Partager

Bab 33

Auteur: Kak Gojo
last update Date de publication: 2026-05-24 14:00:11

“Seru ya ngobrol sama Sinta?”

Baru saja aku menginjakkan kaki di teras rumah sepulang dari tempat Pak Kai, aku sudah mendapat sambutan tidak enak dari Karina yang tiba-tiba muncul di balik pintu.

"Maksudnya gimana, Kar?" tanyaku bingung.

“Tadi pas pulang, aku kebetulan lewat rumah Pak Kai. Aku lihat Mas kayaknya enjoy banget ngobrol sama anaknya itu! Sampe senyum-senyum segala!”

Setelah Karina ngomel panjang lebar, aku baru tahu kalau dia da

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 478

    Melihat Ipul yang panik sampai tergagap-gagap, sosok roh itu tersenyum lembut. Dia melayang mendekati Ipul.Setiap kali sosok itu mendekat, hawa dingin yang menyejukkan mengalir ke tubuh Ipul. Perlahan hawa itu meredakan rasa sakit di tulang-tulangnya serta menenangkan jantungnya yang berdegup kencang."Tenanglah, Ipul. Jangan takut," ucap roh sungai itu dengan nada yang sangat lembut, bagaikan usapan seorang ibu. "Aku bukan hantu yang akan menyakitimu. Aku adalah penjaga aliran sungai ini. Rasa sakit di tubuhmu... biarlah hawa sejuk ini meredakannya sejenak."Ipul yang tadinya memejamkan mata sambil pasrah, perlahan memberanikan diri mengintip. Hawa hangat dan tenang benar-benar menjalar di dadanya, membuat rasa takutnya berangsur melamun."Kamu... tahu namaku?" Ipul masih agak gemetar.Roh itu mengangguk. "Aku menyaksikan semuanya. Penderitaanmu, kemalanganmu, hingga kesucian hatimu saat kau tidak menanam dendam busuk meski dihancurkan. Karena itulah, air sungai membawamu ke si

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 477

    "Peduli setan! Biar saja mati sekalian, ngurang-ngurangin beban kampung!" kata Rano.Dia berdiri menepuk-nepuk tangannya yang kotor lalu meludahi aliran air tempat darah Ipul membekas. "Tapi kalau jasadnya ditemuin warga gimana? Kita bisa disalahin, Mas..." Wiwit memegang lengan Rano erat-erat. "Halah, kamu ini penakut amat sih, Wit!" bentak Rano sambil mendelik. "Memangnya siapa yang mau nyalahin kita? Nggak ada orang lain di sini selain kita berdua. Kalau ada yang nanya, bilang aja si Ipul itu terpeleset sendiri pas mandi, terus tenggelam. Beres, kan?""Tapi, Mas—""Udah, nurut saja!" Rano memotong cepat, lalu mencengkeram bahu Wiwit dengan agak kasar. "Sekarang kamu cepat rapihin baju kamu! Kita jalan lewat jalan setapak di atas. Jangan sampai ada warga yang lihat kita keluar dari area air terjun barengan. Paham?!"Wiwit menelan ludah. Hatinya sangat cemas dan bersalah menatap air sungai yang tenang, membayangkan nasib Ipul yang terbawa arus entah ke mana.Namun, melihat sorot

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 476

    "Ahh, geli! Jangan terlalu dalam, Mas!""Nggak bisa.. Goa kamu bikin aku kecanduan, Dek. Tak masukin lebih dalam, ya.."Suara desahan itu didengar samar oleh Ipul di antara gemuruh air terjun.Siang itu, dia pulang lebih cepat dari lokasi proyek bangunan tempatnya nguli.Karena cuaca desa Sukaturu sedang terik-teriknya, dia pun memutuskan untuk berendam di sungai.Kebetulan sungai ini memang menjadi tempat favorit warga dan biasanya akan ramai kalau pagi atau menjelang petang. Saking gerahnya, Ipul sengaja menyelam agak lama ke bagian air yang lebih dalam.Namun, siapa sangka, begitu kepalanya muncul membelah permukaan air, matanya langsung disuguhi pemandangan luar biasa.Di atas batu besar dekat tepian, dia melihat Wiwit— janda kembang desa yang sudah setahun ditinggal mati suaminya— sedang menjengking membelakangi Rano, pria beristri yang terkenal galak di kampung.Saat itu Wiwit yang memakai kemben dan kain jarik tampak begitu menggoda. Ekspresinya berubah-ubah seirama dengan ger

