakan pernikahan mereka baik-baik saja tanpa adanya pertengkaran bahkan setelah hari di mana mereka sama-sama terbuka tentang perasaan keduanya. Beberapa kali ada perdebatan dan pertengkaran—tetapi memang itu adalah bumbu pernikahan bukan? Walaupun sebenarnya Van

  • Terjebak BossZone   Extra Chapter III (Buah Hati)

    "Tidurkan di kasur sayang, tangan kamu tidak pegal memang, hm?" Nesa mendelik menatap suaminya. "Maaf...." kata Edgar sembari mengusap bekas air mata di pipi putranya yang sedang terlelap dipangkuan Nesa. "Minta maaf sama Gavin dulu! Bisa-bisanya ya sama anak aja cemburuan, ngga mau ngalah!" dumel Nesa tetap menatap suaminya dengan delikan tajam. Edgar sedikit menekuk bibirnya. "Saya bisa memberi semua yang Gavin inginkan, tapi... kamu kan punya saya. Lagian Gavin sudah punya kamar sendiri, masa mau tidur terus sama kita?" Nesa menggeleng-gelengkan kepalanya. Edgar benar-benar seperti anak kecil saja, kepada anaknyapun tidak mau mengalah. Jadi, Gavin—putra mereka yang sudah berusia empat tahun memang sudah dibuatkan kamarnya sendiri, tetapi tetap saja yang namanya anak-anak sering masih ingin tidur dengan orang tuanya—seperti malam ini, Gavin sudah tidur ditengah-tengah mereka, tetapi dengan sengaja Edgar memindahkan Gavin yang sudah terlelap ke kamarnya, alhasil bocah itu menan

  • Terjebak BossZone   Extra Chapter II (Kehidupan Bian)

    "Gue ngga perlu jelasin serinci mungkin, Nes. Suami lo jelas pasti tahu semuanya." Nesa menatap Edgar dengan kening mengernyit, seolah bertanya tentang kebenaran dari ucapan Bian. "Udah sih, gue ngga papa, ngga usah natap gue kasihan gitu!" katanya. Walaupun begitu tetap saja, ada perasaan aneh yang dirasakan oleh Nesa. Ini jelas berita besar—dan yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana perasaan Bian selama ini? Pasti lelaki itu sudah melalui banyak hari yang berat. "Sudah berapa bulan?" tanya Bian mempersilahkan Nesa untuk duduk. "Jalan enam bulan," jawab Nesa semangat, mencoba bersikap seperti biasanya. "Apa suami lo memperlakukan lo dengan baik?" Nesa mengangguk tanpa ragu. "Mas Edgar mencintai aku... sangat!" "Bagus! Kalau dia ngga memperlakukan lo dengan baik, mending sama gue aja." Nesa terkekeh pelan, menggeleng lalu memeluk perut Edgar yang sedari tadi masih berdiri di dekatnya. "Nanti Mas Edgar sendirian, kasian." Bian menatap Edgar dengan tatapan yang

  • Terjebak BossZone   Extra Chapter I (Ngidam & Bian)

    "Mas...." Edgar terlihat menghela napas, melepaskan perlahan tangan Nesa yang melingkar di lengannya. "Mas masih marah ya?" tanya Nesa memanyunkan bibirnya, kembali mencoba melingkarkan tangannya di lengan Edgar, walaupun suaminya itu kembali melepaskannya. "Iya maaf, ngga jadi Mas. Tadi aku cuman bercanda kok," lanjutnya. "Saya berangkat," katanya terkesan jutek walaupun sebelumnya mencium kening Nesa sebagai rutinitas wajib pagi mereka sebelum Edgar berangkat kerja. "Ah Mas Edgar...." Nesa kembali merengek, menghalang langkah suaminya. "Aku minta maaf, jangan marah." "Saya ada meeting Vanesa." "Tuh kan! Panggilan sayangnya mana?" Edgar kembali menghela napas pelan, menampilkan senyum yang sebenarnya tidak sampi hati itu. "Saya berangkat kerja ya, ada meeting pagi ini sayang," kata Edgar mengulang pernyataannya. Melingkarkan tangannya memeluk pinggang Edgar, Nesa mencium pipi kanan suaminya dengan lembut. "Aku beneran cuman bercanda tadi, jangan ngambek lagi yaa... dan semoga

  • Terjebak BossZone   Chapter 62: Private Beach (Ending)

