بيت / Young Adult / Terjebak Cinta Ketua Geng Motor / Part 11 — Batas yang Kabur

مشاركة

Part 11 — Batas yang Kabur

مؤلف: Senia Dea
last update تاريخ النشر: 2026-09-12 15:39:51

Aeloria mulai menyadari satu masalah baru sejak beberapa hari terakhir. Hubungannya dengan Alaric sudah terlalu mirip hubungan pacaran sungguhan, sampai dia sendiri sering lupa kalau semua ini awalnya hanya kebohongan. Alaric masih suka mengganggunya, mengambil barang dari tangannya, mengirim pesan setiap malam, bahkan tahu kapan Aeloria belum makan tanpa perlu bertanya.

Dan yang paling menyebalkan, Aeloria mulai terbiasa.

Pagi itu, Aeloria baru saja duduk ketika sebuah kotak susu mendarat di
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjebak Cinta Ketua Geng Motor   Part 13 — Amarah Alaric

    Aeloria datang ke sekolah dengan satu tujuan, hari ini dia harus jujur. Sejak membuka mata pagi tadi, kalimat yang ingin dia sampaikan kepada Alaric sudah berulang kali memenuhi kepalanya. Dia bahkan sempat berdiri di depan cermin sambil latihan bicara, tetapi setiap kali sampai pada bagian pengakuan, lidahnya terasa kelu. Aeloria akhirnya mengambil tas dan keluar kamar dengan wajah kusut. “Gue harus ngomong.” Setidaknya, itu yang terus dia yakinkan sepanjang perjalanan menuju sekolah. Begitu sampai di kelas, Aeloria langsung duduk dan membuka buku. Tangannya merapikan pulpen, menyusun buku, lalu merapikannya lagi tanpa alasan. Freyana yang memperhatikannya dari samping hanya menghela napas sebelum bertanya. “Lo masih mau ngomong sama Alaric?” Aeloria mengangguk. “Iya.” “Serius?” “Serius.” “Lo takut?” Aeloria menatapnya tajam. “Gue kelihatan takut?” “Banget.” “Freyana.” “Oke, oke.” Aeloria kembali menatap bukunya. “Gue cuma nggak mau kebohongan ini makin panjang.” Freya

  • Terjebak Cinta Ketua Geng Motor   Part 12 — Rahasia yang Terbongkar

    Aeloria mulai merasa sekolah terlalu sempi, bukan karena ukuran gedungnya, tetapi karena hampir setiap sudut selalu mengingatkannya pada satu hal yang sama. Di koridor, kantin, taman, bahkan di depan kelas, selalu ada saja siswa yang memandangnya sambil berbisik tentang hubungannya dengan Alaric. Awalnya Aeloria bisa pura-pura tidak peduli, tetapi beberapa hari terakhir, tatapan itu justru membuat langkahnya semakin cepat.“Gue kayak selebritas aja,” gerutunya sambil menarik tali tas lebih tinggi.Freyana berjalan di sampingnya sambil menahan tawa. “Bukannya lo yang mulai?”“Gue cuma asal nyebut nama.”“Dan sekarang satu sekolah percaya.”Aeloria mendecakkan lidah. “Makanya gue kesel.”“Terus lo mau gimana?”Aeloria berhenti sebentar di depan kelas. Tangannya terangkat untuk merapikan rambut, tetapi gerakannya terhenti ketika melihat pantulan wajah sendiri di kaca jendela. “Gue nggak tahu.”Freyana mengangkat alis. “Bukannya kemarin lo bilang mau jujur?”“Gue mau.”“Terus?”“Belum be

  • Terjebak Cinta Ketua Geng Motor   Part 11 — Batas yang Kabur

    Aeloria mulai menyadari satu masalah baru sejak beberapa hari terakhir. Hubungannya dengan Alaric sudah terlalu mirip hubungan pacaran sungguhan, sampai dia sendiri sering lupa kalau semua ini awalnya hanya kebohongan. Alaric masih suka mengganggunya, mengambil barang dari tangannya, mengirim pesan setiap malam, bahkan tahu kapan Aeloria belum makan tanpa perlu bertanya. Dan yang paling menyebalkan, Aeloria mulai terbiasa. Pagi itu, Aeloria baru saja duduk ketika sebuah kotak susu mendarat di atas mejanya. Dia menatap benda tersebut beberapa detik sebelum mendongak ke arah Alaric yang berdiri di depan pintu kelas. “Apaan?” “Minum.” “Gue nggak haus.” “Bukan buat haus.” Aeloria mendecakkan lidah. “Terus buat apa?” “Biar lo nggak pingsan.” “Gue nggak selemah itu.” “Dua hari lalu lo hampir ketiduran waktu pelajaran.” “Itu karena gurunya bikin ngantuk.” Alaric tertawa kecil. Aeloria langsung mengambil kotak susu itu dan memasukkannya ke dalam laci meja. “Udah. Pergi.” “Belum

