Share

310 Reva yang Galau

Penulis: Heartwriter
last update Tanggal publikasi: 2026-08-13 19:09:03

Beberapa hari terakhir, Reva semakin merasakan jarak yang tak terjelaskan dengan Leon. Leon sering pulang larut, jarang membalas pesan, dan saat di rumah pun selalu tampak sibuk atau lelah. Reva mencoba bertanya, tapi jawaban Leon selalu singkat. Rasa kecewa pelan-pelan menggerogoti hatinya.

Malam itu, Dinda, sahabat dekatnya sejak kuliah, mengajaknya keluar.

“Reva, kamu sudah terlalu lama di rumah. Ayo hang out sebentar. Sekalian hiburan,” kata Dinda lewat telepon.

Reva awalnya menolak, tapi r
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjebak Gairah Terlarang   312 Bercinta di Bawah Shower

    Setelah ronde woman on top, Reva masih tergeletak di dada Surya. Tubuh mereka basah keringat. Surya mengusap punggung Reva pelan, lalu berbisik,“Mandi dulu. Biar segar.”Reva mengangguk. Mereka bangkit dari ranjang dan masuk ke kamar mandi yang cukup luas. Surya menyalakan shower rain di atas. Air hangat segera mengguyur tubuh mereka.Reva berdiri di bawah guyuran air, membiarkan rambutnya basah. Surya berdiri di belakangnya sebentar, menyabuni punggung Reva dengan gerakan lembut. Lalu ia memutar tubuh Reva hingga menghadapnya.Mereka saling menatap di bawah air hangat. Surya menunduk, mencium Reva. Ciuman itu basah, bercampur air shower. Lidah mereka saling mencari. Tangan Surya turun ke bokong Reva, mengangkatnya sedikit.Reva membalas ciuman dengan lebih berani. Ia melingkarkan tangan di leher Surya. Batang Surya yang sudah mengeras lagi menekan perut bawah Reva.Surya mengangkat satu kaki Reva, menyandarkannya di pinggulnya. Dengan tangan satunya ia mengarahkan batangnya, lalu me

  • Terjebak Gairah Terlarang   311 Dilamar Surya

    Billy tertidur pulas di samping Reva, napasnya teratur. Reva membuka mata, menatap langit-langit kamar hotel yang gelap. Ada kekosongan yang tiba-tiba datang. Tubuhnya masih terasa hangat dari sentuhan Billy, tapi hatinya kosong.Ia tahu Leon sekarang sering berganti-ganti wanita. Rasa kecewa itu belum hilang. Reva ingin membalas, ingin membuat Leon merasakan apa yang ia rasakan. Tapi bersama Billy malam ini… rasanya tidak cukup. Tidak ada yang berubah di dalam dirinya.Pelan-pelan Reva bangun. Ia memakai baju, mengambil tas, lalu keluar dari kamar tanpa membangunkan Billy. Di parkiran, ia menaiki mobilnya dan mulai memutar-mutar Jakarta di malam yang sudah larut.Jalanan relatif sepi. Reva tidak tahu mau ke mana. Ia hanya membiarkan mobil berjalan. Di sebuah trotoar yang agak terang, ia melihat motor yang dimodifikasi menjadi gerobak kopi mini. Seorang pria muda berdiri di sampingnya, sedang merapikan gelas. Dagangannya sepi.Pria itu cukup tampan. Rambutnya rapi, wajahnya bersih, da

  • Terjebak Gairah Terlarang   310 Reva yang Galau

    Beberapa hari terakhir, Reva semakin merasakan jarak yang tak terjelaskan dengan Leon. Leon sering pulang larut, jarang membalas pesan, dan saat di rumah pun selalu tampak sibuk atau lelah. Reva mencoba bertanya, tapi jawaban Leon selalu singkat. Rasa kecewa pelan-pelan menggerogoti hatinya.Malam itu, Dinda, sahabat dekatnya sejak kuliah, mengajaknya keluar.“Reva, kamu sudah terlalu lama di rumah. Ayo hang out sebentar. Sekalian hiburan,” kata Dinda lewat telepon.Reva awalnya menolak, tapi rasa sepi dan kecewa membuatnya akhirnya mengangguk. “Baiklah. Aku ikut.”Mereka tiba di sebuah klub malam yang cukup mewah di kawasan Senopati. Musik bass menggelegar, lampu warna-warni berkelip, dan orang-orang berdansa di lantai dansa. Dinda langsung menarik Reva ke bar, memesan dua cocktail.Tidak lama kemudian, seorang pria tinggi berpenampilan rapi mendekat. “Dinda! Lama tidak ketemu.”“Billy!” Dinda tersenyum lebar. “Ini temanku, Reva. Reva, ini Billy, temanku.”Billy menatap Reva dengan s