    Nesa mengerjapkan matanya perlahan, bibirnya berdecak pelan ketika telinganya masih mendengar suara notifikasi alarm dengan volume yang bukan main kencangnya.Mencoba bangun dari tidurannya untuk mengambil ponsel, tetapi tubuhnya dipeluk erat oleh sang suami.Dengan perlahan ia mencoba melepaskan tangan Edgar yang melingkar di perutnya, setelah berhasil, ia bangun lalu berjalan mengitari ranjang untuk duduk di tepi kasur, mengambil ponsel Edgar yang masih mengeluarkan suara notifikasi alarm untuk mematikannya.Disya mengernyit ketika merasakan perbedaan dengan kamar yan ditempatinya, mendongak lalu kembali memperhatikan sekitaran kamar dengan cahaya remang."Sudah bangun, sayang?" tanya Edgar, kedua tangannya kembali memeluk perutnya erat.Nesa tersenyum kecil lalu mengusap lembut lengan Edgar yang melingkar di perutnya."Sudah, tumben banget pasang alarm pagi-pagi buta begini sih?""Biar ngga kesiangan.""Mau ke mana?""Lihat sunrise.""Huh?"Nesa ingat, semalam ia dan Edgar menghadi

  • Terjebak BossZone   Chapter 61: Sunrise Gagal

    Edgar menghentikan kegiatanya yang sedang berkutat dengan laptop, melirik Nesa yang sepertinya sangat fokus menatap handphone dengan kedua telinga yang disumpal earphone, keduanya duduk bersebelahan, tetapi sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Cup! Edgar mencuri satu ciuman di pipi kanan Nesa, yang jelas hal itu dilakukan untuk mendapat perhatian dari si perempuan. "Sedang menonton apa, fokus sekali?" Nesa sedikit terperanjat kaget, langsung mematikan layar handphone, menatap suaminya dengan senyum canggung sambil melepaskan earphone yang masih terpasang di telinganya. "Ngga ada apa-apa kok—aku ngga nonton apa-apa, Mas." Edgar mengernyit, reaksi Nesa terlihat berlebihan padahal dia hanya bertanya. Ditatap sebegitunya oleh Edgar jelas membuat Nesa ciut, seolah ia tidak akan pernah bisa berbohong kepada lelaki itu. "A—aku menonton video Sandi bernyanyi, aku ngga sengaja nyari, Mas, beneran. Tiba-tiba dia muncul di beranda sosial mediaku." "Mana lihat." Nesa kembali menyalakan

  • Terjebak BossZone   Chapter 51: Tsundere

    Cinta?Nesa tidak menyangka jika Edgar benar-benar mencintainya. Berulang kali Nesa menyangkal hal itu ketika Seruni, Ardi, kedua orang tua Edgar bahkan Nadya mengatakan jika Edgar benar-benar mencintainya.Tetapi, beberapa menit yang lalu ia mendengar itu dari obrolan Edgar dan Sandi.“Cintamu yang be

  • Terjebak BossZone   Chapter 50: Cinta?

    “Yakin tidak papa nanti tinggal di sana? Gimana kalau kamu bosan, siapa yang nemenin, Nad? Kalau kamu butuh apa-apa gimana? Kenapa ngga cari rumah di sini aja?” Pertanyaan bertubi-tubi dari mulut Nesa membuat Nadya menyunggingkan senyum geli. “Ngga papa, aku bakalan baik-baik aja, Nes.” “Baik-baik a

  • Terjebak BossZone   Chapter 49: Rumah Kayu - II

    "Mamah ngga asik nih, masa udah dibocorin duluan." Rudi mencubit pelan pipi Mia, tidak terlalu keras namun berhasil membuat warna merah muda di pipi istrinya itu terlihat walau samar."Aduh, Pah! kok dicubit sih?" Mia cemberut. "Mamah kira Edgar udah ngasih tahu Nesa tentang rumah ini, ngga akan ada

  • Terjebak BossZone    Chapter 47: Tentang Malam Itu - Edgar II

    “Pak Edgar ish!” Nesa memanyunkan bibirnya, menatap Edgar dengan maniknya kesal ketika Edgar mencoba melepaskan pelukan darinya, kembali melingkarkan kedua lengannya di belakang kepala Edgar walaupun dengan kedua kaki yang berjinjit-jainjit karena tinggi badan Edgar, lalu mencondongkan tubuhnya untu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status