  • Terjebak Cinta Ketua Geng Motor   Part 10 — Pengakuan Setengah Hati

    Sejak percakapan di gerbang kemarin, Aeloria terus memikirkan satu hal. Dia sudah terlalu jauh membiarkan Alaric percaya bahwa hubungan mereka benar-benar seperti yang orang-orang kira. Setiap kali mengingat awal kebohongan itu, rasa bersalahnya muncul lagi, apalagi setelah Alaric mulai memperlakukannya seperti seseorang yang benar-benar penting. Pagi ini, Aeloria bahkan sudah menyiapkan kalimat di kepalanya. Dia akan bilang kalau semua itu bermula dari kebohongan, lalu meminta maaf sebelum semuanya semakin rumit. Sederhana, kan? Nyatanya, tidak. Begitu sampai di kelas, Aeloria langsung membuka buku dan menatap halaman yang sama selama hampir lima menit. Pensil di tangannya bahkan tidak bergerak sejak tadi. Freyana yang duduk di sebelahnya akhirnya melirik dengan dahi berkerut. “Lo nulis apa?” Aeloria menunduk. Di pojok kertas, tanpa sadar dia sudah menulis nama Alaric berkali-kali. “Ini bukan apa-apa.” Freyana mengambil kertas itu sebelum Aeloria sempat mencegah. “Ael!” “Apa

  • Terjebak Cinta Ketua Geng Motor   Part 09 — “Retak”

    Aeloria masih menatap layar ponselnya ketika pesan dari Alaric muncul lagi.{WhatsApp}Alaric: Udah sampai rumah?Dia menggigit bibir sambil menimbang apakah harus membalas atau tidak. Setelah beberapa detik, akhirnya jarinya bergerak mengetik singkat.{WhatsApp}Aeloria: Udah.Balasan itu langsung terkirim, membuat Aeloria buru-buru meletakkan ponselnya di atas meja. Baru beberapa detik kemudian layar kembali menyala.{WhatsApp}Alaric: Bagus.Aeloria menatap satu kata itu dengan alis berkerut. “Cuma bagus?”Dia hampir mengetik sesuatu, tetapi mengurungkan niatnya. Ponsel kembali dibalik, lalu Aeloria berjalan menuju kamar sambil mengusap wajah. Bukannya lega karena berhasil menjaga jarak, dia malah merasa sedikit kecewa karena percakapan mereka berhenti terlalu cepat.Keesokan paginya, Aeloria berusaha mengembalikan semuanya seperti biasa.Dia datang ke sekolah bersama Vania dan langsung menuju kelas. Ketika melihat beberapa siswa berdiri di koridor, matanya refleks mencari satu sos

  • Terjebak Cinta Ketua Geng Motor   Part 08 — Mengejar Yang Menjauh

    Sejak kejadian di kantin kemarin, Aeloria mengambil keputusan untuk menjaga jarak dari Alaric. Pagi ini, dia sengaja datang lebih awal, memilih duduk di bangkunya sambil membuka buku pelajaran sebelum koridor mulai ramai. Begitu mendengar suara langkah dari luar kelas, tangannya langsung berhenti membalik halaman. Aeloria melirik pintu, dan merasa aneh karena seseorang yang biasanya muncul, saat ini belum kelihatan, padahal seharusnya ia senang karena tidak ada yang mengganggu nya dan membuatnya kesal. Dia mengembuskan napas lega, lalu kembali menatap buku. Namun, baru beberapa detik membaca, Freyana muncul dari pintu sambil membawa dua kotak susu dan langsung duduk di kursi sebelahnya. “Lo kenapa dari tadi liatin pintu?” tanya Freyana. “Gue nggak liatin pintu.” “Terus?” “Gue cuma... memastikan pintunya masih ada.” Freyana menatapnya datar. “Ael, lo makin aneh sejak kenal Alaric.” Aeloria menutup bukunya sedikit lebih keras. “Gue cuma lagi males ketemu dia.” “Kenapa?” “Karen

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status