Share

Bab 10 Sang Celloist

Author: Sasha S.Y
last update publish date: 2026-07-04 16:31:35

"Yayasan kami akan membangun rumah sakit anak di Napoli tahun depan."

Aku hanya mendengarkan.

Sekelompok wanita dari keluarga-keluarga terpandang bergantian menceritakan bisnis maupun kegiatan sosial mereka kepada Nyonya DeLuca, istri Tuan Alexandro DeLuca—klien yang sedang diincar Mattheo.

"Seperti biasa Nyonya Ferrari memang bertangan emas," puji Nona Angela sambil tersenyum.

Nyonya DeLuca mendengarkan dengan setengah hati. Tatapannya justru beralih kepadaku yang duduk cukup jauh darinya. Sej
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 54 Mattheo

    Masa kini. Tiga Hari Sebelum Kepulangan ke Italia. “Apa yang sedang dia lakukan?”Aku menempelkan ponsel ke telinga.“Hmm, Donna sedang membaca buku, Don Mattheo,” jawab Anthonio dari ujung telepon.“Buku apa?”“Sepertinya novel.”“Sepertinya?”“Donna tidak memberitahunya. Hanya saja sampulnya pria dewasa yang tidak memakai baju.”Aku mengerutkan kening.“Lalu kau tidak bertanya?”“Kalau saya bertanya terlalu banyak, Donna akan curiga.”Aku diam.Benar juga.“Bagaimana kondisi wajahnya?”“Masih dalam proses pemulihan.”“Apakah lukanya sakit?”“Tidak separah sebelumnya.”“Dokter sudah memeriksanya?”“Belum datang.”Aku mengangguk pelan meskipun ia tidak bisa melihatku.“Kalau sudah datang, kabari aku.”“Baik, Don.”Aku hampir menutup telepon.Namun kembali teringat sesuatu.“Anthonio.”“Ya?”“Dia sudah makan?”“Sudah.”“Berapa banyak?”Anthonio terdiam beberapa detik.“Don Mattheo.”“Apa?”“Sudah tiga puluh menit yang lalu Anda menanyakan hal yang sama.”Aku menghela napas.“Aku hany

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 53 Mattheo

    Tiga tahun lalu. "Ini, Tuan. Bunga yang anda pesan." Aku menerima satu buket bunga lily yang dihias dengan cantik. "Terima kasih." "Wanita yang sangat beruntung," ucap penjual bunga itu. Aku hanya tersenyum tipis."Iya, dia sangat cantik." Aku membawa bunga itu keluar dari toko dan masuk ke dalam Rolls-Royce biruku.Dan meletakkan dengan hati-hati bunga itu di sisi penumpang sebelum menginjak pedal gas. Aku mengemudi di jalanan Los Angeles pada pagi hari itu. Sampai akhirnya tiba di salah satu hotel terbesar di negara itu. Aku mematikan mesin dan turun dari mobil sambil mempersiapkan semuanya, termasuk bunga yang sudah kubeli tadi. Aku merogoh saku jas-ku. Dan mengeluarkan satu buah kotak kecil dan membukanya. Sebuah cincin bertahta batu permata bertengger indah disana. "Malam ini, kau akan menjadi milikku, Angela." Aku melangkah memasuki lobi hotel itu. Lalu menekan tombol lift dan menunggunya. Ketika terbuka dan masuk, aku lalu menekan tombol angka 17. Tak berapa la