  • Terjebak Gairah Terlarang   309 Semua Diatur Fatika

    Setelah posisi sebelumnya, ketiganya masih terengah-engah di ranjang hotel. Fatika belum puas. Ia mengusap keringat di dahi Lestari, lalu mendorong tubuh gadis itu pelan hingga berbaring telentang.“Kita ganti lagi,” bisik Fatika dengan suara rendah. “Den Leon, naik di atas Mbak Lestari. Missionary. Pelan saja dulu.”Leon naik di antara paha Lestari. Ia membuka kaki gadis itu lebar-lebar, mengarahkan batangnya yang masih basah, lalu mendorong masuk dengan sangat pelan. Setiap inci masuk terasa jelas. Lestari mendesah panjang, tangan memegang lengan Leon.Leon mulai bergerak lambat. Keluar hampir seluruhnya, lalu masuk kembali dengan dorongan dalam dan mantap. Bunyi basah pelan terdengar setiap kali tubuh mereka bertemu. Fatika berlutut di samping kepala Lestari, meremas payudara gadis itu, lalu menunduk mengulum putingnya.Lestari memejamkan mata. Sensasi batang Leon yang bergerak pelan di dalamnya bercampur dengan hisapan Fatika di payudaranya. Leon membungkuk lebih rendah, mencium b

  • Terjebak Gairah Terlarang   308 Threesome Berlanjut

    Besok malamnya, Fatika sudah mengatur semuanya. Ia mengirim pesan singkat ke Leon dan Lestari:**Fatika:** Hotel yang sama, lantai 9, suite 905. Jam 21.00. Kalau tidak datang, Reva akan tahu malam ini juga.Leon dan Lestari tidak punya pilihan. Pukul sembilan tepat, mereka tiba di suite hotel yang berbeda di lantai sembilan. Kamarnya lebih luas, dengan ranjang king-size di tengah, sofa, dan jendela yang menghadap kota.Fatika sudah menunggu di dalam, hanya memakai robe hotel yang terbuka. Tubuhnya telanjang di baliknya. Ia tersenyum lebar saat melihat keduanya masuk.“Tutup pintu. Kunci,” perintah Fatika.Leon mengunci pintu. Lestari berdiri di dekat pintu, wajahnya pucat tapi ia tidak berani menolak. Fatika mendekati Lestari, melepas robe-nya sendiri, lalu membuka kemeja Lestari dengan cepat.“Malam ini lebih detail,” bisik Fatika. “Den Leon, bantu saya.”Leon mendekat. Ia dan Fatika bersama-sama melepas seluruh pakaian Lestari hingga gadis itu berdiri telanjang. Fatika mendorong L

  • Terjebak Gairah Terlarang   307 Di Bawah Ancaman Fatika

    Fatika tidak lama tinggal di ruang sekretaris. Setelah meninggalkan Lestari yang masih gemetar di meja, ia langsung kembali ke ruang CEO. Pintu dibuka tanpa ketukan. Leon yang sedang duduk di kursi direktur langsung mengangkat kepala, wajahnya masih tegang.“Fatika, kau sudah antar makanannya. Keluar,” kata Leon tegas.Fatika tersenyum sinis, menutup pintu dan mengunci dari dalam. “Belum selesai, Den. Saya baru saja bilang pada Mbak Lestari bahwa Reva adalah calon istri Den Leon. Kalau Reva tahu Den Leon selingkuh dengan sekretarisnya yang alim… pasti kacau besar.”Leon berdiri, wajahnya memerah. “Jangan main-main, Fatika. Reva tidak boleh tahu.”Fatika mendekat ke meja. “Saya bisa tutup mulut. Tapi syaratnya… threesome. Sekarang juga. Di hotel. Den Leon, saya, dan Mbak Lestari.”Leon terdiam. Ia tahu Fatika serius. Ancaman itu terlalu berbahaya. Reva masih di rumah, menunggu kabar, dan hubungan mereka sudah rumit sejak lama.“Kau gila,” geram Leon.“Pilih saja, Den. Threesome sekaran

  • Terjebak Gairah Terlarang   6 Ini Harus Berhenti

    Sabtu ini terasa seperti mimpi demam yang tak pernah berakhir, di mana setiap detik di rumah besar itu dipenuhi dengan ketegangan erotis yang tak terucapkan antara Leon dan Sonya.Gito, ayah Leon, menghabiskan hari liburnya dengan santai—membaca koran di teras pagi hari, menonton pertandingan sepak

  • Terjebak Gairah Terlarang   5 Berusaha Menghindar

    Hari ini, Leon memutuskan untuk mengubah rutinitasnya, berharap bisa mengalihkan pikiran dari kegelisahan yang semakin menjadi. Sejak malam sebelumnya, bayangan Sonya menghantuinya seperti hantu, mengikuti setiap gerak-geriknya di kelas, di kantin, bahkan di tidurnya. "Aku perlu hiburan," gumamnya

  • Terjebak Gairah Terlarang   4 Kamu Juga Suka Ini, Kan?

    Leon tidak peduli. Tangannya mulai bergerak, dengan lembut tapi kuat meremas pinggul Sonya, menariknya semakin dekat sampai tubuh mereka menempel. "Tenang, Ayah belum pulang," bisiknya, bibirnya berpindah ke leher Sonya, mencium dan menjilati kulit lembut di sana dengan gerakan lambat, meninggalkan

  • Terjebak Gairah Terlarang   3 Sekarang Kesempatanku

    Pagi ini, sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui tirai kamar Leon, membangunkannya dari tidur yang gelisah. Malam sebelumnya terasa seperti mimpi indah yang manis... sentuhan Sonya, desahannya, aroma kulitnya masih melekat di ingatannya. Namun kini, saat Leon membuka mata, kekhawatiran mera

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status