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 475

    Masha masuk sambil melirik kami bergantian. Dia kemudian menatap bayi yang masih berada dalam pelukanku.“Kalian lagi debat nama bayi, ya?”“Iya,” jawab Miya. “Argus ngusulin nama Sugeng.”Masha langsung berhenti melangkah. “Sugeng?”Aku mengangkat dagu. “Kenapa? Bagus, kan?”“Bagus kalau buat nama bapaknya,” jawab Masha santai. “Bukan buat bayi kalian!”Giliran Miya yang ketawa, sedangkan aku hanya bisa mendengus.“Ya udah, daripada kalian ribut terus, gimana kalau Lucas?” usul Masha. “Lucas dari bahasa Latin, artinya pembawa cahaya.”Aku melirik Miya, meminta pendapatnya.Miya langsung mengangguk. “Lucas... aku suka. Kedengarannya bagus, modern, dan cocok buat anak laki-laki. Kesannya macho gitu.”Aku mengulang nama itu dalam hati sambil melihat bayi dalam pelukanku.“Lucas,” gumamku. “Gimana, Nak? Kamu suka nama itu?”Tentu saja dia tidak menjawab. Dia hanya bergerak sedikit sebelum kembali tenang.Miya tersenyum, lalu menatapku. “Jadi, kita sepakat pakai nama Lucas?”Aku menganggu

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 474

    Aku tidak langsung menjawab Miya. Pandanganku tertuju pada bayi mungil yang terbaring di sampingnya.“Itu... anak kita?”Miya mengangguk pelan. “Iya, Gus. Ini anak kita.”Aku terdiam sesaat. Rasanya masih sulit percaya bahwa bayi kami sudah lahir. Kepalaku masih terasa berat setelah pingsan tadi, sampai-sampai aku sempat berpikir kalau semua ini cuma mimpi.“Dia... sudah lahir rupanya.”Miya tersenyum tipis. “Iya, Gus. Anak kita udah lahir.”Aku pun menunduk hendak melihat wajahnya lebih jelas. Bayi itu menggeliat kecil. Bibirnya bergerak-gerak sebelum akhirnya mengeluarkan suara tangisan.“Ya ampun, lucunya,” gumamku.Aku mengulurkan telunjukku dengan hati-hati, menyentuh pipinya yang lembut. Bayi itu menggerakkan kepalanya sedikit. Aku spontan tersenyum.Aku lalu mengalihkan pandanganku ke Miya. “Oh ya, kata dokter gimana? Kamu sama bayi kita sehat, kan?”“Sehat, Gus. Aku sama anak kita baik-baik aja.”Miya menghela napas pelan sebelum melanjutkan, “Pas kamu pingsan tadi, ambulans-n

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 473

    Aku mengangguk pelan, setuju dengannya. “Ya udah. Kita lakukan yang bisa kita lakukan.”“Gus…” panggil Miya lemah. Matanya benar-benar sayu, hampir terpejam.Aku langsung mendekat dan menggenggam tangannya. “Iya, Sayang?”“Jangan jauh-jauh,” pintanya lirih.“Aku di sini. Aku nggak bakal jauh dari kamu.”Miya kembali merintih saat rasa sakit itu menyerang.Masha menarik napas panjang, berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum kembali memusatkan perhatian kepada Miya.“Ma, aku bakal bantu sebisaku. Mama juga harus kerja sama, ya! Kalau aku bilang tarik napas, ikutin. Kalau aku minta berhenti dulu, Mama ikutin juga!”Miya menggeleng lemah. “Mama nggak mau lahiran di sini. Mama maunya di rumah sakit!”“Mustahil, Ma! Ambulansnya masih lama, sementara kondisi Mama udah begini.”Miya hanya bisa pasrah.“Argus, bantu aku. Posisikan kepala Mama supaya lebih nyaman.”Aku pun membantu Miya mengatur posisi tubuhnya.Sementara itu, Masha mengeluarkan beberapa handuk kecil, kain bedong, selimut

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 7

    Begitu pun dengan Mbak Masha, matanya yang semula sayu-sayu mengantuk langsung melotot segar begitu melihat kami.Menyadari tatapan mematikannya, aku langsung peka dan buru-buru melepaskan tangan Karina. Aku lalu menjauh satu langkah, panik dan ingin segera klarifikasi sebelum dia salah paham.Tapi

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 6

    Novaria hanya diam. Dia tidak meringis ataupun marah. Selama seminggu aku di sini, dia memang yang paling tertutup. Jarang berinteraksi dengan kakak-kakaknya, apalagi dengan ibu tirinya. Waktunya lebih banyak habis di dalam kamar setelah pulang kuliah.Nova menatapku dengan mata bulat yang jernih,

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 5

    Saat ini, aku hanya bisa menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisku. Suasananya membuatku merinding, persis seperti suasana mencekam di ruang BK setelah aku tertangkap basah merokok di belakang sekolah."P-paman... maaf kalau saya ada salah selama tinggal disi

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 4

    Wajah Karina yang tadinya merah karena malu, mendadak berubah jadi senyum menyeringai yang licik. Dia melipat tangan di dada, membuat tank top ketat yang dipakainya semakin menjiplak bentuk tubuhnya yang sintal.Mataku yang nakal refleks melirik ke dadanya sebentar, lalu kembali menatap matanya den

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status