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 52 Mattheo

    “Mattheo!”Langkahku terhenti.Suara itu.Aku mengenalnya.Sayangnya, aku mengenalnya terlalu baik.Aku berbalik perlahan.Angela berdiri beberapa meter di belakangku.Ia mengenakan gaun hitam selutut yang dipadukan dengan mantel panjang berwarna gelap. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai, jatuh rapi di atas bahunya. Sebuah tas kecil menggantung di lengannya.Penampilannya tidak banyak berubah sejak terakhir kali aku melihatnya.Tetap anggun.Tetap cantik.Dan tetap membawa masalah.Senyumnya mengembang ketika mata kami bertemu.Senyum yang dulu pernah membuatku menunggu berjam-jam hanya untuk melihatnya.Sekarang justru membuatku ingin segera pergi.“Apa yang kau lakukan di sini?”Ia terkekeh.“Bukankah seharusnya kau mengatakan, ‘Aku merindukanmu, Angela’?”“Itu masa lalu.”“Masa lalu yang tidak bisa kita lupakan.”Aku mengembuskan napas pelan.“Kenapa kau berada di sini?”“Aku menyukai negara ini.”Aku menatapnya datar.“Aku tahu itu bukan alasan sesungguhnya.”Ia tersenyum.“Aku

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 51 Mattheo

    “Evelyn Laurent.”Bola mata hijaunya langsung membelalak.Untuk beberapa detik, wanita itu hanya menatapku.Seolah baru saja menemukan jawaban dari sesuatu yang selama ini dicarinya.“Kau mengenalnya?”“Kenal?”Ia menunjuk dirinya sendiri.“Aku sahabatnya!”Nada suaranya begitu antusias sampai beberapa orang yang berjalan di sekitar kami sempat menoleh.Aku mengernyitkan kening.“Sahabat?”“Iya!”Ia mengangguk cepat.“Teman dekatnya sejak sekolah.”Aku terdiam menatapnya.“Seberapa baik kau mengenalnya?”“Aku sangat dekat sekali dan mengenalnya dengan baik.”“Definisikan.”Kelly mengedipkan matanya.“Definisi?”“Ya.”Ia tampak berpikir sebentar.“Dia orang yang akan meneleponku tengah malam hanya karena tidak tahu harus memilih gaun warna hitam atau biru.”Aku masih diam.“Dia juga orang yang pernah datang ke apartemenku hanya karena ingin makan pasta.”Aku mengangkat alis.“Dan?”“Dan kami pernah mabuk bersama.”Aku menatapnya datar.“Aku rasa aku belum puas mendengarnya.”Kelly tert

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 50 Mattheo

    Paris selalu membuatku begitu sesak.Terlalu banyak suara.Terlalu banyak orang.Terlalu banyak pebisnis yang merasa mereka bisa membeli apa pun hanya karena memiliki cukup uang.Aku duduk di ujung meja konferensi dengan beberapa dokumen terbuka di hadapanku.Satu per satu orang di ruangan itu sudah menyampaikan pendapat mereka mengenai usulan perubahan sistem di Akademi Bellucci.Dan hampir semuanya sama.Menolak.“Proposal ini terlalu berisiko,” ujar salah seorang pria di hadapanku.“Akademi sudah berjalan puluhan tahun dengan sistem yang ada.”“Tidak ada alasan untuk mengubah sesuatu yang tidak rusak.”Aku menatapnya datar.“Tidak rusak?”Ia terdiam.Aku mengambil salah satu laporan dari atas meja.“Jumlah murid di bidang seni menurun hampir tiga puluh persen dalam tiga tahun terakhir.”Tidak ada yang menjawab.“Guru musik yang seharusnya menjadi pengajar utama j

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 49 Evelyn

    “Donna Evelyn?”Aku menoleh mendengar Anthonio memanggilku."Iya?"Saat itulah ia menunjuk seseorang di belakang kami.Seseorang yang sangat kukenal postur tubuhnya.Wajahnya.Dan di antara kerumunan orang yang berlalu-lalang di jalanan Roma, aku melihat sosok yang selama dua bulan terakhir ini justru berusaha kuhindari dari pikiranku.Mattheo.Ia berdiri beberapa meter di hadapanku.Mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan aksen putih.Rambutnya tertata rapi seperti biasanya.Wajahnya masih sama sejak terakhir kali aku melihatnya.Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadanya selama dua bulan ini.Yang kutahu...ia ada di sana.Tepat di hadapanku.“Evy?”Suara Kelly terdengar di sampingku.Aku tidak menjawab.Mataku masih tertuju kepadanya.Pria yang selama dua bulan ini tidak pernah sekalipun datang menemuik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status