Share

Bab 53

Author: Kak Gojo
last update publish date: 2026-06-03 23:31:49

Pintu toilet langsung ditutup rapat oleh Tante Sisca, dan sedetik kemudian dia memutar anak kunci dari dalam.

Suasana kamar mandi yang sempit mendadak terasa begitu sesak dan panas. Aroma parfum mahalnya berbaur dengan uap air, menciptakan sensasi yang bikin otakku makin korslet.

"T-Tan... ini beneran cuman mau dibantuin bersihin gaun aja, kan? Bukan yang aneh-aneh?" tanyaku gugup setengah mati. Padahal, si Lukman di balik celana sudah meronta-ronta minta dikeluarkan.

Tante Sisca tertawa renyah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Emak Chua Aya
lh si lukman menang banyak...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 402

    Aku mengangguk pelan tanpa ragu, menatap matanya lurus. "Iya. Itu kan emang keputusan kita bertiga dari awal.""Tapi gimana sama tetangga di sekitar sini, Sayang?" potong Masha cepat, raut cemas kembali membayangi wajahnya. "Gimana kalau orang-orang nanti pada ngehujat kita? Soalnya nikahin ibu dan anak sekaligus itu jelas nggak wajar di mata masyarakat. Walaupun aku sama Mama nggak ada hubungan darah, tapi tetap aja aku takut kita dikucilkan dan dicap sebagai manusia nggak punya moral!"Aku tersenyum tipis, mengusap lembut pipinya yang masih agak basah oleh bekas air mata.“Aku nggak peduli omongan tetangga. Selama kamu dan Miya bahagia, aku nggak masalah kalau harus dikucilkan sama mereka.”"Tapi, Sayang—""Lagian, yang menjalani hidup ini kan kita, bukan mereka," potongku tegas, menangkup kedua pipinya dengan telapak tanganku. "Asal kamu, Miya, dan anak-anak kita nanti aman di dalam rumah ini, aku nggak peduli omongan orang luar."Masha mendadak menggeser tubuhnya menjauh. Gerakann

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 401

    Sebelum merespon Bude Sora, Miya menoleh ke arahku."Argus, bawa Masha ke kamarnya," perintah Miya dengan suara tenang. "Biar aku yang ngomong sama Budemu.”“Oke.”Kulihat mata Masha sudah berkaca-kaca, seperti mau nangis, tinggal tunggu pecahnya saja.Tanpa membuang waktu, aku pun langsung meraih tangan Masha, menggenggamnya dan membawanya berjalan meninggalkan ruang tamu."Argus! Masha! Mau ke mana kalian?! Bude belum selesai bicara!" seru Bude Sora dari belakang, hendak menyusul.Aku menoleh sekilas. Untunglah Miya langsung memotong jalan Bude Sora, menghadangnya menyusuli kami.“Kalau ada yang mau dibicarakan, sama aku aja, Mbak,” ujar Miya tegas.Aku pun terus menuntun Masha masuk ke kamarnya.Dan benar saja, begitu pintu kamar kututup rapat, Masha langsung terisak keras di tepi ranjang. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan, bahunya berguncang patah-patah."Masha... udah, Sayang. Tenang dulu," ucapku pelan sembari berlutut di depannya. Aku menarik lembut kedua tangannya dari

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 400

    Hari ini Bude Sora datang berkunjung ke rumah.Dia baru saja selesai memberikan keterangan di kantor polisi se bagai saksi atas kasus kejahatan Karyo. Proses pemeriksaan dan interogasi yang panjang membuat wajah wanita paruh baya itu tampak sangat lelah.Aku menyetir mobil mengantarkannya dari kantor polisi menuju rumah.Begitu sampai, aku membimbingnya masuk dan memintanya duduk beristirahat di sofa ruang tamu."Bude duduk dulu di sini, ya. Aku mau buat minum dulu.”"Iya. Makasih ya, Argus," jawab Bude Sora lalu duduk di sofa, menyandarkan punggungnya yang lelah.Baru saja aku berbalik hendak ke dapur, langkahku spontan terhenti kala berpapasan dengan Masha yang juga hendak melangkah ke ruang tamu.“Sayang, Bude Sora datang,” kataku.Masha pun cepat-cepat melangkah menuju sofa, melihat Budenya itu.Masha dan Bude Sora seketika saling pandang. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah berbulan-bulan tidak pernah bertemu lagi."Masha?" panggil Bude Sora. Raut lelah di wajahnya perlah

