LOGIN"Aku bakal beri kamu uang, berapa pun yang kamu minta pasti aku kasih. Tapi ...." Gama menghela napas berat. "Anda tidak perlu merasa bersalah, Pak. Saya sudah memaafkan Anda, meskipun itu hal berat. Saya tahu kalau Anda melakukannya tidak sadar, apalagi pengaruh alkohol, tapi kalau Anda mau kasih saya uang sebagai bentuk tanggung jawab, saya bakal terima karena saya memang sedang butuh." Bunga salah paham. Wanita itu pikir Gama merasa bersalah karena sudah merenggut keperawanannya, dan sebagai tanggung jawabnya pria itu memberikan sejumlah uang, nyatanya Gama malah menginginkan Bunga sebagai simpanannya. Lalu, apa Bunga akan menerimanya begitu saja sedangkan pria itu saja sudah memiliki istri yang sangat seksi? Atau bahkan menolaknya?
View More5 Tahun kemudianKehidupan yang Bunga tidak disangka-sangka akan menjadi seperti ini. Selama lima tahun, banyak sekali rintangan yang ia hadapi. Namun, pada akhirnya berhasil ia lalui. Dulu, dia mengira akan berat menjalani kehidupan di saat hamil, apalagi tidak ditemani sang suami, kenyataannya satu persatu terlewati, bahkan tidak pernah dia bayangkan jika akhirnya akan semanis ini.Saat ini dia dikaruniai 2 orang anak. Pertama berjenis laki-laki sementara yang terakhir perempuan dengan suami yg sama, Gama.Ya, pria itu, pria yang begitu gigih untuk mendapatkan permohonan maaf dari Bunga. Meskipun ditolak mentah-mentah oleh Bunga, Gama tak pantang menyerah. Hingga akhirnya Bunga pun akhirnya luluh, dan memutuskan memberi kesempatan pada pria itu.Benar kata pepatah, tidak mungkin Tuhan memberikan ujian yang melebihi dari hambanya. Bunga sangat meyakini hal itu.Perihal orang tua Bunga, mereka sudah mengetahui apa yang Bunga alami. Reaksi mereka pun bukan seperti yang wanita itu harap
"Apa yang Papa lakukan?""Melakukan yang memang pantas kulakukan," jawab Gunadi enteng.Gama mengepalkan tangannya. Dia tak menyangka kalau situasinya akan menjadi seperti ini."Bukannya kamu setuju pisah sama dia? Kenapa masih dipertanyakan lagi?" Gunadi menatap putranya dengan sorot mata tajam."Aku emang setuju, tapi kenapa Papa masih ikut campur? Lama-lama aku muak sama kelakuan Papa. Dengar, aku ini bukan anak kecil yang selalu diatur-atur harus seperti ini, harus seperti itu. Nggak, Pa. Aku nggak habis pikir punya keluarga macam Papa." Gama menggeleng kecewa."Percuma kamu meratapi nasib, orang itu sekarang udah pergi jauh. Dia nggak bakal ganggu kamu lagi, sekarang mulai semuanya dari awal. Cari wanita yang setara, supaya tidak malu-maluin keluarga kita jika diajak pergi ke pesta."Gama tersenyum sinis. Segampang itu? Seandainya orang yang ada di hadapannya ini bukan papanya, mungkin sudah dia bunuh, karena sudah berani-beraninya mengacaukan seluruh hidupnya, ikut campur pribad
Apa yang dikatakan Ayu memang benar, Gunadi adalah orang yang sangat berbahaya.Bunga sangat menyesal karena telah berurusan dengan pria itu. Nyatanya uang 5 milyar yang dijanjikan pria itu tidak dikasih, yang ada Bunga diancam kalau tidak menuruti perintah pria itu.Bahkan Ayu yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah mereka pun ikut terseret."Yu, aku minta maaf. Ini belum terlambat, lebih baik kamu pergi aja sebelum semuanya--""Udah, nggak apa-apa, Bunga," sela Ayu cepat.Sebelum orang suruhan Gunadi benar-benar pergi, berkali-kali Bunga menyuruh Ayu untuk membuntuti mereka, sayangnya Ayu tidak mau. Dia malah memilih untuk bersama Bunga. Dia tidak tega meninggalkan Bunga seorang diri di tempat sepi seperti ini.Bunga tahu kalau Ayu juga syok dengan kekacauan yang terjadi. Bunga berkali-kali menyesali keputusannya, berkali-kali juga meminta maaf pada Ayu.Awalnya Bunga meminta uang 5 milyar hanya ingin basa-basi saja, atau ... bisa dikatakan sekadar iseng, untuk memastikan ucap
"Aku nggak nyangka kalau dia bakalan buang aku, Yu. Padahal selama ini aku udah ngotot pertahanin dia. Kenapa dia ... jahat banget sama aku, Yu."Ayu menatap Bunga prihatin, Bunga sedari tadi menangis sesenggukan dan beberapa kali juga memaki Gama.Sedari tadi mulut Ayu terasa begitu gatal, hanya saja dia terus menahannya. Tunggu benar-benar Bunga membaik, barulah Ayu akan mengeluarkan sumpah serapahnya itu."Yu, kok kamu dari tadi diam aja sih, biasanya juga ngomel-ngomel. Kamu nggak lagi di pihak aku ya?" omel Bunga di sela-sela tangisnya.Ayu menghela napas berat. "Kamu ini ngomong apa sih, justru aku kasih kamu kesempatan buat nenangin diri.""Dia tiba-tiba bilang kalau lebih baik aku sama dia pisah aja. Tiba-tiba banget loh, Yu, nggak ada angin nggak ada hujan, kamu bayangin aja gimana syoknya jadi aku.""Kan dari awal aku juga udah bilang, jangan pernah berurusan sama laki-laki kaya, apalagi sampai jatuh cinta. Nih lihat sendiri kan akibatnya, dan lagi saat ini kamu lagi bunting






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.