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 399

    Suasana langsung makin gila.Karina yang berada di sebelah kanan merayap naik. Tangannya melingkar di leherku, lalu bibirnya mulai mengecup leher dan dada atasku tanpa ampun.Di sebelah kiri, Masha tidak mau kalah. Tangannya meraba-raba pinggang dan perutku, meremas pelan sambil sesekali mencubit kecil kulitku hingga membuatku meringis bercampur geli.Miya pun kembali menggoyangkan pinggulnya perlahan di atas tubuhku, membuat sensasinya makin menjadi-jadi.Sementara Novaria ikutan duduk santai di antara kedua kakiku. Jemari lentiknya yang jahil mengelus paha dalamku naik-turun, sengaja membuatku makin tidak bisa menahan diri."M-Miya... Karina... kalian semuanya… aduh!" suaraku sampai serak menahan nikmat ini.Diserang dari semua sisi membuat pikiranku buntu.Panasnya matahari siang terasa makin menyengat, seirama dengan hawa panas dari tubuh mereka.Kedua tanganku yang terikat kencang di tiang hanya bisa menarik tali kuat-kuat, pasrah total diacak-acak mereka berempat di atas rumput.

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 398

    “Oke, Ma!” jawab mereka bertiga kompak.Novaria yang tadinya mengunci kakiku langsung bangkit berdiri. Dengan cengiran nakal dan sorot mata berbinar, dia bergerak mendekat, lalu tanpa ragu merangkak menaiki paha dan pinggangku. Bobot tubuhnya langsung menindih perut bawahku."Nova masuk sekarang ya, Mas Argus sayang..." bisik Novaria manja."Eh?! S-serius kita mau main di sini?!" tanyaku.Tanpa menjawab pertanyaan dariku, Novaria langsung bergerak membuka boxerku, hingga tampaklah si Lukman yang masih anteng.Novaria kemudian menyingkap roknya sendiri yang ternyata tidak memakai sempak, membuatnya mudah menyatukan dirinya."Eunnghhhh..."Novaria mendesah pelan saat tubuh kami akhirnya menyatu sepenuhnya.Tangan lentiknya bertumpu pada dadaku yang telanjang. Dia pun mulai menggerakkan pinggulnya, bergoyang secara ritmis dan perlahan di atas tubuhku.Napasku mendadak tertahan. Sensasi dari lubang Novaria yang mendadak masuk di saat sosisku belum sepenuhnya siap sontak mengirimkan hawa p

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 397

    Dalam hitungan detik, kancing kemejaku pun sudah terlepas sepenuhnya dari tubuh, membiarkan dadaku terpapar langsung hawa panas terik matahari siang.Masha mendekat dari sisi kiriku. Dia berjongkok lalu menuangkan lotion dingin di atas dadaku yang polos.Dia kemudian mengusap-usap lotion itu secara merata di dada dan perutku, membuat tubuhku meremang seketika.“Nova, katanya mau ngusapin lotion buat Mas mu?” tanya Masha sambil menoleh ke adiknya. “Sini, Nova. Bantu bukain celana Mas mu! Terus balurin lotionnya ke paha dan betisnya secara merata!”"Siap, Kak!"Novaria langsung menurunkan ritsletingku dan menarik celanaku turun. Dia lalu membalurkan lotion ke sekujur paha hingga betisku, mengusapnya perlahan dengan gerakan sensual.“Uhhh, geli banget, Dek!!” seruku.Novaria terkekeh. Sorot matanya memancarkan niat jahil yang begitu kentara. Dan benar saja, setelah aku bilang geli, dia pun langsung menggelitik telapak kakiku.Aku sontak cekikikan. “Hihihi, geli, geli!!”Novaria makin gen

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 7

    Begitu pun dengan Mbak Masha, matanya yang semula sayu-sayu mengantuk langsung melotot segar begitu melihat kami.Menyadari tatapan mematikannya, aku langsung peka dan buru-buru melepaskan tangan Karina. Aku lalu menjauh satu langkah, panik dan ingin segera klarifikasi sebelum dia salah paham.Tapi

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 6

    Novaria hanya diam. Dia tidak meringis ataupun marah. Selama seminggu aku di sini, dia memang yang paling tertutup. Jarang berinteraksi dengan kakak-kakaknya, apalagi dengan ibu tirinya. Waktunya lebih banyak habis di dalam kamar setelah pulang kuliah.Nova menatapku dengan mata bulat yang jernih,

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 5

    Saat ini, aku hanya bisa menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisku. Suasananya membuatku merinding, persis seperti suasana mencekam di ruang BK setelah aku tertangkap basah merokok di belakang sekolah."P-paman... maaf kalau saya ada salah selama tinggal disi

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 4

    Wajah Karina yang tadinya merah karena malu, mendadak berubah jadi senyum menyeringai yang licik. Dia melipat tangan di dada, membuat tank top ketat yang dipakainya semakin menjiplak bentuk tubuhnya yang sintal.Mataku yang nakal refleks melirik ke dadanya sebentar, lalu kembali menatap matanya den

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status